
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Kesya melajukan mobilnya menuju sebuah bar terkenal di kota. Ini pertama kalinya ia pergi ke bar sehingga ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan orang-orang yang menatapnya dengan penuh nafsu seolah ingin menerkamnya sekarang.
Dengan segera, Kesya berjalan menuju meja bar karena melihat pemilik bar sedang ada disana. Saat melihat Kesya, Bobby benar-benar terkejut karena ia mengenali kekasih sahabatnya itu. Bobby adalah sepupu dekat dari Rocky, teman sekelas Kesya dan teman satu tim basket Devan saat mereka masih bersekolah di SMA Rajawali.
“Loh?! Key? Ngapain disini?” tanya Bobby ketika melihat Kesya berjalan mendekat.
Kesya tersenyum tipis. “Vodka segelas dong, Kak Bob”
“Heh, aneh-aneh. Nggak boleh, kamu nggak pernah minum”
“Kak, sekali aja. Lagi butuh pelampiasan” ucap Kesya lemah
Karena tau gadis dihadapannya seolah sedang terpuruk, akhirnya Bobby memberikan segelas anggur karena ia tau Kesya tak bisa membedakan minuman alkohol tersebut.
“Kak, pantau ya” ucap Kesya setelah meminum segelas anggur.
Bobby pun mengangguk lalu pamit ke belakang karena ia harus menghubungi Devan dan memberitahu bahwa kekasihnya sedang berada di bar miliknya sekarang.
Sepeninggalnya Bobby, ternyata Kesya sudah meminum anggur beberapa gelas hingga membuatnya pusing dan mulai meracau tidak karuan. Karena merasakan kepalanya yang pusing, akhirnya Kesya menundukkan kepalanya ke meja seraya pikirannya berputar-putar mengingat kejadian dimana ia dijodohkan dengan orang yang ternyata ia kenal.
Tak lama kemudian, Kesya merasakan bahwa ada yang menepuk bahunya hingga membuatnya mengangkat kepala namun yang ia lihat hanya bayang-bayang seseorang karena kepalanya benar-benar sakit. Entah berapa gelas yang sudah ia minum.
“Key?!”
“Hm?”
“Lo mabuk, gue anterin pulang”
__ADS_1
“Lo siapa?” tanya Kesya yang masih berkali-kali mengedipkan matanya seolah ingin menyadarkan diri.
“Boy” jawab Boy singkat seraya menuntun Kesya agar tidak jatuh.
Setelah berpamitan dengan Bobby, Boy segera membawa Kesya menuju mobilnya dan mobil Kesya sendiri akan diantar oleh supir pengganti yang akan diutus Boy.
Dalam perjalanan, Kesya kembali meracau bahkan menempel pada Boy sehingga membuat lelaki itu sedikit tidak nyaman.
Lo kenapa lagi sekarang sampai separah ini?-Boy.
“Heh, lo beneran Kak Boy?” tanya Kesya yang membuat Boy mengangguk pelan.
Kesya tersenyum. “Lo kemana aja? Apa lo tau hidup gue sangat hancur sekarang? Gue kangen Kak Boy yang dulu..”
Boy terdiam saat mendengar berbagai macam kalimat yang keluar dari mulut Kesya ketika mabuk.
“Kenapa lo seolah menghindar dari gue, Kak?”
Damn. Boy mematung ketika ia tau Kesya menyadari bahwa dirinya memang semakin menghindar sekarang.
“Nggak usah ngomong aneh-aneh, Key.”
Akhirnya, Boy mengeluarkan suara yang membuat Kesya seketika tersenyum. “Kak, apa gue harus masuk rumah sakit dulu biar lo nggak menghindar lagi? Gue kangen..”
