
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Pagi ini Kesya bangun dari tidurnya dan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 05:18 WIB. Ia segera beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi bersiap-siap membersihkan diri lalu turun ke dapur untuk memasak sarapan pagi ini. Seperti janjinya, Kesya akan memasak banyak ditemani dengan Citra dan Bi Siti juga Bi Ica yang sudah siap di dapur.
"Hei, kok udah bangun aja?" tanya Citra heran karena ia tau Kesya pulang larut malam kemarin.
Kesya tersenyum tipis. "Kan mau bantuin Mami masak, udah lama nggak masak bareng" ucap Kesya yang membuat Citra terkekeh pelan.
"Oh iya, bawain Boy sarapan disini nanti."
"Iya, Mi. Sekalian nanti Kesya mau bawa Kak Jojo juga soalnya dia lagi nginep di rumah Kak Boy."
"Jojo pacarnya Dhea itu?"
Kesya terdiam. Ingatannya kembali kepada malam kemarin dimana ternyata kecurigaannya selama ini benar terjadi.
Anggukan kecil terlihat seolah menjawab pertanyaan dari Citra.
*****
Ting.
Key
Ayo sini. Kak Jojo udah bangun?-Kesya.
Boy yang saat itu baru saja selesai menyeduh kopi hitamnya pun segera mengambil ponsel ketika mendengar notifikasi pesan dari Kesya.
Morning. Gimana tidurnya? Matanya bengkak, kan?-Boy.
Tidak heran lagi jika Boy akan selalu dengan hebatnya mengalihkan pembicaraan.
Di seberang sana ada senyum tipis yang terukir di wajah cantik Kesya ketika membaca pesan singkat dari Boy.
Laporan : tidurnya nggak nyenyak karena nyampe rumah nangis dikit hehe salahin air matanya keluar terus!!-Kesya.
Gue otw.-Boy.
HEH, KAK JOJO NYA DIBAWA.-Kesya.
Makanya jangan nakal. Yaudah gue siap-siap dulu bentar lagi kesana.-Boy.
Oke, see u.❤️-Kesya.
This message has been deleted.
__ADS_1
Boy terdiam menatap layar ponselnya. Secepat apapun Kesya menghapus pesan itu, tidak akan menang dari mata elang Boy yang ternyata sudah lebih dulu membaca pesan itu lewat notifikasi.
"Gemes banget" ucap Boy pelan.
*****
Disinilah Boy berada di rumah Kesya bersama dengan Jojo karena memang Kesya meminta keduanya untuk sarapan bersama.
Rutinitas keluarga Franklin pun akan tetap sama seperti dulu dimana mereka wajib meluangkan waktu untuk sekedar sarapan dan makan bersama hingga sekarang semua orang sedang berkumpul menikmati masakan Kesya.
"Gimana kerjaan, Boy?" tanya Gabriel basa-basi seraya menyantap makanannya.
"Ya gitu-gitu aja, Kak. Rencananya gue mau resign dari kantor."
"Loh?! Jangan dong! Tar nggak ada duit, gimana?!"
Bukannya Gabriel yang menjawab, Kesya lebih dulu protes dengan wajah kesalnya membuat semua orang tertawa.
"Yaudah kalau nggak ada duit tinggal minta sama Ello, kan dia duitnya lebih banyak" ucap Asyera yang membuat Ello tertawa.
"Be an adorable little boy." (Jadilah anak kecil yang menggemaskan.)
"Astaga, lucu banget dia" ucap Jojo terkekeh pelan.
Ada senyum tipis yang terukir di wajah Kesya ketika melihat senyum tulus Jojo saat menatap wajah tampan Ello. Kesya bersyukur jika hanya dengan berkomunikasi atau sekedar menatap anaknya bisa membuat senyum Jojo kembali terukir.
Sebenarnya, sepanjang perjalanan menuju ke rumah Kesya, Boy sudah menceritakan tentang Ello kepada Jojo sehingga membuat lelaki itu benar-benar bangga dengan tindakan Kesya.
Gue berharap siapapun dia, tolong terima segala tentang Kesya dan Ello.-Boy.
*****
"Hi everyone, what are u guys doing now?" (Hai semuanya, apa yang sedang kalian lakukan sekarang?)
