
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
"Selamat malam Om, Tante"
ucap Boy dan Jojo saat mereka baru saja datang
"Malam Boy, Jojo"
"Masuk Nak, Tante panggilkan Rey dan Steven dulu ya"
ucap Mama Melly lalu pamit pergi mencari kedua anaknya
"Loh, Devan mana?"
tanya Papa Aldino
Belum sempat Boy dan Jojo menjawab, tiba-tiba Kesya berlari keluar membuat Jojo terkejut dengan keberadaannya
Kesya yang sudah hampir sampai depan pintu utama pun membalikkan badan karena melihat ada tamu, lalu dia berlari kecil mendatangi Jojo dan Boy
"Hai kak Jojo, kak Boy"
ucap Kesya tersenyum lalu kembali berlari menuju pintu utama dan keluar ke halaman rumah
"Mass Rakaa"
teriakan Kesya terdengar sampai ke dalam rumah dimana Papa Aldino, Boy, dan Jojo mendengarnya
Jojo pun benar-benar terkejut karena kehadiran Kesya terlebih saat melihat Kesya yang seakan berada dirumah sendiri karena Jojo memang seperti Devan yang tidak mengetahui bahwa Kesya adalah adik sepupu dari Steven dan Rey, lebih tepatnya anak dari saudara kandung Mama Melly
"Maklum ya, Kesya emang seperti itu"
ucap Papa Aldino terkekeh melihat wajah terkejut Jojo
"Kesya sering kesini Om?"
tanya Jojo yang masih dengan raut wajah terkejutnya
"Bahkan udah dianggap rumah sendiri, Jo"
Tak lama Kesya pun masuk kembali ke rumah dengan bergelayut manja di lengan seorang pria yang masih memakai jas dokter
"Pa"
panggil Raka lalu mencium tangan Papa Aldino diikuti oleh Kesya yang dibelakangnya
"Mau apa?"
tanya Papa Aldino kepada Kesya
"Sun tangan Papa"
jawab Kesya dengan polosnya membuat Raka dan Papa Aldino terkekeh
"Mas, tunggu Kesya"
teriak Kesya lalu berlari saat melihat Raka sudah berada di tangga yang terhubung ke lantai dua
Sepeninggalnya Kesya dan Raka, Rey dan Steven pun turun dari lantai dua mendatangi kedua sahabatnya
"Eh, Devan mana nih?"
tanya Rey saat melihat satu sahabatnya kurang
"Katanya sih ada perlu bentar, nanti dia nyusul"
ucap Jojo santai
Pasti Devan lagi nggak enakan. Tadi aja ngejelekin Rey didepan Kesya eh masa iya dia mau nginap dirumah Rey.-Boy
"Ada perlu apa? Dia mau ngejauhin gue ya?"
tanya Rey seraya terkikik
Untung saja Papa Aldino sudah pamit kembali ke kamar, jadi tidak ada yang mendengar percakapan mereka di ruang keluarga tersebut
"Ngejauhin? Maksud lo?"
tanya Steven terkejut
"Gue tau kok Devan cemburu sama gue gara-gara kedekatan gue dan Kesya, ya walau pun baik gue atau Kesya yang bilang kalo kita memang nggak ada hubungan apa-apa"
jawab Rey pelan
"Bisa-bisanya ya persahabatan kita jadi renggang gara-gara cewek"
__ADS_1
lirih Jojo pelan karena merasa bersalah kepada Rey
"Hahaha...Santai aja kali Jo, gue paham kok gimana perasaan Devan, ya kalian pikir aja udah lama kan semenjak kehilangan Dara, dia nggak pernah jatuh cinta lagi sampai akhirnya Kesya hadir dan tanpa sengaja buka pintu hati Devan. Gue paham, Devan takut kehilangan Kesya lagi setelah apa yang pernah dia alami, apalagi kan kedekatan gue dan Kesya melebihi kedekatan mereka, mana gue sahabatnya lagi"
ucap Rey terkekeh pelan
"Kok bisa ya Devan naksir Kesya?"
tanya Steven berpikir keras
"Maybe ada sesuatu yang menarik dari Kesya yang bisa Devan liat"
jawab Boy singkat membuat ketiga sahabatnya melongo
"Eh gimana-gimana? Ini lo Boy, kan?"
"Sial"
"Hahahahaha"
Tawa mereka terhenti saat mendengar pintu terbuka
"Ehm, gue nggak lambat kan?"
tanya Devan yang berdiri didepan pintu
"Eh masuk Dev"
ucap Steven lalu akhirnya Devan pun masuk ke dalam rumah keluarga Aldino
"Lo dari mana Dev?"
tanya Rey tak lupa dengan senyum tipis diwajahnya
"Ehm, ada perlu bentar"
jawab Devan tanpa menatap manik mata Rey
Belum sempat Rey kembali bertanya, tiba-tiba Kesya hadir dari dapur dan langkahnya terhenti saat melihat kehadiran Devan di ruang keluarga
"Kenapa Key?"