Ada jeda dengan helaan nafas terdengar sebelum Kesya kembali melanjutkan kalimatnya. “Gue ingat jelas gimana tanggapan lo ketika gue overthinking, ketika gue sakit, ketika gue capek, ketika gue ngerusuh. Semuanya, semua tentang lo akan selalu gue ingat. Sampai akhirnya lo milih buat menghindar dari gue, sakit Kak.. gue nggak tau udah setebal apa topeng gue sekarang.. gue nggak bisa sebebas itu lagi.. gue nggak punya rumah lagi.. gue sendiri..”
Hati Boy benar-benar sakit mendengarnya namun ia tak punya pilihan lain. Gadis yang ia suka sudah menjadi milik orang lain, ah milik sahabat dekatnya. Boy mungkin merasa dirinya tidak ingin menyakiti Kesya dengan masih berada disamping gadis itu namun ternyata ketika ia pergi, gadis itu malah lebih sakit.
“Key, sorry..”
“Maaf ya, Kak.. maaf karena gue nggak bisa lepas dari lo. Maaf karena gue ternyata lebih menyukai sosok Boy dari pada siapapun..”
Deg.
Boy benar-benar tidak tau harus bagaimana, jika ia mengikuti kata hatinya maka sahabatnya akan terluka namun jika ia mengikuti akal sehatnya maka dirinya yang terluka. Boy masih yang dulu, yang tidak akan pernah mau jika ia bahagia diatas penderitaan orang. Kita pun sudah bisa menebak apa keputusan Boy. Ya, dia akan tetap memilih menghidari Kesya walaupun tau gadis itu juga menderita karenanya.
__ADS_1
*****
Mobil menyusuri jalanan yang hampir sepi karena jam menunjukkan pukul 00.38 WIB. Boy segera melajukan mobilnya menuju kompleks perumahan rumah barunya yang berdekatan dengan rumah Kesya. karena jika ia membawa Kesya ke rumahnya, ia tak tau apa yang akan terjadi terlebih Kesya yang sudah tertidur akibat alkohol yang diminumnya.
Boy segera memarkirkan mobilnya tepat di garasi rumah lalu menggendong Kesya perlahan-lahan agar gadis itu tidak bangun dari tidurnya. Tak lama kemudian, ia membawa Kesya menuju kamarnya karena hanya di kamarnya yang memiliki tempat tidur.
Sebenarnya, ia bisa saja mengantarkan Kesya ke rumahnya karena kunci rumah pasti ada di tas gadis itu namun karena Kesya masih mabuk berat, Boy pun tidak ingin meninggalkannya sendirian hingga akhirnya ia membawa Kesya ke rumahnya.
“Tidur ya, nggak usah mikir yang nggak-nggak” ucap Boy seraya mengelus pelan pucuk kepala gadis itu.
Entah apa lagi yang terjadi, gue harap lo selalu kuat.-Boy.
*****
Matahari pagi kembali terlihat masuk menyinari kamar yang diisi oleh dua orang pemuda yang masih tertidur. Ketika matahari mengganggu tidurnya, Boy menggeliat seraya membuka mata menatap gadis yang masih tertidur di tempat tidur.
Dengan segera, Boy melangkahkan kakinya keluar dan turun ke lantai bawah untuk membersihkan diri dan segera membuat sarapan. Untung saja, ia sudah membeli bahan-bahan sehingga tak lama kemudian ia bersiap memasak.
Kesya mulai menggeliat seraya berusaha untuk membuka mata menatap sekeliling dengan kepala yang masih pusing.
“Gue dimana?!” teriaknya dengan panik ketika ia tidak tau sedang berada dimana.
Teriakan Kesya terdengar sampai ke dapur hingga membuat Boy yang sedang memasak terkekeh mendengarnya.
Kesya kembali menatap sekitar lalu tatapannya terhenti pada pajangan tanda tangan yang cukup besar. Tanda tangan yang sangat ia kenal dengan tulisan kecil “frscogrdly”.
Tentu saja hal itu membuat Kesya membulatkan mata saat tau ia sedang berada dikamar siapa.
“Kak Boy?!”
*
*
*
__ADS_1