
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Saat keduanya masih berpelukan, bel rumah kembali berbunyi hingga membuat Kesya harus membuka pintu.
"Loh? Kok pagi banget, abis dari rumah Papa ya?" tanya Kesya ketika melihat Boy ada di depan rumahnya.
Boy terkekeh pelan seraya mengangguk. "Mau ke kantor tapi mampir dulu takutnya nanti nggak sempet."
"Masuk dulu, gue belum masak soalnya tadi bangun agak kesiangan. Oh iya, ada Dhea juga di dalem."
"Dhea? Ini gapapa gue masuk? Takutnya malah ganggu waktu lo sama sahabat lo" ucap Boy menghentikan langkahnya.
"Nggak kok aman aja, masa mau ngusir tunangan sih" ucap Kesya tertawa.
Boy menatap gadis itu dengan kesal. "Nggak usah mulai."
Kesya hanya tertawa karena memang ia cukup sering menggoda Boy dan berakhir dengan lelaki itu mengoceh tidak jelas karena salah tingkah. Memang, salting nya Boy itu jelek sekali.
"Eh, Kak Boy" ucap Dhea ketika melihat Boy yang berjalan mengekori Kesya.
Boy tersenyum tipis. "Gimana kabarnya? Kapan baby nya launching?" tanya lelaki itu basa basi.
"Baik, Kak. Dua bulan lagi lahiran, minggu depan acara tujuh bulanan jangan lupa dateng ya, Kak."
"Oh ya? Selamat ya! Pasti dateng kok kalo di undang. Lo berdua lanjut lagi aja" ucap Boy seraya beranjak pergi masuk dan menghampiri Ello yang sedang sibuk bermain sendiri.
"Ini gue nggak ganggu pasangan calon pengantin kah?" tanya Dhea menggoda Kesya.
"Nggak, Kak Boy kesini mau ketemu Ello doang" jawab Kesya.
"Itu mah modus, padahal aslinya pengen ketemu Mommy nya" celetuk Dhea yang lagi-lagi menggoda sang sahabat.
__ADS_1
"Nggak, anjir! Mana ada kek gitu" gerutu Kesya dengan kesalnya.
Dhea pun tertawa. "Dari dulu nggak berubah ya, lo kalau salting suka ngamuk."
*****
Setelah Dhea berpamitan pergi, Kesya kembali ke dapur untuk memasak sarapan pagi karena memang hari sudah semakin cerah dan Boy akan segera berangkat ke kantor.
Sebenarnya, jauh sebelum keduanya bertunangan pun Kesya memang sering memasak dan mengajak lelaki itu untuk makan bersama sehingga rasanya tidak ada yang berubah kecuali status mereka.
"Lo belum mandi? Sini biar gue lanjutin masaknya biar lo mandi dulu."
"Nanggung, Kak. Bentar lagi beres kok" ucap Kesya yang memang masih sibuk di dapur sehingga Boy harus kembali duduk menemani Ello dan juga Asyera yang sudah bangun tidur.
"Kak, nikahnya dua bulan lagi?" tanya Asyera basa basi.
Boy mengangguk. "Doain aja semua jalannya dilancarkan."
Memang benar, ketika mereka melaksanakan acara pertunangan sederhana dengan dihadiri oleh kedua belah pihak keluarga, baik Kesya maupun Boy pun menetapkan pernikahan mereka sekitar dua bulan setelahnya karena ada begitu banyak hal yang perlu dipersiapkan matang-matang.
"Kak Kesya beneran mau desain sendiri gaunnya?"
"Lo bentar lagi lulus, kan? Rencananya mau kerja apa?" Kali ini Boy yang memulai sesi basa basi.
Asyera menggeleng pelan seolah tidak tau harus bekerja apa dan dimana. "Mungkin ya mau buka usaha sendiri aja."
"Keren dong punya pemikiran buka usaha sendiri padahal kalau dipikir-pikir, lo bisa dengan mudahnya minta kerjaan ke abang lo yang lain."
Asyera menggeleng pelan. "Kak Kesya yang cewek aja bisa kok buka butik dari nol, masa gue nggak bisa buka usaha gue sendiri?"
