
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Sesampainya di tempat tujuan, ternyata hanya Kesya dan rombongan yang belum tiba karena semua orang sudah berkumpul sejak Rey menelpon tadi
“Buset ada bule”
ucap Rey saat melihat Gabriel berjalan mendekat
“Gimana? Keuangan aman?”
tanya Gabriel saat setelah memeluk kedua adik sepupunya itu
“Kaga aman. Tuh gara-gara si bocil tukang ngadu” ketus Rey kesal
“Kalo orang kaya lama nggak ketemu, cara nyapa nya beda ya bukan nanya kabar malah nanya keuangan”
gumam Jojo yang membuat semuanya tertawa
“Kata mereka sih nanya kabar udah biasa, kak”
celetuk Kesya terkekeh pelan
“Oh iya, kenalin ini kakak pertama gue”
Kesya pun memperkenalkan Gabriel kepada yang lainnya
“Ini kok muka-mukanya asing banget. Temen baru, Stev?”
“Nggak. Udah kedaluwarsa ini mah”
“Masa kak Gab nggak kenal? Ini yang waktu kecilnya suka ngekor kakak terus yang satunya suka ngambil cokelat kakak dari kulkas”
ucap Kesya memperkenalkan Dhea dan Rere
“Kalo ini?”
“Nah kalo ini adalah salah satu spesies langka yang menyerupai seorang Rey Hosea Yohanes”
ucap Kesya seraya menunjuk Boy
“Hah?”
“Biasa, nggak bisa akur kak”
“Astaga”
“Ini Boy temen kita udah lumayan lama juga, yang itu loh kak yang bapaknya sugar Daddy”
“Sialan lo”
ketus Boy menendang pelan kaki Steven
“Oh yang sultan itu kah?” tebak Gabriel tertawa
“Loh? Emang kak Gab tau?” tanya Kesya bingung
“Iya, kakak kan pernah ketemu dia dulu pas awal masuk SMA kan ya?”
tanya Gabriel yang membuat Boy mengangguk pelan
“Kok Kesya baru tau? Ceritain dong”
“Dulu tuh pas kita baru masuk buat daftar sekolah kan kak Gab ikut nganterin, nah pas mau balik ke parkiran tiba-tiba liat lamborghini gila masuk parkiran sekolah. Pada liat-liatan tuh kita anak siapa nih eh taunya yang keluar Boy”
“Wow orang kaya” ucap Rere pelan
“Lambo yang mana, kak?”
tanya Kesya menatap Boy
__ADS_1
“Yang gue pake ngantar lo ke panti waktu itu”
ucap Boy santai sedangkan yang lainnya sudah menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya
“Loh? Yang cowoknya Kesya yang mana sebenarnya?” tanya Gabriel heran
“Devan”
“Terus Boy?”
“Dih, yakali Kesya naksir dia, kak” tolak Kesya cepat
“Mohon maaf aja nih kak, gue juga nggak suka Kesya. Kemaren Om cuma minta tolong jagain karena gue kan nanti deket sama dia di luar, jadi udah gue anggap adik sendiri”
Gile, sakit hati nggak tuh?-Rey
“Oh kirain Boy dan Devan rebutin Kesya”
Tiba-tiba
“Sorry gue telat”
“Loh? Lo ngapain disini?”
“Lah Gab? Lo juga ngapain disini?”
“Saling kenal?” tanya Asyera
“Ini Vino temen kakak yang kakak ceritain biasanya”
“Kak, itu kakaknya kak Devan”
ucap Kesya mengenalkannya
“Buset jadi ipar nih?”
Gabriel dan Vino pun saling berpelukan
“Sempit amat dunia” gumam Jojo pelan
“Ya bagus dong biar nggak jauh-jauh”
tanya Kesya bersemangat karena semuanya sudah berkumpul
“Kita sih ngikut aja udah pada tua juga”
“Puji Tuhan ngaku tua”
“Sialan”
Semuanya kembali tertawa karena mendengar perdebatan antara Gabriel, Rey, dan juga Steven
Perlu diketahui bahwa Gabriel saat ini sedang menempuh pendidikan di luar negeri tepatnya di Amerika, kampus yang ternyata sama dengan kampus Vino, kakak pertama Devan.
