Tentang Kesya

Tentang Kesya
Berkumpul


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


"Ya udah kita kemana nih?"


tanya Papa Aldino


"Makan dulu deh Pa, Yera lapar"


"Yera mau makan apa?"


"Ayam kakek"


ucap Asyera bersemangat membuat semua yang melihatnya terkekeh pelan


"Ya udah kita kesana ya"


ajak Mama Melly tersenyum


"Bisa-bisanya ya lo dek, namain KFC jadi ayam kakek"


ucap Steven disela-sela gelak tawanya


"Ya kan udah Yera bilang kalo ada gambar kakek, yang masak juga kakek-kakek"


"Itu om-om woi belum jadi kakek"


"Tapi udah tua kan kak Rey"


ucap Asyera tak mau kalah


"Lo ini ya sampe nggak bisa bedain mana yang om-om dan mana yang kakek-kakek"


ketus Rey dengan wajah kesalnya


"Menurut kak Rey itu om-om tapi menurut Yera ya kakek-kakek"


"Ini mau makan atau mau debat?"


tanya Kesya meleraikan keduanya


"Tau ih kak Rey nih nggak bisa ngalah sama Yera makanya jomblo"


"Eh bocah, apa hubungannya?"


"Gimana bisa tau hubungan kalo kak Rey nggak punya pacar"


cibir Asyera lalu berlari dibelakang Mama Melly


"Ayo udah-udah nggak bisa makan kita nih"


ucap Steven lagi-lagi meleraikan


"Kak Rey nih sensi mulu"


ucap Kesya yang membuat Rey menatapnya dengan raut wajah kesal


"Cup cup cup bayi besar ngambek nih"


Kesya pun berlari dan langsung memeluk Rey seperti seorang ibu lama tak bertemu anaknya sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Kesya dan Rey yang memang kadang di luar akal pikiran mereka.


*****


KFC (Ayam Kakek) 😂


"Udah dipesan dek?"


"Udah dong Pa"


"Lo pasti pesan 2 porsi kan?"


tanya Rey menyelidik membuat Asyera hanya menampilkan deretan gigi putihnya


"Ya kapan lagi gitu loh ngabisin duit Papa"


jawab Asyera yang membuat Papa Aldino terkekeh


"Untung lo adek gue, kalo gak paling udah gue paketin ke Afrika"


"Kenapa ke Afrika kak? Kenalan sama teman-teman kak Rey ya?"


Entah menurun dari siapa sifat usil Asyera yang sangat suka berdebat dengan Rey karena menurutnya wajah kesal Rey benar-benar menyenangkan


Ada kebahagiaan tersendiri saat dirinya berhasil memenangkan perdebatan mereka terlebih saat melihat wajah kak Rey yang ngambek


Benar-benar menggemaskan padahal kan Asyera yang lebih muda dari Rey


"Kesya mau ke toilet bentar ya semuanya"


"Perlu Abang anter nggak?"

__ADS_1


"Bang Stev, Kesya ini udah gede lagian kan kita sering kesini jadi Kesya udah hafal jalannya"


"Ya siapa tau si kakek-kakek yang masak karungin lo bawa pulang"


ucap Steven terkekeh


"Ayo abang, jangan suka godain Kesya"


ujar Mama Melly


"Mama ngelarang bang Stev godain kak Kesya tapi Mama juga senyum-senyum ngeliatnya tadi"


ucap Asyera dengan polosnya membuat semua orang tak bisa menahan tawa


Akhirnya Kesya pun pergi ke toilet sendiri setelah melarang Steven untuk menemaninya


Setelah keluar dari toilet, Kesya tak sengaja melihat seorang laki-laki yang juga baru keluar dari toilet pria hingga tatapan mereka bertemu


"Kak Boy?"


"Eh lo ngapain disini?"


"Abis mancing kak"


jawab Kesya malas


"Hah? Kok bisa mancing di toilet?"


tanya Boy mengerutkan kening


Pletak...


Karena saking gemasnya, Kesya pun sontak menyentil pelan kening Boy walau pun harus berjinjit karena tingginya hanya sebatas bahu Boy


"Eh berani ya lo sama yang lebih tua"


"Kak Boy ngerasa lebih tua tapi kok o'on sih?"


tanya Kesya dengan wajah tak bersalah membuat Boy naik darah karenanya


"Apa maksud lo?"


