
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Mobil pun sampai di halaman rumah sakit membuat Kesya segera mengajak Nyonya Merlin untuk pergi ke kamar jenazah sedangkan Boy sedang memarkirkan mobilnya.
Diperjalanan, Nyonya Merlin menggenggam erat tangan Kesya membuatnya beberapa kali mengelus pelan punggung tangan Nyonya Merlin dengan lembut.
"Nyonya Emeli pasti orang yang sangat baik" ucap Kesya yang membuat Nyonya Merlin tersenyum tipis.
Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di kamar jenazah membuat tangis Nyonya Merlin semakin pecah ketika melihat tubuh yang sudah terbujur kaku dihadapannya adalah tetangga sekaligus teman baiknya.
"Ya Tuhan, Mel.. Mengapa kau pergi secepat ini?! Kau bilang akan memasak sup kesukaan Arsya malam ini.. Bangunlah, Mel.. Mengapa kau meninggalkan anakmu sendiri?!"
Kesya hanya diam namun air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya ketika mendengar semua ucapan Nyonya Merlin.
Tiba-tiba Kesya merasakan bahwa ada yang merangkul bahunya. "Ah, Kak Boy."
"Nangis aja, jangan ditahan" ucap Boy tersenyum tipis seraya tangannya mengelus bahu Kesya berkali-kali.
*****
Hari ini, semuanya sudah siap dibantu oleh Nyonya Merlin dan Boy, dimana sekarang semuanya sedang menuju ke pemakaman untuk mengantarkan Nyonya Emeli ke peristirahatan terakhirnya.
Kesya tak berhenti menangis ketika melihat peti jenazah yang sudah ditutupi tersebut. Sebenarnya, Boy memintanya untuk tinggal di rumah sakit saja bersama baby Ello, namun Kesya tetap kekeh untuk hadir dan ikut mengantarkan Nyonya Emeli.
"Abis ini, gue sama Ello tinggal di rumah Nyonya Emeli, Kak" ucap Kesya di dalam mobil.
Boy menoleh sebentar lalu kembali fokus menatap jalanan. "Balik ke Indo, kapan?"
"Tar konsul dulu sama dokter, sekalian tanya-tanya tentang ngurus bayi."
"Lo beneran mau ngurus sendiri?" tanya Boy pelan.
Kesya mengangguk mantap. "Nyonya Emeli udah kasih kepercayaan sama gue berarti gue harus bertanggung jawab. Gue bakal ngurus Ello sendiri."
"Terus? Kuliah lo gimana?"
"Gue masih tetap kuliah, Kak. Rencananya, gue mau cari pengasuh bayi disana, jadi kalau gue ke kampus ada yang ngurus Ello. Gue juga bakal nyari apartemen lain" ucap Kesya yang membuat Boy terkejut.
"Loh? Nggak jadi satu apart sama Stev?"
Kesya menggeleng pelan. "Kasian tar lo berdua keganggu sama tangisan bayi."
"Padahal menurut gue, kita bisa bantu kalau lo nggak ada tapi ya balik ke keputusan dari lo lagi sih. Emang, udah kasih tau ke Stev?"
__ADS_1
"Belum. Gue juga ragu Bang Stev bakal kasih izin."
Kesya hanya bisa menghela nafas berat mengingat sifat Steven yang juga sedikit keras.
*****
Devan berkali-kali menelepon Kesya namun satu pun dari panggilannya tak diangkat membuat Devan semakin khawatir.
Memang, selama ia berada di luar negeri, Devan menjadi berubah banyak karena ruang lingkungan dan pertemanannya yang sangat bebas. Bahkan, ia tak pernah absen dari dunia malam yang membuat Ziko, sahabatnya benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Devan sekarang.
Saat ini, Devan sedang berada di arena balap liar dimana ia akan bertarung dengan seorang pria asing yang tiba-tiba mengajaknya bertarung dan membawa nama Kesya.
Flashback on
"Gimana ya Kesya kalau tau cowoknya disini suka main cewek?"
Devan terkejut ketika tiba-tiba ada yang berbicara dengannya.
"Lo siapa? Dan dari mana lo bisa kenal Kesya?" tanya Devan mengerutkan kening
"Nggak penting. Gue denger-denger, lo jago balap motor. Gimana kalau lo tanding sama gue? Kalau gue menang, jauhin Kesya."
