Tentang Kesya

Tentang Kesya
Nasehat Dexter


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


"Mikirin apa?" tanya Boy ketika melihat Kesya yang merenung.


Kesya tersenyum tipis. "Apa gue udah melakukan yang terbaik, Kak? Dengan hadirnya Ello.."


"Lo mau gue jawab apa?" tanya Boy terkekeh pelan.


"Keputusan lo udah lebih dari cukup dan bisa dibilang bahwa lo sangat berani. Umur lo masih belum cukup matang untuk merawat bayi apalagi dari umur 0 bulan. Lo belum punya kerjaan tetap, belum punya pemasukan tetap, masih sekolah, belum bisa membagi waktu dengan baik, emosi lo masih naik turun, dan ada banyak kekurangan di diri lo yang gue yakin itu bikin lo semakin overthinking dengan masa depan Ello."


Kesya mengangguk karena memang yang dikatakan Boy adalah kenyataannya.


"Tapi, ketika lo hanya melihat dengan kekurangan, itu nggak akan menjamin bahwa lo bisa. Coba deh liat dari kelebihan lo juga dimana lo rela belajar tentang cara ngurus bayi, dimana lo bertekad buat rawat Ello dengan tangan sendiri, dimana lo bahkan udah menyusun rencana keuangan yang diperlukan, dimana lo bahkan rela belajar siang dan malam disela-sela kesibukan lo, dan dimana lo rela lepas masa muda lo hanya untuk ngerawat anak yang bahkan nggak ada ikatan darah dengan lo."


Ada jeda sebentar sebelum Boy kembali membuka suara. "Satu bulan udah cukup buat gue menilai gimana luar biasanya lo ngerawat Ello. Lo sadar nggak kalau lo itu hampir sempurna, Key! Lo udah berjuang keras buat ngerawat Ello dan terbukti satu bulan ini walaupun lo capek, lo nggak akan pernah melewatkan kesempatan sekali pun buat liat perkembangan Ello."


"Gue bahkan sangat kagum dengan cewek yang umurnya lebih muda dari gue tapi ngerawat bayi udah luar biasa hebat banget. Gue yakin, keputusan lo udah lebih dari cukup."


Kesya tersenyum tipis. "Gue juga nggak akan sanggup kalau lo nggak ada, Kak."


"Gue? Yang ada gue ikutan nyusahin lo" ucap Boy tertawa.


"No! Hadirnya Kak Boy juga sangat membantu banget. Inget nggak ketika gue tidur sampai nggak denger Ello bangun? Terus Kak Boy yang posisinya baru banget tidur malah kebangun dan ngurus Ello" ucap Kesya terkekeh.


Flashback on


Malam itu sekitar pukul 02:23 WIB dimana Boy baru saja menidurkan tubuhnya di sofa karena ada beberapa e-mail dari bawahannya yang harus ia periksa karena Boy memang sudah diberikan tanggung jawab untuk membantu perusahaan Om Heru bahkan saat ia masih duduk di bangku SMA.


Terdengar tangisan bayi yang membuat Boy terbangun seketika. Setelah cukup sadar bahwa baby Ello menangis, Boy pun segera mendekat ke box bayi.


Ternyata pantat Ello basah dan membuatnya tidak nyaman sehingga ia menangis tiba-tiba dengan kencang. Boy pun segera mengganti pakaian Ello dengan yang baru dengan hati-hati.


Saat sudah selesai, Boy segera memanaskan ASI beku yang ada di kulkas untuk diberikan kepada Ello.


"Nyenyak banget tidurnya" gumam Boy pelan ketika melihat Kesya yang tertidur sangat nyenyak.


Sebenarnya, Boy bisa saja membangunkan Kesya untuk mengurus Ello karena ia benar-benar sangat lelah. Namun, ia tidak akan tega membangunkan Kesya karena ia pun tau bahwa Kesya lebih lelah darinya. Mengurus rumah dan mengurus Ello bukanlah hal yang mudah untuk gadis muda seperti Kesya.


Begitulah malam itu terlewati dengan Boy yang menemani Ello agar kembali tertidur.


Flashback off.

__ADS_1


*****


Ponsel Kesya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Devan.