Diketahui, Asyera berkuliah di jurusan manajemen kuliner mengingat dirinya memang sangat suka berburu berbagai macam kuliner yang ada. Memang sejak kecil Asyera memiliki mimpi untuk membuka restoran bintang lima dengan namanya sendiri.
"Pasti keren kalau namanya Yera's Resto" ucap Boy terkekeh pelan.
Asyera mengangguk mantap. Memang, sejak dulu ia selalu bercerita kepada Boy tentang mimpi-mimpi yang sangat ingin ia wujudkan. Namun, ada mimpi yang sepertinya tidak mungkin bisa terwujud yaitu Asyera kecil pernah bermimpi ingin menjadi penguasa bumi.
"Kak, di umur sekarang tuh gimana pandangan Kak Boy tentang nikah? Bukannya apa-apa sih, Yera cuman penasaran aja soalnya kan ya sekarang udah pada nikah semua kecuali Kak Rey, Kak Jojo, sama Kak Dexter yang sampai sekarang jodohnya belum keliatan" ucap Asyera tertawa.
__ADS_1
"Pandangan gue tentang nikah? Sebenarnya ya menurut gue nikah tuh nggak cuman lo hidup sama orang lain, tapi nikah tuh tentang gimana caranya lo menghabiskan waktu seumur hidup dengan orang pilihan lo."
"Harusnya kan emang gitu, tapi kenapa ya suka banget ada perselingkuhan bahkan perceraian dimana-mana?"
"Untuk masalah perceraian, kita nggak bisa men-judge orang gitu aja karena kita nggak pernah tau apa masalah mereka selama berumah tangga, mungkin aja cerai adalah jalan satu-satunya agar bisa digantikan dengan sosok yang lebih baik lagi walaupun di agama kita tuh sangat dilarang buat cerai. Kalau untuk masalah perselingkuhan, menurut gue nggak akan pernah bisa dimaafkan. Karena, yang namanya mendua hati tuh nggak akan bisa tenang hidupnya. Ngapain sampai harus mendua sih? Kenapa nggak urus baik-baik yang satu aja? Kalau pun emang udah nggak ada rasa kan bisa selesai baik-baik sebelum memulai dengan orang lain lagi."
Asyera mengangguk seolah setuju dengan pemikiran Boy. "Yera setuju, mau pakai alesan apapun yang namanya perselingkuhan nggak akan bisa dimaafkan karena ya kenapa mudah banget mendua hati?"
"Dari setiap pilihan juga pasti ada resiko, kan? Salah satunya kalau mereka memilih selingkuh berarti mereka harus siap kehilangan sosok yang pertama."
"Kadang Yera suka miris dengan isu perselingkuhan, apalagi dengan alesan bosan dan capek padahal itu semua nggak bisa dianggap sebagai alesan yang masuk akal. Kalau capek dan bosan, kenapa harus memilih cari yang baru daripada memperbaiki?"
"Bentar deh, tumben banget topik kita pagi-pagi udah berat aja tentang perselingkuhan" ucap Boy tertawa.
Asyera yang menyadarinya pun ikut tertawa. "Random thinking aja, Kak. Tiba-tiba kepikiran terus pengen bahas." (Pemikiran acak.)
Tak lama kemudian, Kesya memanggil ketiganya untuk sarapan bersama karena memang masakannya sudah matang.
"Kak Kesya mau kemana?"
"Mau mandi. Kalian sarapan aja dulu."
Setelah memastikan bahwa masakannya sudah tertata dengan rapi di atas meja makan, Kesya pun segera masuk ke kamarnya untuk mandi karena ia sendiri merasa sedikit pusing karena telat mandi.
*****
"Kak, saham Grandly tuh berapa ya harganya? Yera jadi pengen main saham deh" ucap Asyera disela-sela sarapan pagi mereka.
"Heh! Mau ngapain main saham main saham?! Saham sendiri aja nggak pernah di urus" gerutu Kesya ketika mendengar sang adik yang ingin bermain saham.
"Halah bilang aja Kak Kesya iri karena Yera mau beli saham Grandly Group. Kak Boy nggak mau bagi saham ke Kak Kesya kah?"
Plak.
*
*
__ADS_1
*