Tentang Kesya

Tentang Kesya
Dadakan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Benar saja, Boy baru sadar akan apa yang terjadi pada dirinya. Ternyata, ia belum sepenuhnya terbuka pada gadis itu sehingga apa yang ia anggap hal kecil malah menjadi boomerang untuk hubungannya dan Kesya. Malam ini, Boy akan mengajak gadis itu untuk berbicara.


Benar saja, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Boy segera melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah. Namun, saat mendekati rumahnya, Boy sengaja berhenti tepat di depan rumah Kesya dan menunggu gadis itu untuk pulang. Walaupun Boy tau sejak kepulangan mereka dari acara pertunangan Steven, Kesya dan Ello masih tinggal di rumah lama dan belum kembali sampai sekarang.


Entah kenapa tiba-tiba Dewi Fortuna seolah berpihak padanya. Mobil navy milik Kesya yang sangat Boy kenal perlahan mendekat.


"Loh? Kak Boy ngapain?" tanya Kesya yang terpaksa harus keluar karena memang mobilnya tidak bisa masuk.


Boy yang mendengar Kesya berbicara padanya pun ikut keluar dari mobil miliknya. "Gue nggak tau kalau ternyata semesta dukung gue."


"Hah? Maksudnya gimana, Kak?"


"Lo kenapa ngejauhin gue akhir-akhir ini? Lo kenapa ngehindar dari gue? Lo kenapa nggak pernah chat gue buat sekedar cerita gimana keseharian lo? Lo kenap—"


"Pacarin dulu kalau mau dikabarin" celetuk Kesya memotong ucapan Boy.


Sebenarnya, gadis itu hanya bercanda akibat begitu banyaknya pertanyaan yang diajukan padanya hingga membuatnya tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari Boy. Lelaki itu tidak memberikan kesempatan untuknya berbicara.


Mendengar ucapan Kesya, tentu Boy cukup terkejut dan salah tingkah. Namun, ia kembali sadar dan merogoh saku jas nya untuk mengambil sesuatu.


Tak lama kemudian, Boy berlutut dihadapan gadis itu dengan cincin manis yang ada di kedua tangannya.


"Kak?! Gila lo?! Ngapain?!" Kesya benar-benar panik melihat apa yang terjadi didepannya.


"Katanya harus pacarin dulu kalau mau dapet kabar, tapi gue nggak mau pacaran jadi pengennya langsung nikah aja."


"Lo gila atau gimana?! Ngajak nikah udah kek tahu aja, dadakan banget."

__ADS_1


"Gue serius, Key. Gue mau jadi orang pertama yang lo cari, gue mau jadi orang pertama yang bangga sama semua pencapaian lo selama ini, gue mau jadi orang pertama yang dimasakin sama lo setiap harinya, gue mau jadi orang pertama yang dimanjain sama lo, gue mau jadi orang pertama yang bisa liat wajah cantik lo kalau tidur setiap malemnya, gue mau jadi wali Ello dan masukin nama lo berdua di kartu keluarga, dan yang pastinya gue mau jadi orang kedua setelah Om Franklin yang bakal jagain gadis cantik kesayangan semua orang. Ayo, jadi Nyonya Grandly dan gue bakal ajakin lo berpetualang di semua destinasi wisata yang ada di kehidupan gue. So, will u marry me..?" (Jadi, mau kah kamu menikah denganku?


Kesya benar-benar tidak tau harus merespon bagaimana. Air matanya sudah mengalir membasahi wajah cantiknya. Bahkan, sepertinya gadis itu tidak sadar jika semua orang sudah berkumpul mengelilingi dirinya dan Boy.


"Loh?! Kok semuanya ada disini?" tanya Kesya masih dengan suara parau.


Rey membuka suara. "Lo jawab dulu gih sana permintaan calon laki lo."


"Tau, apa nggak kasian liat Boy udah jongkok gitu" celetuk Dexter yang membuat semua orang tertawa.


Tatapan Kesya kembali pada lelaki dihadapannya yang masih setia berjongkok. "Kak..? Bukannya lo udah punya cewek?"


