Tentang Kesya

Tentang Kesya
Menjaga


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Devan tak henti-hentinya mendatangi rumah sakit hanya untuk mencari kesempatan agar bertemu dan berbicara dengan Kesya bahkan ingin meminta maaf kepada gadis tersebut


Sepertinya, semesta berpihak kepadanya hari ini karena seperti yang dia tau bahwa Rey dan Steven sudah berangkat ke luar negeri dengan Rey yang berada di Italia untuk mengurus kuliahnya dan Steven yang berada di Seoul untuk mengurus apartemennya


Jika ditanya mengapa Boy tidak ikut? Karena dia sedang berada di luar kota untuk bisnis pertama yang dipercayakan om Heru terhadapnya


"Apakah aku bisa mendapatkan maafnya?"


lirih Devan pelan seraya menatap miris ruangan dimana Kesya berada


Tak lama kemudian dengan segala keberanian akhirnya Devan mengetuk pintu ruangan Kesya dan masuk ke dalam dimana Kesya hanya sendirian di kamar tersebut


"Kak Devan?"


panggil Kesya terkejut


"Key, gue boleh ketemu lo?


tanya Devan pelan yang membuat Kesya terkekeh


"Ya boleh lah, emangnya siapa yang ngelarang, kak?"


Tanpa menjawab, Devan pun berjalan mendekati Kesya dan duduk tepat dihadapannya


"Boleh ngomong serius?"


"Kak, jangan natap gue gitu"


Kesya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan karena Devan menatapnya intens


"Key, serius"


ucap Devan yang lagi-lagi menatapnya intens


"Kak, lo tau sendiri gue suka salting tiap ada yang natap gue segitunya"


ketus Kesya yang membuat Devan terkekeh pelan


"Key-"


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan"


"Lo mau gue cium?"


"Gila!!"


"Dengerin gue tanpa memotong pembicaraan atau-"


"Iya iya cepetan ngomong"


Devan pun tersenyum tipis lalu memberanikan diri menggenggam tangan Kesya


"Maaf.."


ucapnya pelan


"Maaf untuk semua kelakuan jahat gue"


"Maaf untuk air mata berharga yang jatuh lagi gara-gara gue"


"Dan maaf karena udah nyakitin lo berkali-kali"


Kesya hanya diam, diam menatap pria yang meminta maaf didepannya


"Marahi gue, Key. Kalau perlu pukul gue..gue nggak pantas buat bersanding dengan lo"


"Kak.."


"Maaf.."


"Udah?"


tanya Kesya yang membuat Devan mengangguk pelan


"Siap-siap, kak"


Devan pun menutup mata karena tau Kesya akan memukulnya

__ADS_1


Namun, diluar dugaan. Gadis itu tidak memukul atau memarahi Devan dan yang dilakukannya hanya mengelus wajah Devan dan tersenyum tipis


"Gue nggak pernah punya hak buat marah ke lo"


"Key.."


"Diam, kak. Gue belum selesai ngomong"


Akhirnya Devan mengunci rapat mulutnya


"Gue gapapa, serius. Gue sadar kalo gue nggak bisa gini, gue nggak bisa marah dan kecewa sama lo. Maaf karena sempat bersikap childish dan malah bikin lo jadi ngerasa bersalah sama gue, maaf-"


"Sayang.."


Ucapan Kesya terhenti saat Devan menyebutnya dengan panggilan sayang


Jujur, gue rindu.-Kesya


"Gue nggak mau denger lo ngomong gitu. Lo berhak marah ke gue bahkan kalo lo kesal, lo bisa tampar gue. Gue rela asalkan jangan cuek ke gue karena gue nggak bisa. Gue nggak bisa ngeliat lo diam dan nggak kek Kesya yang gue kenal lagi"


"Emang Kesya yang lo kenal tuh gimana?"


tanya Kesya tersenyum tipis


"Cerewet, galak, bawel dan-"


"Dan apa?"


"Ngangenin".


*****


Saat ini, Devan sudah kembali mendapat maaf dari Kesya hingga dirinya enggan untuk kembali kerumah walaupun sudah dipaksa berkali-kali


"Sayang.."


tegur Devan lagi saat Kesya memintanya untuk pulang


"Kak Devan nggak usah khawatir, gue bisa jaga diri. Cuma nunggu Yera kesini aja"


"Gue nggak mau denger alesan apapun."


"Kepala batu"


"Key.."


"Jangan suka Boy."


"Ha?"


"Please, jangan suka Boy"


"Kak Devan nggak waras atau gimana sih?"


"Gue takut, Key"


"Takut?"


"Gue takut kehilangan lo"


Deg.


