Tentang Kesya

Tentang Kesya
Hama


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Acara pertunangan Steven dan Widya berlangsung dengan lancar, sekitar tiga bulan lagi keduanya akan melangsungkan pernikahan.


"Akhirnya Yaya dan Even bertunangan juga" ucap Kesya dengan sengaja mengucapkan panggilan kesayangan mereka.


Widya tertawa. "Terima kasih sahabat gue yang paling galak" ucap Widya seraya memeluk Kesya.


"Wah anjir, sejak kapan gue galak?!"


"Tuh kan, baru aja gue bilang."


Keduanya tertawa.


"Abis ini siapa lagi ya yang mau nikah?" tanya Kesya karena memang dalam circle mereka, hanya Kesya, Lee Jang Jun, dan Azka saja yang belum menikah.


"Dulu gue kira malah lo yang duluan soalnya udah ada calon, tapi tiba-tiba si Edward diem-diem kabarin mau nikah" ucap Widya tertawa sedangkan Kesya hanya menanggapinya dengan senyuman.


Tak lama kemudian, Ello yang sejak tadi duduk bersama dengan Lee Jang Jun, Edward, dan Azka pun berlari mendatangi Kesya dan Widya.


"Mom, can I ask something?" tanya bocah itu yang membuat Kesya mengangguk pelan. (Mom, bisakah aku bertanya sesuatu?)


"Sure, what is it?" (Tentu, apa itu?)


Ello perlahan mendekati Kesya dan membisikkan sesuatu. "Apakah Mommy mencintai Daddy?"


Mendengar pertanyaan dari sang anak, Kesya pun mengerutkan keningnya karena diserang dengan pertanyaan yang tiba-tiba.


"Kenapa Ello bertanya seperti itu?" tanya Kesya.


"Doesn't Mommy know that there are pests approaching Daddy?" Bocah itu menatap Kesya dengan serius. (Apakah Mommy tidak tau bahwa ada hama yang mendekati Daddy?)


"Pest?" (Hama?)


Ello mengangguk pelan. "Yup, Papi Rey bilang kalau ada perempuan yang menggoda Daddy itu namanya hama."


Tentu saja mendengar hal itu Kesya sedikit terkejut, sisanya ia benar-benar ingin memukul kepala Rey agar amnesia karena lelaki itu selalu mengajarkan yang aneh-aneh kepada anaknya. Sedangkan Widya yang mendengarnya pun hanya tertawa karena menurutnya Ello itu sangat lucu.


"Oh ya, lalu dimana hama itu?" tanya Widya yang ikut menanggapi.


"Di ponsel Daddy" jawab Ello santai.

__ADS_1


Kesya dan Widya hanya menanggapinya dengan tertawa.


"Kenapa tertawa? Mommy memang nggak mencintai Daddy? Kata Papi, kita harus berhati-hati dengan hama karena mungkin aja hama itu benar-benar akan merebut Daddy."


"Kalau Daddy nya juga mau, bagaimana?" tanya Kesya yang membuat Ello terdiam seketika dan Widya pun juga berhenti tertawa mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"Ello akan membunuh Daddy!"


"Hei, ur language, Son!" (Hei, bahasa mu, Nak!)


"Ello nggak mau kalau Mommy disakiti siapapun termasuk Daddy! Bahkan jika Daddy benar-benar menyakiti Mommy, Ello nggak akan tinggal diam!"


Sepertinya Kesya akan berpikir dua kali untuk memasukkan Ello ke kelas karate.


*****


Semua orang sudah sampai di hotel karena memang mereka akan pulang besok. Tidak mungkin rasanya jika berpergian ke luar kota bolak balik.


"Kenapa nggak nginep disini aja?" tanya Widya yang membuat Kesya tertawa.


"Lo nggak liat keluarga gue yang bener-bener keluarga besar gini? Emang lo mau nampung satu kecamatan?"


Pertanyaan Kesya membuat semua orang tertawa dan mengangguk setuju karena memang mereka itu sangat banyak dan tidak mungkin menginap di rumah Widya, terlebih mereka juga tidak ingin merepotkan calon besan keluarga Aldino tersebut.