"Itu gue. Pokoknya sebagian dari rencana malem ini, gih jawab dulu cepetan." Bukan Boy yang menjelaskan tapi Jojo yang membuat Kesya semakin heran.


"So, will u marry me, Nona..?" (Jadi, mau kah kamu menikah denganku, Nona?)


Kesya mengangguk. "I will." (Aku mau.)


Boy segera memasangkan cincin indah pada jari manis Kesya. "Welcome to the life of Mr. Grandly" bisik Boy tersenyum manis. (Selamat datang di kehidupan Tuan Grandly.)


Plak


"Belum sah ya anjir!" gerutu Steven memukul lengan Rey yang berteriak meminta kedua pasangan yang tengah berbahagia itu untuk berciuman dan mengundang gelak tawa semua orang.


Ello mendekati kedua orangtuanya dan memberikan sebuket bunga peony cantik kepada Kesya. "I hope Mommy lives like a peony that symbolizes love and luck." (Aku harap Mommy hidup seperti bunga peony yang melambangkan cinta dan keberuntungan.)


"Congratulations to Mr. Boy and Mrs. Kesya." (Selamat kepada Tuan Boy dan Nyonya Kesya."


"Selamat, semoga semuanya lancar sampai hari H nantinya."


"Akhirnya bener-bener officially! Nggak perlu pacaran, langsung gas nikah aja."


"Keren, bro! Selamat atas lamaran dadakannya!"


Semua orang baru saja mengucapkan selamat kepada Kesya dan Boy. Mereka bahkan ikut merasakan kebahagiaan ini. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Boy resmi menjadi calon menantu keluarga Franklin.

__ADS_1


Tak lama kemudian, semua orang berpamitan untuk pulang karena memang sudah cukup larut malam dan Ello pun sejak tadi sudah anteng digandeng oleh Asyera seolah paham bahwa Kesya dan Boy masih perlu waktu berdua.


"Jadi, tolong banget gue butuh penjelasan sama semuanya yang tiba-tiba" ucap Kesya membuka suara.


Boy terkekeh pelan. "Masuk dulu, masa mau ngobrol didepan sini?"


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah Kesya yang memang sudah satu minggu lebih tidak berpenghuni.


"Rumahnya jadi jelek gara-gara ditinggal lama, makanya kalau ada apa-apa tuh diobrolin sama-sama bukannya malah kabur ke rumah Tante" sindir Boy yang membuat Kesya menatapnya kesal.


"Ya masa gue tiba-tiba bilang gue cemburu kalau Kak Boy punya cewek lain padahal hubungan kita aja nggak jelas?!"


Boy hanya tertawa mendengarnya. Untung saja dengan hubungan yang tidak jelas itu, gadisnya masih belum direbut oleh orang lain. Jika tidak, Boy tidak tau harus membuat lelaki itu masuk rumah sakit atau tidak. Wah, agak seram juga ya..


"Sini" ucap Boy menepuk sofa yang ada disebelahnya dan Kesya pun langsung duduk.


"Sebenarnya gue udah mempersiapkan semuanya dari satu bulan yang lalu. Gue udah minta restu sama Tante Citra, Om Aldino, Tante Melly, Ibu Merlin, dan semua abang-abang lo, bahkan gue minta restu semua sahabat dekat lo. Dan ya, gue gila kerja selama ini karena emang sengaja mau ambil cuti buat urus semua pernikahan kita."


"Dih? Percaya diri banget kalau gue terima?" ucap Kesya mengejek.


Boy tertawa seraya menggenggam tangan mungil Kesya yang sudah terisi dengan cincin lamaran dadakan. "Loh iya dong, nih buktinya."


"Ayo lanjut."


"Gue cerita ke Jojo kalau gue pengen ngelamar lo dengan cara yang nggak biasa. Jojo nawarin rencana tadi dan bodohnya gue tertarik. Semua orang udah diajak kerjasama kecuali Ello karena memang Ello dijadiin umpan biar lo tau gue punya cewek lain yang padahal itu Jojo."


"Tapi, Kak Jojo kemaren ngechat gue buat nanya kenapa gue ngehindar lo?"


"Pas di mobil?" tanya Boy yang membuat Kesya mengangguk.


"Itu kan gue yang nyuruh."


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2