Tentang Kesya

Tentang Kesya
Doakan Saja


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Devan dan Dhea sedang bersiap untuk menghadiri acara pembukaan butik Kesya. Sebenarnya, keduanya enggan untuk datang namun tidak enak hati dengan Kesya yang rela mengundang keduanya secara pribadi.


"Lo mau gue bersikap gimana nanti?" tanya Dhea ketika dirinya melihat Devan yang sedang memasangkan dasinya.


Devan diam. Sebenarnya Dhea pun sudah tau bahwa tidak akan ada jawaban untuk pertanyaannya. Memang, sejak keduanya memilih untuk tinggal di apartemen Devan, lelaki itu tidak pernah mengeluarkan suara sekali pun di hadapan Dhea. Entah apa yang ia pikirkan namun Dhea sudah lelah menghadapinya.


"Oke, gue akan bersikap layaknya sahabat yang nggak tau diri dengan santainya ke butik sahabat gue sendiri barengan sama mantan cowok sahabat gue yang notabe nya sekarang jadi suami gue."


Setelah mengatakan hal itu, Dhea pergi meninggalkan Devan yang lagi dan lagi hanya diam.


"Harus banget berangkat bareng?" tanya Devan kepada Ziko yang sejak tadi sudah menunggu keduanya bersiap.


"Wartawan banyak dan gue rasa lo bakal diwawancarai disana" ucap Ziko santai lalu berjalan keluar diikuti oleh Devan.


*****


"Mommy!" teriak Ello yang berlari mendekati Kesya segera setelah Boy membantunya memasangkan sepatu.


Kesya hanya tersenyum tipis lalu merentangkan tangannya bersiap menerima pelukan sang anak, membuat semua teman-temannya benar-benar terkejut.


"Mommy, can I eat ice cream with Daddy?" (Mommy, apakah aku bisa memakan ice cream bersama Daddy?)


Kesya terkekeh pelan seraya mencubit hidung sang anak. Ia sudah menduga bahwa pertanyaan itu akan keluar dari mulut Ello karena anaknya tidak berani meminta izin kepada Boy.


"Only one cup, right?" (Hanya satu cup, ya?)


"Yup!" (Ya.)


Ello segera berlari kembali mendatangi Boy yang sedang menunggunya.


Setelah kepergian Ello, semua teman-teman Kesya sudah siap untuk menginterogasi dirinya.


"Oke, satu orang satu pertanyaan" ucap Kesya tertawa ketika melihat raut wajah teman-temannya yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Key, itu anak lo dan Kak Boy?"


"Lo udah nikah sama Kak Boy?"


"Sejak kapan?! Kok kita nggak di undang sih?!"


"Wah tega banget lo, Key. Gue sendiri aja masih speechless."


"Gue juga, nggak pernah nyangka kalau si kutub utara akhirnya malah sama bidadari Rajawali."


"Ini udah pertanyaannya?" tanya Kesya yang membuat semuanya mengangguk cepat seolah tidak sabar menunggu jawaban dari perempuan tersebut.


Kesya menghela nafas pelan sebelum kembali membuka suara. "Yup, Ello anak gue dari sekitar lima tahunan yang lalu. Gue ketemu Ello saat pertama kalinya gue dikasih izin liburan ke luar negeri sendiri. Ada satu kejadian yang menimpa Ibu kandung Ello yang pada akhirnya, pesan terakhir dari beliau supaya gue bisa jaga Ello dengan tangan gue sendiri.."


"Key.."


"Ini makin bikin gue speechless.. Key, kita nggak akan heran lagi kalau lo harus segitunya nolongin orang.. Lo nggak pernah berubah, Key.."


