
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
"Ihhh kok ngikut-ngikut sih?"
"Gue lagi pengen pake baju ini"
"Alesan banget"
ketus Kesya yang membuat Boy terkekeh pelan
"Emang kita mau kemana Key? Lo kesini tadi sama siapa?"
"Gue juga nggak tau mau kemana, pokoknya jalan aja sampai ketemu tempat seru. Tadi sama taksi kesini"
"Kok bisa?"
"Lagi gabut tiba-tiba kepikiran kak Boy, ya jadinya ngajak kak Boy gabut bareng"
ucap Kesya terkekeh
"Om, Kesya culik kak Boy dulu ya"
ucap Kesya saat melihat Om Heru berjalan mendekat
"Kak Boy, Papa nya ganteng juga ya hihihi"
bisik Kesya pelan yang sukses membuat Boy menatapnya tajam
"Heh ngomong aneh-aneh"
ketus Boy kesal
"Pa, Boy keluar sebentar ya"
"Hati-hati bawa anak orang, Boy"
"Boy nggak bawa Pa, dia yang ngajak"
"Kamu ini"
ucap Om Heru yang membuat Boy tertawa
"Om, pantesan ya kak Boy ganteng ternyata keturunan dari Papa nya"
ucap Kesya yang membuat Boy menyentil keningnya
"Udah ah cepat"
ucap Boy kesal yang membuat Kesya dan Om Heru terkekeh pelan
"Kesya pamit ya Om"
Kesya pun mencium tangan Om Heru diikuti oleh Boy.
*****
Didalam Mobil
"Key, lo serius nggak tau tujuan kemana? Malam-malam gini"
"Ya serius, kan udah gue bilang kalo gue gabut lagi pengen jalan-jalan jadi ngajak kak Boy aja"
"Kenapa harus gue? Devan kan ada"
"Kalo nggak ikhlas diajak jalan ya nggak usah, gue turun aja"
ketus Kesya dengan kesalnya
"Hahaha...Lo tuh ya ngegas mulu"
"Udah tau kalo gue masih kesal sama kak Devan malah dibahas"
"Ha? Sampai sekarang? Lo berdua masih diam-diaman? Kok bisa?"
"Nggak tau"
jawab Kesya pelan
"Ntar gue bujuk Devan gih buat minta maaf ke elo"
"Jangan kak, gue nggak mau gitu. Biar kak Devan aja yang tau kesalahannya dimana"
"Kenapa lo nggak coba ngomong sama Devan, Key?"
"Kak Boy, lo nggak tau gimana rasanya jadi gue disaat orang lain ngejelekin kakak gue didepan gue sendiri. Kak Rey sayang ke gue melebihi orang tua kandung gue, jadi hati gue bakal sakit dengar kak Devan yang seenaknya ngejelekin kak Rey"
lirih Kesya pelan
"Maafin gue ya, Key"
"Ha? Kenapa malah kak Boy yang minta maaf?"
"Gue yang memulai pembahasan ini sampai bikin lo jadi kembali ingat kata-kata Devan"
"Nggak kok kak. Gapapa"
jawab Kesya tersenyum tipis
"Oh iya kak Boy ulang tahun ya hari ini?"
"Lo tau dari mana?"
tanya Boy menyelidik
"Ya kan di Instagram kak Boy heboh pada ngucapin"
jawab Kesya malas
"Oh"
__ADS_1
"Kak Boy traktir ya"
"Traktir apaan?"
"Junk food"
jawab Kesya cepat yang membuat Boy menggeleng pelan
"Sekarang?"
"Enggak. Nanti aja, kita makan dulu"
"Di?"
"Gue yang pilih tempatnya"
ucap Kesya bersemangat
Lalu Kesya pun mulai mengarahkan Boy menuju restoran dimana semua sahabatnya sudah menunggu.
