
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanyađ„°.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membacađ„°đ.
*****
Hari ini adalah hari dimana pertama kalinya Devan diizinkan untuk menjenguk Kesya. Setelah mendapat pesan dari Boy yang mengatakan bahwa ia diminta ke rumah sakit, Devan bergegas pergi karena ia sangat merindukan Kesya yang sejak malam itu tak pernah ia lihat lagi.
âGue kesanaâ
âLangsung ke ruangan ajaâ
âBoy, tolong temenin gueâ
âAman, gue nunggu lo di luarâ
âOke.â
Devan langsung memutuskan panggilan dan bergegas menuju rumah sakit dimana Boy sudah menunggunya.
*****
Devan berlari tergesa-gesa hingga sampai di ruang VVIP dimana hanya ada satu pasien yang dirawat di lantai tersebut.
Langkah kaki Devan terhenti saat melihat Boy yang menunggunya di luar ruangan sedang berbincang dengan Raka.
Bahkan mereka sedekat itu.-Devan
Terdengar bahwa Raka meminta Boy untuk kembali ke rumah karena sudah beberapa hari menginap untuk bergantian menjaga Kesya namun Boy tetap kekeh agar masih berada di sana untuk menemani yang lainnya dan bergantian menjaga.
Devan berjalan mendekat yang membuat Boy sadar bahwa sahabatnya sudah tiba. Melihat kehadiran Devan, raut wajah Raka langsung berubah dan segera pamit pergi membuat Devan sedikit merasa tidak enak jika ada disana.
âBoy, gue beneran di minta kesini?â
âBukannya lo selalu kesini tanpa di minta?â. Boy melayangkan lelucon seraya terkekeh pelan karena tau bahwa Devan setiap harinya akan berada di rumah sakit walaupun tak bisa menjenguk Kesya
Devan yang mendengarnya cukup terkejut. âLo tau dari mana?â
âGue tau lah, nggak mungkin lo diem dirumah selama iniâ ucap Boy tersenyum tipis
âYuk masukâ
Akhirnya Boy pun mengajak Devan untuk masuk ke ruangan dimana Kesya masih tetap setia menutup matanya.
Hal pertama yang Devan rasakan saat pertama kali memasuki ruangan tersebut adalah perasaan bersalah karena sejak bersamanya, tak jarang Kesya selalu berujung berbaring di rumah sakit walaupun hal tersebut bukan sepenuhnya salah Devan.
Namun, tetap saja ia merasakan bahwa dirinya sebenarnya tak pantas untuk menjenguk Kesya seperti sekarang terlebih saat melihat perubahan besar yang terjadi pada Rey dan Raka sejak hari dimana Kesya kembali berbaring di rumah sakit karena kesalahan yang Devan lakukan saat berlibur. *Eps 34. Pingsan
__ADS_1
Devan menatap lekat gadis yang berbaring dengan wajah yang damai di ranjang rumah sakit tersebut. Perlahan kakinya berjalan mendekat bersamaan dengan detak jantung yang semakin berdetak sangat cepat.
âKey..â. Tangan Devan terulur untuk menggenggam tangan mungil yang sedang di infus.
Entah kenapa, tiba-tiba Boy memalingkan wajahnya saat melihat pergerakan Devan yang hendak menggenggam tangan Kesya, padahal biasanya ia berusaha untuk tetap bersikap biasa saja.
âKey, maaf..â. Ada jeda beberapa saat sebelum Devan kembali membuka suara
âTolong, kali ini aja gue mohon.. Sadar, Key..â
Terdengar helaan nafas yang berat beberapa kali. âGue janji setelah lo sadar, gue bakal berusaha untuk tetap ada buat loâ
Boy hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apa-apa saat mendengar semua kalimat yang diucapkan Devan pada Kesya.
Gue nggak mau gini, tolong.. hati gue kenapa?-Boy
Karena tak ingin mendengar lebih lanjut, Boy pun pamit menunggu di luar dengan alasan tidak ingin mengganggu waktu Devan dan Kesya padahal ia sedang berusaha menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
âSayang, sorry..â
âI always say sorry but I didnât realize that after that I would still hurt u.. I am sorry..â
Devan benar-benar takut jika harus kehilangan sosok Kesya.
Tuhan, kalau gue bisa tukar semua kebahagiaan gue dengan kesadaran Kesya, gue bakal ngelakuin apapun asalkan gue bisa lihat Kesya lagi.. Tolong, kali ini aja..-Devan
*****
âDia ngapain tadi disini?â tanya Rey membuka suara yang tentu saja pertanyaannya merujuk pada Devan yang tadi siang berkunjung.
Boy berdehem sebentar lalu membuka suara. âYa, jenguk Kesya lahâ
âLo tau kalau gue nggak minta jawaban ituâ
Gabriel yang mendengarnya pun ikut membuka suara. âDevan ada kesini?â
âIya, tadi siang.â Steven pun menjawab.
