
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Boy mengerutkan keningnya. Ia benar-benar lupa bahwa hari ini ia harus menghadiri salah satu pesta rekan kerjanya.
"Key? Jalan bertiganya bisa diundur nggak? Soalnya ada pesta rekan kerja gue pagi ini dan gue bener-bener lupa."
"Eh gapapa kok, Kak. Lo siap-siap sekarang aja, gue juga mau pulang abis ini."
"Gue ngajak lo."
"Hah?" Kesya benar-benar terkejut mendengar ucapan Boy.
"Maksudnya gimana?"
"Iya, gue ngajak lo ke pesta nya" ucap Boy santai.
"Kak? Lo nggak salah? Nanti nama lo viral.."
Sejujurnya, Kesya sedikit takut jika harus pergi berduaan dengan Boy ke pesta formal karena ia sendiri yakin bahwa setelahnya pasti ada saja berita tentang Boy yang mungkin akan membuat nama baiknya menjadi tercoreng.
"Pestanya privat kok jadi santai aja, tapi gue juga nggak bisa paksa lo kalau emang lo nggak mau di ciduk sama gue" ucap Boy terkekeh pelan.
"Jam berapa? Gue masih sempet dandan bentar, kan?"
Boy sedikit terkejut mendengar Kesya yang langsung setuju untuk menghadiri pesta rekan kerja bersamanya.
"Lo kalau cantik banget kira-kira bakal direbut nggak, ya?"
Plak.
"Cepetan siap-siap."
"Baik Tuan Putri."
*****
Benar saja, Kesya sudah menduga bahwa pasti ada saja yang mengenal dirinya di pesta itu. Bukan berarti Kesya terlalu percaya diri, namun sekarang namanya masih sangat terkenal karena menjadi model dan desainer termuda.
"Astaga, baru pertama kali saya melihat Pak Boy membawa pasangan" ucap seorang pria paruh baya setelah memberikan salam kepada Boy.
Boy hanya tersenyum tipis tak lupa dengan selalu menggandeng tangan Kesya. Bukan apa-apa, namun gadis itu bisa saja kabur dan mungkin tersesat karena tidak bisa diam.
"Kak, coba liat anak kecil itu, gue bisa kesana nggak? Lucu banget mau nanya dimana dia beli tas boneka nya" bisik Kesya yang membuat Boy tertawa.
__ADS_1
Benar, kan? Gadis itu benar-benar tidak bisa diam dan sangat random.
"Jadi kira-kira, kapan akan menyusul Pak Charles?"
Boy tersenyum tipis. "Secepatnya, Pak."
"Wow, saya akan diundang atau tidak ya? Pasti cukup heboh karena CEO termuda menikah dengan desainer termuda."
"Saya tunggu kabar baiknya, Pak Boy."
Beberapa rekan kerja mengucapkan selamat kepada Boy dan Kesya karena mengira bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan secepatnya. Keduanya pun hanya tersenyum dan mengiyakan saja tanpa menentang.
"Kak, gue ke toilet bentar ya."
Kesya berpamitan kepada Boy dan beberapa rekan kerja lelaki itu karena dirinya ingin pergi ke toilet.
"Pak, bagaimana cara mendekati desainer terkenal?" bisik Endru yang membuat Boy tertawa seketika.
"Hei, kau ingin mendekati siapa?"
"Siapa tau ada teman Nona Kesya."
"Ada-ada saja" ucap Boy di sela-sela gelak tawanya.
Endru tertawa canggung karena sebenarnya ia sendiri tidak tau mengapa bisa seberani ini bertanya kepada sang atasan.
"Pak Boy, sebelumnya saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena saya pernah mengagumi Nona Kesya. Saya benar-benar tidak tau kalau Nona Kesya itu kekasih Bapak. Tolong maafkan saya, Pak."
"Astaga, jangan seperti ini. Memangnya saya harus memecat mu karena sudah berani menyukai kekasih saya?" tanya Boy yang membuat Endru semakin takut.
"Pak, saya benar-benar minta maaf.."
Tak lama Kesya pun segera bergabung di meja mereka. "Endru kenapa? Kok nunduk mulu?"
"Love, ternyata Endru salah satu fans kamu."
Hah?-Kesya.
