Tentang Kesya

Tentang Kesya
Sweet Seventeen


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Waktu seakan cepat berlalu dan sekarang tepat hari dimana ulang tahun Kesya yang ke-17 tahun. Tak banyak yang ia harapkan di ulang tahunnya kali ini mengingat sebelum-sebelumnya ia tak pernah merayakan ulang tahunnya dengan orang tua kandungnya. Kesya hanya berharap agar orang tuanya berhenti menyalahkannya atas kematian Kiara.


“Hari ini sweet seventeen ya?” gumam Citra pelan memulai obrolan di meja makan.


“Mau hadiah apa?” tanya Franklin seraya menyantap sarapan paginya.


Kesya menghela nafas sebelum membuka suara. “Kesya nggak minta apa-apa, cuman mau dikit aja perhatian Papi dan Mami ke Kesya” ucapnya menunduk karena takut Franklin atau Citra akan memarahinya.


“Kamu ini nggak bisa bersyukur, masih mending saya menampung kamu dirumah ini.”


Benar, kan? Salah satu antara mereka pasti akan melontarkan ucapan yang membuat hati Kesya sakit.


“Maaf, Kesya permisi”.


Tak ingin mendengar lebih lanjut, Kesya pun berpamitan kepada semua yang ada di meja makan untuk berangkat ke sekolah.


Saat baru saja membuka pintu utama, Kesya dikejutkan dengan kedatangan Papa Aldino dan Mama Melly yang sepertinya sudah menunggunya.


Untung aja Mama dan Papa nggak langsung masuk.-Kesya.


“Selamat ulang tahun yang ke-17 tahun, Sayang” ucap Mama Melly seraya memeluk dan mencium kedua pipi anak gadis kesayangannya.


“Selamat ulang tahun princess nya Papa. Ini hadiahnya” ucap Papa Aldino seraya memberikan kunci mobil kepada Kesya.


“Loh?! Kesya baru umur 17, Pa”


“Papa tau kamu bisa nyetir. Semua suratnya sudah ada didalam sana. Pakai itu untuk kamu berangkat sekolah.”


Akhirnya, mau tak mau Kesya menerima hadiah dari kedua orang tua angkatnya.


*****


Parkiran Sekolah


“Anjir, mobil siapa nih berani banget parkir disini?” omel Dhea ketika melihat mobil baru parkir di sebelah mobilnya.


“New nggak sih?” bisik Rere pelan.


Tak lama kemudian, Kesya pun keluar dari mobil membuat kedua sahabatnya seketika mematung.


“Sialan, sweet seventeen dapet mobil?” gerutu Dhea ketika melihat sahabatnya keluar dari mobil baru.


“Udah baikan, Key?”


“Dari Papa”


“Yaudah ke kelas kuy” ajak Dhea seraya merangkul bahu sahabatnya agar tak terlalu bersedih.


Kesya yang sejak awal bersekolah disana menjadi pusat perhatian para siswa pun kebanjiran banyak hadiah karena ada begitu banyak cowok yang tak segan-segan memberikannya hadiah baik itu kado, bunga, dan surat hingga membuat kedua sahabatnya ikutan repot karena begitu banyak hadiah yang ia dapatkan.

__ADS_1


“Sini gue bantu” ucap Kenzo ketika melihat tangan Kesya penuh dengan hadiah.


“Thanks, anyway gue tau lo mau minta sesuatu” ketus Kesya kepada teman dekatnya itu membuat Kenzo terkekeh mendengarnya.


“Gue tulus, nyet.”


“Lo Kenzo.”


“Astaga.”


Seketika, Kesya tertawa membuat Dhea dan Rere bersyukur karena kembali melihat tawa yang bahagia itu.


“Hadiah lo banyak banget, disimpan?”


“Yup.”


“Hadiah yang sebelumnya aja udah dua lemari gede.”


“Maklum sih, pusat perhatian dari casis sampai siswa akhir.”


“Duh jangan dipuji, gue suka terbang masalahnya.”


“Sialan lo.”


*****


Setelah kembali dari parkiran, Kesya dan beberapa temannya pun berjalan melewati koridor untuk masuk ke dalam kelas.


Kelas 12 A-1


“Hei, make a wish dulu dong” ucap Rocky yang berjalan mendekat seraya membawa kue ulang tahun di tangannya.