"Nah kan udah gue bilang kalo kak Boy itu o'on, gitu aja nggak paham"


cibir Kesya lalu pergi namun Boy menarik tangannya hingga Kesya berbalik dan tak sengaja menabrak dada bidang Boy


Seketika Kesya mematung karena ini pertama kalinya merasakan sesuatu yang aneh. Ya, saat ini dia benar-benar gugup, jantungnya berdebar bahkan mungkin wajahnya sudah memerah karena malu


Padahal waktu Devan memeluknya saat mereka di perjalanan pulang dari Jogja ke Surabaya, Kesya tidak merasakan perasaan ini. Hanya perasaan nyaman dan hangat yang ia rasakan, namun dengan Boy berbeda. Bahkan Kesya merasakan wajahnya memanas


ketus Kesya saat sudah berhasil menetralkan perasaannya


"Lo main pergi aja belum juga jelasin ke gue"


ucap Boy yang menatap Kesya tanpa henti


"Kak Boy stop ngeliat gue gitu"


"Gue suka wajah malu lo. Menggemaskan"


ucap Boy pelan tanpa sadar


"Hah? Kak Boy ngomong apa? Gue nggak denger"


ucap Kesya yang memang tidak mendengarnya


"Nggak kenapa-kenapa. Cepat jelasin ke gue"


"Pemaksaan banget sih"


"Eh kak Boy kesini sama siapa?"


"Nggak usah mengalihkan pembicaraan deh"


ucap Boy kesal sedangkan Kesya langsung manyun karenanya


"Hahaha...Gue sendirian kesini, emangnya kenapa Key?"


"Ya udah gabung sama kita aja"


"Kita?"


"Keluarga kak Rey"


Rey? Sedekat itu ya mereka?-Boy


"Lo kenal dekat sama keluarga Rey?"


"Lah? Gimana nggak kenal dekat kan itu Mama dan Papa gue"


Apa?-Boy


"Lo ngomong apa tadi? Mama dan Papa lo? Jadi lo adik Rey?"

__ADS_1


"Cuma adik angkat sekaligus sepupu kok. Itu Mami sama Mama nya kak Rey saudara kandung"


"Terus selama ini Devan nggak tau?"


"Enggak"


"Udah gue duga"


"Kenapa kak?"


"Devan cemburu liat lo dekat banget sama Rey dan Steven jadi dia ngira lo punya rasa sama mereka"


"Oh ya? Gue nggak tau tuh"


"Kenapa lo nggak kasih tau Devan tentang ini? Devan bisa salah paham loh"


"Kenapa repot-repot? Toh gue sama kak Devan nggak ada hubungan apa-apa"


"Eh dari pada ngobrol depan toilet mending ikut gue"


ucap Kesya yang langsung menarik tangan Boy agar mengikutinya ke meja keluarga Aldino.


*****


"Loh ada Boy rupanya, pacar Kesya ya?"


tanya Mama Melly saat Kesya dan Boy baru saja sampai


"Mama, ini bukan pacarnya Kesya"


"Oh ya? Bukan pacar kok anak Papa gandengan tangan sama cowok lain?"


goda Papa Aldino lalu menatap tangan Kesya yang masih menggenggam tangan Boy


"Eh ini takutnya kak Boy nyasar"


ucap Kesya yang membuat semuanya tertawa


"Siang Tante, Om"


"Siang Boy. Kesini sama siapa?"


"Sendiri aja Tan"


"Makanya Kesya ajak gabung Ma"


"Dia ngajak atau maksa Boy? Sampai narik-narik lo gitu?"


tanya Steven menyelidik sedangkan Boy hanya tersenyum tipis


"Kak Boy pesan makan gih. Kita udah pesan semua"


Akhirnya Boy pun menuruti Kesya dan memesan makanannya


"Adik lo ya Key?"


tanya Boy saat melihat Asyera yang sedang fokus memakan ayam kakek


"Kok tau kak?"


"Mirip"


"Hah? Sejak kapan? Orang Kesya mirip sama bang Stev"


ucap Rey sewot


"Eh iya. Kok gue baru nyadar ya? Kenapa lo berdua bisa mirip?"


tanya Boy yang menatap Kesya dan Steven bergantian


"Bibit unggul"


jawab Kesya dan Steven bersamaan


"Ayo kalian ini, si Boy nanya serius loh. Nanti Tante yang jelaskan Boy, itu si Kesya dan Stev lebih banyak punya gen dari kakek dan nenek mereka, jadi blasteran Korea-Belanda-Indo gitu. Mana mereka punya banyak kemiripan sifat dan hobi"


ucap Mama Melly lalu terkekeh


"Kok bisa gitu ya Tante?"


"Kan udah gue bilang kita nih bibit unggul. Ya nggak, Key?"


"Iya dong"


jawab Kesya bersemangat


"Nah lihat kan Boy baru aja Tante kasih tau mereka punya kemiripan sifat"


ucap Papa Aldino yang membuat semuanya tertawa.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2