"Dan kalau gue menang, lo harus kasih tau identitas lo dan jauhin cewek gue."
"Cewek yang ke berapa?"
"Anjing."
"Siap buat jauhin Kesya?" tanya pria itu tersenyum mengejek.
"Lo yang harus mempersiapkan diri buat jauhin cewek gue."
Tak lama kemudian, acara pun dimulai dengan Devan yang memimpin membuat semua fans nya berteriak heboh. Butuh waktu lumayan lama untuk menentukan siapa pemenang dari balap motor malam ini. Terlebih keduanya memang sama-sama jago.
Beberapa saat kemudian, terlihatlah dari jauh motor Devan yang membuat semua fans nya berteriak senang namun tak lama kemudian, pria itu segera menyalipnya dan
"Dexter!"
Pemenangnya adalah Dexter.
Pria yang pernah dijodohkan dengan Kesya. *Eps.64 Perjodohan.
Dexter tertawa mengejek ketika melihat Devan baru saja sampai. "Sesuai taruhannya, jauhin Kesya" ucap Dexter yang membuat Devan benar-benar marah.
"Lo siapa anjing?!" teriak Devan penuh emosi seraya menarik kerah baju Dexter.
"Lo kira semua kebusukan lo selama ini nggak ada yang tau?! Apa lo pernah bayangin gimana perasaan Kesya setelah tau kalau cowoknya playboy? Suka main cewek? Nggak pernah skip dunia malam?"
"Anjing! Gue nggak pernah nyari masalah sama lo."
__ADS_1
Dexter tertawa. "Tapi sayangnya lo nyakitin orang yang gue sayang. Gue nggak akan tinggal diam lagi dengan semua kelakuan lo. Lo kira gue nggak bisa ngadu ke Kesya? Atau yang deket-deket aja ke Kak Gab? Bayangin gimana marahnya Kak Gab yang udah percaya sama lo."
Devan terdiam ketika mendengar ucapan Dexter.
*****
Acara pemakaman pun sudah selesai dan saatnya Kesya bersiap-siap untuk tinggal di rumah Nyonya Emeli sementara waktu.
Saat hendak pergi dari rumah sakit dengan membawa baby Ello, Kesya berjalan menuju bagian administrasi untuk membayar biaya pengobatan Arsya tanpa sepengetahuan Nyonya Merlin.
Lo memang selalu baik ke orang lain.-Boy.
Saat semua peralatan bayi sudah siap termasuk ASI yang sudah di stok untuk baby Ello karena memang rumah sakit menyediakan ASI khusus untuk bayi berumur 0-3 bulan, mereka pun menyusuri jalan menuju rumah Nyonya Emeli.
Diperjalanan, baby Ello benar-benar tenang membuat Kesya yang menatapnya mengeluarkan air mata. "Sayang, jadi anak yang kuat" ucap Kesya seraya mencium pipi baby Ello.
"Kak, tau nggak gue dulu pernah mau adopsi anak" ucap Kesya tertawa sedangkan Boy hanya diam mendengarkan.
"Gue mau lulus SMA ngurus bayi yang nggak punya orang tua. Itu keinginan gue dari kecil."
Boy tersenyum. "Ternyata malah Tuhan jawab doa lo lewat cara lain."
"Gue kan nggak tau cara adopsi anak gimana, gue kira cuman kita dateng ke panti asuhan terus isi dokumen, beres. Taunya harus pasangan suami istri."
Keduanya tertawa membuat baby Ello tiba-tiba membuka matanya.
"Matanya mirip mata lo" ucap Boy tersenyum tipis.
"Ganteng banget sih anak Mommy" ucap Kesya tanpa sadar yang membuat Boy terkekeh.
"Kenapa? Aneh ya kalau gue punya anak?" tanya Kesya mengerutkan kening.
Boy tertawa. "Lucu aja liat bayi punya bayi" ucap Boy disela-sela gelak tawanya.
"Loh kan bagus biar anak sama emaknya sama-sama masih muda" ucap Kesya tertawa.
"Anyway, lo mau dipanggil Mommy?"
Kesya mengangguk senang. "Tapi sayang, Daddy nya belum nemu."
"Heh, lo mau nikah cepet?"
"Kalau sama Om Heru bisa nggak, Kak? Kan keren tuh nikah sama duda kaya raya."
"Heh."
"Hahahaha."
*
__ADS_1
*
*