tanya Steven saat melihat Kesya melamun menatap Devan
"Eh-itu disuruh Mama ajak teman kak Steven makan malam bareng"
ucap Kesya setelah berhenti menatap Devan
ucap Rey mengajak semuanya
"Tapi gue udah makan Rey, kalian aja"
jawab Jojo lalu menatap Rey
"Sama, gue juga"
jawab Boy singkat
"Eh lo pada mau Mama ngoceh mulu? Nggak mau diomelin Mama kan? Ya udah nurut aja, ayo"
paksa Rey lalu menarik Jojo dan Boy hingga akhirnya mereka semua berjalan menuju meja makan yang sudah ditunggu oleh Papa Aldino, Mama Melly, dan Raka
Sedangkan Devan dan Kesya masih tidak saling menyapa dan hanya bisa diam dan sesekali saling menatap
Kesya memilih duduk disebelah kanan Raka dengan Boy yang tiba-tiba duduk disebelah kanan Kesya hingga akhirnya Devan duduk tepat dihadapan Kesya
"Mas, mau makan apa? Nanti Kesya yang ambilin"
ucap Kesya bersemangat
"Key, ingat ya mas Raka udah punya mbak Clau"
"Ihh Kesya juga udah tau kali kak, Kesya kan sayang mas Raka jadi nggak salah dong kalo Kesya perhatian"
ketus Kesya menatap Rey dengan tajam
"Hahaha...Udah-udah, kenapa sih nggak pernah akur? Setiap mas pulang ke rumah kalian debat mulu?"
"Mas nggak liat? Muka kak Rey aja bikin Kesya enek".
*****
Dua hari kemudian, dimana tepat hari ini Boy berulang tahun ke-17 dan hari ini baik Kesya mau pun Devan masih saling diam dan tidak berani menyapa satu sama lain
Sejak dua hari yang lalu, setelah pulang dari rumah keluarga Aldino, semuanya mulai berakting untuk membuat Boy kesal dan alhasil sekarang Boy yang berada di kamarnya benar-benar sedang berpikir keras apa yang salah dengan dirinya sehingga para sahabatnya selalu kesal kepadanya
"Apa gue terlalu menjengkelkan ya?"
gumam Boy pelan
__ADS_1
"Astaga bikin kepala gue mau pecah aja. Kenapa sih pada sensi semua? Jojo juga udah kek emak-emak yang nggak dikasih duit bulanan, mulutnya pengen gue tampol pake palu Thor"
ketus Boy dengan kesalnya
Sedangkan dilantai bawah tepatnya dihalaman rumah Boy, Kesya yang baru saja tiba diantar oleh Mang Udin pun mulai memencet bel sesekali mengetuk pintu
Hingga akhirnya seorang wanita paruh baya yang ditebak sebagai pelayan dirumah ini membuka pintu
"Cari siapa ya Non?"
"Ehm, kak Boy ada nggak Bi?"
"Oh temannya Den Boy ya, mari masuk Non"
Bibi pun membuka lebar pintu rumah dan mempersilahkan Kesya untuk masuk. Bertepatan dengan masuknya Kesya, seorang pria paruh baya turun dari lantai atas dan menatap Kesya dengan heran
"Selamat malam Om, perkenalkan saya Kesya temannya kak Boy"
"Oh teman Boy ya? Ada perlu apa Nak?"
tanya pria tersebut ramah
"Ehm, kak Boy ada dirumah, Om?"
"Ada, lagi dikamar kek nya. Mau ketemu Boy ya?"
"Jadi gini Om, kak Rey dan yang lainnya mau kasih suprise ke kak Boy malam ini, tapi kak Boy udah di prank dari dua hari yang lalu, kak Rey dan yang lain bikin kak Boy kesal sampai sekarang. Nah rencananya Kesya mau jemput kak Boy ke tempat acaranya"
ucap Kesya menjelaskan
"Oh ya? Pantas saja Om tadi lihat Boy seperti orang yang sedang kesal. Waktu Om bawa kue dan minta dia tiup lilin aja, dia masih kesal nggak ada semangat-semangatnya"
"Serius Om?"
tanya Kesya bersemangat membuat Om Heru mengangguk
"Ya sudah Om panggil Boy dulu ya"
"Eh tapi Om, sebelumnya Kesya minta maaf ya kalau nanti Kesya kelepasan nggak akur sama Kak Boy"
ucap Kesya yang membuat Om Heru terkekeh melihat wajah polosnya
Tak berapa lama Boy pun turun dari lantai atas dengan raut wajah kesalnya membuat Kesya harus menahan tawa karenanya
"Apaan?"
ketus Boy lalu duduk di sebelah Kesya
"Ihh kak Boy belum mandi ya? Muka kusut gitu"
"Dih, gue udah wangi kali"
"Atau mukanya belum di setrika ya?"
"Apa sih Key?"
"Hahaha...Santai dong, oh iya kak Boy nggak ada janji malam ini?"
"Emangnya kenapa sih?"
"Ya gue mau ajak keluar"
"Sayangnya gue ada janji"
"Oh ya? Duh maaf banget ya gue nggak tau. Ya udah gue pamit pulang aja"
"Iya janji sama kasur hahaha"
"Ihh jak Boy rese banget"
"Hahaha..Lo mau ajak gue kemana Key?"
"Udah sana siap-siap dulu, awas ya kalo pake baju samaan lagi"
"Terserah gue dong"
ucap Boy menjulurkan lidahnya lalu kembali ke lantai atas untuk bersiap-siap.
*
*
*
Mampir juga ke novel aku yang berjudul "Menikahi CEO?" , klik profil aku ya😍🥰..
*
*
__ADS_1
*