
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Asyera bertepuk tangan mendengar ucapan Boy. "Kak, u got it! Yera sangat amat minta tolong jaga Kak Kesya. Dia orang yang jadi saksi tumbuh kembangnya Yera, Kak. Jujur, Yera takut banget ngelepas Kak Kesya buat jadi istri orang karena setelah statusnya beda, mungkin ada beberapa perbedaan sikap antara Yera dan Kak Kesya. Tapi, Yera percaya kalau Kak Boy orangnya."
Semua orang terdiam mendengar ucapan Asyera. Tak satu pun dari mereka yang menyadari bahwa si bontot kesayangan keluarga sudah benar-benar dewasa sekarang. Asyera yang dulunya selalu merengek untuk minta dibelikan ayam kakek sudah berhasil membuat semua orang kagum padanya.
"Dek, lo jangan cepet gede" ucap Gabriel yang seolah tidak terima adik terakhirnya sudah dewasa.
Asyera tertawa. "Yera kan cuman ngomong fakta, Kak."
"Gue speechless sih, nggak nyangka kalau nih bocah udah bener-bener gede aja."
"Oke, back to topic! Boy, lo tau tanpa adanya interogasi keluarga pun lo pasti dapat restu dari kita semua. Harapan kita semuanya sama, tolong lo ganti posisi kita semua buat jaga Kesya karena setelah Kesya nerima lo, lo akan jadi orang pertama yang harus bisa jaga adek gue. Gue sangat amat berterima kasih karena lo udah suka sejauh ini sama adek gue bahkan dengan semua perjuangan lo buat dapetin hati Kesya. Kalau pun ada sesuatu hal yang buruk terjadi nantinya, gue mohon lo balikin adek gue baik-baik ke kita semua karena mau gimana pun kita bakal tetap terima Kesya."
Boy mengangguk. "Gue nggak bisa janji apa-apa buat bikin kalian semua jadi aman ngelepas Kesya. Tapi, gue bakal selalu berusaha untuk menjadikan Kesya satu-satunya dan selalu mempertahankan hubungan gue dan Kesya."
Malam itu, Boy telah menyelesaikan interogasi keluarga dan mendapatkan semua restu dari seluruh keluarga besar Kesya.
*****
Kesya terdiam ketika Boy menyelesaikan ceritanya. Entah kenapa rasanya sangat susah untuk sekedar membuka suara, namun air mata sudah sukses membasahi wajah cantiknya.
Boy yang melihat hal itu pun segera menghapus jejak air mata Kesya dengan lembut dan tersenyum tipis. "Gue cerita bukan mau bikin lo nangis padahal."
"Kak.. gue nggak tau kebaikan apa yang udah gue lakuin selama ini sampai-sampai Tuhan menghadirkan lo di hidup gue.."
Boy menggeleng. "Gue yang harusnya sangat amat bersyukur karena selama ini ternyata penantian gue nggak sia-sia. Gue berterima kasih banyak karena lo mau belajar buka hati dan membalas semua perasaan gue. Kedepannya, gue akan selalu jadi orang pertama tempat lo pulang."
__ADS_1
Kesya memeluk tubuh kekar calon suaminya. Ia benar-benar masih tidak percaya jika akhirnya lelaki yang ada di pelukannya ini akan menjadi suaminya. Lelaki yang tidak pernah melarangnya untuk menangis, lelaki yang selalu siap menjadi tameng untuknya, dan lelaki yang selalu ada ketika ia membutuhkan.
Bertahun-tahun terjebak dalam hubungan tanpa status hingga akhirnya mencapai titik terang. Dan inilah akhir dari semuanya, mereka benar-benar akan melangkah menuju pernikahan.
*****
Pagi ini Kesya bangun dari tidurnya ketika ia mendengar teriakan Ello yang bisa dipastikan sedang berebut mainan dengan Asyera karena sang adik sedang menginap di rumah Kesya.
"Loh? Tumben banget udah pada bangun" gumam Kesya ketika melihat Asyera dan Ello sedang bermain bersama di ruang keluarga.
"Noh anak Kak Kesya pagi buta nyamperin Yera buat nemenin dia baca buku" gerutu Asyera dengan wajah kesalnya.