Keaya hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan para teman-temannya. "Oke gue lanjut ya. Hari H gue dapet anugerah terindah dari Tuhan itu disaat gue lagi bareng Kak Boy. Ceritanya panjang banget, dia banyak bantu gue dalam tumbuh kembang Ello dan sampai akhirnya kalimat pertama yang diucapin sama Ello itu "Daddy" dan itu buat Kak Boy. Jadi, yaudah ngalir gitu aja" ucap Kesya yang lagi-lagi membuat teman-temannya terdiam.


"Pasti berat ya Key sampai posisi sekarang.." ucap Rere dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"Gue terharu banget.. nggak bisa ngebayangin gimana jadi lo yang harus ngerawat anak di usia lo yang terbilang sangat muda tanpa bantuan suami.."


"Gue bersyukur banget dengan hadirnya Ello di hidup gue bikin gue banyak belajar dalam segala hal.. ada saat dimana gue kadang bisa capek banget karena ya mungkin gue terlihat seperti single parent.. tapi gue bisa bertahan sampai sekarang itu karena banyaknya bantuan dari Kak Boy.."


"Kenapa lo nggak nikah aja sama dia? Kan udah sama-sama ngurus anak jadi nanti tinggal sama-sama bikin anak, tambahan adik buat Ello."


Plak


"Mulut lo perlu gue lakban apa gimana hah?" gerutu Rere dengan kesal setelah memukul lengan Rocky dengan cukup keras.


Momen itu membuat semuanya tertawa sehingga tawa mereka terhenti saat melihat seseorang berjalan mendekat.


"Key..?" ucapnya yang membuat Kesya berbalik.


"Eh? Dhea? Baru nyampe? Kesini sendiri atau bareng suami? Lo udah makan belum? Kalau belum makan dulu" ucap Kesya dengan wajah berbinar ketika sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


Dhea terdiam. Ia tidak menyangka bahwa beginilah respon Kesya ketika bertemu dengannya. Ia kira akan ada kecanggungan diantara keduanya namun Dhea salah, Kesya tetap gadis mungil menyebalkan yang bisa mencairkan suasana dengan sangat baik.


"Key.. selamat ya buat mimpi lo yang jadi kenyataan.. maaf kalau mimpi lo yang lainnya direbut sama gue.."

__ADS_1


Semua orang pun tau kemana arah omongan Dhea sehingga menimbulkan kecanggungan diantara mereka termasuk Rere yang juga tidak tau harus merespon apa.


"Thanks, Dhe.. Yuk duduk dulu sini" ucap Kesya seraya menepuk pelan kursi di sebelahnya.


"Gimana pernikahan lo? Seru nggak sih nikah? Apalagi kan kayanya cuman lo yang udah nikah dari kelas kita" ucap Kesya tertawa seolah mencairkan suasana.


"Kak Devan baik? Gue harap lo selalu bahagia ya."


*****


Masih dalam suasana pembukaan butik model dan desainer terkenal dan sekarang sepertinya sudah masuk dalam sesi wawancara, karena sejak tadi siapapun yang hendak pulang akan diwawancarai terlebih dahulu.


Tibalah saat Devan dan Dhea yang diwawancarai oleh wartawan.


"Dhea, apa menyenangkan menjadi Nyonya Fernando?"


"Pak Devan, bagaimana bisa Bapak memilih menikahi Dhea?"


"Dulu Pak Devan berpacaran dengan Kesya, kan?"


Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh wartawan menyangkut pernikahan keduanya.


*****


Saat ini Boy baru saja melangkahkan kakinya keluar butik sehingga membuat para wartawan segera berlari untuk mengerumuninya.


"Apakah Pak Boy memiliki hubungan yang spesial dengan Kesya?"


Pertanyaan yang sontak membuat Boy tersenyum tipis.


"Apa arti dari senyum itu? Apakah Pak Boy sedang menjalin hubungan dengan Kesya?"


"Apakah ada rencana untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius?"


"Doakan saja baiknya bagaimana. Saya permisi" ucap Boy tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan para wartawan yang bertanya-tanya dengan jawaban yang ia berikan.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2