
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Hari ini pun tiba dimana segala sesuatu sudah dipersiapkan untuk pernikahan CEO F Group dan dokter muda. Siapa lagi kalau bukan Devan dan Dhea.
Sebenarnya, keduanya enggan untuk mengundang awak media, namun karena paksaan dari Rangga dan Fahri akhirnya semua wartawan dari berbagai media datang dengan senang hati.
"Bukannya Devan punya pacar sebelum itu? Model majalah terkenal nggak sih?"
Bisikan-bisikan dari wartawan saat Kesya lewat pun terdengar di telinga gadis itu membuatnya menghela nafas berat.
Ya, Kesya hadir hari ini bersama dengan Boy dan juga Jojo saat undangan dengan amplop indah seolah sengaja diberikan kepada mereka. Ulah siapa kalau bukan ulah Rangga dan Fahri yang memang sengaja mengundang mantan Devan juga Dhea.
Seolah tertantang, keduanya pun setuju untuk hadir dengan ditemani oleh Boy yang senantiasa bersama Kesya.
"Mereka sengaja banget kasih undangan mewah, apa jangan-jangan mereka mau bikin gue nangis darah?"
Plak
"Jangan nethink gitu anjir" gerutu Boy dengan kesalnya.
"Ya kan beneran kek sengaja banget gitu."
"Udah-udah, jangan ngomong yang aneh-aneh. Mending jalannya dipercepat biar cepet masuk, gue gerah banget diomongin" ucap Kesya terkekeh pelan.
Apa yang diucapkan Kesya memang benar, tak jarang beberapa wartawan mengobrol bersama seolah bingung kenapa calon mempelai wanitanya bukan gadis yang selalu dipamerkan Devan di akun sosial medianya.
Boy merangkul pinggang Kesya saat melihat raut wajah gadis itu yang seolah pasrah karena sedang digosipkan. Perlahan, ketiganya mulai masuk ke dalam gedung acara membuat tatapan kedua mempelai benar-benar terpaku pada mereka.
Jojo, kenapa kamu masih pakai kalung itu..?-Dhea.
__ADS_1
Flashback on
Saat ini Dhea dan Jojo sedang bertemu di apartemen Dhea. Keduanya sedang melepas rindu karena harus merasakan hubungan jarak jauh akibat tuntutan pendidikan.
Pelukan hangat yang selalu Jojo berikan saat Dhea mengeluh pusing dengan tugas. Pelukan yang selalu dinantikan gadis itu ketika ia kembali berjauhan dengan sang kekasih.
"Jojo, kalau nanti kamu udah nggak cinta sama aku, aku harus tau dari mana?" tanya Dhea pelan.
Entah kenapa tiba-tiba gadis itu merasa overthinking dengan semua yang terjadi. Jojo mengerutkan keningnya heran mendengar pertanyaan dari sang kekasih.
"Kamu ngomong gitu udah disaring dulu atau gimana?"
"Ih aku serius tau, jadi gimana? Aku harus tau dari mana kalau kamu udah nggak cinta sama aku?"
Dhea menanyakan itu berkali-kali membuat Jojo gemas terhadapnya. Gadisnya benar-benar lucu hingga tak ada alasan untuk Jojo tidak mencintainya setiap hari.
"Kalung ku?"
"Hah?"
Flashback off.
Ketiganya berjalan santai mendekati pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada mempelai yang berbahagia, ralat hanya kedua orang tua mereka yang berbahagia karena sudah berhasil menjadi besan.
Baik Kesya maupun Jojo memasang wajah santai padahal yakinlah bahwa dalam hati mereka sudah sangat gugup. Entah apa yang akan mereka bicarakan nantinya di hadapan mantan kekasih yang sudah menjadi suami/istri orang lain.
