Tentang Kesya

Tentang Kesya
24 Hours With Me 2#


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


"Lah udah gopub nih mereka?"


Jojo yang baru saja pulang dan berkumpul kembali di rumah Kesya pun terkejut ketika melihat story Instagram Boy yang tiba-tiba memposting foto Kesya tanpa caption apapun.


"Lo baru pulang kejedot dimana? Ngomong yang jelas anjir!" gerutu Dexter yang saat itu memang baru ikut berkumpul karena baru saja selesai mandi.


Sepertinya Dexter ini memiliki gangguan emosional, karena entah kenapa setiap diajak berbicara ia selalu menjawab dengan emosi. Benar-benar jiplakan Rey.


"Boy dan Kesya."


"What?! Lo bilang apa?! Boy dan Kesya?! Gopub?! Officially?! Anjir anjir anjir!"


Benar, kan? Author baru saja mengatakannya, emosional, heboh, dan lebay benar-benar duplikat Rey.


Plak


"Lo nggak usah lebay gitu, kek baru tau mereka aja." Steven yang saat itu sedang menonton film kesukaannya pun tidak terlalu menanggapi topik pembicaraan para sahabatnya.


"Ya lo pada nggak kaget?! Boy dan Kesya?! Anjir gue beneran mau pingsan."


"Ngapain kaget?"


"Ya nggak tau, mungkin aja gue kaget karena pertama kali akun Instagram Boy bangkit dari kematian?"


Ucapan Dexter membuat semua orang tertawa. Bagaimana tidak? Memang Boy itu manusia yang sangat misterius bahkan mungkin ini story pertama yang ia posting setelah mempunyai akun Instagram. Biasanya Boy hanya akan me-repost story teman-temannya saja.


"Story nya masuk close friend nggak sih? Takutnya aja tiba-tiba media heboh." Rey yang sejak tadi hanya mendengar pembicaraan pun mulai membuka suara.


"Lah, iya?! Kaga anjir."

__ADS_1


"Waduh, berabe banget sih ini kalau nggak dari pihak Boy atau Kesya sendiri yang klarifikasi. Apalagi kan lo pada semuanya tau nama mereka berdua lagi naik-naiknya."


"Aman, Boy nggak akan ngelakuin hal tanpa pikir panjang."


*****


Saat sedang menikmati pemandangan malam, Kesya sedikit terganggu dengan notifikasi ponselnya yang sejak tadi berdering, entah siapa yang mebgirimkannya pesan sebanyak itu.


sist'bublle (nama kontak Rere di ponsel Kesya.)


LO JADIAN SAMA KAK BOY?! JAHAT BANGET SIH NGGAK KASIH TAU GUE!-Rere


HEH BALES DULU BILANG IYA ATAU NGGAK SOALNYA GUE MAU MARAH.-Rere


OKE KALAU LO NGGAK BALES SAMPAI 3 DETIK BERARTI BENER.-Rere


Ya pasti bener sih, soalnya udah gopub.-Rere.


1.-Rere.


3.-Rere.


IYAKAN?! WAH SAHABAT GUE! KAPAN UNDANGANNYA?!-Rere


Kesya benar-benar terkejut ketika membaca pesan dari sahabatnya itu. Bukan hanya itu saja, di grup kelas mereka, di grup reunian anggota OSIS, bahkan di grup chat bersama sahabatnya ketika kuliah pun benar-benar heboh. Semua orang membicarakan hubungannya dan Boy.


"Buset, baru juga gue post tanpa caption udah heboh gitu aja" ucap Boy yang mendengar notifikasi Kesya yang sejak tadi tidak berhenti-henti.


"Ya lo ngapain ngepost, Kak?!"


"Heran, salah mulu deh padahal sendirinya tadi bilang."


Kesya hanya bisa menatap wajah Boy seolah hendak menerkam lelaki yang sedang tersenyum tanpa dosa.


Padahal udah kesekian kalinya gue ngepost, tapi masih aja deg-degan.-Boy.


Benar sekali, hampir setiap hari Boy memposting foto Kesya di story Instagram miliknya namun ia hanya berani mempostingnya di close friend. Dan, jika kalian bertanya siapa saja yang masuk dalam close friend Boy, maka jawabannya adalah tidak ada. Yup, Boy hanya memasukkan akun Instagram kedua miliknya yang tersambung di iPad-nya.

