
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
“Gue sebagai kakaknya Kesya cuman mau yang terbaik buat adek gue tanpa harus gue paksa pilihannya. Tapi gue punya peran sedikit penting dalam hal memberi nasehat, kan? Gue cuman minta satu, Boy. Dengan semua kekurangan Kesya, tolong lo terima kalau hati lo udah jatuh di dia.”
“Kak..”
Rey mendekat dan menepuk pelan bahu Boy. “Pasti berat ya, Boy. Tanggung jawab yang lo hadepin setelah gue dan mas Raka berpihak ke lo?”
“Maksudnya?”. Dio menatap Rey dengan heran seolah meminta penjelasan lebih lanjut
Rey pun kembali duduk di tempat semua sebelum menjelaskan kepada yang lainnya. “Hari dimana Kesya balik kesini terakhir kali, gue memantapkan hati meminta Boy gantiin posisi gue buat Kesya.”
“Lo semua pasti tau gimana kerasnya sifat gue, dan ketika gue ngeliat muka jelek Kesya dipenuhi air mata, gue nggak akan pernah bisa berdamai dengan orang yang dengan santainya bikin adek gue nangis sedangkan gue dan kita semua mati-matian ngebahagiain Kesya”
“Setelah itu, gue nggak pernah respect dengan apapun yang berhubungan dengan Devan, Tapi, kalau hal itu kembali terulang, gue nggak segan-segan nyari orang itu bahkan sampai ke ujung dunia sekali pun.”
Steven langsung membuka suara. “Dan mas Raka juga.”
“Hah? Mas Raka gimana?” tanya Dio yang masih tak percaya jika Raka ikut campur dalam masalah percintaan adik-adiknya
Steven menghela nafas sebelum membuka suara. “Mas Raka nggak akan pernah ngerestuin Devan dan Kesya. Sekali aja dia ngeliat Kesya nangis gara-gara cowok, jangan harap cowok itu dapat restu katanya”
“Buset agak serem juga ya” gumam Gabriel pelan
“Ini kenapa gue nggak pernah bisa terima Devan lagi, bahkan mas Raka yang kesannya cuek dan nggak pernah mau ikut campur juga bertindak sekarang” ucap Rey
“Boy..” panggil Gabriel yang membuat Boy langsung menoleh kearahnya
“Lo pasti ngerasa bersalah karena kita semua tanpa sadar ngasih tanggung jawab yang besar buat lo”
Boy hanya bisa diam, tanpa berniat untuk membuka suara.
__ADS_1
“Lo nggak perlu ngerasa tertekan dengan semuanya, kita cuman lebih suka kalau Kesya sama lo”
“Dan lo juga nggak perlu ngerasa kalau kebahagiaan Kesya adalah tanggung jawab lo”
“Lo percaya nggak dengan perasaan tulus? Lo akan mencintai dengan tulus tanpa mau seseorang itu membalas perasaan lo. Lo mencintai karena lo mau, bukan karena lo harus bareng dia”
“Gue yakin lo adalah orangnya, Boy”
“Kita percaya sama lo”
*****
Malam itu, Gabriel pamit kepada yang lainnya untuk menjenguk Kiara yang juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan Kesya
“Gue mau ke ruangan Kiara dulu” ucap Gabriel berpamitan
“Kabarin ya kak keadaannya” ucap Dio menanggapi
Gabriel pun keluar dari ruangan Kesya menuju ruangan Kiara yang berada cukup jauh dari lantai VVIP, sehingga butuh waktu sekitar 5-10 menit untuk Gabriel sampai di ruangan Kiara yang ternyata tidak ada siapa-siapa selain Kiara yang berbaring di ranjang rumah sakit sendirian.
“Loh? Kak Gab?” panggilnya saat mendengar pintu ruangan terbuka dan kakak tertuanya masuk
Kiara berusaha untuk duduk namun Gabriel memaksanya untuk tetap berbaring. “Mami dan Papi tadi pamit pulang bentar”
“Gimana keadaan lo?”
“Kak, Kesya gimana?”. Bukannya menjawab, Kiara malah balik bertanya tentang keadaan saudara kembarnya
Gabriel menghela nafas berat. Mengaku atau tidak dihadapannya juga saudara kandungnya, adik kandungnya, dan darah yang sama mengalir pada tubuh mereka. “Kesya belum sadar. Gue tanya keadaan lo gimana?”
“Kak, maafin Kiara..” Perlahan, Kiara memberanikan diri untuk menggenggam tangan kakak tertuanya. Kakak yang tak pernah dekat dengannya sejak dulu.
“Karena keegoisan Kiara, semuanya jadi kacau.. Maaf..”
“Gue kesini buat tau keadaan lo gimana bukan mau denger lo ngelantur” ucap Gabriel mengalihkan pembicaraan
“Kak, Kiara mau titip surat buat Kesya, boleh?” tanya Kiara menatap lekat wajah Gabriel
__ADS_1
Dan saat melihat Gabriel mengangguk pelan, Kiara pun berusaha mengambil sebuah amplop yang ada di sebelah tempat tidurnya dan memberikannya kepada Gabriel
“Tolong minta Kesya buka saat ulang tahun ke-17 nanti” ucap Kiara tersenyum
“Yaudah, lo tidur aja lagi. Gue disini sampai Mami Papi balik”
“Kak Gab makasih banyak karena masih mau jenguk Kiara..”
“Gue nyuruh lo tidur, Ra”
“Kak, Kiara boleh minta satu hal?”
“Apa?”
“Untuk malam ini aja, Kiara mau dipanggil “dek” oleh kak Gab..”
Gabriel terdiam beberapa saat mendengar permintaan Kiara. Sebenarnya bukan Gabriel tidak ingin, hanya saja ia merasa dirinya selama ini jahat karena juga tak memperhatikan Kiara karena Kiara juga adalah adik kandungnya
“Sorry, selama ini gue nggak pernah perhatiin lo”
“Nggak, Kiara yang jahat karena sikap Kiara bikin Kiara belum pernah ngerasain rasa sayang dari kakak Kiara sendiri”
“Dek..”
Ada senyum tipis yang terukir di wajah Kiara saat mendengar kata yang sangat ingin ia dengar sejak dulu. “Akhirnya, setelah beberapa tahun, hari ini pun tiba”
“Kak, maafin Kiara karena udah jadi adek yang sangat jahat. Kak Gab harus jadi orang sukses walaupun Kiara nggak bisa lihat itu nantinya..”
“Lo ngomong apa sih, dek?”
“Kiara boleh peluk kak Gab?” pinta Kiara pelan
Gabriel pun mendekat dan memeluk tubuh mungil adiknya yang mungkin terakhir kali ia peluk saat umur mereka masih sangat muda
“Ternyata, pelukan kak Gab masih hangat seperti dulu” gumam Kiara pelan.
*
__ADS_1
*
*