Tentang Kesya

Tentang Kesya
Tiba-Tiba


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanyađŸ„°.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membacađŸ„°đŸ˜˜.


*****


Plakkk


Tamparan itu, tamparan tiba-tiba itu mendarat mulus di pipi Kesya.


“Key”


“Kesya!! Untuk apa kamu membela kakakmu yang kurang ajar ini?”


ucap Franklin dengan amarah yang sudah memuncak


“Kesya cuma nggak mau kak Gab ditampar Papi”


“Cih, sok suci lo”


“Dasar anak tidak becus”


“Om ngomongin Kiara? Emang, dia mah kaga becus orangnya, Om”


Dengan berani Rey membuka suara sehingga membuat Franklin menatapnya tajam


“Kak Rey”


“Apa kalian tidak malu bertengkar didepan umum seperti ini?”


“Seharusnya tanyakan itu pada diri anda, apa anda tidak malu memukul anak sendiri didepan umum seperti ini?”


“Gabriel!!”


“Papi kenapa sih selalu marah ke kak Gab?”


tanya Asyera memberanikan diri


“Lo anak kecil jadi diam”


“Gue juga berhak bicara”


“Lo-“


“Tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, bukan? Saya permisi”


Gabriel berjalan menjauh tanpa memperdulian tatapan mata yang menatap kepergiaannya


Saat melihat sang kakak pergi, Kesya pun langsung pergi tanpa permisi diikuti oleh yang lainnya


“Yera, ayo jalan sama Mami”


“Yera anak kecil jadi nggak cocok jalan sama kalian”


ucap Asyera yang juga langsung menarik tangan Rey untuk pergi


Semuanya pergi mengikuti Kesya, meninggalkan Franklin, Citra, dan Kiara disana


Cih, lo selalu menang dari gue.-Kiara


“Mami kenal pacar Kesya?” tanya Kiara menatap Citra


“Namanya Devan”


“Mami setuju?”


“Setuju-setuju aja, Devan anaknya baik kok”


“Kalau Papi?”


“Nggak”


Diam-diam Kiara tersenyum penuh kemenangan.


*****


Setelah kejadian tadi, Gabriel berjalan menuju kedai ice cream yang ada di lantai 2 dan Kesya pun segera menyusul karena ia tau kemana kakaknya akan pergi untuk menenangkan diri


“Kak..”

__ADS_1


“Key, maafin kakak”


ucap Gabriel seraya mengelus pelan pipi Kesya yang ditampar karena membelanya tadi


“Udah, jangan minta maaf” ucap Kesya tersenyum tipis


“Seharusnya kamu nggak perlu belain kakak, apalagi sampai berkorban buat kakak”


“Kak, kita baru aja kumpul bareng loh masa udah nggak akur aja. Gapapa, lagian nggak mungkin Kesya diam aja kalo tau kakak Kesya sendiri ditampar didepan mata Kesya”


“Astaga, dek”


Gabriel menarik tangan Kesya lalu memeluknya erat


Ada tangisan yang sekuat tenaga ia tahan agar tidak keluar, ada bahu yang sekuat tenaga ia tahan agar tidak bergetar, dan ada tangisan dalam diam yang ia pendam saat tubuhnya merengkuh tubuh mungil milik sang adik


Hangat. Pelukan hangat dan menenangkan yang selalu ingin ia rasakan setiap harinya.


Dek, sabar bentar ya kakak janji secepatnya.-Gabriel


“Kak”


Tiba-tiba Asyera dan lainnya mulai berkumpul dan mendekat kearah Kesya dan Gabriel yang masih berpelukan


“Eh? Yuk cari tempat duduk”


ucap Gabriel lalu mulai masuk ke area kedai ice cream untuk mencari tempat duduk


“Key, nanti gue telpon ya”


tanya Boy pelan saat ia berjalan sejajar dengan Kesya


“Oke, kak” jawab Kesya tersenyum tipis


Rey menangkap momen itu sehingga ia tersenyum melihat keduanya. Rey tau Boy sangat amat khawatir terhadap Kesya tapi dirinya harus menahan diri agar tidak membuat Devan tersinggung dengan keberadaannya


“Key”


Lo selalu telat satu langkah.-Rey


“Kenapa, kak?”


“Ada yang sakit?”