Kesya pun mulai menutup mata dan berdoa dalam hati, doa yang sama selalu ia panjatkan setiap tahun saat dirinya berulang tahun.


Aku harap semuanya kembali baik-baik aja.-Kesya.


Tak lama, lilin yang berangka 17 pun sudah padam membuat semua orang berjalan mendekat dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya bergantian.


Joy yang sudah siap dengan kamera di tangannya pun langsung memberi arahan kepada teman-temannya untuk berfoto bersama. Inilah rutinitas mereka sejak kelas 10 dimana jika ada yang berulang tahun maka akan dirayakan dan berfoto bersama untuk menambah kenangan. Tentu, fotonya akan ditempel di sebelah mading kelas yang berada di sudut belakang.


*****


Mall


Saat ini, Kesya, Dhea, Rere, dan Kirana sedang berada di mall untuk jalan-jalan bersama sekalian Kesya yang akan menjadi atm hari ini karena dirinya sedang berulang tahun.


“Kita kemana dulu?” tanya Dhea karena mereka belum tau tujuan utama dari sesi jalan-jalan.


Kesya terkekeh. “Makan dulu lah, masa langsung gue ajak naik roller coaster.”


“Gila lo.”


Mereka pun segera berjalan menuju restoran yang biasa menjadi tempat makan bersama.


“Bentar deh, gue kok ngerasa ada yang ngikutin kita deh” gumam Rere seraya melihat-lihat sekitar.


“Kak, jangan merusak sesi girls time deh” ucap Kirana tertawa.

__ADS_1


“Serius anjir, gue ngerasa dari tadi ada yang lagi ngeliatin kita”


“Udah ah lo parno-an. Gue ke toilet bentar” ucap Kesya lalu beranjak menuju toilet.


Beberapa menit kemudian, keluarlah Kesya dari toilet dengan matanya yang fokus menatap layar ponsel sehingga tidak memperhatikan sekitar.


Brukk


Kebiasaan baru Kesya : menabrak orang.


“Aduh sorry gue nggak sengaja.”


“It’s okay”


Ternyata yang menjadi korbannya hari ini adalah seorang lelaki yang umurnya kurang lebih seperti Steven.


“Lo gapapa?” tanya Kesya dengan raut wajah khawatir.


Lelaki itu terdiam ketika menatap manik mata Kesya.


“Permisi?”


“Eh—sorry.”


“Lo gapapa?”


“Gapapa, btw gue boleh tau nama lo?”


“Kesya”


“Dexter. Gue kek pernah liat muka lo.”


“Buset pasaran banget muka gue” ucap Kesya terkekeh.


“Nggak, di majalah ternama deh kalau nggak salah. Lo model ya?”


“Oh itu, nggak. Gue sebenarnya photographer tapi cosplay jadi model gara-gara model utama nya ilang” ucap Kesya ketika mengingat job yang ia lakukan saat bersama Rey.


“Tapi lo terkenal, kan? Gue beberapa kali liat lo di majalah”


“Aduh, nggak kok. Eh gue duluan ya”


“Semoga ketemu lagi, Kesya.”


*****


Setelah pulang berjalan-jalan bersama para sahabatnya, Kesya pun melajukan mobil nya menuju ke rumah namun di perjalanan ia melihat iklan rumah yang membuatnya tertarik. Kesya memang sejak dulu ingin membeli rumah pribadi dimana ia akan menghabiskan waktu sendiri agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.


Akhirnya Kesya pun melajukan mobilnya menuju agen perumahan untuk melihat-lihat rumah minimalis untuknya sendiri siapa tau ada yang cocok di mata. Jika ditanya kenapa di umur yang ke-17 Kesya sudah berani membeli rumah? Jawabannya adalah karena Kesya mempunyai tabungan sendiri untuknya menabung semua hasil pekerjaannya selama ia dan Rey mendapat job di studio photo dan semua uang yang diberikan kepadanya ia tabung sehingga tabungannya sudah lebih dari cukup untuk membeli rumah.


Setelah melihat-lihat, pilihan Kesya tertuju pada rumah type 36 dengan lantai dua dan empat kamar. Rumah minimalis yang sangat besar jika ditempatkan sendiri terlebih sudah ada garasi mobil dan lokasi nya pun sangat aman dan tentram juga lumayan jauh dari rumah Franklin maupun rumah Aldino.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2