Ello yang mendengarnya pun tertawa. "Papi itu seperti kebo jadi Ello harus membangunkan Papi."
"Ello bangun jam berapa?" tanya Kesya menatap sang anak.
"Jam 4" teriak Ello cepat.
"Astaga, siapa suruh Yera begadang sih? Yaudah sana lanjut tidur dulu tar Kak Kesya bangunin kalau sarapan udah siap. Dan Ello, tolong jangan ganggu Papi tidur, okay?"
Mendengar ucapan Kesya, Ello pun segera mengangguk setuju. Hal itu yang membuat Asyera menatap keponakannya dengan heran.
"Sama Mommy nya aja langsung nurut" gerutu Asyera pelan lalu berjalan menuju ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Bertepatan dengan masuknya Asyera ke kamar, bel rumah terdengar hingga membuat Kesya segera keluar melihat siapa yang bertamu pagi-pagi sekali.
"Loh? Dhea?"
Setelah memastikan bahwa tamu nya benar-benar Dhea, Kesya pun membuka pintu dan mempersilahkan Dhea untuk masuk.
"Masuk, Dhe. Lo apa kabar? Tadi nyetir sendiri atau diantar Kak Devan? Duduk dulu, duh maaf ya masih berantakan soalnya gue kesiangan dan belum mandi juga."
Dhea tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. "Santai aja, Key. Gue kesini cuman mampir bentar kok soalnya tadi lewat jadi sekalian mampir deh."
__ADS_1
"Oh ya? Gimana keadaan lo sekarang? Baby nya udah tau cewek atau cowok? Kita lama ya nggak ngobrol banyak" ucap Kesya tertawa.
"Key, sebenarnya gue masih bersalah banget sama lo dan bahkan gue bener-bener malu buat ketemu lo sekarang. Gue memberanikan diri buat mampir karena gue rasa gue perlu ngomong langsung dan minta maaf langsung sama lo, Key."
"Dhea, jangan gitu. Lo nggak salah apa-apa jadi lo nggak perlu minta maaf sama gue. Untuk semuanya itu udah berlalu dan gue pun nggak bisa marah sama lo atau pun Kak Devan karena emang takdirnya kita udah selesai. Gue cuman mau mengikhlaskan semuanya sekarang karena gue pun perlu mengejar bahagianya gue sendiri."
Deg.
Tanpa sadar Dhea menatap jari manis yang dielus Kesya. Terlihat jelas bahwa jari manis Kesya sudah tidak kosong lagi dan terisi dengan cincin yang sangat indah.
"Gue menetapkan pilihan terakhir gue ke Kak Boy" ucap Kesya tersenyum tipis.
"Key..? Lo serius?! Lo dan Kak Boy?!"
Kesya tersenyum tipis seraya mengangguk ketika melihat raut wajah Dhea yang cukup terkejut.
"Astaga, gue ikut seneng, Key! Setelah sekian lama akhirnya lo bisa terima Kak Boy. Mungkin kesannya gue kurang ajar banget sekarang tapi jauh dalam lubuk hati gue, gue ikut seneng dengan apapun pilihan lo. Gue harap lo selalu bahagia dengan Kak Boy dan thanks banget karena lo udah mau maafin gue."
"Kita udah punya jalan masing-masing, Dhe. Tolong hapus semua rasa bersalah lo karena sampai kapan pun gue nggak ngerasa lo itu salah dan semuanya emang udah ditakdirkan buat kita. Gue harap lo juga selalu bahagia dengan keluarga kecil lo."
Kedua sahabat yang dulunya dekat bahkan sudah seperti saudara namun akhir-akhir ini sempat ada jarak pun akhirnya saling memeluk dengan sangat erat. Dhea dengan rasa bersalah yang masih ada di hatinya dan Kesya yang bersyukur karena akhirnya hubungan mereka kembali baik-baik saja.
"Btw, gue beneran belum mandi loh, tar lo malah mual karena bau badan gue."
Kesya ini benar-benar masih selalu bisa mencairkan suasana.
"Merusak suasana banget ya, Key" gerutu Dhea dengan wajah kesalnya.
*
*
*
__ADS_1