*****
Restoran
Sesampainya di restoran, saat Kesya dan Boy baru saja masuk, tiba-tiba pelayan yang sudah menunggu didepan pintu mengagetkan mereka
"Selamat malam dan selamat datang di restoran kami. Hari ini kami ada pelayanan khusus untuk pasangan anak muda. Apa mbak dan mas nya mau pelayanan khusus?"
"Mau banget"
jawab Kesya cepat membuat Boy menatapnya heran
"Tapi sebelumnya apa mbak dan mas nya benar sepasang kekasih?"
"Astaga mbak, nggak liat apa? Kita ini sepasang kekasih yang sangat cocok, cantik dan ganteng. Mbak mau pembuktian apa lagi? Nggak perlu sampai cium kekasih saya didepan umum kan?"
cerocos Kesya yang lagi-lagi membuat Boy terkejut sekaligus heran
"Key"
bisik Boy pelan
"Sayang, liat mbak nya kenapa nggak percaya kita pasangan kekasih?"
Astaga Key, lo nggak sakit jiwa kan?-Boy
"Ehm iya mbak, kami sepasang kekasih"
ucap Boy dengan raut wajah yang masih heran lalu memberanikan diri untuk merangkul pinggang Kesya membuat pelayan tersebut tersenyum tipis
Tanpa Boy sadar bahwa pelayan tersebut sudah bekerja sama dengan para sahabatnya untuk memberikan suprise untuknya
"Maaf jika saya sempat tidak mempercayainya. Mari ikut saya mbak, mas"
ucap pelayan tersebut lalu berjalan didepan Boy dan Kesya
"Key, lo udah gila?"
"Gue mau cobain pelayanan khusus"
Pelayan wanita itu berhenti di sebuah privat room yang lumayan besar lalu mengijinkan Kesya dan Boy untuk masuk ke dalamnya. Kesya yang bersemangat pun langsung menarik Boy untuk masuk bersamanya.
Namun, langkah Boy terhenti saat melihat lampu di ruangan tersebut begitu gelap yang sepertinya sengaja dimatikan
"Key, kenapa mati?"
"Malah nanya gue, makanya sini ikut gue nyari saklar lampu"
ucap Kesya seraya tersenyum tipis dan Boy tidak bisa melihat senyumnya
"Lo jangan jauh dari gue, kalo diculik nanti berabe"
"Dih, emang ada yang mau nyulik di privat room gini?"
"Ya siapa tau aja"
"Eh bentar, itu apa sih?"
"Itu apa Key? Mana?"
tanya Boy dengan mendekatkan diri pada Kesya
"Kok ada bayangan orang?"
"Kesyaaaaa"
teriak Boy lalu bersembunyi dibelakang Kesya hingga tanpa sadar sudah memeluk gadis itu dari belakang
Tiba-tiba lampu kembali menyala dan
"Suprissseeeee"
teriak semuanya bersamaan.
Deg
Jantung Devan hampir saja copot karena melihat adegan didepannya, dimana Boy yang masih memeluk Kesya dengan erat sedangkan Kesya hanya tertawa karena melihat raut wajah ketakutan Boy
Setelah sadar bahwa dirinya sedang memeluk gadis, cepat-cepat Boy menarik kembali tangannya dan menjauh sedikit dari Kesya
"Sialan lo pada. Menguras emosi gue aja"
ketus Boy menatap sahabatnya dengan tajam
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you"
Dengan kompak semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Boy dan dengan Kesya yang membawa kue ulang tahun dengan lilin yang sudah hidup
"Eh Key sejak-"
"Udah make a wish dulu, pegal nih tangan gue"
gerutu Kesya dengan wajah cemberutnya
__ADS_1
Boy pun mulai berdoa, hanya doa yang ia dan Tuhan yang tau. Lalu setelah itu, Boy meniup lilin yang berangka 17 dan beberapa lilin kecil diujung-ujung kue ulang tahunnya
"Cepetan dong, gue ngiler nih"
ucap Jojo yang kesal karena Boy lama memotong kuenya
"Eits bentar, suapan pertama dikasih ke siapa nih?"