Tiba-tiba suara berat Rey terdengar memenuhi rumah Franklin yang membuat semua orang di meja makan menatap pintu utama. Dan benar saja, sosok Rey sedang berjalan dengan santainya mendekati meja makan.
"Dih?! Kok ada anggota baru?! Siapa nih? Ada maksud apa numpang makan?"
"Balik dari luar nggak punya tempat makan, yaudah deh numpang disini" ucap Jojo tertawa.
"Sialan lo, dikira nih rumah tempat penampungan. What's up bro?!"
"Baik-baik. Udah netap di Indo?"
Rey menggeleng pelan seolah menjawab pertanyaan Jojo. "Masih merantau ke negeri orang. Lo udah lama disini? Kok gue nggak tau lo udah balik aja. Katanya mau lanjut kuliah lagi ya?"
"Gue baru aja balik ke Indo. Rencananya mau kabarin ke lo pada nanti tapi keduluan ketemu sama Boy dan Kesya yaudah deh gue diajak sarapan bareng."
"Kak Jojo mau lanjut kuliah lagi? Buset, nggak capek apa belajar mulu?" celetuk Asyera tiba-tiba.
"Makanya lo jangan sok-sokan jadi anak motor, belajar sono."
__ADS_1
"Dih? Orang lagi weekend juga ngapain belajar?"
"Dia siapa sih? Kok ngeselin banget?" gerutu Rey dengan wajah kesalnya.
"Kak Rey makan nggak? Biar Kesya ambil piring" ucap Kesya yang hendak beranjak namun Boy menahannya.
"Dia bisa cari sendiri masih punya tangan."
Wow, apakah Boy sekarang sedang menunjukkan sisi posesifnya?
*****
Saat ini Kesya baru saja selesai mengantarkan Ello ke sekolah barunya. Ia sempat mengobrol sebenar dengan orang tua siswa yang lain hingga kembali ke mobil pribadinya.
Ponsel Kesya tiba-tiba berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Devan.
Deg.
Tangan Kesya bergetar hebat tanpa sebab saat melihat nama Devan di layar ponselnya yang sedang menyala.
"Gue harus gimana..?"
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya pada panggilan yang ke lima Kesya baru mengangkat panggilan Devan.
Saat panggilan tersambung, tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara hingga hanya terdengar helaan nafas saja.
"Ini nggak ngomong? Gue matiin aja ya?" ucap Kesya pelan.
"Jangan.. mau peluk.." lirih Devan pelan.
Mendengar ucapan Devan, Kesya menggeleng cepat. Ia harus sadar bahwa lelaki yang sangat ia cinta beberapa tahun yang lalu sudah akan menjadi suami orang. Kesya tidak mengerti perasaan apa yang ada di dalam hatinya untuk Devan, namun saat ini ia cukup lelah untuk sekedar menangis.
"Sayang.. mau peluk.. mau peluk Kesya.. mau peluk cantiknya aku.. mau peluk pacar aku.."
Kak.. kita nggak pernah ada hubungan kalau lo lupa..-Kesya.
"Sayang.. maaf.. maaf.. maafin aku.. tolong kasih aku waktu sedikit lagi.. tolong.. aku janji secepatnya aku bakal jadiin kamu satu-satunya milik aku.. aku janji.. tolong.. tolong jangan pergi.."
Perlahan, setelah sekuat tenaga ia tahan akhirnya air matanya mengalir membasahi wajahnya. Kesya hanya diam dengan wajah yang sudah basah karena air mata.
"Sayang.. tolong jangan pergi.. jangan tinggalin aku lagi.. aku takut.. aku mau peluk.. mau peluk kamu.."
Sejak kemarin Kesya selalu memikirkan bahwa mungkin ini adalah pertanda dari Sang Pencipta bahwa dirinya dan Devan akan berakhir sekarang. Hubungan friendzone yang bertahun-tahun ia jalani akhirnya sudah berakhir dengan tidak ada kemajuan. Yang dikira mereka akan duduk bersanding di pelaminan ternyata mereka hanya akan menjadi tamu undangan saja. Kesya sudah selesai dengan Devan dan ceritanya.
"Kak.. selamat.. gue doain semoga lancar sampai hari H nantinya.. anyway, jangan lupa undangan buat gue ya.."
*
*
*
__ADS_1