Tentang Kesya

Tentang Kesya
Anak Kesya


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


"Doain."


Kesya refleks menjawab yang membuat semua orang senyum-senyum sendiri mendengarnya.


"Oh iya, ini Ibu Merlin dan Arsya" ucap Kesya memperkenalkan Nyonya Merlin kepada seluruh keluarga besarnya.


Nyonya Merlin dan Arsya pun diterima dengan baik di keluarga besar Kesya bahkan mereka langsung akrab dengan Citra dan Mama Melly kecuali Arsya yang masih malu-malu karena berada di dekat banyak lelaki.


"Nyonya Merlin, tidak mau tinggal di Indonesia?" tanya Mama Melly yang membuat Nyonya Merlin sangat terkejut.


"Astaga, saya tidak punya uang untuk pindah negara, Nyonya" ucap Nyonya Merlin yang membuat Mama Melly dan Citra tersenyum tipis.


Mereka mendengar cerita dari Kesya bahwa Nyonya Merlin seorang janda dan hanya tinggal berdua dengan putrinya yang menderita penyakit leukimia atau kanker darah.


"Tinggallah di sini bersama kami" ucap Mama Melly yang membuat Kesya mengangguk setuju.


"Ibu bisa tinggal di rumah Kesya" ucap Kesya menanggapi.


Nyonya Merlin hanya diam, pindah negara bukanlah hal yang mudah untuknya walaupun di negaranya sendiri ia hanya sebatang kara. Namun, menerima kebaikan keluarga Kesya membuatnya tidak enak karena seolah ia hidup atas bantuan orang lain.


*****


"Wow, mempelai pria dan wanita ini sangat serasi" ucap Kesya saat ia bersalaman kepada kakak kandungnya yang sedang ada di pelaminan.


"Astaga, anak Ayah ganteng banget" ucap Gabriel senang ketika melihat baby Ello yang anteng di pelukan Kesya.


"Selamat ya, Kak Gab dan Kak Isa. Akhirnya setelah hampir lima tahun bisa duduk di pelaminan juga" ucap Kesya tertawa.


"Terima kasih adikku" jawab Isabelle tersenyum tipis.


"Untung Kak Isa kuat di sesi tanya jawab. Kalau nggak, yakin deh Kak Gab masih jomblo sampai sekarang."


"Jangan gosip didepan anak Kak Gab" tegur Gabriel yang membuat Kesya tertawa.


Rey pun berjalan mendekat. "Akhirnya ada dua yang udah lolos" ucapnya menanggapi ucapan Kesya tadi.


"Tar abis ini calon Dio kalau nggak kuat langsung buat aja" ucap Gabriel menanggapi.


"Ih Kesya juga jadi pengen nikah."


"Heh!"


"Ngomong apa lo?!"


"Kesya!"


Begitulah, ketika Kesya berbicara seenaknya.


"Astaga, becanda doang. Yang ada calon laki nya di gorok duluan sama Brother karena melangkahi dia" gumam Kesya pelan.


"Gue yang maju paling depan buat gorok calon laki lo. Enak aja mau nikahin lo" ucap Rey dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Kalau Boy gimana?"


Tiba-tiba Isabelle ikut membuka suara membuat semua orang refleks menatapnya.


Isabelle memang cukup banyak mendengar cerita tentang Kesya dan Boy yang katanya cuman teman tapi dekatnya melebihi teman.


"Kalau Boy sih gapapa" celetuk Rey tertawa.


"Om Heru aja deh nggak mau Kak Boy."


"Kesya.."


"Becanda loh Kak Gab" ucap Kesya tertawa.


Gabriel memang selalu menegur Kesya ketika adiknya berbicara ceplas-ceplos karena ia takut apa yang Kesya katakan bisa menjadi kenyataan. Kan kasihan Boy jika ia harus benar-benar menjadi anak tiri Kesya. Hahaha.


*****


Saat sedang menikmati pesta, tiba-tiba baby Ello yang tertidur nyenyak menangis hingga membuat Rey dan Steven yang sedang menjaganya panik sendiri.


"Key" panggil Rey saat Kesya sedang makan.


Kesya yang mendengarnya pun segera mendekat namun ia kalah cepat dengan Boy yang sigap untuk menggendongnya.


"Hei, kenapa menangis, Sayang? Ello lapar, Nak?" tanya Boy pelan seraya menepuk pantat Ello berkali-kali.


Hal itu membuat Rey maupun Steven benar-benar terkejut ketika melihat baby Ello yang langsung terdiam saat Boy menggendongnya.


