Tentang Kesya

Tentang Kesya
Interogasi Keluarga


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Satu bulan yang lalu, Boy benar-benar memutuskan bahwa ia akan membawa Kesya ke hubungan yang lebih serius. Namun, lelaki itu tidak mau memberitahukan Kesya terlebih dahulu, Boy malah berkunjung ke rumah Mami Citra untuk meminta izin sekaligus meminta restu dari seluruh keluarga besar Kesya.


Benar saja, malam ini Boy melakukan mobilnya menuju ke kompleks perumahan Mami Citra bersama dengan Om Heru karena sebelumnya Boy meminta tolong kepada Gabriel untuk mengumpulkan semuanya.


"Shalom, selamat malam" ucap Om Heru ketika melihat pintu rumah terbuka lebar.


"Eh udah sampai ternyata, pas sekali ayo kita makan malam bersama dulu" ajak Papa Aldino karena memang mereka baru saja diberitahukan bahwa makan malam sudah siap.


Om Heru menolak dengan sopan. "Tidak, Al. Kami menunggu saja, kami juga sudah makan malam."


"Om, ayo gabung aja karena Mama dan Mami sengaja masak banyak" celetuk Gabriel yang saat itu sedang menemani Hawila bermain.


Citra yang saat itu baru saja keluar dari dapur pun terkejut melihat tamu mereka sudah sampai. "Eh Boy dan Papa nya sudah sampai ternyata, ayo kita makan malam dulu."


Mau tidak mau, Om Heru dan Boy pun ikut makan malam karena dipaksa beberapa kali.


Tak lama kemudian, seluruh keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga karena memang mereka akan membahas sesuatu yang katanya sangat penting. Dio dan Helen tidak bisa hadir dalam pertemuan ini dikarenakan mereka menetap di Swiss. Sedangkan Steven dan Rey pun harusnya sudah kembali ke Seoul dan New York, namun karena alasan rindu keluarga jadilah mereka sering kembali ke Indonesia.


"Sebelumnya, aku meminta maaf karena sudah mengganggu waktu semua orang" ucap Om Heru membuka suara.

__ADS_1


"Aku disini bersama anak sulung ku ingin meminang putri dari keluarga ini."


Mendengar ucapan Om Heru, tak satu pun dari mereka yang bisa menahan senyum. Semua orang sudah benar-benar menunggu hari ini tiba.


"Wow, akhirnya ya setelah sekian lama" celetuk Gabriel tertawa.


Boy berdehem pelan sebelum membuka suara. "Boy disini membawa Papa dengan niat yang sangat serius mau mengajak Kesya menghabiskan waktunya untuk menjadi teman hidup Boy. Sebelumnya, Boy benar-benar meminta maaf karena sampai di titik ini butuh waktu yang lama dan mungkin kesannya Boy seperti sedang menggantung perasaan Kesya. Tapi jujur, ada begitu banyak hal yang perlu Boy urus sebelum mengajak anak orang menghabiskan waktunya bersama Boy."


Senyum masih tercetak jelas di wajah semua orang, terlebih ketika Boy menggunakan bahasa yang begitu sopan sekali.


"Boy meminta izin kepada semuanya, terutama kepada Tante Citra yang sudah melahirkan Kesya dan Om Aldino juga Tante Melly yang sudah dianggap orang tua kandung oleh Kesya. Boy meminta izin untuk melamar Kesya dan menikahinya. Boy nggak bisa menjanjikan apa-apa karena janji itu sangat sakral dan kita nggak bisa menebak hari esok bagaimana, Boy takut jika nantinya Boy sendiri yang akan mengingkari janji yang suda Boy buat. Namun, Boy akan selalu berusaha untuk menuntun Kesya juga menjaga Kesya. Boy akan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan Kesya, dan juga Boy akan selalu berusaha untuk melanjutkan kewajiban Om Franklin."


Tante Citra membuka suara seraya menatap Boy dengan penuh haru. "Tentu saja Tante akan merestuinya dan memberikan izin pada Boy. Malah harusnya Tante yang berterima kasih karena Boy sudah menyukai anak Tante. Memang, melepaskan anak perempuan itu sangat susah, tapi jika Boy orangnya, maka Tante akan sangat percaya. Terima kasih juga karena Boy sudah mau menjadi Daddy untuk Ello."


"Om pun begitu, keputusan selanjutnya ada di tangan Kesya, dia yang akan memutuskan semuanya walaupun kemungkinan kecil Kesya akan menolaknya" ucap Papa Aldino yang membuat semua orang tertawa.


Mama Melly tersenyum tipis. "Boy itu anak yang sangat baik, Papa nya berhasil mendidik Boy hingga ke titik sekarang. Jawaban Tante pun pasti sama, Tante merestui Boy dan Kesya. Tolong jaga Kesya ya, kalau pun nantinya rasa itu sudah hilang, Boy tau kan harus berbuat apa? Kembalikan saja ke keluarga ini, kami pasti akan menerima Kesya kembali."


Boy mengangguk mantap. "Boy nggak bisa menjanjikan kalau rasa itu pasti tetap sama karena pasti rasa itu akan berubah seiring waktunya, tapi Boy akan selalu berusaha untuk mempertahankan semuanya."


Malam itu, Boy dengan sangat mudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga besar Kesya.


*****


Disinilah semua orang berada, di taman kecil yang ada di kolam renang karena sepertinya malam ini Boy akan diinterogasi kan oleh para lelaki yang sudah duduk dihadapannya.


"Wait, Bang Dio belum angkat" ucap Steven seraya berkali-kali menatap layar ponselnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terlihatlah wajah Dio memenuhi layar ponsel sehingga mereka sudah bisa memulai sesi interogasi ini.


"Mas, aku izin duluan ya soalnya masih ada urusan setelah ini" ucap Dio meminta izin.


Raka pun mengangguk pelan.


Dio berdehem sebelum membuka suara. "Boy, welcome to this family interrogation session." (Selamat datang di sesi interogasi keluarga ini.)


"First of all, what made u able to make the final choice on Kesya?" (Pertama-tama, apa yang membuatmu menetapkan pilihan terakhir kepada Kesya?)


"Izinkan Boy menjawabnya Bang. Sebelumnya, tentu kita nggak pernah bisa merencanakan cinta kita untuk siapa bahkan Boy sendiri nggak pernah membayangkan bahwa Kesya yang akan menjadi pemilik hati. Selama 7 tahun memendam semuanya, Boy semakin yakin setelah melihat Kesya memperlihatkan dirinya yang apa adanya dihadapan Boy. Hal itu bukan membuat perasaan Boy kurang, malah Boy semakin bertekad untuk memenangkan hati Kesya."


"What if the one u know is another woman?" (Bagaimana jika yang kamu kenal itu wanita lain?)


"I can't predict anything. However, I'm sure that my feelings are not as deep for Kesya as they are now." (Aku tidak bisa memprediksi apapun. Namun, aku yakin bahwa perasaan ku tidak akan sedalam pada Kesya seperti sekarang.)


Dio bertepuk tangan seolah puas dengan jawaban Boy. "Boy, u got it! Tolong jaga adek gue baik-baik dan jangan lupa kabarin kapan pernikahannya." (Boy, kamu mendapatkannya.)


Boy tersenyum tipis namun ia tidak bisa berbangga diri terlebih dahulu karena ia baru memenangkan satu orang saja. Masih ada lima orang lagi yang sedang menunggu giliran untuk membantai Boy malam ini.


"Boy bisa sebutkan minimal 3 kebiasaan Kesya?"


Raka seolah tidak memberikan kesempatan untuk Boy hanya sekedar bernafas lega.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2