Tentang Kesya

Tentang Kesya
Salah Tingkah


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Semua orang benar-benar menikmati acara jalan-jalan hari ini terlebih ketika langkah kaki mereka menuju ke Timezone yang membuat Kesya hanya bisa menggeleng pelan melihat para lelaki yang bahkan lebih excited daripada Ello.


"Ini yang mau main siapa sih? Berasa jadi guru TK gue ngurus bocah-bocah" gerutu Kesya yang membuat langkah semua orang terhenti.


"Ibu Guru, Rey mau main ke Timezone boleh?"


Plak


Kesya harus bersyukur kepada Dexter yang mewakilinya untuk memukul kepala Rey.


"Harus pada akur, awas aja kalau gue denger ada yang ribut hari ini. Gue mau ke lantai atas dulu cari novel. Kak Boy yang paling waras, tolong banget gue sangat amat minta tolong jagain Ello, kalau mereka mah bodo amat mau dijagain atau nggak. Oke semuanya, bye."


Kesya melenggang pergi meninggalkan semua orang yang sudah berjalan mendekati area Timezone.


"Son, Daddy izin menemani Mommy, boleh?" tanya Boy kepada sang anak yang sedang berjalan seraya menggandeng tangannya.


Ello yang saat itu sedang bersemangat karena masuk ke dalam area Timezone pun mengangguk cepat. "Ello akan bersama Papi. Daddy bisa pergi menyusul Mommy."


"Lo nyusul Kesya?" tanya Steven yang mendengar ucapan Ello.


Boy mengangguk pelan. "Gue boleh titip Ello, nggak?"


"Selamat berpacaran" ucap Ello seraya berlari ke arah Steven yang membuat Boy hanya terkekeh pelan.


Tidak salah juga Ello bergaul dengan circle Rey karena mengerti bahwa Daddy dan Mommy nya harus berduaan.


*****


Jojo tidak tau harus merespon apa ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut perempuan yang tanpa disadari sampai sekarang masih jadi pemilik hatinya.


Dhea menatap Jojo dengan tatapan penuh arti. "Jo.. aku sayang kamu.. aku sayang banget sama kamu.."


Jojo terkekeh pelan. "Sayang? Kamu nggak lupa kan dengan status kamu sekarang? Kalau kamu lupa, aku perlu ingetin lagi kalau kamu itu istri seorang pemilik Fernando Group."

__ADS_1


"Jo.. kamu tau betul alasan aku harus memilih jalan ini.. sampai kapan pun aku nggak pernah bisa terima pernikahan ini.."


"Tapi kamu harus terima janin yang ada di perut kamu. Mau gimana pun, anak itu nggak salah."


Dhea mengangguk pelan seraya mengelus perutnya yang rata. Ia pun sadar bahwa dirinya tak bisa menyalahkan janin yang ada di kandungannya karena memang ini nyata-nyata salahnya dan Devan.


"Sekarang, status kamu udah berubah dan menjadi istri orang bahkan akan menjadi seorang Ibu. Aku mohon, tolong lupakan semua tentang kita."


"Jo! Kamu udah nggak cinta sama aku lagi, ya..?"


Jojo menatap Dhea yang juga sedang menatapnya dengan tatapan lirih. "Aku nggak akan menyangkal kalau sampai sekarang pun aku belum bisa ikhlas sepenuhnya dengan perpisahan kita yang tiba-tiba. Tapi aku harus sadar kalau sampai kapan pun aku nggak akan pernah bisa gapai kamu lagi. Kamu sekarang sudah berkeluarga dan tolong ingat status mu."


Ada jeda sebentar sebelum Jojo kembali melanjutkan untuk mengeluarkan semua yang ingin ia sampaikan di hadapan perempuan yang masih sangat ia cintai.


"Pada awalnya memang semesta nggak pernah berpihak di aku, mau dengan atau tanpa perjodohan pun sepertinya akan sulit untuk kita bersama. Kamu tau betul gimana hidup ku yang yatim piatu. Mana berani aku meminta anak gadis orang untuk diajak susah bareng?" ucap Jojo terkekeh pelan.


