Tentang Kesya

Tentang Kesya
Fakta Itu


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Rey yang diminta untuk mengambil saos tambahan pun masuk ke dalam rumah namun langkahnya terhenti ketika melihat Kesya dan Steven yang berada di dekat kolam berenang.


Rey pun mengendap-endap karena ingin mengejutkan keduanya namun malah ia yang terkejut ketika mendengar Kesya yang membeli rumah dan meminta Steven untuk tidak mengatakan pada orang lain.


"Apa?!"


Baik Kesya maupun Steven benar-benar terkejut ketika mendengar suara Rey yang mendekat.


"Lo ada beli rumah?! Kenapa?!"


Kesya diam karena ia tau Rey pasti akan emosi ketika ia menceritakannya.


"Jawab gue, Key!"


"Rey! Lo kalau emosi gini, Kesya nggak akan berani cerita" ucap Steven yang membuat Rey terdiam.


Setelah menghela nafas berat, akhirnya Rey mendekat dan menggenggam tangan Kesya dengan erat. "Cerita ke gue, ada apa sama lo selama ini? Kecurigaan gue semenjak pesta Mas Raka bener, kan?!"


Kesya hanya bisa mengangguk pelan seraya menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap manik mata Rey.


Menurut Kesya, kemarahan Steven saja cukup ia takuti apalagi Rey yang memang emosional. Sungguh, ia takut jika Rey berbuat apa-apa dengan jalan pikiran yang diluar akal sehat Kesya.


"Lo diusir?!"


Kesya mengangguk pelan.


"Anjing!"


Rey segera pergi meninggalkan Kesya dan Steven yang menatapnya heran.


"Bang, ayo ikutin Kak Rey" ucap Kesya membuyarkan lamunan Steven.


Mereka pun segera berlari keluar mengikuti Rey yang sudah semakin menjauh dari halaman rumah bersama motor kesayangannya.


Seluruh orang yang ada di halaman rumah keluarga Aldino sedikit terkejut ketika melihat mereka yang berlarian. Boy yang merasa ada sesuatu yang tidak beres segera pamit kepada Papa Aldino untuk menyusul ketiganya.

__ADS_1


Rey melajukan motornya diatas kecepatan rata-rata bahkan ia tidak sadar dirinya berkali-kali hampir menabrak pengendara yang lain.


Saat ini Rey benar-benar tersulut emosi ketika mendengar Adik kesayangannya diusir dari rumah entah karena alasan apa.


"Gue nggak akan tinggal diam, anjing!"


Tak butuh waktu lama untuk Rey bisa sampai ke rumah keluarga Franklin. Ia segera masuk dengan berlari bahkan helm nya ia lempar begitu saja karena sudah sangat emosi.


Brak


Pintu utama didobrak dengan paksa membuat Franklin dan Citra yang sedang menonton bersama terkejut.


"Rey! Apa yang kau lakukan?!" tanya Franklin dengan nada meninggi.


"Kalian nggak pantes disebut orang tua! Gimana bisa kalian lepas tangan sama Kesya?!" teriak Rey menjadi-jadi.


"Rey! Jaga ucapan mu!"


"Gue udah bilang berkali-kali, nggak usah nyakitin Kesya atau hidup kalian nggak akan tenang. Kenapa Kesya harus dikucilkan?! Apa Kesya bukan anak kandung kalian?! Apa Kesya nggak keluar dari rahim?! Apa kesalahan Kesya yang bikin kalian sampai nggak pernah mau memperdulikan dia?!"


Rey yang sudah disulut emosi pun semakin menjadi-jadi ketika ia melihat wajah kedua orang tua Kesya yang saat ini sering menyakitinya.


Prang


Semua orang benar-benar terkejut ketika melihat Rey yang melempar gelas kaca ke lantai.


Deg.


Franklin bahkan Citra benar-benar terkejut mendengar fakta yang selama ini ditutupi dari mereka.


"R-rey?! Katakan bahwa semuanya bohong.."


"Kesya rela tiap bulan rutin ke rumah sakit buat cuci darah karena ginjal yang dia kasih ke Kiara berfungsi dengan baik! Kalian lebih mementingkan Kiara hanya karena Kiara sering sakit-sakitan tanpa kalian tau bahwa Kesya juga sakit! Anak dibawah umur yang terpaksa harus di operasi karena permintaannya sendiri. Dia mau Kiara bisa sembuh biar kalian juga bisa perhatian ke dia. Tapi apa?! Anjing. Kesya bahkan diusir dari rumah sialan ini."