Gabriel memang jarang pulang ke Indonesia bahkan sepertinya mungkin hanya satu sampai tiga kali dalam setahun. Terlebih lagi saat ini ia sudah menjadi mahasiswa semester akhir yang membuat dirinya semakin sibuk hingga tak punya waktu pulang ke tanah kelahirannya
Gabriel tau semua tentang perlakuan Mami dan Papi nya terhadap Kesya yang tak jarang selalu membanding-bandingkan Kesya dengan Kiara yang merupakan saudara kembarnya. Maka dari itu, Gabriel tak pernah lupa untuk berkirim kabar dengan sang adik setiap harinya bahkan ia akan selalu mendapat laporan mingguan dari Steven dan Rey.
Gabriel benar-benar bersyukur karena ia bisa menitipkan Kesya kepada merek agar sang adik bisa merasakan kasih sayang dari orang tua. Untuk Asyera juga tak heran diumurnya yang masih sangat muda ia juga jarang mendapat perhatian orang tua yang membuat dirinya sudah terlalu terbiasa bergantung kepada Kesya dan keluarga Rey.
Asyera memang tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi Kesya yang tidak pernah dianggap dirumah itu dan selalu dikucilkan, namun Asyera juga merasakan bahwa dirinya tidak bisa menjadi seperti anak seumurannya yang mungkin masih berjalan-jalan bersama keluarga atau bahkan masih dibacakan dongeng oleh sang Mami.
Untuk keuangan dan uang jajan mungkin bagi mereka sudah lebih dari cukup, tapi mereka masih anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Namun, semua itu mustahil karena Franklin dan Citra tidak pernah menghabiskan waktu dirumah untuk hanya sekedar bercanda dan bercerta bersama
“Kesya”
Tiba-tiba, terdengar suara seseorang yang memanggil Kesya sehingga semuanya berbalik dan menatap orang itu
“Key, lo ada dua?”
tanya Jojo yang benar-benar terkejut melihat situasi ini
“Kembarannya” jawab Boy pelan
“Hai, Key. Gue kangen lo”
__ADS_1
Kiara, lagi-lagi memainkan peran malaikatnya didepan umum dengan memeluk Kesya seolah ia menjadi saudara yang baik
“Kak Gab, pulang?”
tanya Kiara basa-basi saat setelah melepas pelukannya
“Lo ngapain disini?”
tanya Gabriel dengan tatapan yang mematikan
“Key, gue boleh ikut jalan-jalan? Eh, semuanya kenalin gue Kiara, saudara kembarnya Kesya”
ucap Kiara memperkenalkan diri kepada yang lain sedangkan semuanya hanya diam, tidak ada yang bersuara
“Hai, gue Kiara”
Kiara berjalan mendekati Devan dan mengulurkan tangannya sedangkan Devan langsung merangkul pinggang Kesya dan menatap Kiara dengan tajam
“Cowok lo, Key? Ganteng banget sumpah”
“Lo nggak punya malu? Mending pergi deh”
ketus Rey yang sudah tidak tahan dengan sikap centilnya Kiara
“Apa sih Rey? Eh, ini siapa? Hai, gue Kiara”
Setelah melihat Boy pun, ia langsung berjalan mendekat seraya mengulurkan tangannya pada Boy
Please.-Kesya
“Boy, maaf gue lagi sakit jadi nggak bisa jabat tangan lo”
Kak..-Kesya
“Boy? Keren. Gue boleh gabung nggak?”
“Tanya Kesya” jawab Boy singkat
“Kenapa mesti tanya ke dia? Emangnya dia princess disini?”
tanya Kiara menatap Kesya jijik
“Iya, dan princess kita lagi nggak punya waktu ngobrol sama nenek lampir”
celetuk Rey yang membuat mereka menahan tawa
“Kak Rey”
tegur Kesya seolah meminta Rey untuk tetap diam
“Lo seneng kan, Key? Lo seneng gue dipermaluin sama kakak lo yang stress ini”
Amarah Kiara menjadi-jadi terlebih saat ia menatap semua orang yang sejak tadi ingin menertawakannya
“Kiara!!”
Semua orang bahkan Kiara sendiri pun terkejut karena mendengar Gabriel meneriakinya
“Lo bisa nggak sih jaga omongan lo? Nggak perlu sok asyik disini, kita nggak butuh lo”
“Gabriel!!”
Tiba-tiba terdengar suara berat pria paruh baya yang berjalan mendekati mereka
“Papi tidak pernah mengajarkanmu untuk berbuat tidak sopan terlebih mempermalukan adik sendiri didepan umum”
“Mengajar? Memangnya sejak kapan saya pernah diajari oleh orang tua saya?”
tanya Gabriel tersenyum kecut
Plakkk
Tamparan itu, tamparan tiba-tiba itu mendarat mulus di pipi Kesya.
*
__ADS_1
*
*