“Gapapa, kan udah biasa” jawab Kesya terkekeh pelan


“Kalo aja gue nggak mikir attitude, udah bonyok tuh bokap lo”


ucap Rey yang menahan amarah


“Gue juga mikir kalo dia bukan bokap gue, keknya udah babak belur”


jawab Gabriel menanggapi


“Buset, ngeri amat. Kebayang nggak sih kalo Devan macem-macem”


ucap Jojo yang membuat Devan dan Rey seketika saling menatap


“Btw, sorry ya kalian harus liat pemandangan yang nggak enak dilihat, sorry juga udah bikin kalian nggak nyaman”


ucap Gabriel merasa bersalah


“Kalo boleh tau, emang kembarannya gitu kak?”


tanya Jojo yang sejak tadi penasaran membuat Dhea memukul pelan lengannya


“Gapapa kalo mau nanya, iya Kiara emang gitu orangnya. Iri dan selalu pengen jadi yang pertama, nggak tau nurun dari siapa sikapnya. Apa-apa pengen diambil dari Kesya, makanya gue bersyukur banget sama keluarganya Rey, karena mereka bisa jagain adek gue selama gue masih di luar”


“Gue kaget banget tadi liat Kesya ada dua, bener-bener mirip bahkan gue bisa nggak kenal sama Kesya kalo mereka berduaan”


“Beda” jawab Boy kelepasan bicara


“Apanya yang beda, Boy?” tanya Rey menahan senyum


“Eh-itu anu kalo sekilas sih emang mirip tapi manik matanya beda jauh. Kan Kesya matanya Steven versi cewek” jawab Boy sedikit gugup


“Hah? Masa sih?” tanya Vino yang kurang percaya


“Liat aja Kesya dan Steven”


“Lah? Gue baru ngeh. Kok bisa?”

__ADS_1


tanya Vino yang menatap Kesya dan Steven berkali-kali


“Turunan dari kakek” jawab Steven singkat


“Gue, Yera, Rey itu cucu nenek, nah mereka berdua cucu kakek” ucap Gabriel terkekeh


“Lucu banget, kok bisa gitu ya? Padahal cuma sepupu tapi mirip banget”


“Bahkan mereka punya hobi dan beberapa kelakuan yang sama tau, bang” ucap Jojo menanggapi


“Iyakah? Emang apaan?”


“Kalau hobi sih main musik, taekwondo, karate, kaga tau kalau kelakuannya” jawab Jojo


“Banyak, salah satunya nggak bisa tidur kalo nggak minum susu”


Deg


Terlihat wajah terkejut Devan karena ia benar-benar baru mengetahui bahwa Kesya tidak bisa tidur jika tidak minum susu. Dan ekspresi itu terlihat jelas oleh Rey


Hal kecil aja lo nggak tau.-Rey


“Buset, kek anak kecil banget” jawab Vino tertawa


“Emang kenapa kalau nggak minum susu, Key?”


“Kek orang kecanduan narkoba”


“Kok bisa sih?”


“Ya mana tau”


“Dev” ucap Gabriel yang tiba-tiba memanggil Devan


“Janji sama gue, apapun yang bokap gue lakuin tolong jangan tinggalin Kesya. Gue tau bokap gue bakal ngelakuin apapun buat anak kesayangan mereka”


“Kenapa tiba-tiba, kak?” tanya Kesya heran


“Gapapa, kakak cuma mau wanti-wanti”


*****


Dua hari setelah kejadian itu, malam harinya tiba-tiba Franklin mengajak semuanya untuk makan malam diluar


“Malam ini kita semuanya makan malam diluar bersama dengan rekan kerja Papi”


Ada yang nggak beres.-Kesya


“Nggak bisa” jawab Gabriel acuh


“Tidak ada yang tidak bisa, semuanya harus hadir”


“Gab bawa mobil sendiri bareng Kesya”


“Yera ikut”


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai ke restoran yang dipilih oleh Franklin.


Sebelum masuk, Kesya merasakan bahwa ia tiba-tiba merasa sesak nafas dan sangat amat khawatir sehingga ia benar-benar takut untuk sekedar melangkah masuk ke restoran


“Kenapa, dek?”


“Kak, takut..”


“Gapapa, ada kak Gab” ucap Gabriel menenangkan


Privat Room


Gabriel berjalan masuk ditemani dengan Asyera sedangkan Kesya memilih untuk ada dibelakang, berjalan namun dengan kepala yang menunduk karena ia sangat takut jika semuanya terjadi seperti yang ia bayangkan


“Loh? Kesya?”


Tiba-tiba ada yang memanggilnya dan Kesya mengenal suara itu


suara Tante Nia, Mama kandung Devan


“Maaf, saya terlambat”


Deg


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2