Tentang Kesya

Tentang Kesya
Rumah Sakit


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanyađŸ„°.


Selamat membacađŸ„°đŸ˜˜.


*****


Kediaman Aldino


Keesokan harinya Kesya bangun jam 06:43 WIB dan untunglah hari ini weekend jika tidak Kesya akan terlambat ke sekolah


Saat Kesya hendak ke kamar mandi tetapi saat ia hendak mencoba berdiri, tiba-tiba kepalanya sangat pusing sehingga ia kembali berbaring. Beberapa menit kemudian saat ia merasakan pusing di kepalanya lumayan berkurang, ia pun mengambil gelas yang ada di nakas tetapi karena tangannya lemas gelas tersebut terjatuh dan pecah, dengan sigap Kesya duduk mencoba meraihnya tetapi sakit di kepalanya bertambah hebat dan seketika semuanya gelap


Semua orang yang ada di dalam rumah tidak mengetahui bahwa Kesya pingsan karena Steven masih tidur di kamarnya dan Rey sedang berenang, untunglah Asyera yang telah menghabiskan roti bakarnya berniat membangunkan Kesya, tetapi ketika ia membuka handle pintu ia pun terkejut melihat Kesya yang pingsan dan lengannya berdarah, sontak ia berteriak memanggil nama Steven dan Rey


Steven pun terbangun mendengar teriakan Asyera yang tepat di samping kamarnya lalu ia berlari menuju kamar Rey dan terkejut melihat keadaan Kesya yang lumayan parah, dengan sigap ia mengangkat tubuh Kesya ke atas tempat tidur lalu memencet nomor 12 di telepon rumah yang ada di nakas Rey


“Kenapa bang?”


ucap seseorang diseberang sana yang tak lain adalah Raka yang sejak kemaren belum pulang ke rumah karena ia ada jadwal operasi


“Mas, Kesya pingsan di rumah cepat bawa ambulans” teriak Steven


“Sepuluh menit lagi mas sampai”


ucap Raka lalu memutuskan sambungan


Sementara Asyera memanggil Rey yang berada di kolam renang


Bertepatan dengan kedatangan Raka, Rey pun masuk ke kamar Kesya dengan wajah yang khawatir


“Ini kenapa mas?”


tanya Rey saat melihat Kesya pingsan di gendongan Raka


“Kalian siap-siap dulu nanti nyusul, mas duluan”


ucap Raka lalu membawa Kesya keluar


Karena mendengar suara bising, Bi Leni dan Kiki anaknya pun keluar dari dapur dan melihat Raka yang menggendong Kesya yang sedang pingsan


“Non Kesya kenapa Den?” tanya Bi Leni dengan wajah khawatir


“Pingsan Bi, Bi tolong bersihkan pecahan gelas yang ada dikamar Rey, Raka berangkat dulu"


jawab Raka lalu ia pun bergegas membawa Kesya menuju rumah sakit milik keluarganya.


*****


Rumah Sakit Yohanes


Setelah sampai di rumah sakit, Raka pun membawa Kesya keruang UGD lalu memeriksa keadaannya dibantu dengan perawat yang membersihkan luka di lengannya. Setelah selesai Kesya pun dipindahkan keruang VVIP


“Ma, Kesya di rumah sakit, tadi pagi pingsan dan lengannya luka terkena pecahan gelas untunglah Steven langsung menelfon Raka, kalau terlambat lima menit saja Kesya akan kekurangan darah”


jelas Raka kepada Melly saat ia menelfon kedua orangtunya yang sedang memantau proyek sekaligus berlibur di Malaysia


Karena mendengar anak kesayangan mereka berada di rumah sakit, Aldino dan Melly pun terbang kembali ketanah air menggunakan pesawat pribadi.


Dua Jam Kemudian di Ruang Kepala Rumah Sakit


“Ma, Pa masih ingat kejadian dua tahun yang lalu?”


tanya Raka saat kedua orangtuanya berada di ruangannya


Aldino pun mengangguk


“Nah ini yang membuat Raka menyesal udah mengoperasi Kesya dulu, Raka udah bilang sejak kejadian itu Kesya harus jaga pola hidupnya terutama pola makannya, dan sepertinya sekarang Kesya terlalu banyak pikiran”

__ADS_1


jelas Raka dan Melly pun hanya menangis mengingat anak dibawah umur sudah merasakan sakitnya operasi


“Sampai kapan ditutupi? Kedua orangtuanya harus tau” ucap Raka


“Kita tunggu sampai Kesya yang menjelaskannya”


jawab Aldino lembut karena ia tau Raka sekarang sedang terbawa emosi


“Raka keluar dulu cari angin”


ucap Raka lalu pergi meninggalkan kedua orangtuanya


“Raka yang orangnya sabar aja udah emosi Pa” lirih Melly


“Iya Ma kita harus tunggu keputusan Kesya” ucap Aldino lalu membawa Melly keruangan Vania.