"Gih sana jalan-jalan sama tunangan lo" ucap Kesya yang membuat Widya tersipu malu karena statusnya dengan Steven sudah berubah.


"Nanti gue mampir lagi ya."


Klek


"Baru mau masuk kamar?" tanya Boy yang baru saja keluar dari kamar.


Kesya mengangguk pelan. "Tadi ngobrol bentar sama Widya."


"Son? What's wrong with u?" tanya Boy mengerutkan keningnya heran karena Ello seolah membuang muka kepadanya. (Nak? Ada apa denganmu?)


"Mom, Ello capek dan mau tidur" keluh bocah itu yang membuat Kesya segera membuka pintu kamar hotel.


Karena melihat pintu kamar yang sudah terbuka, Ello pun segera berlari pergi meninggalkan Boy yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Gue nggak tau kenapa Ello jadi cuek sama lo, Kak" ucap Kesya sebelum Boy bertanya padanya.


Boy pun hanya diam karena tidak tau harus menanggapi apa.


*****


"Sayang, Ello kenapa cuek gitu sama Daddy?" tanya Kesya saat dirinya sudah masuk ke dalam kamar dan mendapati Ello yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan memainkan iPad-nya.

__ADS_1


Ello menggeleng pelan. "Ello malas dengan Daddy karena menanggapi hama itu."


"Hei, kenapa Ello berpikir bahwa itu hama?"


Ello menatap Kesya dengan serius. "Because she really teases Daddy and Daddy responds to her." (Karena dia benar-benar menggoda Daddy dan Daddy merespon nya.)


"Merespon gimana?"


"Like lovers." (Seperti sepasang kekasih.)


Deg.


Kesya sedikit terkejut karena ia sama sekali tidak tau bahwa Boy sedang dekat dengan perempuan lain, terlebih lelaki itu benar-benar masih belum terbuka dengannya.


"She sent a message filled with love emojis and Daddy replied." (Dia mengirimkan pesan dengan emoji cinta dan Daddy membalasnya.)


Ah, sejenak Kesya berpikir bahwa memang sampai sekarang ia dan Boy masih terjebak dalam hubungan tanpa status. Mungkin saja lelaki itu sudah memiliki perempuan idamannya namun terhalang karena Ello yang sudah menganggapnya sebagai Daddy.


Kesya terdiam dan tidak menanggapi ucapan Ello karena banyak pikiran negatif yang tiba-tiba hadir. Entah kenapa rasanya cukup sakit mendengar bahwa Boy sudah memiliki perempuan lain.


"Ello nggak mau bertemu Daddy lagi karena Daddy udah nyakitin Mommy."


Kesya hanya diam. Ia tidak tau harus merespon apa dengan ucapan sang anak. Jika ia mengatakan bahwa Ello tidak boleh seperti itu, mungkin saja Boy juga sedikit risih dengan kehadiran keduanya. Namun, entah kenapa sakit rasanya ketika Kesya ingin menuruti ucapan sang anak.


"Sekarang, anak Mommy yang tampan ini tidur siang dulu, yuk" ucap Kesya mengalihkan pembicaraan.


"Mom, Ello benar-benar akan menghukum Daddy jika menyakiti Mommy" ucap Ello bersungguh-sungguh.


Bocah itu tidak akan tinggal diam saja jika melihat malaikatnya tersakiti. Tentu saja Ello harus melakukan sesuatu ketika ia melihat air mata mengalir membasahi wajah Kesya.


"I love u so much, Mom." (Aku sangat mencintaimu, Mom.)


Ello segera memeluk tubuh Kesya dengan sangat erat seolah tidak ingin kehilangan perempuan itu. Kesya pun membalas pelukan sang anak.


"Mommy lebih mencintai Ello."


*****


"Kak, gue boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Kesya saat dirinya berpapasan dengan Boy ketika keluar dari kamar hotel.


"Eh, Ello mana? Mau nanya apa? Kalau penting, mau ngobrol dimana?" tanya lelaki itu.


"Lo udah punya cewek lain, ya?"


Deg.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2