Jantung Kesya berdebar lebih cepat dari biasanya saat Devan mengatakan bahwa dirinya takut kehilangan Kesya


"Gue takut.. Takut pas lo sadar, lo nggak akan pernah kasih izin buat gue minta maaf bahkan sekedar ngeliat muka lo. Gue takut setelah ini kita bakal jadi orang asing dan gue takut.. takut kalo nantinya gue harus kehilangan lo"


"Kak.."


"Gue sayang lo, Key.. banget"


"Udah ya, gue kan gapapa toh buktinya gue masih disini kan masih sama lo jadi jangan mikir yang aneh-aneh"


"Gue takut-"


"Gapapa kan gue bisa bela diri, nanti yang bikin lo takut harus berhadapan sama gue. Masa ada yang bikin most wanted takut sih?"


ucap Kesya terkekeh pelan membuat Devan tanpa sadar tersenyum menatapnya


"Makasih ya, Key"


"Makasih buat?"


"Makasih udah masuk di hidupnya seorang Devan"


"Iya, kak"

__ADS_1


ucap Kesya tersenyum tipis.


*****


Diluar ruangan, langkah Boy terhenti saat melihat Devan sedang berbicara dengan Kesya


Saat itu, Boy baru saja pulang dari luar kota dan ingin memberikan oleh-oleh pesanan Kesya, namun ia ragu untuk masuk karena dilihatnya Devan dan Kesya butuh waktu berdua hingga sebuah langkah kaki seseorang membuyarkan lamunannya


"Boy?"


"Eh-mas Raka"


ucap Boy sopan


"Mengapa tidak masuk?"


Belum sempat Boy menjawab, tatapan Raka tertuju pada ruangan Kesya yang memperlihatkan bahwa Devan yang sedang bersamanya


"Gapapa, mas. Cuma mau kasih ini tapi nggak penting juga, kapan kapan Boy balik deh"


"Boy, ada waktu? Mas mau ngobrol berdua"


"Boy nggak di interogasi kan?"


gumam Boy yang membuat Raka terkekeh


"Punya waktu atau tidak, Boy?"


"Mas jangan galak-galak, serem tau"


Seketika Raka tertawa melihat tingkah Boy yang sedikit takut ketika diajak berbicara.


*****


Ruangan Kepala Rumah Sakit


"Buset, berasa di vonis penyakit mematikan ini mah, udah masuk aja ke ruangan kepala rs"


ucap Boy saat mereka baru saja memasuki ruangan Raka


"Hahaha kau ini"


"Tapi bener mas, soalnya Boy baru kali ini masuk ruangan kepala rs"


"Yasudah, kita lanjut ke topik yang mau mas ajak kamu untuk membahasnya"


"Bentar mas, siapin diri"


Anjir gue takut banget ditanya tentang Kesya.-Boy


"Sudah?"


tanya Raka terkekeh membuat Boy mengangguk pelan


"Apa mas boleh menitipkan Kesya dengan Boy?"


Kan..-Boy


"Mas.."


"Mas percaya kamu. Tolong jangan merusak kepercayaan mas"


"Tapi Boy dan Kesya nggak ada hubungan apa-apa mas"


"Nantinya kan Boy yang akan dekat dengan Kesya. Mas tidak bisa mempercayakan siapapun selain mereka dan sekarang mas memberikan kepercayaan kepada Boy"


"Mas, maaf sebelumnya bukannya Boy nggak mau tapi Boy ngerasa nggak pantes aja dapat kepercayaan mas apalagi ini jagain gadis kecil kesayangan semua orang"


"Boy, kalau mas sudah memberikan kepercayaan itu artinya mas tau bahwa Boy berhak menjaga Kesya. Mas bisa tau dari cara Boy memperlakukan Kesya, dari cara Boy menatap Kesya dan dari cara Boy memperhatikan Kesya"


Mas nggak tau kan tentang perasaan gue?-Boy


"Walaupun mas tau kalian sering tidak akur layaknya Rey dan Kesya tapi mas tau bahwa Boy memperlakukan Kesya dengan baik"


"Mas maaf, tapi gimana sama Devan? Boy seolah-olah melangkah ngelewatin Devan"


"Lelaki itu? Mas tidak menyetujui nya"


What the hell?.-Boy


"Boy, catat ini jika ada lelaki yang membuat air mata Kesya jatuh berkali-kali, ia tidak pantas mendapatkan restu dari mas"


Nggak Rey nggak mas Raka sama-sama keras. Dev, tenang gue bakal bantu lo sebisa gue walaupun harus melepas perasaan gue.-Boy


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2