Tentang Kesya

Tentang Kesya
Penyakit Ello


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Dua bulan kemudian, dan semuanya masih terlihat seperti sebelum-sebelumnya dimana Dhea dan Devan benar-benar tidak pernah saling bertegur sapa walaupun Devan sudah kembali ke apartemen.


Huekkkk... huekkkkk... huekkkkkkk...


Pagi itu entah kenapa tiba-tiba Dhea merasakan bahwa ia sangat mual bahkan tidak sempat menyentuh sarapan paginya.


Beberapa kali pergi ke wastafel namun tidak ada yang ia muntahkan sehingga membuat dirinya tiba-tiba memikirkan hal yang tak seharusnya ia pikirkan.


*****


"Hei, udah sarapan?" tanya Boy saat ia baru saja masuk ke dalam ruangan Kesya.


Kesya tersenyum tipis. "Udah, tadi cuman maska nasi goreng aja soalnya nggak tau kenapa Ello rewel banget jadi susah buat kemana-mana" ucapnya mengadu kepada lelaki yang memang saat itu kembali ke rumah Om Heru, jadi Boy tidak tau bahwa Ello pagi ini sangat rewel.


"Loh, rewel kenapa? Sakit dia?" tanya Boy seraya mengerutkan keningnya heran.


Kesya menggeleng. "Badannya sih nggak panas, nggak tau deh kenapa tiba-tiba rewel banget terus nggak mau jauh dari gue. Tadi tuh dia sempet nyari Kak Boy tapi untungnya nggak sampai ngamuk-ngamuk."


"Nanti deh gue ikut jemput dia kalau pulang sekolah."


"Oh iya, gimana keadaan Om Heru?" tanya Kesya saat ia berjalan mendekati Boy yang sedang duduk di sofa.


"Gapapa, palingan ntar udah sembuh. Kemaren tuh kayanya dia kebanyakan makan daging deh jadi ya gitu kolesterolnya tinggi" ucap Boy terkekeh pelan.


"Kak Boy nggak mau tinggal sama Om aja? Kasian tau Om sendirian disana."


"Nggak sendirian, Papa kan punya banyak pelayan, gue juga sering bolak balik ke rumah kalau misal kerjaan nggak banyak banget. Agak menguras tenaga sih, apalagi jarak dari rumah Papa ke kantor lumayan jauh."


"Atau Om aja tinggal di rumah Kak Boy?" usul Kesya seraya menatap lelaki dihadapannya yang sedang bercerita.


Boy menggeleng pelan. "Katanya takut ngerepotin, apalagi kan di rumah bener-bener gue sendiri dan nggak ada pembantu."

__ADS_1


"Padahal kan nggak ngerepotin sama sekali, gue juga bisa bantu jagain Om sesekali kalau nggak ada deadline mepet, terus juga kan Om bisa main bareng Ello juga."


"Papa sering banget nanya kapan Ello nginep lagi" ucap Boy tertawa mengingat Om Heru yang hampir setiap hari bertanya hal yang sama.


"Terus lo jawabnya gimana, Kak?"


"Gue bilang aja nanti tunggu beneran jadi cucu Papa."


Plak.


"Heh, suka banget sih godain Om! Kan emang Om udah jadi kakeknya Ello! Gimana sih?!"


Kesya yang sedikit terkejut mendengar jawaban Boy pun langsung memukul lengan lelaki yang sudah tertawa terbahak-bahak itu.


"Kata Papa Jagan lama-lama nanti takutnya diambil orang."


"Hah? Maksudnya gimana?" tanya Kesya seraya mengerutkan keningnya heran. Ia benar-benar tidak mengerti kemana arah ucapan Boy itu.


Boy pun hanya terkekeh pelan melihat raut wajah penasaran Kesya.


*****


Malam itu, Kesya kembali diuji dengan sikap Ello yang entah kenapa sejak kemarin benar-benar rewel hingga ia cukup lelah untuk mengurus anaknya sendirian.


Karena melihat anaknya yang sangat menderita, akhirnya Kesya tanpa berpikir panjang langsung membawa Ello ke rumah sakit untuk memeriksa apa yang terjadi pada anaknya tersebut.


"Halo, dek? Ada apa?" tanya Raka ketika panggilan sedang berlangsung.