Ucapan Rey benar-benar membuat Franklin dan Citra terdiam. Mereka benar-benar menyalahkan diri karena tidak tau akan kebenaran yang ada.


Memang, beberapa tahun yang lalu mereka sangat penasaran dengan pendonor ginjal untuk putrinya tapi ketika melihat Kiara yang sudah sembuh, mereka melupakan pendonor tersebut.


Kesya dan Steven juga Boy yang baru saja sampai benar-benar terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rey.


Hampir lima tahun kebenaran itu tertutup rapat, hari ini ternyata adalah hari dimana semuanya terbongkar. Akhirnya, orang tua kandung Kesya mengetahui fakta yang selama ini mereka sembunyikan.


"Kesya.." panggil Citra ketika melihat Kesya.

__ADS_1


"Key.. maaf.. maaf karena Mami nggak tau semuanya.. maaf atas semua perbuatan Mami selama ini.."


Kesya hanya diam tidak kuat untuk menanggapi.


"Kenapa..? Kenapa kalian menutupi semuanya..?"


Franklin ikut membuka suara.


"Kesya yang minta. Mau kalian tau atau nggak tau pun nggak akan merubah semuanya. Kesya tau kalau kalian tetap nggak akan pernah peduli ke dia."


Franklin dan Citra hanya diam karena apa yang dikatakan Rey memang benar. Mereka benar-benar tidak pantas disebut orang tua. Sungguh, penyesalan yang terjadi sudah sangat terlambat.


"Maaf.." lirih Franklin pelan.


Kesya hanya bisa diam namun tatapannya tidak lepas dari kedua orang tuanya. Mau bagaimana pun, mereka tetap orang tua kandung nya dan tanpa mereka, Kesya tidak akan pernah ada di dunia ini.


Setelah bertarung cukup lama dengan pikirannya, Kesya berjalan pelan mendekati kedua orang tuanya yang masih sangat shock mendengar fakta yang ada.


Ia tersenyum seraya menggenggam kedua tangan orang tuanya. "Mami.. Papi.. jangan minta maaf.. Mami dan Papi nggak salah" ucap Kesya yang membuat kedua orang tuanya semakin menyalahkan diri.


"Key.. maaf.. maaf, Nak."


Nak..? Sudah lama Kesya tidak pernah mendengar kata itu keluar dari mulut kedua orang tuanya.


Tanpa sadar ada senyum tipis yang terlihat di wajah cantik Kesya ketika ia diizinkan kembali untuk mendengar kata "Nak" yang keluar dari mulut kedua orang tuanya. Kata sederhana yang mungkin bagi orang lain tidak penting, namun baginya yang sudah terlalu lama dikucilkan dalam keluarga sendiri, kata itu seakan memberinya semangat baru untuk menjalani hidup.


Kesya tak pernah lupa untuk selalu mensyukuri apa yang terjadi pada hidupnya. Entah sesuatu yang baik maupun sesuatu yang buruk, semua akan ia terima dengan hati yang ikhlas.


Karena kita hanyalah manusia biasa yang tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kita tidak bisa menelusuri rencana Tuhan atas semua yang ada dalam hidup kita. Maka dari itu, kita hanya bisa menjalani kehidupan yang sudah direncanakan oleh-Nya.


Ketika melihat Kesya yang hanya diam, Boy merasa ada yang aneh seolah ada yang disembunyikan darinya namun Boy tidak bisa melakukan apa-apa sehingga ia hanya bisa diam dengan mata yang tetap fokus mengamati Kesya.


Gue harap setelah ini akan ada kebahagiaan yang menanti lo.-Boy.


Dan, feeling Boy tidak pernah diragukan lagi. Kesya tiba-tiba merasakan perutnya sangat sakit sehingga ia tak bisa menahan diri dan akhirnya pingsan di hadapan kedua orang tuanya.


"Key?!"


Rey dengan sigap menggendong Kesya dan membawanya menuju mobil Steven karena untung saja Steven memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.


"Key?! Tolong, bangun.."


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2