
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanyađ„°.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membacađ„°đ.
*****
Malam berikutnya setelah Gabriel menjenguk Kiara, entah kenapa dan ada alasan apa Kiara tiba-tiba memaksakan diri untuk menjenguk keadaan Kesya hingga memaksakan kedua orang tuanya untuk mengantarkannya.
Saat pintu ruangan terbuka, semua orang yang ada di ruangan tersebut benar-benar terkejut melihat siapa yang hendak berkunjung.
âLoh? Kak Kiara?â panggil Asyera yang melihat kakak keduanya berjalan mendekati ranjang rumah sakit tempat dimana Kesya berbaring dengan wajah teduhnya
âKey, apa kabar?â gumam Kiara pelan seraya mengelus wajah adik yang benar-benar mirip dengannya
âDia ngapain?â. Terdengar bisikan Rey yang seakan tidak suka dengan keberadaan Kiara
Boy langsung menginjak kaki Rey seolah memintanya untuk berhenti berbicara karena akan membuat Kiara salah paham nantinya.
âKey, aneh ya rasanya saat gue yang emang nggak pernah dekat sama lo tiba-tiba nggak tau malu gini megang lo?â. Kiara terkekeh pelan sebelum melanjutkan ucapannya
âGue bener-bener minta maaf karena gue selalu rebut apapun yang jadi alasan kebahagiaan lo. Ketika gue liat lo dengan mudah dekat sama siapapun, itu bikin gue iri dan marah kenapa gue harus jadi anak yang nggak mudah beradaptasi hingga gue nggak punya siapa-siapa selain Mami dan Papi. Dan ketika gue liat lo dapat semua kasih sayang dari yang lain, disitu puncak kebencian gue ke lo.â
Kiara menghela nafas berat seolah menahan rasa sakit namun ia tetap memaksakan dirinya untuk mengungkapkan semua yang ia rasakan.
âSebenarnya gue terlalu malu saat liat lo yang masih tetap baik ke gue padahal gue udah jadi orang yang jahat banget buat lo. Harusnya, lo nggak usah baik ke gue karena itu bikin gue semakin terlihat jadi orang brengsekâ
âKey, ayo bangun. Gue janji setelah lo sadar, gue nggak akan pernah rebut semua kebahagiaan lo lagiâ
âKak..â ucap Kiara menatap Gabriel yang diam mematung
âKiara mau titip pesan ke Devan, tolong bilang Kiara minta maaf karena udah dengan bodohnya suka pacar adek Kiara sendiri dan tolong Devan jaga Kesyaâ
Kiara perlahan menatap satu per satu orang-orang yang ada di ruangan tersebut
âKak Dio, aku minta maaf untuk semuanya. Kak Steven, maaf karena selalu bikin Kesya nangis. Rey, sorry karena gue selalu rebut kebahagiaan Kesya. Dek, maaf karena gue nggak pernah perhatiin lo. Dan Boy, senang kenal sama lo.â
Kiara berbalik menatap Mami Papi nya yang hanya diam. âMami, Papi, jangan pernah salahin Kesya lagi. Jangan pernah nyakitin Kesya lagi. Dan tolong.. anggap Kesya ada..â
âKey, gue selalu mendoakan semoga lo bahagia dengan cara lo sendiri. Gue pamit ya, Key..
Dan semuanya.. Kiara pamit..â
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, Kiara tiba-tiba merasakan sakit yang sangat luar biasa di perutnya dan detik kemudian ia merasakan badannya langsung ambruk
âKiaraaa!!!â teriak Franklin yang terkejut melihat anak kesayangannya pingsan
Dengan cepat Franklin menggendong tubuh Kiara lalu berlari membawanya menuju UGD diikuti oleh Citra dan Gabriel.
Dio yang melihat hal itu, langsung mengabari orang rumah lalu meminta semuanya untuk tetap di ruangan Kesya sedangkan dirinya akan menyusul Gabriel.
