Tentang Kesya

Tentang Kesya
Kesya Egois


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Boy baru saja terbangun dari tidurnya dan segera mengecek ponsel karena ia tau malam kemarin Kesya sudah terbang ke London bersama anak mereka. Sebenarnya, Boy ingin sekali bergadang dan menunggu Kesya sampai di London, namun karena dirinya beberapa hari terakhir lembur bekerja hingga membuat ia malam kemarin tidak sengaja tertidur.


"Loh? Sejam yang lalu Ello nelpon, berarti mereka udah sampai. Kalau gue telpon sekarang pasti orangnya masih tidur" gumam Boy pelan.


Ia pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menelepon Ello kembali karena ia tau di London masih gelap dan mereka masih tertidur nyenyak.


Sampai sekarang gue masih nggak tau alesan lo..-Boy.


*****


Devan berkali-kali mengetuk pintu apartemen Kesya hingga akhirnya keluarlah Steven dengan raut wajah kesal. Lelaki itu benar-benar tidak pernah bisa memaafkan Devan lagi.


"Stev, sorry gue ganggu lo, Kesya dimana ya?" tanya Devan dengan raut wajah khawatir.


Steven terdiam mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Devan. Akhirnya ia tau penyebab Kesya memilih pergi adalah karena lelaki yang sedang berdiri dihadapannya ini.


Bughh


Tanpa pikir panjang Steven langsung memukul wajah Devan hingga membuat lelaki itu tersungkur ke belakang karena tidak menyangka akan dipukul secara tiba-tiba.


"Anjing! Ternyata gara-gara lo, adek gue pergi?!"


Ucapan Steven tentu saja membuat Devan pun terkejut. Ia bahkan tidak menyangka bahwa Kesya akan pergi karena bertengkar dengannya hari itu.


"Pergi?! Pergi kemana, Stev?!"


"Lo kira gue bakal kasih tau ke orang yang jadi penyebab adek gue pergi?! Nggak akan, anjing! Pergi lo dan nggak usah cari tau tentang Kesya lagi."


Brak


Steven menutup pintu apartemen dengan kasar membuat Devan hanya bisa menghela nafas berat karena tau dirinya pasti akan susah mendapat informasi tentang Kesya lagi terlebih gadis itu sudah memblokir semua akun sosial media miliknya. Kesya seolah tidak memberikan celah untuk Devan bisa menemukannya.


"Sayang, kamu dimana..?"


Devan benar-benar frustasi seperti saat ia melakukan kesalahan dulu. Namun bedanya, sekarang ia bahkan tidak tau Kesya kemana.


Ponsel Devan berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Kirana.


"Bang, Kak Kesya nggak pulang ke Indo kata Yera" ucap Kirana melaporkan.

__ADS_1


Devan terdiam. Ia pun tidak tau harus mencari kemana lagi jika Kesya tidak kembali ke tanah kelahiran. Tidak mungkin kan ia harus mencari ke seluruh negara?!


*****


Steven masuk kembali ke apartemennya dengan wajah yang penuh emosi. Tangannya bergerak mengambil ponsel dari atas meja lalu mengetik sesuatu


Bodyguard Kesya.


Gue udah tau alesan Kesya pergi.-Steven.


Gimana?-Dio.


Devan baru aja balik dari apart dan gue yakin dia alasan Kesya pergi.-Steven.


Dia nyari Kesya?-Dexter.


Ho'oh, minta tolong gue buat kasih tau dimana Kesya. Keknya sih Kesya udah lepas komunikasi sama dia, secara dia aja sampai harus ke apart nyari Kesya.-Steven.


Boy hanya diam menatap layar ponselnya yang menyala dengan room chat grup. Akhirnya, ia tau alasan Kesya pergi dan memang karena Devan.


Apa lo secinta itu sampai harus pergi karena ada masalah sama dia, Key..?-Boy.


*****


"Hello good morning my love" (Helo selamat pagi cintaku) ucap Kesya seraya mencium Ello dengan gemas.


"Hei, sudah pagi." Lagi-lagi Kesya harus ekstra sabar membangunkan sang anak.


Ello memang bocah yang pintar namun sepertinya sifat malas bangun sudah diturunkan Boy padanya sehingga Kesya akan harus berusaha keras untuk membangunkan anaknya.


Setelah beberapa kali dibangunkan akhirnya Ello pun bangun dari tidurnya. Bukan Ello namanya jika tidak bermanja-manja dulu dengan Kesya. Ia langsung membaringkan kepalanya di pangkuan gadis itu sehingga membuat Kesya tertawa.