goda Rey karena Boy sejak tadi melirik ke arah Kesya
"Kesya aja ya, kan nggak lucu kalo gue sama jeruk"
ucap Boy lalu menyodorkan kue ulang tahun dan menyuapi Kesya
Melihat itu hati Devan kembali membara, dan jujur saat ini Devan benar-benar tidak bisa mengontrol rasa cemburunya hingga bisa dilihat jelas dari raut wajahnya
"Ide siapa nih?"
tanya Boy dengan kesal karena ia mengingat dirinya yang menguras otak untuk memikirkan kekesalan para sahabatnya
Semua orang menunjuk Kesya sedangkan yang ditunjuk mulai berjalan menjauhi Boy namun sia-sia karena Boy berhasil menarik lengannya
"Lo tuh ya"
ketus Boy yang membuat Kesya cengengesan
"Kak Boy yang traktir malam ini"
ucap Kesya tiba-tiba yang membuat Boy terkejut
"Lah kenapa gue? Seharusnya kalian dong kan kalian yang pesan privat room, ya itung-itung hadiah buat gue"
jawab Boy yang membuat semuanya mendengus kesal
Lalu semuanya pun mulai duduk di meja yang sudah disiapkan untuk menyantap makan malam ditemani dengan canda tawa
Hingga akhirnya makan malam sudah selesai dan jam menunjukkan pukul 21:00 WIB, satu per satu dari mereka mendekati Boy dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya
Giliran Kesya, gadis itu tidak melirik Boy bahkan sedang sibuk menguyah permen karet yang ia ambil dengan tanpa meminta izin dari dalam tas Boy
"Key, lo nggak mau ucapin ke kak Boy?"
tanya Dhea yang membuat Kesya menoleh sebentar kearah Boy
"Ogah ah, kak Boy rese"
"Ya udah, gue juga ogah traktir junk food"
ucap Boy yang sukses membuat Rey menatap Kesya dengan tajam
Aduh kak Boy, bisa-bisanya bahas junk food didepan kak Rey.-Kesya
"Apa Boy? Dia minta lo traktir junk food?"
tanya Rey membuat Boy mengangguk pelan
"Jangan mau"
ucap Rey dan Steven bersamaan membuat semua orang menatap heran kearah mereka sedangkan Kesya hanya menatap kedua Kakaknya tajam
"Kak Rey, sekali aja"
rengek Kesya lalu berjalan mendekati Rey
"Lo udah makan junk food dua kali dalam bulan ini. Jadi jatah lo udah habis"
"Bang Stev"
tanpa sadar Kesya memanggil Steven dengan panggilan rumah
"Apaan?"
tanya Steven mengerutkan kening
"Ya? Sekali aja?"
"Lo nggak dengar apa kata kak Rey? Jatah bulan ini kan udah habis Key"
"Tau ah males"
ketus Kesya dengan kesalnya lalu kembali ke tempat duduk dan mulai sibuk dengan ponsel
"Gapapa Rey sekali aja. Gue udah janji traktir Kesya"
ucap Boy yang membuat aktivitas Kesya terhenti namun Kesya enggan menoleh
"Kan gue udah bilang Boy, jatah junk food nya Kesya udah habis bulan ini jadi dia nggak bisa lagi makan makanan yang nggak sehat"
Kesya mendengus kesal mendengar penjelasan Rey yang memang susah untuk dibujuk
"Eh semuanya, gue pamit duluan udah dijemput"
ucap Kesya lalu dengan cepat keluar dari privat room membuat semua orang menatapnya heran
"Marah lagi"
gumam Rey pelan seraya memijat pelipisnya
"Lo nggak susul Dev? Yakin dia dijemput?"
tanya Jojo menyadarkan Devan
"Eh? Kenapa mesti gue? Kan dia berangkatnya sama Boy"
jawab Devan dingin membuat Boy menatapnya heran
"Lo yakin mau gue yang susul?"
tanya Boy menyeringai membuat Devan lalu keluar dari privat room dengan cepat.
*
*
__ADS_1
*