__ADS_1


*****


Setelah selesai masalah postingan story, keduanya sama-sama diam menikmati pemandangan malam yang sangat indah sampai suara Kesya terdengar pelan.


"Kak Boy tuh mirip bintang Sirius, bintang yang paling terang di alam semesta ini. Kak Boy tuh sadar nggak sih kalau selama ini Kak Boy bakal jadi orang pertama yang dicari oleh semua orang? Bukan karena orang lain mau memanfaatkan, tapi karena emang kehadiran Kak Boy sangat amat membantu semua orang. Kak Boy yang rela nunggu tiga bulan lagi buat wisuda demi temenin gue saat Papi pergi. Kak Boy yang rela nganter Bang Stev ke luar kota padahal posisinya Kak Boy lagi stress banget masalah kerjaan di kantor. Kak Boy yang buka pintu rumahnya dengan sangat lebar buat Kak Jojo dan Dexter. Kak Boy yang pernah ninggalin rapat besar cuman buat ikut jemput Kak Rey dari bandara. Dan Kak Boy yang selalu bilang iya ketika ada tangan yang butuh bantuan. Kak Boy itu, manusia yang hampir sempurna yang gue kenal."


Boy terdiam. Ia tidak pernah menyangka bahwa Kesya akan berbicara seperti ini dihadapannya.


"Apa yang udah Kak Boy lakuin itu akhirnya bakal kembali ke Kak Boy sendiri, kok. Jadi, jangan ngerasa kalau Kak Boy sendirian ya di dunia yang jahat ini. Banyak orang yang peduli dan banyak orang yang sayang sama Kak Boy, bahkan gue yakin kalau banyak orang yang mau ikut denger cerita sederhana Kak Boy. Tapi, Kak Boy udah taruh benteng yang gede banget jadi orang-orang nggak kuat buat bikin benteng itu roboh.."


Ada jeda sebentar sebelum Kesya kembali melanjutkan ucapannya. "Bukan maksud gue buat bikin Kak Boy jadi tersinggung. Gue sangat amat ngerti kalau Kak Boy mungkin udah terbiasa dengan yang namanya memendam, jadi apapun yang Kak Boy rasain pasti susah buat mengutarakan itu ke orang lain. Tapi, tau nggak sih kalau sebenarnya orang-orang tuh pengen banget denger Kak Boy cerita apa aja asalkan ceritanya dibagi, senangnya dibagi dan sakitnya juga dibagi. Kak Boy nggak sendirian di dunia ini.."


Kesya menatap lelaki yang dihadapannya hanya diam namun air mata perlahan membasahi wajah tampannya. Untuk pertama kalinya, Kesya melihat tatapan rapuh dari Boy.


"Gapapa, jangan ditahan gitu. Nggak ada namanya cengeng, karena air mata itu salah satu perasaan yang sangat wajar dikeluarkan. Mau Kak Boy cowok sekalipun, kalau emang rasanya sakit banget ya gapapa banget kalau mau nangis."


Akhirnya, pertahanan Boy benar-benar runtuh. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia kembali menangis bahkan dihadapan seorang gadis.


Boy sudah tidak bisa menahan lagi, terlebih setiap kalimat yang dikeluarkan Kesya benar-benar membuat hatinya semakin sakit jika terus menahan diri.


"Izin ya, Kak." Kesya perlahan merengkuh tubuh kekar Boy hingga membuat lelaki itu memeluknya dengan sangat erat.


Boy menyandarkan kepalanya pada leher Kesya seolah ingin bersembunyi dan mencari tempat untuk bersandar.


"Nanti gue yang maju paling depan kalau ada yang nyakitin Kak Boy.. Kak Boy itu anak baik, baik banget.. jadi nggak pantes buat disakitin.."


Tangan Kesya perlahan mengelus punggung Boy hingga membuat lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya.


Ini alasan Kesya menyewa penuh satu atap restoran agar tidak ada siapapun yang bisa mendengar tangisan Boy dan agar tidak ada siapapun yang bisa mendengar percakapan mereka.


Kesya memang sengaja karena ia sudah mempersiapkan dirinya untuk hal ini. Sudah cukup lama, Kesya ingin perlahan masuk dan menggandeng tangan Boy agar menjelajahi kehidupan lelaki itu. Dan akhirnya, malam ini ia berhasil.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2