Tentang Kesya

Tentang Kesya
Surat Kiara


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Setelah pulang dari berjalan-jalan dan membeli rumah, Kesya pun kembali ke rumah utama dengan perasaan yang bahagia karena hari ini ia berhasil mewujudkan salah satu impiannya.


Saat ini Kesya sudah mandi dan sedang melakukan skincare rutin nya setiap malam sehingga ia mendengar ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk,


Mr. Gabriel


“Halo, Kak?” ucap Kesya ketika panggilan tersambung.


Terdengar suara khas seseorang yang baru saja bangun tidur. “Ada yang dapet mobil nih” celetuk Gabriel yang membuat Kesya terkejut.


“Loh? Kak Gab tau dari mana? Papa ya?”


Gabriel terkekeh. “Selamat ulang tahun ya, princess. Maaf karena tahun ini Kak Gab lagi-lagi belum bisa ngerayain langsung.”


“Gapapa, Kak. Oh iya, tadi Kesya udah titip ucapan selamat Kak Gab buat Kiara” ucap Kesya seraya mengingat dirinya yang menyempatkan diri mengunjungi makam saudara kembarnya.


“Surat itu. Dek, coba cari surat dengan amplop pink dalam lemari dibawah boneka panda” ucap Gabriel yang mengingat dirinya menyimpan surat dari Kiara.


Karena tau boneka panda yang dimaksud, Kesya pun segera mencari surat itu dan ketemu. Surat yang masih tersimpan rapi di bawah boneka panda itu. Surat yang bertuliskan “Dear, Kesya.”


Deg.


“Kak.. in—”


Ucapan Kesya terpotong karena Gabriel lebih dulu memberitahunya. “Iya, itu dari Kiara.”


Dengan segera Kesya membuka surat tersebut dan membaca isinya dalam hati.


Dear, Kesya.


Mungkin setelah lo baca surat ini, gue nggak ada lagi didepan lo karena gue pergi ketempat yang sangat jauh. Hei bentar, jangan nangis dong masa baru pembukaan udah nangis.


Key, gue minta maaf dengan tulus karena gue selalu nyakitin lo. Maaf buat semuanya, luka hati lo, kebahagiaan lo, Mami dan Papi, semuanya. Semua yang pernah gue rebut dari lo, gue mohon dengan sangat, tolong maafin gue. Gue emang bego karena mementingkan diri gue daripada adik gue sendiri. Maaf karena gue egois, rasa iri gue lebih tinggi disaat gue lihat lo punya banyak orang yang sayang sama lo sedangkan gue? gue anak yang nggak bisa beradaptasi, gimana bisa gue punya banyak temen? Maafin gue, Key. Sekarang lo bisa bebas dari gue karena nggak ada lagi yang iri sama lo. Kejar apapun yang bikin lo bahagia, kejar semua kebahagiaan yang sempat gue rebut dari lo.


Oh iya, happy sweet seventeen ya, Key. Selamat hari ulang tahun yang sama, yang mungkin nggak pernah bisa gue rasain lagi. Gue harap lo selalu bahagia.

__ADS_1


Salam hangat, Kiara.


Surat itu ditutup dengan tangisan Kesya yang semakin pecah. Air matanya jatuh berkali-kali tanpa permisi membuat dadanya sangat sesak. Kesya kembali merasakan bahwa dirinya benar-benar merindukan Kiara. Ia rela jika ia harus menjadi anak yang terkucilkan di keluarganya yang penting dia bisa bertemu Kiara lagi namun semuanya hanya angan belaka. Semuanya sudah selesai, Kiara sudah selesai dengan tugasnya di dunia ini dan Kiara sudah tenang disana.


*****


Hari ini, Kesya memutuskan untuk membeli beberapa furniture untuk melengkapi rumah barunya. Rumah yang tak seorang pun mengetahuinya. Rumah yang akan menjadi saksi bisu perjalanannya saat ini.


Kesya menyusuri mall dengan hati yang sangat bahagia karena entah kenapa setiap ingin berbelanja jiwa ibu-ibu nya langsung keluar. Saat sedang memilih-milih beberapa furniture seperti lemari kecil dan meja kecil, ia merasakan bahwa bahunya dipegang seseorang hingga membuatnya refleks mundur.


“Loh?! Kak Boy?!”


“Hai” ucap Boy tersenyum tipis.


Sebenarnya setelah kejadian dimana Kesya pulang dari pemakaman Kiara yang mencari keberadaan Devan, hubungannya dengan Boy kembali seperti semula dimana ia hanya menganggap Boy sebagai sahabat dari kedua kakaknya dengan Boy yang juga sepertinya memang sudah menghindar darinya.


“Balik ke Indo ngapain?” tanya Kesya basa-basi.


“Ada perlu. Lo nyari furniture buat apaan? Abis beli rumah ya?”


Jangan lupa bahwa dia adalah Boy yang dulu, yang selalu tau apapun bahkan sebelum Kesya memberitahukannya.


“Kak.. ja—”


“Nggak ada yang tau kalau lo beli rumah?”.


“Termasuk Devan?”. Hening.


“Lo beli rumah dimana?”


Aduh, gue harus jawab apa nih.-Kesya.


“Gue juga punya rumah di kawasan Harapan Indah.”


Deg.


Kesya seketika terkejut ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Boy.


“Jangan bilang—”


Ucapan Boy terhenti ketika dirinya melihat raut wajah Kesya yang terkejut.


“Kak, rumah lo nomor berapa?”

__ADS_1


“30C”


“What?!”


Kebetulan apalagi nih?-Kesya.


“Lo tetangga gue?” tanya Boy yang membuat Kesya mengangguk pelan.


“Gue 30B” jawab Kesya lemah.


Karena melihat Kesya yang seolah tidak senang bertetanggaan ataupun ada yang mengetahui rahasianya, Boy kembali membuka suara. “Tenang aja, gue nggak akan bilang ke siapa-siapa. Rumah gue juga nggak ada yang tau selain lo.”


Untunglah ternyata mereka saling menyimpan rahasia.


Boy akhirnya mengikuti Kesya untuk membeli beberapa furniture juga karena memang ia belum mengisi apa-apa di rumah barunya. Saat hendak membayar, Boy menahan tangan Kesya yang ingin membuka dompet untuk mengeluarkan kartu atm.


“Biar gue aja, itung-itung hadiah ulang tahun lo.”


“Kak, nggak usah, gu—”


“Rezeki itu nggak boleh ditolak.”


Akhirnya mau tak mau Kesya harus mengalah karena bersama Boy, ia tak pernah bisa menang.


*****


Setelah berbelanja furniture untuk keperluan rumah, baik Kesya maupun Boy pun mengendarai mobil masing-masing menyusuri jalan menuju kawasan rumah baru mereka. Saat mobil Kesya baru terparkir, ia segera keluar dan membuka pintu rumah namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat.


“Kak Boy?”


“Gue bantu”


“Pasti ada maunya” gumam Kesya yang membuat Boy tertawa.


“Nanti lo bantu gue juga, kan gue nggak bisa dekor ginian” jawab Boy disela-sela gelak tawanya.


Kesya yang mendengarnya pun langsung mendengus kesal. “Ngapain beli rumah kosong? Kenapa nggak beli yang langsung ada furniture nya?”


“Biar nambah kerjaan aja.”


Sungguh, Kesya ingin meremas mulut yang dengan santainya mengeluarkan kalimat itu.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2