Ketika melihat tidak ada respon dari perempuan yang sedang terisak dihadapannya, Jojo tersenyum tipis.


"Hei, lihat aku" ucapnya yang membuat Dhea refleks mengangkat kepala menatapnya.


"Jangan terlalu sering menangis, kasihan bayi mu. Aku berdoa semoga hidupmu berlimpah kebahagiaan. Terima kasih untuk banyak hal yang kita lalui bersama dan maaf kalau aku terlalu sering membuat mu sakit. Aku pamit pergi."


Setelah mengatakan hal itu, Jojo pergi tanpa berbalik meninggalkan Dhea dengan begitu banyak penyesalan akan perpisahan yang tak diinginkan oleh kedua belah pihak.


Seorang pelayan yang melewati mejanya berhenti sebentar untuk memberikan sekotak tissue di atas meja Dhea. "Pria tadi meminta ku untuk memberikan ini."


"Jo, sampai kapan pun aku nggak akan siap kehilangan kamu.."


*****


Boy melangkahkan kakinya untuk memasuki toko buku di lantai atas. Ia menyusuri beberapa rak buku untuk mencari Kesya yang katanya ingin membeli beberapa novel.


"Lo suka novel ini?"


"Suka banget. Anyway, lo udah baca?"


"Udah dong, gue excited banget pas PO nih novel."


"Oh ya? Berarti lo punya banyak novel dong?"


Samar-samar Boy mendengar suara Kesya yang berbicara dengan seorang lelaki yang entah siapa. Seolah terbakar api cemburu, Boy pun segera melangkahkan kakinya untuk mendekati Kesya.

__ADS_1


"Sayang, disini rupanya" ucap Boy yang membuat Kesya dan lelaki tersebut terkejut.


"K-kak Boy?"


"Cowok lo?" Lelaki tersebut membuka suara.


Boy menjulurkan tangannya. "Gue tunangannya."


Lah? Nih cowok stress atau gimana?-Kesya.


"Oh, kenalin gue Bara. Tenang, gue nggak kenal tunangan lo, tadi cuman nggak sengaja ketemu disini terus gue ajak ngobrol karena dia lagi baca novel kesukaan gue" ucap lelaki tersebut menjelaskan sebelum Boy bertanya apa-apa.


Kesya hanya bisa tersenyum canggung karena tidak tau harus merespon bagaimana, terlebih ketika ia melihat Boy yang berusaha untuk tidak menunjukkan wajah cemburunya.


"It's okay, gue bukan cowok yang mudah cemburu. Boleh gue bawa cewek gue sekarang?"


"Silahkan."


Tanpa menunggu persetujuan Kesya, Boy pun segera menggandeng tangannya untuk sedikit menjauh dari lelaki yang bernama Bara itu.


"Ehem." Kesya berdehem ketika Boy belum melepaskan tangannya bahkan disaat mereka sudah cukup jauh.


Seolah baru sadar, Boy segera melepaskan tangannya dan berjalan mendahului Kesya. Ia benar-benar malu karena tidak bisa mengontrol diri bahkan disaat ia dan Kesya saja tidak memiliki hubungan apapun.


"Loh?! Sayang, tungguin dong! Masa tunangannya ditinggal" ucap Kesya dengan suara sedikit mengeras yang membuat Boy segera memukul kepalanya.


"Bodoh bodoh bodoh! Gue kenapa sih anjir?!"


Kesya yang melihat Boy semakin salah tingkah pun berlari mengejarnya. "Jahat banget sih tunangannya nggak ditungguin" ucap Kesya sedikit terkikik.


"Diem. Gue pusing banget kalau lo lagi filirting gini" ucap Boy pelan.


Mendengar hal itu, tentu saja Kesya tertawa dengan sangat keras. "Lucu banget sih, tunangan gue atau bukan, ya?"


"Buset, bisa gila gue lama-lama."


Sebenarnya, tanpa Boy sadari bahwa Kesya juga sama salah tingkah dengan dirinya. Namun, gadis itu sebisa mungkin mengontrol diri agar tidak terlalu terlihat agar bisa mengejek Boy sepuas hati.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2