Tindakan Kesya tak lepas dari tatapan Devan. Mulai dari gadis itu berjalan perlahan dengan tangan yang memegang ujung kemeja Boy seperti yang ia lakukan saat bersama Devan jika menghadiri pesta mewah, Boy yang mengelus pelan punggung tangan Kesya karena sadar gadis itu terlihat sedikit takut, hingga saat dimana Boy menjaga Kesya karena hampir menabrak pelayan yang sedang lewat karena dirinya tidak fokus. Semuanya dilihat jelas oleh Devan.
"Hei, selamat ya.."
Kesya masih tetap Kesya yang dulu dimana ia akan berusaha keras agar suasana tidak canggung dan selalu memberikan senyum terbaiknya seolah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Gue seneng banget akhirnya satu per satu udah sold out. Gue berdoa semoga pernikahan lo berdua bahagia."
Walaupun ia mungkin sakit hati, namun ucapan Kesya benar-benar tulus. Ia mendoakan apa yang terbaik untuk jalan hidupnya. Jika benar seperti ini, maka ia hanya harus merelakan lelaki yang pernah menjadi pemilik hatinya dan mendoakan agar lelaki tersebut bahagia dengan siapapun dan dimana pun.
__ADS_1
Kesya memeluk Dhea dengan sangat erat. Pelukan itu sangat hangat seolah memberikan sedikit kekuatan untuk Dhea. Kesya sadar bahwa keduanya pun sama sakit karena harus menjalani pernikahan terpaksa.
"Key.. maaf.. gue sangat amat minta maaf sama lo.. maafin gue.."
Air mata Kesya perlahan mengalir membasahi wajahnya. Ia tidak tau mengapa harus menangis sekarang. Dirinya bahkan heran dan tidak mengerti apa-apa.
Hingga tiba dimana akhirnya Jojo yang akan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Jojo menjabat tangan Devan dan Dhea secara bergantian. Tatapannya tak lepas dari gadis yang bertahun-tahun ia jaga. Dhea sangat cantik sekarang, namun cantiknya sudah bukan milik Jojo lagi melainkan milik sahabat sekaligus sepupunya.
"Hai, selamat ya atas pernikahannya. Aku minta maaf kalau masih belum terima semuanya dengan ikhlas. Untuk enam tahun lima bulan nya, terima kasih."
*****
"Lo beneran mundur?"
Boy bertanya kepada gadis dihadapannya yang saat ini sedang menikmati ice cream dengan pemandangan malam yang sangat indah.
"Ya lo maunya gue ngapain?! Gue nggak bodoh dengan masih berharap sama suami orang" jawab Kesya dengan kesalnya.
Bagaimana tidak? Boy sudah menanyakan hal tersebut berkali-kali dan jawaban Kesya masih tetap sama. Bagaimana mungkin ia berpikir akan mengharapkan Devan yang sudah menjadi suami orang? Sepertinya otak Boy perlu di asah kembali.
"Dia bilang kalau dia mau cari cara biar bisa lepas dari pernikahan terpaksa itu dan bakal kembali ke lo. Siapa tau lo mau nungguin dia."
Maksud Boy ini apa? Author sudah berusaha membuatnya mendekati Kesya tapi dia malah mengompori Kesya untuk kembali pada Devan.
"Lo mau gue dikenal sebagai pelakor? Lo nggak liat banyaknya wartawan tadi? Lo nggak liat berita yang trending sekarang? Coba deh lo bayangin kalau misalkan semuanya sesuai dengan ekspetasi Devan, gimana sama gue? Apa muka gue bakal ada di semua majalah berita?"
Boy terdiam mendengar semua rentetan pertanyaan Kesya. Ia sendiri tidak mengerti dengan dirinya yang masih ragu jika Kesya memang sudah mundur. Maka dari itu Boy seolah selalu memancing Kesya siapa tau gadis itu benar-benar tergoda dengan pancingan Boy. Dan jika hal itu terjadi, bisa dipastikan bahwa Boy akan menyesal membuka suara malam ini.
"Kalau gue mau ganti posisi Devan, gimana?"
Deg.
*
*
__ADS_1
*