âTelpon Masâ ucap Rey memerintahkan Steven dan tidak menunggu waktu lama, Steven langsung menelpon Raka
âHalo, ada apa bang?â
âMas dimana?â
âKesya kenapa?â
âNggak, Kesya aman. Kiara yang tiba-tiba pingsan setelah menjenguk Kesyaâ
âMas segera ke UGDâ
Panggilan pun terputus.
*****
âBagaimana?â tanya Mama Melly saat dirinya dan Papa Aldino baru saja tiba di rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa Kiara tiba-tiba pingsan
âMas Raka belum keluar, Maâ ucap Dio memberitahu
Sedangkan Franklin dan Citra hanya bisa diam dengan Citra yang sudah menangis di pelukan suaminya
âKak, semuanya baik-baik aja, percaya sama gueâ. Dio mendekati Gabriel dan menepuk bahu kakak sepupunya tersebut
Tak lama kemudian, Mas Raka dan beberapa dokter juga perawat keluar dengan raut wajah yang sangat tak ingin keluarga pasien lihat
âBagaimana dengan putri saya?â tanya Franklin dengan cepat saat melihat tim medis sudah keluar setelah beberapa saat berada di dalam ruangan UGD
âMaaf, kami tidak bisa berbuat banyak, Pak. Pasien atas nama Kiara dinyatakan meninggal duniaâ
Bak di sambar petir di siang bolong, semuanya benar-benar terkejut mendengar kabar buruk yang benar-benar tak ingin mereka dengar.
âTidak, bagaimana mungkin?! Tolong lakukan sesuatu untuk putri sayaâ
âKami sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi karena ginjal yang sudah hilang fungsi secara keseluruhan, maka pasien tidak bisa bertahanâ
__ADS_1
âPi.. Kiara, Pi.. Nggak mungkin.. Ini nggak mungkin, kan?â. Citra yang histeris saat mendengar anaknya sudah pergi langsung menangis dan tak lama kemudian dirinya ambruk
âGab akan bawa Mami ke ruangan Kesya, setelah mengantar Mami, Gab akan menyusulâ ucap Gabriel yang langsung menggendong Citra dan mengantarnya menuju ruangan Kesya diikuti dengan Mama Melly
Sedangkan Papa Aldino dan Dio juga Raka langsung membantu Franklin untuk mengurus semuanya. Karena mereka mengerti jika Franklin tidak bisa mengurus semuanya sendirian terlebih saat ini dirinya mengalami dukacita yang amat mendalam.
Klek
Rey terkejut melihat Citra yang sudah pingsan didalam pelukan Gabriel sehingga ia dengan cepat membantu membereskan sofa agar bisa membaringkan Citra disana
âAda apa, Ma?â tanya Rey terkejut apalagi melihat Mama nya sudah menangis
âKiara.. Kiara sudah pergi..â
âYa Tuhan..â
âGab kesana lagi ya, Ma. Tolong jaga Mamiâ. Gabriel langsung berlari keluar agar membantu semuanya disana
âJangan semuanya kesana, ada juga yang disini temenin Mama dan Tante Citraâ
âGue aja disini, bang.. Kesya juga belum sadar, kan? Masa kita tinggalâ ucap Boy yang ingin tetap tinggal menemani Mama Melly menunggu Citra yang masih pingsan
âGue juga disini aja, lo bisa ikut brother nyusul yang lainâ ucap Rey yang meminta Steven untuk ikut pergi dan membantu yang lain disana.
Kembali ke depan ruangan UGD, terlihat semuanya sudah siap dengan Franklin yang masih tidak terima dengan semua yang terjadi. Ia masih menatap tubuh putrinya yang sudah terbujur kaku dengan tatapan sendu.
Selamat jalan, Sayang. Terima kasih sudah menjadi anak Papi.-Franklin
âSemuanya sudah siap, kita kembali ke rumah sekarangâ ucap Papa Aldino memberitahu
Semuanya berjalan menuju halaman rumah sakit dimana ambulance sudah menunggu agar mengantarkan Kiara untuk kembali kerumah bersama dengan seluruh keluarga yang hadir untuk diibadahkan.
*
*
*
Selamat jalan, Kiara. Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita ini..
Kami menyayangimu..
*
__ADS_1
*