"Manja banget sih" ucap Kesya disela-sela gelak tawanya.


Ello terkekeh pelan. "I'm hungry, Mom." (Aku lapar, Mom.)


"How can u eat if u just woke up?" (Bagaimana kamu bisa makan jika kamu baru saja bangun?)


Pertanyaan Kesya membuat Ello terkekeh pelan. Ia sendiri tidak tau mengapa kalau pagi sangat malas sekali bangun padahal dirinya tidur cepat setiap malam.


"I am sorry, Mommy." (Aku minta maaf, Mommy.)


Cup.


Ello benar-benar menyayangi gadis itu. Gadis yang mau merelakan masa mudanya hanya untuk mengasuh seorang anak yang bahkan tidak memiliki darah yang sama dengannya. Hati Kesya benar-benar seperti malaikat, ia tidak pernah memperhitungkan apapun saat menetapkan diri untuk menjadi wali Ello.


Bagaimana nantinya jika Ello mengetahui semuanya dan pergi dari Kesya? Ah, gadis itu tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Ello. Sehari saja ia tak melihat anaknya, Kesya akan uring-uringan.

__ADS_1


"Ah, Mommy. How's Daddy?! Huh, Daddy is so bad." (Ah, Mommy. Bagaimana dengan Daddy?! Huh, Daddy sangat buruk.)


Kesya tertawa mendengar ucapan sang anak yang mengatakan bahwa Boy sangat buruk hanya karena tidak mengangkat panggilannya.


"Mau menelepon Daddy sekarang?" tanya Kesya yang membuat Ello mengangguk cepat.


"Hurry up, Mom. I miss Dad." (Cepat, Mom. Aku rindu Dad.)


Kesya pun segera beranjak dari tempat tidur untuk mengambil ponsel dari atas meja dan menelepon Boy karena bisa dipastikan bahwa lelaki itu sudah berada di kantor.


"Halo, Kak?"


"Kenapa, Key? Ada sesuatu?" tanya Boy dengan suara khawatir membuat Kesya terkekeh pelan.


"Biasa, ada yang nyariin. Tau nggak sih tadi Kak Boy dibilang buruk banget cuman gara-gara nggak angkat telpon malam tadi."


Ello segera bergerak mendekati Kesya dan membisikkan sesuatu yang tentu saja didengar oleh Boy. "Mommy don't say that. Daddy will be very angry." (Mommy jangan katakan itu. Daddy akan sangat marah.)


"Oh so someone's talking behind Daddy? Why have u dared to play a secret?" (Oh jadi ada yang ngomongin Daddy di belakang? Mengapa kamu berani bermain rahasia?)


Terdengar suara Ello terkekeh pelan seolah tau dirinya bersalah. "I am sorry, Dad. I miss Daddy, really." (Aku minta maaf, Dad. Aku rindu Daddy, serius.)


"Would u like to have a video call with Daddy?" (Apakah kamu ingin melakukan panggilan video dengan Daddy?)


"Kak, dia aja baru bangun belum mandi" ucap Kesya mengadu.


"Oke, Daddy mau video call asalkan Ello mandi sekarang."


Tentu saja ucapan Boy membuat Ello manyun seketika. Ia sangat malas mandi pagi ini dan mau tidak mau harus menuruti ucapan Daddy nya karena ia ingin sekali melakukan panggilan video.


"Okay, Daddy win." (Oke, Daddy menang.)


Akhirnya setelah mandi dengan sangat malas, sekarang Ello dan Boy pun sedang melakukan panggilan video dengan Kesya yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Ello.


"How was the flight? Was it really fun there?" (Bagaimana penerbangannya? Apakah disana sangat menyenangkan?) tanya Boy seraya tangannya sibuk memeriksa beberapa berkas yang baru saja diantar oleh sekretaris.


Ello menggeleng pelan. "I am sad because Daddy isn't with me, but I am happy when Mommy is happy" (Aku sedih karena Daddy tidak bersamaku, tapi aku senang ketika Mommy bahagia.) gumam bocah itu pelan.


Ucapan Ello masih bisa didengar oleh Kesya hingga gadis itu terdiam seketika. Ia baru saja bahwa dirinya sangat egois sekarang dimana ia lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan kebutuhan sang anak.


Nak, Mommy minta maaf..-Kesya


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2