"Mas Raka masih di rumah sakit? Ini Kesya otw rumah sakit bawa Ello, dari kemaren dia cerewet terus ngeluh sakit di bagian dadanya tapi Kesya nggak tau penyebabnya apa."


"Tenang dulu, hati-hati menyetir, Mas akan menunggu."


*****


Tak butuh waktu lama bagi Kesya untuk sampai di rumah sakit milik keluarga Aldino karena memang rumahnya benar-benar berada di pusat kota.


Kesya segera berlari membawa Ello yang berada di pelukannya lalu menuju ke ruangan milik Raka.


Klek

__ADS_1


"Baringkan dulu, dek" ucap Raka seraya menepuk pelan ranjang rumah sakit yang ada di ruangannya.


Setelah membaringkan Ello, Kesya pun hanya bisa melihat Raka yang sedang memeriksa anaknya bersama dengan dua orang perawat yang sejak saat Kesya masuk sudah berada disana.


Cukup lama Raka memeriksa keadaan Ello hingga membuat bocah itu kembali rewel. "Sebentar, Ayah sedang memeriksa jagoan Ayah" ucap Raka memberikan pengertian.


Namun, rasa sakit yang dirasakan bocah itu benar-benar tidak biasa sehingga ia hanya bisa menangis. Kesya yang melihat anaknya kesakitan pun ikut menangis karena ia merasa tidak pantas disebut Mommy karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika anaknya sedang sakit.


Setelah memberikan beberapa obat kepada Ello hingga bocah itu tertidur, Raka pun mengajak Kesya untuk sedikit menjauh dari Ello.


"Ello terkena penyakit pneumonia yang disebabkan oleh infeksi virus, jamur, dan bakteri pada paru-paru. Gejalanya demam, batuk pilek, dan sesak nafas."


Kesya terdiam. Air mata mulai mengalir membasahi wajah cantiknya. Bagaimana tidak? Ia benar-benar merasa kasihan dengan Ello yang masih sangat muda sudah terkena penyakit.


"Jangan menangis, Ello pasti sembuh." Raka segera mengelus punggung sang adik ketika tatapan Kesya tertuju pada Ello yang sudah tertidur nyenyak diatas ranjang rumah sakit.


"Mas.. Ello pasti sembuh, kan..?"


Raka mengangguk mantap. Lagi pula, penyakit pneumonia ini sangat umum terjadi di Indonesia, hanya saja infeksi ini dapat mengancam nyawa.


Klek


Pintu ruangan Raka terbuka dan masuklah Boy dengan raut wajah khawatir. Bukan tanpa alasan, Boy memang mengetahui lokasi Kesya dari GPS yang ada di ponselnya sehingga ketika melihat Kesya yang berada di rumah sakit membuat lelaki itu bahkan menunda pertemuan besar hanya untuk mengetahui apa yang terjadi, terlebih ketika Kesya tidak mengangkat panggilan darinya.


"Ello kenapa?" tanya Boy to the point padahal ia sendiri belum menyadari bahwa anak lelakinya sedang tertidur nyenyak.


"Duduk dulu, Boy" ucap Raka tersenyum tipis.


"Maaf, Mas."


"Karena orang tuanya sudah berkumpul, jadi lebih baik dibicarakan bersama. Sekali lagi Mas katakan bahwa Ello di umurnya yang sekarang, ia mengalami penyakit pneumonia, dimana terdapat infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Tenang saja, penyakit ini bisa sembuh jika Ello rutin berobat ke dokter karena untuk jangka pendek saja hanya membutuhkan beberapa hari atau beberapa minggu untuk sembuh."


"Apa Ello harus rawat inap?" tanya Boy yang membuat Raka menggeleng pelan.


"Mas sudah berikan obat pereda nyeri dan sepertinya penyakit Ello masih terbilang jauh dari kata serius jadi tidak perlu untuk rawat inap. Tapi jika Mommy nya masih khawatir, Mas bisa mencari kamar untuk Ello" ucap Raka seraya menatap Kesya yang masih menunduk.


"Pulang aja, ya? Nanti gue ikut jaga Ello" ucap Boy seraya menggenggam tangan mungil Kesya.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2