Tentang Kesya

Tentang Kesya
Bertemu Keluarga Devan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanyađŸ„°.


Selamat membacađŸ„°đŸ˜˜.


*****


Keesokan harinya, Kesya masih merasa sangat kesal karena harus nge-date dengan Devan, apalagi Devan sifatnya yang terus memaksa membuat Kesya tak mau dekat-dekat dengannya. Tapi apalah daya, dewi fortuna tidak memihak kepadanya, bahkan dihari pertamanya masuk SMA pun sudah berurusan dengan Devan.


*****


Suasana sore di kota Surabaya saat itu sangat cerah, Kesya memilih stay didalam kamar dan menonton drama korea di laptopnya, Asyera juga masuk kedalam kamar kakaknya tersebut hanya untuk nongkrong di balkon kamar.


“Dek, gue nanti mau keluar” ucap Kesya sambil terus menatap layar laptop.


“Kemana?” tanya Asyera.


“Jalan sama teman” kata Kesya acuh.


“Cewek cowok?” interogasi Asyera.


"Cowok” gumam Kesya.


“What? Kok bisa? Tumben mau diajak jalan sama cowok?” ejek Asyera.


“Gue nggak bisa nolak” jawab Kesya jujur.


“Ganteng nggak?” tanya Asyera.


“Ganteng sih tapi muka tembok” ucap Kesya seraya membayangkan wajah Devan.


Tak lama kemudian ponsel Kesya berbunyi tanda chat masuk dan ternyata itu chat dari Devan.


Manusia Bunglon


Jam 7 gue jemput.-Devan


Emang lo tau rumah gue Kak? Kan pas balik dari Jogja lo ngantar gue ke rumah Steven.-Kesya


Gue tau semua tentang lo.-Devan


Cih gaya lo.-Kesya


Lalu Kesya melempar ponselnya kearah tempat tidur dan kembali melanjutkan aktivitas menontonnya.


Beberapa jam kemudian, Kesya yang baru selesai menonton terkejut melihat jam didinding yang menandakan pukul 18:00 WIB, Kesya pun bergegas mandi setelah ia membangunkan Asyera yang tertidur disampingnya.


Setelah keluar dari kamar mandi, Kesya pun berjalan menuju lemari pakaian tetapi langkahnya terhenti mendengan ponselnya berbunyi.


Ternyata Devan mengabari kepada Kesya bahwa mereka berdua batal nge-date tetapi Kesya harus datang ke rumah sakit bunda karena kakak sepupu Devan akan melahirkan.


Manusia Bunglon


Harus ya gue kesitu?-Kesya


Bantu gue.-Devan


Bantu?-Kesya


Jagain keponakan gue. Dia nggak mau sama Oma dan Opa nya.-Devan


Iya udah gue otw nih.-Kesya


Sorry ngerepotin lo, gue tau kok kalo lo nggak suka dekat gue karena gue tukang maksa. Tapi gue tau lo suka sama anak kecil makanya gue ngajak lo jagain keponakan gue.-Devan


Iya Kak.-Kesya


Tak lama kemudian Kesya pun pergi diantar pak supir ke alamat yang diberikan Devan.

__ADS_1


*****


Rumah Sakit Bunda


Kesya yang tidak tau keberadaan Devan pun bergegas menelfon nya.


“Kak dimana?” tanya Kesya.


“Lo kangen gue?” tanya Devan balik.


“Gue serius” ketusnya.


“Gue juga serius suka sama lo” ucap Devan santai.


Deg


Tiba-tiba Kesya terdiam mendengarkan omongan Devan.


“Kenapa diam? Lo juga suka sama gue?” goda Devan.


“Apaan sih, buruan kasih tau dimana kalo nggak gue balik” omelnya.


“Gue di cafe” jawab Devan datar lalu Kesya memutuskan panggilan dan berjalan menuju cafe.


*****


Cafe Rumah Sakit


Beberapa menit kemudian, sampailah Kesya di cafe dan ternyata cafe tersebut sedang ramai. Kesya dengan wajah yang sangat cantik yang sedang berjalan tersebut menarik tatapan semua orang yang di cafe untuk menatapnya. Kesya yang merasa ditatap pun tidak risih karena ia sudah sering ditatap seperti itu.


Sampailah Kesya dimeja Devan dan seorang anak kecil.


“Hai” ucap Kesya kepada anak kecil tersebut.


“Ehem.”


“Lo yakin bisa pura-pura nggak ngeliat gue?” tanya Devan.


“Hehe sorry Kak, btw namanya siapa?” tanya Kesya cengengesan.


“Kita ke ruangan Mommy nya dulu” ucap Devan seraya menggendong keponakannya dan memegang tangan Kesya yang sontak membuat Kesya melangkah mengikuti Devan.


