Tentang Kesya

Tentang Kesya
Rapuh


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Mari kita kembali pada beberapa saat yang lalu.


Disinilah Devan berada di privat room bersama dengan keluarganya dan keluarga Dhea karena katanya ada hal yang harus dibahas bersama.


"Bagaimana dengan perjodohan Devan dan Dhea?"


Tiba-tiba pertanyaan muncul dari mulut Rangga membuat Devan bahkan Dhea terkejut seketika.


"Papi apa-apaan sih?! Kan Dhea udah bilang kalau Dhea punya pacar. Kak Devan juga udah punya pacar!"


"Jonathan? Papi nggak pernah setuju dengan lelaki itu. Papi lebih setuju kamu dan Devan" ucap Rangga sekali lagi.


"Rangga benar, jika dilihat-lihat Devan dan Dhea sangat cocok sekali. Apa kita akan menjadi besan?" ucap Fahri tertawa.


"Papa nggak salah, kan? Bukannya Papa sendiri tau kalau Kak Devan sama Kak Kesya..?" tanya Kirana pelan.


Fahri menatap Kirana dengan tatapan tajam hingga gadis itu terdiam seketika.


"Aku tidak bisa membayangkan jika kita akhirnya akan menjadi besan."


"Hei, aku menepati janji ku. Aku kan pernah berjanji akan membuat kita menjadi besan" ucap Rangga menanggapi.


"Nggak, Dhea nggak mau!"


"Dhea! Mau tidak mau kalian harus menerima perjodohan ini."


Malam itu, penyesalan terbesar Devan adalah menghadiri makan malam tersebut.


*****


Kesya dengan telaten membersihkan luka tangan Jojo sedangkan lelaki itu hanya diam. Tatapannya benar-benar kosong dan rapuh sehingga semua orang pun tau bahwa sosok tersebut sedang tidak baik-baik saja.


"Key.. kenapa lo malah berusaha buat nyembuhin luka gue?" tanya Jojo seraya tatapannya tertuju pada Kesya.


Kesya terdiam. Ia tidak memiliki jawaban yang tepat atas pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.


"Lo nggak sadar kalau yang butuh diobati itu juga luka hati lo. Kenapa lo malah sibuk nyembuhin luka orang sedangkan luka lo sendiri menganga lebar..?"

__ADS_1


"Kak.. gue mau protes.. gue mau marah.. dan gue mau tampar Devan sekarang.. tapi.. apa setelah gue ngelakuin itu semua, pernikahan mereka akan batal..? Nggak, kan..? Jadi percuma gue nyakitin diri gue sendiri disaat nggak ada feedback yang gue dapatkan."


Ucapan Kesya membuat Jojo terdiam seketika. Ada benarnya juga, walaupun ia sudah menghancurkan seluruh isi apartemennya, semua itu tidak bisa mengubah fakta bahwa kekasihnya akan segera menikah dengan sepupu sekaligus sahabatnya sendiri.


"Sebenarnya yang lebih sakit disini adalah lo, Kak.. Lo udah bener-bener jadi miliknya Dhea, sedangkan gue? Dibilang milik Devan aja gue nggak punya hak. Jadi, saat gue dapat kabar itu pada akhirnya gue bingung sendiri harus mengekspresikan diri gue gimana. Kalau gue sakit, kenapa harus sakit? Bukannya gue dan dia nggak ada hubungan? Kalau gue biasa aja, kenapa hati gue seolah nggak terima dia sama yang lain? Jadi, yang perlu disembuhin itu luka hati lo, Kak. Hati lo yang sangat hancur sekarang."


"Key.. kenapa ya semesta seolah nggak mau damai sama gue..? Gue baru ditinggal bokap dua tahun yang lalu.. sekarang, gue harus ngerasain kehilangan lagi.. orang yang selama ini jadi tempat sandaran gue, pada akhirnya nggak bisa gue ajak hidup bareng.."


Boy menepuk pelan bahu Jojo seolah memberikan sedikit kekuatan kepada lelaki itu. Hubungan yang sudah bertahun-tahun dilalui akhirnya dipaksa berhenti ditengah jalan. Semua perjuangan, waktu, dan perasaan akhirnya harus berhenti sekarang.


"Gue mungkin satu-satunya orang yang nggak pernah tau gimana sakitnya ditinggal pacar. Tapi gue yakin, akan ada hal yang akhirnya bikin lo bersyukur kenapa lo harus sakit sekarang. Baru-baru ini gue baca tweet yang katanya Tuhan itu bakal nyelametin lo dari orang yang salah, makanya lo dikasih sakit hati karena orang yang sama lo sekarang bukan orang yang tepat. Semangat, bro! Gue ada kalau lo perlu."


