
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
"Jujur, gue nggak nyangka kalau lo bisa ajak gue diskusi tentang hal kaya gitu. Gue malah nggak kepikiran sama sekali karena gue kira semuanya ngalir gitu aja" ucap Boy saat mereka sudah selesai membahas hal penting tadi.
Kesya terkekeh pelan. "Sebenarnya, hal yang penting dibahas sebelum nikah ya itu, tapi kebanyakan pasangan biasanya lupa atau kurang memperhatikan sampai akhirnya bisa terjadi kesalahpahaman."
"Jadi, setelah ini kita bahas buat resepsi?" tanya Boy yang membuat Kesya mengangguk setuju.
"How's ur dream wedding?" (Bagaimana pernikahan impian mu?)
"Nikah sama lo."
Plak
Kesya refleks memukul pelan lengan calon suaminya yang sangat usil itu.
"Padahal gue jawabnya serius, nikah sama lo tuh dream wedding gue."
"Kak! Serius dulu ih! Maksud gue ya kaya selama resepsi lo mau apa, mau ngundang artis siapa, mau tema apa, gitu loh!" gerutu Kesya dengan wajah yang sudah memerah akibat salah tingkah.
"Kita kan tau nikah tuh ya sekali seumur hidup, dan jujur gue sampai sekarang belum ada kepikiran dream wedding karena selama ini gue nggak pernah kepikiran buat nikah, makanya gue bilang dream wedding gue ya nikah sama lo. Kalau lo, gimana?"
"Gue punya, dan cukup ribet" ucap Kesya tertawa.
"Seribet apapun itu, gue usahain buat kabulin dream wedding itu."
"Pertama, gue mau wedding dress pakai desain gue sendiri. Kedua, gue mau semua pakaian keluarga besar pake desain gue dan ya tentunya harus ada pakaian keluarga biar kompak. Ketiga, untuk dekorasi nya gue mau ada logo BTS di belakang pelaminan, dekorasi yang simpel, elegan dan cantik persis ala-ala Korea. Keempat, bouquet-nya mau pakai army bomb. Kelima, ring box-nya mau custom ala-ala light stick. Itu aja sih untuk dekorasi dan lain-lain."
Boy tersenyum tipis mendengar dream wedding Kesya. "Walaupun nikahnya sama gue, Kim Taehyung masih harus ada ya?"
"Jelas! Seenggaknya itu jadi bukti bahwa gue emang Fangirl sejati."
"Untuk masalah acaranya mau gimana?"
"Pemberkatan di Gereja dengan tata cara yang seharusnya tanpa dilebihkan atau dikurangi. Lokasi wedding-nya itu perlu diskusi sama calon pasangan. Kalau untuk mobilnya, mau pakai warna merah karena dulu Mami sama Papi pakai warna merah juga. Untuk pintu masuknya, nggak mau yang hening atau cuman diiringi aransemen aja, harus pakai live musik."
"Mau ngundang siapa?"
"Beberapa artis lokal aja. Kalau ngundang BTS, nanti gue batal nikah sama lo" ucap Kesya tertawa.
__ADS_1
"Kalau misalkan lokasinya di hotel gue, gimana?"
"Hah? Lo punya hotel, Kak?! Apa aja kekayaan lo yang gue nggak tau?!" Kesya terkejut mendengar Boy yang mempunyai hotel tanpa sepengetahuannya.
"Nanti dibahas. Kalau lo mau, secepatnya gue bakal urus."
"Tempatnya strategis, kan?" tanya Kesya yang membuat Boy mengangguk.
"Parkiran luas, kan?" Lagi. Boy mengangguk setuju.
"It's okay, gue setuju! Pokoknya tamu undangan jangan ada yang kesusahan cari parkir, apalagi sampai pulang-pulang kelaperan."
"Oke. Untuk masalah tamu undangan, mau ngundang siapa aja?"
"Kalau gue sih paling rekan kerja, temen-temen yang lain, sama mungkin rekan kerjanya Kak Gab dan Papa ditambah rekan kerja Kak Boy dan Om Heru pastinya."