“Namanya Leon, dia anak pertama kakak sepupu gue umurnya 4 tahun” ucap Devan.


“Hai Leon, nama Tante Kesya” ucapnya memperkenalkan diri.


“Mami” ucap Leon lalu mengangkat kedua tangannya minta digendong oleh Kesya, Kesya yang melihatnya pun dengan senang hati menyambut Leon.


“Mami Yaya sama Papi Oo pacalan” ucap Leon yang membuat Kesya bingung.


“Leon dekat banget sama gue, karena keluarga gue manggil gue Nico makanya dia nyebut gue Papi Oo dan kek nya dia nyaman banget sama lo, baru pertama ketemu udah nyebut lo Mami, setau gue Leon jarang bisa akrab sama orang baru” kata Devan menjelaskan.


“Kapan-kapan main ke rumah Mami ya” ucap Kesya lalu mencium pipi tampan Leon.


“Kenapa ya dia bisa nyaman banget sama lo? Mungkin lo menarik” gumam Devan.


“Apaan sih Kak” ucap Kesya datar.


“Pemikiran Leon sama dengan pemikiran gue, lo menarik ada hal yang gue temuin dari lo yang nggak bisa gue temuin di orang lain, i also don't know what, certainly i am glad near u” kata Devan yang membuat Kesya bungkam tidak bisa berkata-kata.


“Ini yang bikin gue suka sama lo, lo menarik perhatian gue, disaat gue dikejar semua cewek, lo satu-satunya cewek yang nggak pernah melirik ataupun cari perhatian gue, lo satu-satunya cewek yang berani marahin gue depan umum, gue suka itu” ucap Devan lembut.


“Ini ruangannya dimana?” tanya Kesya mengalihkan pembicaraan.


“Dasar cewek galak, gue udah romantis nggak direspon” ketus Devan lalu mengacak rambut Kesya.


“Jadi manusia kulkas bisa romantis juga?” ejek Kesya.

__ADS_1


“Pertama kali dan terakhir kali sama lo” ucap Devan lembut.


*****


Tak lama kemudian sampailah didepan ruang bersalin, di sana sudah ada banyak orang yang menunggu di kursi tunggu.


“Loh Kesya?” panggil Nia.


“Tante kok bisa ada disini?” tanya Kesya karena memang dia mengenali Ibunya Kirana.


“Ini yang Nico ceritain” ucap Devan kepada Nia.


“Wah ternyata dunia sempit sekali” ucap Fahri.


“Cantik banget” ucap cowok yang sedang duduk sepertinya usianya 10 tahun.


“Bang, kok bisa ada bidadari di rumah sakit sih?” tanya cowok yang lain yang seusianya.


Devan pun menatap tajam kearah mereka berdua.


“Kenalin ini adik sepupu gue yang tertukar namanya Fero dan ini adik ipar gue yang kurang waras namanya Ikbal” ucap Devan memperkenalkan kedua cowok tersebut.


“Kesya” ucapnya lembut.


“Nggak usah lama-lama ngeliatnya” ketus Devan.


“Kak Kesya kok mau sama muka tembok, coba sama gue aja” ucap Fero.


“Orang cantik kok sama manusia es” gumam Ikbal.


“Gila” omel Devan.


“Kak Kesya” teriak seseorang dari belakang yang tak lain adalah Kirana.


“Loh kok Kak Kesya ada disini? Sama Bang Nico lagi” tanya Kirana yang menatap Devan dengan sinis, Devan pun hanya acuh tak menjawab.


“Lo kenal?” tanya Fero.


“Iya dia tuh Kakak kelas gue yang mau gue jodohin sama Bang Nico” jawab Kirana.


“Atau jangan-jangan kalian udah jadian?” teriaknya yang membuat Kesya malu.


“Belum di comblangin udah jadi, ya nggak heran sih kalo manusia es bisa meleleh Kak Kesya cantik baik lagi” cerocos Kirana.


Tak lama kemudian, keluarlah dokter dari dalam ruangan bersalin.


“Selamat buat keluarganya, ibu dan bayinya sehat dan bayinya sangat cantik” kata dokter tersebut dengan tulus.


Leon yang masih digendong Kesya pun langsung memeluknya.


“Mami, dede Eyon tantik” ucap Leon yang membuat semua orang tersenyum.


Beberapa jam kemudian setelah menjenguk Ibu dan bayi, Kesya permisi pulang tapi dicegah oleh orang tua Devan.


“Jangan pulang sendiri, nanti Nico antar” kata Nia.


“Eh nggak usah Tante, nanti Kesya bisa telpon supir” tolak Kesya halus.


“Bang antar Kesya” ucap Fahri.


“Ya udah Nico antar Kesya langsung balik ke rumah” ucap Devan.


Akhirnya Devan dan Kesya pun permisi dan mencium tangan kedua orang tua Devan.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2