Jujur saja, sebenarnya Kesya merindukan kebersamaan bersama Devan. Dulu, ketika mereka sedang berhubungan jarak jauh, Devan selalu meneleponnya dan mengajaknya bercerita hingga berjam-jam. Namun sekarang, Devan bukanlah Devan yang Kesya kenal. Devan sudah jarang menjadi tempat cerita bagi Kesya lagi. Terlebih ketika Kesya melihat bahwa Devan sudah jauh berbeda membuat hubungan mereka sangat canggung.


"Halo?"


"Sayang, sibuk nggak?"


"Kenapa, Kak?"


"Kangen"


Tumben.-Kesya.


"Mau video call. Boleh nggak?" tanya Devan yang membuat Kesya mengangguk.


"Tapi nggak bisa lama, Kak. Soalnya lagi pada ngumpul."


Devan pun segera mengalihkan panggilan suara menjadi panggilan video.


"Hai."


"Kok canggung sih?" tanya Devan tertawa ketika melihat wajah Kesya yang terlihat canggung.


Devan terdiam karena ia pun menyadari perubahan yang ada pada dirinya sehingga ia benar-benar takut jika Kesya menjauhinya.


"Gimana kuliahnya, Kak?" tanya Kesya mengalihkan pembicaraan.


"Nggak mau bahas kuliah. Sayang, gimana disana? Maaf ya, aku sibuk banget akhir-akhir ini."


Kesya tersenyum tipis. "Lusa baru berangkat soalnya pendaftaran udah buka. Kalau disini baik-baik aja kok, semuanya pada ngumpul juga."


"Bagus lah, maaf ya aku nggak bisa dateng. Titip salam aja buat Kak Gab."


Kesya mengangguk pelan.


"Jadi satu apart sama Stev dan Boy?"


Lagi, Kesya mengangguk. "Abang nggak bakal kasih izin buat aku nyari apart lain. Yang ada nggak bakal disuruh kuliah disana."


"Sayang, jangan suka Boy ya" ucap Devan tiba-tiba yang membuat Kesya mengerutkan keningnya heran.


"Kak Devan kenapa? Dari dulu ngomongnya itu mulu. Buat apa aku suka Kak Boy sih?"


"Takut aja kan tar Boy deket sama kamu."

__ADS_1


"Kak, Kak Devan ada nemu cewek ya disana?"


Devan terkejut. "Sayang, kok ngomong gitu sih?"


"Gapapa, nanya aja. Harvard loh, kumpulan nya cewek cantik" ucap Kesya terkekeh pelan.


Devan terdiam sebentar lalu kembali membuka suara. "Lebih cantik pacar aku."


Kesya hanya tersenyum tipis menanggapinya. Entah kenapa, ia tidak begitu yakin dengan ucapan Devan.


"Jangan overthinking ah, aku baik-baik aja disini. Kamu disana jangan naksir cowok lain ya. Awas aja kalau berani, bakal aku kasih pelajaran tuh cowok."


"Kak.."


"Apa, Sayang?"


Kesya hanya diam namun menatap Devan dengan lekat.


"Kenapa, Sayang?"


Ada helaan nafas berat yang terdengar. "Sebelumnya maaf, aku bukan memfitnah atau curiga, cuman perasaan aku aja nggak enak. Kalau nantinya ada orang yang bikin Kak Devan bahagia lebih dari sebelum sama aku, tolong bilang ya kak dan tolong selesaikan dulu sama aku."


"Hei, kenapa? Kok ngomong gitu?"


Devan heran karena Kesya tiba-tiba berbicara seperti itu.


Kesya tersenyum tipis. "Gapapa, aku masih tetap disini sampai sifat Kak Devan yang nyuruh aku buat pergi."


Devan benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Kesya. Ah ralat, bukan tidak mengerti, sepertinya hanya berpura-pura tidak mengerti padahal ia sangat mengerti apa yang dikatakan oleh gadisnya.


*****


Setelah obrolan singkat bersama Devan, Kesya kembali menatap layar ponselnya yang memperlihatkan room chat bersama seseorang.


Raja Singa


Devan nggak baik buat lo. Tolong dengerin gue.-Dexter.


Kesya benar-benar tidak mengerti mengapa Dexter tiba-tiba mengirimkannya pesan seperti itu.


Ada begitu banyak pertanyaan yang hinggap di otak Kesya. Apa yang terjadi? Mengapa Dexter tiba-tiba seperti itu? Mengapa Dexter bisa menilai Devan seperti itu? Dan bagaimana Dexter bisa mengenal Devan?


Gue harus gimana?-Kesya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2