Ruang VVIP nomor 2 pukul 11:00 WIB


“Dasar kebo tidur kok betah”


ketus Rey yang sudah lelah menunggu Kesya yang masih belum sadarkan diri


“Eh bang gue keluar bentar”


pamitnya kepada Steven


“Kemana lo?”


tanya Steven curiga karena ia takut Rey melakukan hal gila jika terjadi sesuatu terhadap Kesya Adik kesayangannya


“Bentar doang”


jawab Rey lalu pergi agar Steven tidak bertanya lagi


“Bang, Yera mau ke cafe bentar ya beli camilan” pamit Asyera


“Hati-hati” jawab Steven


“Belum sadar bang?”


tanya Raka dan Steven hanya menggelengkan kepalanya


“Yera dan Rey mana bang?” tanya Melly


“Yera ke cafe Ma beli camilan kalau Rey keluar bentar katanya”


jelas Steven lalu semuanya hening tenggelam dalam pikiran masing-masing


Tiba-tiba


“Selalu gini”


lirih seseorang yang membuat semuanya beranjak menuju tempat tidur Kesya


“Loh anak Mama udah bangun? Ada yang sakit sayang?”


tanya Melly khawatir membuat Kesya meneteskan air mata seraya menggeleng lemah


“Kenapa nangis sih sayang?”


tanya Aldino saat melihat air mata membasahi wajah anak perempuan kesayangannya


“Kenapa saat Kesya sakit orang tua kandung Kesya nggak ada disini temenin Kesya? Sedangkan Mama Papa yang bukan orang tua kandung Kesya aja rela balik dari Malaysia cuma buat lihat keadaan Kesya, apa Kesya buk-“


“Mas nggak mau dengar pertanyaan itu lagi” potong Raka


“Jangan sedih mulu"

__ADS_1


ucap Steven tulus seraya menggenggam tangan Kesya


“Kesya bersyukur jadi anak angkat kalian”


ucap Kesya lemah yang membuat semuanya tersenyum menatap Kesya


“Yera dan kak Rey kemana bang?”


tanyanya kepada Steven


“Yera ke cafe, Rey gak tau kemana tadi keluar bentar katanya” jelas Steven


“Kangen ya sama gue?”


tiba-tiba Rey datang


“Dari mana kak?” tanya Aldino


“Ada urusan bentar Pa”


jawab Rey singkat membuat Steven semakin menaruh curiga terhadapnya.


*****


Flashback On


Taman


Devan bingung karena ia menerima pesan dari Rey yang mengajaknya bertemu di taman depan kompleks perumahan Kesya


Tak lama kemudian Rey pun datang


“Eh Rey lo ngapain nga-“


Bughh


Ucapannya terpotong karena Rey dengan tiba-tiba melayangkan tinjunya di wajah Devan


“Lo apa-apaan sih?”


tanya Devan heran seraya merasakan bibirnya yang berdarah akibat tamparan Rey


“Itu balasan buat lo karena udah bikin Kesya nangis"


Bughh


“Itu balasan buat lo yang bikin Kesya nunggu di taman sialan ini sampai kehujanan”


Bughh


“Dan itu balasan buat lo yang lebih milih sama Amel daripada Kesya”


teriak Rey yang menyerang Devan bertubi-tubi


“Gue bisa jelasin”


teriak Devan karena Rey selalu menyerangnya


“Gue nggak butuh penjelasan lo, yang butuh itu Kesya”


tegas Rey lalu ia pun berdiri


“Dev kalo lo sekali lagi bikin Kesya nangis, lebih baik lo tinggalin dia karena gue bisa bahagiain dia, gue cinta sama dia”


teriak Rey lalu pergi membuat Devan kaget bukan main karena selama ini ia tidak menyangka bahwa sahabatnya itu menaruh hati terhadap gadis yang ia cintai.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2