"Emang ye si anak tau aja bapaknya yang mana" ucap Rey tiba-tiba.


Plak


"Tapi gue beneran salut deh sama Boy. Gercep banget pas denger Ello nangis" ucap Steven menyetujui ucapan Rey.


Boy yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.


"Keknya lo udah cocok nikah sekarang, Boy" ucap Rey yang membuat Kesya menatapnya tajam.


"Loh? Kenapa? Kan gue nyuruh Boy yang nikah."


"Tar nggak ada yang ngurus Ello" jawab Kesya sedikit salah tingkah.


"Halah alesan, bilang aja lo nggak akan setuju kalau nggak nikah sama lo."


****.-Kesya.


*****


Semakin larut, pesta semakin meriah dimana semua tamu undangan menikmati pesta yang sangat mewah tersebut.


Juga jangan lupakan bahwa ada beberapa wartawan dari berbagai media televisi yang juga meliputi acara. Bagaimana tidak? Yang menikah adalah seorang model ternama.


"Tumben banget Ello nggak bobo" ucap Boy ketika ia melihat baby Ello yang masih membuka mata di kereta bayi.


Kesya terkekeh pelan. "Dia kan nggak mau melewati momen pernikahan seleb" ucap Kesya yang mengundang gelak tawa Boy.


Tiba-tiba ponsel Kesya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Kenzo.


"Haiiiii" ucap Kesya saat panggilan sedang berlangsung.

__ADS_1


"Pestanya masih?" tanya Kenzo ketika mendengar suara musik yang cukup nyaring.


"Iya, masih. Ah nggak seru, lo nya kenapa nggak balik?" gerutu Kesya dengan kesalnya.


Kenzo terkekeh pelan. "Biasa, orang sibuk."


"Gue udah mau daftar, kan tar lama lagi baru ke Indo" ucap Kesya mengerucutkan bibirnya.


"Yaudah tar kalau libur gue nyusul lo" ucap Kenzo tertawa.


"Heh, jauh loh. Duit lo abis tar"


Keduanya tertawa hingga tiba-tiba baby Ello menangis dengan kencang.


"Key, anak siapa?"


Kesya yang mendengar baby Ello menangis pun segera meletakkan ponselnya di atas meja tanpa menghiraukan Kenzo yang masih ada di seberang sana.


"Hei, anak Mommy kenapa menangis?" tanya Kesya seraya menggendong baby Ello.


Semua itu terdengar jelas oleh Kenzo yang benar-benar terkejut ketika mendengar Kesya yang menyebut dirinya sebagai Mommy.


Hah?! Mommy?! Kesya punya anak?!-Kenzo.


Setelah memastikan baby Ello kembali tertidur nyenyak, Kesya baru menyadari bahwa panggilan bersama Kenzo masih berlangsung.


"Anjir! Lo masih dengerin gue?!" tanya Kesya panik.


Kenzo berdehem pelan. "Lo pasti tau apa yang mau gue tanya" ucap Kenzo yang membuat Kesya menghela nafas.


"Sebelumnya gue minta sama lo buat jangan cerita ke siapapun" ucap Kesya yang membuat Kenzo mengangguk pelan.


"Gue punya anak, Ken"


"Anying! Siapa yang masukin bibit ke lo anjir?!" teriak Kenzo panik.


Baik Kesya maupun Boy tertawa ketika mendengar teriakan Kenzo yang benar-benar panik. Bahkan suara Kenzo terdengar walaupun Kesya tidak mengaktifkan speaker.


"Bisa-bisa laki nya di gorok Kenzo" bisik Boy terkekeh pelan.


"Heh Kesya! Lo ngapain ketawa anjir?! Gila, lo emang gila. Harusnya kalau kepengen ya pake ****** anying!"


"Ya Tuhan, Kenzo. Mulut lo tuh perlu dikasih azab nggak sih?! Kalau ngomong tuh dipikirin dulu lah" ketus Kesya kesal.


"Ya makanya cerita dodol. Gue udah jantungan dengernya masa dipending dulu." Kenzo pun tidak kalah kesal mendengarnya.


Kesya terkekeh pelan. "Gue males ngomong jadi intinya aja ya, gue bantuin ibu hamil kecelakaan terus ibu nya nyuruh gue buat rawat anaknya."


Kenzo terdiam sebentar lalu kembali membuka suara. "Ibu nya kemana?" tanya Kenzo hati-hati.


"Pergi jauh."


"Astaga! Turut berduka, Key."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2