Klek
Pintu terbuka dan masuklah Dio dengan membawa beberapa kresek yang berisi camilan malam.
Boy yang melihatnya langsung berdiri dan membantu Dio karena tangannya penuh dengan kresek camilan.
âKok nggak kasih tau gue, bang?â tanya Boy seraya tangannya menyimpan beberapa camilan diatas meja
Rey yang melihat hal tersebut pun kembali membuka suara. âApa kak Gab nggak mau punya ipar modelan kek gini?â celetuk Rey tiba-tiba yang membuat semua orang dengan refleks menatap Boy sedangkan Boy langsung menginjak kaki Rey
âSialan, sakit dodolâ ketus Rey dengan kesalnya
__ADS_1
âLo kalo becanda liat situasi anjirâ gerutu Boy yang juga tidak kalah kesal
âBentar bentarâ. Dio meminta keduanya untuk diam sehingga dengan refleks mereka menutup mulutnya
âBoy dan Kesya ada apa nih?â. Sebelum semuanya bertanya, Gabriel langsung membuka suara yang membuat semuanya tertawa kecuali Boy yang langsung panas dingin
âBuset, gini nih kakak tertua harusnya bersikap.â
âBiasa, dia takut keduluan sama gue.â ucap Dio terkekeh
âBoy, lo perlu duduk disitu. Dan bakal di interogasi sama kitaâ. Steven berusaha bersikap serius namun tak lama kemudian ia tertawa karena ia sendiri pun tak tahan jika harus bersikap serius dengan sahabatnya itu
âCapek banget gue ketawaâ
âLo itu nggak cocok sok-sok an mau jadi polisiâ
âLo pada kalo masih mau becanda diluar ajaâ
Semuanya terdiam saat mendengar Dio memarahi Steven dan Rey.
âWidih, lo bisa serius juga?â. Akibat celetukan Gabriel, semuanya kembali tertawa hingga ruangan Kesya dipenuhi gelak tawa semua orang
âHumor gue makin anjlok ngumpul bareng kalianâ gumam Boy tiba-tiba yang membuat semuanya menatap Boy dengan tatapan tajam
âOke seriusâ. Akhirnya, Gabriel kembali membuat suasana menjadi serius setelah beberapa kali melempar lelucon
Boy hanya bisa diam tanpa tau harus melakukan apa karena ia tidak tau pertanyaan seperti apa yang akan keluar dari mulut saudara-saudara Kesya.
âPertanyaan Rey tadi cukup aneh kalau dianggap candaan karena respon lo yang tiba-tiba bikin kita jadi curiga. Lo dan Kesya ada hubungan apa, Boy?â tanya Gabriel serius menatap Boy
âNggak ada apa-apa, kak. Kita dekat kan karena gue suka ngumpul bareng Stev dan Rey jadi kalau ketemu Kesya langsung akrab. Gue juga nggak mungkin macem-macem, orang kita semua tau Kesya bareng Devanâ ucap Boy menjelaskan
Ada senyum tipis yang terukir di wajah Rey saat melihat Boy ditanya-tanya oleh Gabriel seperti ini. âKalau pun ada juga nggak menutup kemungkinan karena hubungan Kesya dan Devan kan masih awan-awanâ celetuk Rey yang membuat Gabriel mengangguk setuju
âGue juga setuju, kalau kata orang mah sebelum janur kuning melengkung masih bisa di tikungâ ucap Dio membenarkan
âTapi gue nggak menyarankan lo harus nikung sahabat lo sendiriâ. Gabriel menanggapi dan menatap Boy dengan tatapan yang sulit diartikan
Ada jeda sebentar sebelum Gabriel melanjutkan kalimatnya. âPerasaan itu datangnya tiba-tiba, Boy. Lo nggak bisa ngerencanain kalau lo harus mencintai seseorang, tapi lo sendiri nggak akan pernah tau hati lo berlabuh dimana dan sama siapa. Kalau pun nantinya hati lo jatuh di adek gue, siapa pun nggak berhak buat menghakimi lo karena emang gitu takdirnya. Bukannya mencintai itu tak harus memiliki? Kalau nanti semuanya nggak sesuai dengan rencana kita, kita cukup bersyukur dengan semua yang terjadi, kan?â
Boy mengangguk perlahan tanpa tau harus mengatakan apapun.
âGue sebagai kakaknya Kesya cuman mau yang terbaik buat adek gue tanpa harus gue paksa pilihannya. Tapi gue punya peran sedikit penting dalam hal memberi nasehat, kan? Gue cuman minta satu, Boy. Dengan semua kekurangan Kesya, tolong lo terima kalau hati lo udah jatuh di dia.â
âKak..â
*
*
__ADS_1
*