Boy hanya bisa menenangkan Jojo dengan kalimat itu saja karena ia sendiri pun tidak tau bagaimana rasanya menjadi Jojo.


"Kak Boy bener, bukannya jodoh itu nggak akan ketuker? Jadi, kalau dia memang jodoh lo pasti bakal balik ke lo gimana pun caranya. Sedih boleh kok, tapi jangan sampai lo melupakan kewajiban lo setiap harinya, Kak. Gue juga ada kalau lo butuh teman ngobrol."


Diam-diam Jojo bersyukur dalam hatinya karena disaat ia merasa tidak mempunyai siapa-siapa lagi, Tuhan menghadirkan sosok Boy dan Kesya untuknya. Dua orang yang selalu berusaha untuk menenangkannya dan dua orang yang akan selalu berusaha ada untuknya.


Jojo mengangguk pelan. "Sedih dikit gapapa, kan? Lagian jujur sakitnya nggak ngotak banget" ucap Jojo terkekeh pelan.


Kesya dan Boy mengangguk bersama. "Kita ada buat lo."


"Kak Jojo, kalau lo mau tinggal aja di rumah gue dulu sampai perasaan lo membaik. Gue nggak maksain lo buat ngehindar dari Dhea sekarang, tapi kalau lo butuh tempat rahasia, rumah gue ada."


"Gue nggak tau harus balas budi dengan lo berdua dengan cara apa.."


"Dengan lo kembali bangkit jadi Kak Jojo yang dulu aja udah lebih dari cukup."


"Thanks ya."


*****


"Kita anterin Kesya dulu ya" ucap Boy kepada Jojo yang membuat lelaki itu mengangguk.


Jojo memilih untuk tinggal sementara waktu bersama Boy di rumah baru lelaki itu karena ia juga butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.


"Jadi, lo berdua punya rumah sendiri? Yang awalnya beli diem-diem malah jadi tetangga?"


Kesya dan Boy mengangguk membuat Jojo terkekeh pelan.


"Bisa gitu ya, kebetulan yang aneh."


"Oh iya, inget besok pagi sarapan di rumah Mami. Tar gue masakin yang banyak" ucap Kesya mengingatkan.


Tiba-tiba ponsel Kesya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Dhea.

__ADS_1


"Kak.. Dhea nelpon gue.." ucap Kesya pelan.


Raut wajah Jojo berubah seketika mendengar nama kekasihnya ah ralat, mantan kekasihnya menelepon Kesya.


"Coba angkat aja" ucap Boy.


"Halo? Kenapa, Dhe?"


"Key.. maafin gue.."


Boy dan Jojo sama-sama terdiam mendengar ucapan Dhea karena Kesya memang mengaktifkan speaker sehingga suara Dhea terdengar oleh mereka.


"Dhe..? Kenapa..?"


"Key.. maaf.. maaf karena gue nggak bisa jadi sahabat yang baik buat lo.. maaf karena gue nggak bisa menolak permintaan Papi.. maaf karena gue jadi cewek yang jahat banget.."


"Ini tengah malem loh, lo ngigo ya?"


Kesya berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


"Gue mau nikah sama Kak Devan, Key.."


Padahal Kesya sudah mengetahui hal itu, namun ketika berita itu kembali dibenarkan oleh pihak terkait, entah kenapa hati Kesya tiba-tiba ngilu.


"Key..? Maaf.. lo boleh tampar gue sekarang.. lo boleh benci gue.. lo boleh maki-maki gue.. gue nggak pantes jadi sahabat lo.."


"Gue udah tau, Dhe.. Selamat ya, semoga lancar sampai hari H nantinya.."


"Key?! Lo.. lo tau darimana..? Kak Jojo? Lo tau dari Kak Jojo?! Key, tolong jawab gue.."


Kesya seolah meminta isyarat kepada Jojo untuk menjawab ucapan Dhea namun Jojo menggeleng pelan seolah meminta Kesya untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.


"Nggak, gue bukan tau dari Kak Jojo. Gue curiga semenjak gue ketemu lo dan Devan di toko perhiasan.. dan ternyata feeling gue bener.."


"Maaf, Key.."


"Dhe, harusnya lo minta maaf ke Kak Jojo. Lo ngapain minta maaf ke gue yang bukan siapa-siapa nya Devan..?"


"Key.. sekali lagi maaf.. gue janji.. gue janji setelah nikah nanti gue bakal cari cara buat cerai dari Kak Devan.. tolong kasih gue waktu sampai gue dan Kak Devan lepas dari perjodohan ini.."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2