Tentang Kesya

Tentang Kesya
Devan Dimaafkan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kamar Devan, 19.17 wib


Malam itu, Devan memberanikan diri untuk sekedar mengirimkan pesan kepada Kesya


Cantik <3


Key?-Devan


Maaf.-Devan


Maaf buat semuanya.-Devan


Tolong dengerin gue bentar aja, please.-Devan


Gue tau gue salah, Key. Tapi tolong maafin gue.-Devan


Key, gue kangen.-Devan


Ah udah tidur ya? Good night, Key.-Devan


Devan menatap miris layar ponsel nya dimana akun Kesya tidak online yang berarti bahwa pesan pesan yang dikirimkannya tidak sampai ke Kesya.


*****


Ruang VVIP no.2 pukul 01.38 wib


Jam menunjukkan pukul setengah 2 malam dan Kesya masih tidak bisa tertidur nyenyak. Pikirannya masih selalu terbayang dengan video yang dikirimkan oleh Amelia


Omongan Boy tadi pun masih terngiang-ngiang jelas di telinga Kesya hingga membuatnya sadar bahwa sosok pria itu ada disampingnya sedang tidur dengan posisi duduk dan meletakkan kepala nya tepat di sebelah tangan Kesya yang di infus


Ditatap nya hangat pria yang dihadapannya lalu dengan memberanikan diri Kesya mengangkat tangan dan mengelus rambut Boy pelan


Kak, sebaik itu lo sama gue. Thanks banget udah nggak pergi disaat lo tau semua rahasia gue.-Kesya


Lama ditatapnya wajah tampan itu hingga akhirnya Kesya tersadar dan menjauhkan tangannya dari pucuk kepala Boy


Gue bingung harus gimana ngadepin Kak Devan. Tapi, kata kata kak Boy bener karena nggak semuanya itu salah kak Devan. Kalau pun itu kemauan kak Devan sendiri, gue nggak perlu sampai segini kecewanya bahkan ngehindar dari kak Devan, kan? Gue aja sama dia nggak ada hubungan apapun. Astaga, Kesya ingat kalian cuma teman nggak usah berharap lebih.-Kesya


terdengar helaan nafas berat di ruangan yang sunyi itu


Tak lama kemudian, Kesya pun mulai mencoba untuk duduk karena ingin mengambil botol minum di atas meja disebelah ranjang rumah sakit


Mungkin karena merasakan ada gerakan, membuat Boy terbangun dan menatap Kesya


"Ah sorry kak, lo jadi bangun gara gara gue"


ucap Kesya merasa bersalah


"Lo mau minum?"


tanya Boy lalu menatap Kesya yang baru saja duduk


Lalu dengan sigap Boy mengambil botol minum dan memberikannya kepada Kesya


"Maaf banget ya, kak"


"Gapapa. Lo kenapa gak tidur?"


"Tadi udah tidur nggak tau kenapa malah kebangun. Kak Boy lanjut aja tidurnya"

__ADS_1


"Gapapa, gue nemenin lo aja kasihan sendirian"


"Bentar lagi gue tidur kok, kak. Kak Boy tidur aja duluan"


"Lo kepikiran Devan, kan?"


tebak Boy to the point yang membuat Kesya sedikit terkejut


"Gue udah duga"


"Gue salah kan, kak?"


"Salah gimana?"


"Ya, salah lah. Gue sama kak Devan kan nggak punya hubungan apa apa tapi dengan bodohnya gue kek gini seolah olah ngehindar dari kak Devan"


"Wajar sih kalo emang lo sama dia udah berkomitmen. Tapi emang bukan salah Devan sepenuhnya, Key. Lo kek nggak kenal Amel aja, dia punya berbagai cara buat bikin lo jauh dari Devan"


"Jadi? Gue harus jauhin kak Devan ya?"


"Heh bukan gitu maksudnya. Kalo pilihan Devan itu lo, mau sebanyak apapun cewek yang deketin dia nggak akan dipilih sama dia"


"Terus gue harus ngapain, kak?"