"Mau private atau nggak? Kalau nggak, pastinya ada banyak wartawan."
"Gapapa, siapa tau mereka juga mau ikut merayakan kebahagiaan kita" ucap Kesya terkekeh pelan.
"Berarti semuanya udah beres, kan?" tanya Boy yang membuat Kesya menggeleng.
"Masalah kekayaan lo Mr.Grandly" ucap Kesya yang mengundang gelak tawa Boy.
Mendengar hal itu, Boy kembali tertawa karena menurutnya Kesya sangat lucu. "Bisnis temen papa, gue masih coba-coba aja soalnya tertarik dengan desain hotelnya. Harus ada beberapa renovasi yang gue usahain bakal selesai sebelum hari-H."
"Berarti selain Presdir Grandly Group, Kak Boy juga punya hotel?" tanya Kesya yang membuat Boy mengangguk.
"Buset, nggak salah nih gue terima lamaran cowok mapan."
*****
Hari ini, seperti janji yang sudah dibuat kemaren bahwa Kesya dan Boy akan pergi ke mall untuk mencari cincin pernikahan mengingat pernikahan mereka akan dilaksanakan kurang dari dua bulan lagi.
"Padahal lo bisa ambil yang dipilih lewat katalog produk tanpa harus ke toko nya langsung" gumam Kesya pelan yang membuat Boy terkekeh.
"Gue lebih suka ngabisin waktu sama lo dari pada di kantor."
"Ya tapi ntar lo bangkrut."
Mendengar hal itu, tentu saja mengundang gelak tawa Boy. "Kekayaan Papa masih bisa bantu gue nafkahin anak orang."
Plak
"Tau gitu gue sama Om Heru aja."
__ADS_1
"Heh! Nggak ada ya! Masa gue yang berjuang tapi bokap gue yang menang sih?" gerutu Boy dengan wajah kesalnya.
Saat sedang asik bercanda, keduanya tanpa sadar sudah sampai di toko perhiasan.
"Mau model yang gimana?" tanya Boy kepada sang gadis.
Kesya diam namun matanya masih memilih-milih cincin yang menarik perhatiannya. "Mau pilih tiga model?" tawar gadis itu yang membuat Boy mengangguk.
"Gimana kalau ini, ini, dan ini?"
Kesya menunjuk tiga model cincin berlian yang berbeda-beda. Cincin pertama model polos dengan berlian kecil diatasnya yang biasanya disebut dengan cincin solitaire. Cincin kedua dengan berlian utama lebih besar dan dikelilingi dengan berlian kecil yang biasanya disebut dengan cincin halo. Lalu cincin terakhir memiliki kesan mewah dan glamor karena rangka cincin dikelilingi dengan berlian yang biasanya disebut dengan cincin eternity.
Pilihan Boy jatuh kepada cincin solitaire karena memang ia juga bukan tipe lelaki yang menyukai perhiasan berlebihan seperti banyaknya berlian yang mengelilingi cincin pernikahan.
"Udah gue duga, pilihan kita pasti sama" ucap Kesya terkekeh pelan.
"Saya pilih ini saja, Mbak. Untuk ukuran jari saya dan calon suami. Apa bisa request untuk ukiran di cincin?"
Karyawan toko mengangguk. "Nona bisa melakukan request cincin pernikahan di toko kami. Silahkan isi formulir ini dan akan segera kami proses."
"Kak, ada usulan mau request apa?"
"Mr. Grandly dan Mrs. Grandly, gimana? Atau mau pakai nama aja?"
"Bagus yang pertama. Sekalian sama tanggal married juga, ya?"
"Anything for u." (Apapun untukmu.)
*****
Kedua pasangan calon pengantin baru saja keluar dari toko perhiasan setelah memilih cincin pernikahan mereka.
"Sekarang, mau sekalian cari bahan tambahan buat baju keluarga atau ke—"
"Boy?! It's u?!"
Ucapan Boy terhenti ketika seorang perempuan modis mendekat dan memanggilnya.
Deg.
*
*
*
__ADS_1