Kesya sedikit terkejut mendengar ucapan Boy yang benar-benar tak biasa. Bagaimana bisa lelaki itu dengan santainya memanggil Kesya dengan sebutan Love bahkan sudah mulai aku-kamu?
"Love, hei? Kok ngelamun?"
"Eh—gimana-gimana?"
"Ini Endru abis minta maaf soalnya pernah suka sama kamu katanya, terus dia takut dipecat" ucap Boy yang mengundang gelak tawa Kesya sedangkan Endru hanya bisa tertawa canggung.
"Endru takut banget keliatannya, Pak Boy galak banget?" tanya Kesya yang membuat Endru refleks mengangkat kepala dan menggeleng cepat.
"Pak Boy enggak galak, Nona."
__ADS_1
"Masa sih nggak galak? Dia biasanya galak banget tau, jadi kamu harus hati-hati ya" ucap Kesya yang sedikit memelankan suaranya padahal Boy masih bisa mendengar semua ucapannya.
"Sayang, kok gitu sih?"
*****
Hari ini adalah hari pertunangan Steven dan Widya yang mengharuskan seluruh keluarga untuk pergi ke luar kota karena memang Widya tinggal di kota yang berbeda dari Steven.
"Baru tunangan aja loh tapi mobil udah berderet-deret" ucap Asyera yang membuat semuanya tertawa.
"Ini satu keluarga harus banget bawa satu mobil?" tanya Rey ketika memang mereka sedang berkumpul di rumah keluarga Aldino.
"Ya nggak lah, semuatnya aja. Kalau dibawa semua yang ada makin macet jalanan, gitu aja nggak bisa dipikir" gerutu Kesya yang memang sejak tadi sudah mengibarkan bendera perang terhadap sang kakak.
"Gue cuman nanya anjir, salah mulu dah."
"Lo nafas aja keknya salah banget di mata Kesya."
"Udah-udah jangan pada ribut. Sekarang atur dulu posisi dan berapa mobil yang harus berangkat" ucap Papa Aldino melerai kedua anaknya.
Setelah diatur dengan posisi Papa Aldino, Mama Melly, Mami Citra, Asyera, Rey, dan Steven akan berada di satu mobil dengan Rey yang menjadi supir. Sedangkan untuk Raka sekeluarga, Dio sekeluarga akan berada di satu mobil yang sama. Untuk Gabriel sekeluarga pun akan bersama dengan Kesya, Ello, Boy, Jojo, dan Dexter.
Butuh waktu beberapa jam untuk sampai di tempat tujuan dan tentu saja semua orang sudah sangat lelah menempuh perjalanan yang cukup lama.
"Mom, Ello mau bobo" ucap Ello yang berada ditengah-tengah Kesya dan Boy.
"Sini, tiduran di paha Mommy." Kesya pun menepuk pahanya agar Ello berbaring setelah Boy memberikan banyak kecil kepada gadis itu.
"Jadi setelah ini, Kesya dulu atau Rey dulu?" tanya Gabriel memulai pembicaraan.
"Bagusnya sih Rey, Kak. Tapi karena bocah itu nggak ada pacar jadi ya Kesya aja dulu." Itu bukan Kesya yang menjawab melainkan ucapan tersebut keluar dari mulut Dexter.
"Ya kita sih tergantung Boy nya aja lagi, soalnya dari pihak cowok juga harus gerak."
Sepertinya Gabriel sengaja menyindir Boy yang sampai saat ini belum memberikan kepastian akan hubungannya dan Kesya.
"Punya anak elite, halal-in sulit" ucap Dexter dan Jojo bersamaan.
*****
Setelah menempuh perjalanan jauh dengan topik pembicaraan yang selalu membahas hubungan Boy dan Kesya, akhirnya pasangan yang tanpa status itu bisa bernafas lega karena tidak diinterogasi kan lagi.
"Jang Jun-a?! Hey, u said don't come!" (Hei, kau bilang tidak datang!"
Kesya benar-benar emosi ketika salah satu sahabatnya saat berkuliah membohonginya dan mengatakan bahwa tidak bisa hadir di acara pertunangan Widya dengan alasan tidak mendapat tiket pesawat, nyatanya lelaki itu malah menjadi penerima tamu bersama dengan Edward dan Azka.
"Panas banget kirain karena cuaca ternyata karena terbakar api cemburu."
*
__ADS_1
*
*