"Tenangin aja diri lo sampai bener bener tenang. Baru setelah itu lo denger penjelasan Devan"


"Kak Boy?"


"Hm?"


"Gue boleh nanya sesuatu gak?"


Pasti tentang Rey.-Boy


"Apa?"


"Kak Rey ada ngomong apa ke kak Boy?"


"Kak Boy nggak cocok bohong karena Kesya tau sifat kak Rey"


ucap Kesya yang membuat Boy terdiam


"Kak?"


"Kak Rey benci ya sama kak Devan?"


Deg.


*


Gue harus ngomong apa?-Boy


"Key"


"Bukan benci, cuma Rey kecewa aja sama Devan"


"Kecewa nya kak Rey melebihi dari definisi kecewa menurut orang orang. Gue salah ya kak udah bikin persahabatan kalian hancur"


"Stop, Key. Stop nyalahin diri lo"


"Why not? Fakta nya gitu, kan?"


"Key, sekarang lo tidur ya. Inget kata dokter tadi, kan? Banyakin istirahat dan nggak usah terlalu stress. Nggak usah mikir yang aneh aneh"


"Makasih ya, kak"


"Makasih? Buat?"

__ADS_1


"Udah masih ada disini"


"Iya. Sekarang lu tidur"


*****


Keesokan harinya, Kesya terbangun dari tidurnya pukul 05.14 wib dan menatap ketiga cowok yang berada di ruangan yang sama dengannya. Siapa lagi kalau bukan Rey, Steven, dan Boy yang masih tertidur dengan sangat nyenyak


Kesya merasa kasihan dengan Boy yang harus tidur dengan posisi duduk hanya karena ingin menemani nya hingga Kesya berpikir akan mengajak Boy berdamai dan tidak bertengkar lagi


Setelah cukup puas menatap para lelaki yang ada dihadapannya, Kesya pun teringat dengan ponsel nya yang seharian penuh tidak ia pegang lalu akhirnya ia mengambil ponsel nya diatas meja dan mulai mengaktifkannya


Ada begitu banyak pesan dari Dhea dan Rere yang khawatir dengan keadaan Kesya karena seharian penuh menghilang


Tatapan Kesya tertuju pada akun Devan yang mengirimkan begitu banyak pesan kepadanya. Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya Kesya mulai membuka pesan itu dan membacanya


Tak ada ekspresi apapun yang ia tunjukkan, hanya ekspresi datar yang terlihat saat dirinya membaca semua pesan dari Devan


Manusia Bunglon


Iya.-Kesya


Hanya itu balasan pesan yang Kesya kirimkan kepada Devan membuat sang penerima pesan di seberang sana terlihat sangat menyedihkan.


*****


Kamar Devan


Devan membuka chat dari Kesya yang hanya bertuliskan kata "iya"


Entah ekspresi apa yang ia keluarkan. Tentu saja dirinya sedikit merasa kecewa dengan balasan itu namun bagaimana lagi? Dia tau bahwa Kesya masih kecewa atau bahkan sudah membenci dirinya


Cantik <3


Morning, Key.-Devan


Key.-Devan


Gue minta maaf.-Devan


Key, lo masih mau maafin gue?-Devan


Maafin pria brengsek ini.-Devan


Key, please.-Devan


Knp?-Kesya


Lu mau maafin gue?-Devan


Iya.-Kesya


Serius? Key, gue bener bener minta maaf sama lo. Gue kesana ya biar gue jelasin semua.-Devan


*Ngga**k perlu. Gue masih mau istirahat.-Kesya*


Devan tau bahwa Kesya belum sepenuhnya memaafkan kebodohannya, namun Devan berjanji akan mengembalikan senyum manis gadis kecilnya itu


Cepat sembuh, Key.-Devan


Thnks.-Kesya


Devan hanya terdiam menatap layar ponselnya


Sejahat itu ya gue, Key?-Devan


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2