Tentang Kesya

Tentang Kesya
Devan dan Dhea


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kesya terdiam bahkan tanpa sadar ponselnya jatuh dari tangannya membuat Boy terkejut seketika.


"Hei, kenapa?" tanya Boy seraya mengambil ponsel Kesya yang sudah retak akibat terjatuh ke lantai.


Tak sengaja Boy melihat ponsel Kesya yang masih menyala dengan room chat atas nama Kak Jojo. Dalam hatinya, Boy sangat penasaran apa yang terjadi dan kabar apa yang diberikan Jojo sehingga membuat Kesya sangat terkejut. Namun, Boy sadar bahwa itu adalah privasi Kesya sehingga ia tidak mau melihat lebih lanjut.


"Hei? Masuk dulu, ayo" ucap Boy pelan seraya menuntun Kesya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Saat mereka hampir sampai di pintu utama, tiba-tiba Kesya menahan lengan Boy agar berhenti berjalan.


"Kak, bisa anterin gue ke rumah Kak Jojo sekarang?! Gue takut Kak Jojo kenapa-kenapa.." ucap Kesya pelan.


"Key.. ini udah larut banget loh dan lo harus tidur sekarang.."


"Gue nggak bisa tidur tanpa tau keadaan Kak Jojo.. tolong.."


Akhirnya, Boy pun setuju untuk mengantarkan Kesya ke tempat kediaman Jojo. Sepanjang perjalanan, Kesya hanya diam hingga membuat Boy menatap kearahnya. Ternyata, gadis itu sedang meremas ujung bajunya sehingga Boy perlahan mengelus pelan tangan mungil Kesya.


Air mata Kesya jatuh perlahan membasahi wajah cantiknya. Mau dipungkiri bagaimana pun juga, hasilnya tetap sama bahwa Devan pernah jadi sosok yang sangat amat ia cintai selama beberapa tahun. Mendengar kabar tersebut membuat hati Kesya sakit walaupun ia tidak tau apakah rasa itu masih sama atau sudah pudar.


*****


"Loh?! Kak?! Ini bukan arah ke rumah Kak Jojo" ucap Kesya saat menyadari bahwa Boy tidak membawanya ke alamat rumah Jojo.


"Jojo nggak akan ada di rumah kalau ada masalah, kita coba cek ke apartemennya aja dulu."


Dan benar saja, tanpa disangka mobil Boy parkir tepat disebelah mobil Jojo sehingga ia semakin yakin bahwa sahabatnya sedang berada di apartemen sekarang.


Boy segera membuka pintu mobil Kesya dan menuntun gadis itu menuju ke lift agar segera menemui Jojo. Sepanjang perjalanan, Boy masih penasaran dengan apa yang terjadi namun ia tidak mau menanyai Kesya terlebih saat melihat gadis itu sedang tidak baik-baik saja.


Tok tok tok


Kesya mengetuk pintu apartemen Jojo berkali-kali setelah menekan bell namun tidak ada sahutan sama sekali. Hingga beberapa saat kemudian, karena melihat Kesya yang semakin panik, Boy mengambil inisiatif untuk mendobrak pintu apartemen tersebut.


Keduanya benar-benar terkejut ketika melihat apartemen Jojo yang sudah sangat berantakan dengan pecahan kaca dimana-mana.


"Key, awas!" ucap Boy seraya menarik Kesya saat gadis itu hampir saja menginjak sebuah pecahan kaca.


"Kak.. ini Kak Jojo dimana..?" tanya Kesya dengan wajah panik.

__ADS_1


"Kita cari bentar ya, lo di belakang gue."


Setelah mencari di semua tempat, akhirnya mereka menemukan Jojo yang sedang meringkuk di dalam kamar mandi.


"Kak Jojo!"


"Jo?!"


Baik Kesya maupun Boy sama-sama terkejut melihat keadaan Jojo yang sudah sangat kacau.


"Kak.. gue izin sentuhan fisik sama Kak Jojo."


Ucapan Kesya membuat Boy menatapnya heran. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh gadis itu sehingga detik kemudian Boy sadar bahwa Kesya meminta izin kepadanya untuk memeluk tubuh Jojo.


Kesya perlahan memberikan kehangatan kepada Jojo yang sudah sangat kacau tersebut. Tak lupa dengan elusan di punggung yang membuat isak tangis Jojo semakin terdengar.


"Kak.. lo ngapain harus sampai nyakitin diri gini..?" gumam Kesya pelan.


Pertanyaan Kesya enggan dijawab oleh Jojo sehingga ia hanya mengeratkan pelukan seolah mencari ketenangan dalam pelukan hangat Kesya.


Boy perlahan mendekat dan menepuk pelan bahu sahabatnya tersebut. "Kalau ada masalah, lo sellau bisa cerita ke kita, Jo."


"Cewek gue.. cewek gue mau nikah.. dan anjingnya sama sepupu gue sendiri.."


Deg.


Boy sepenuhnya tau akan jawaban dari berita malam ini. Kedua orang yang sedang saling menguatkan tersebut ternyata sedang disakiti dengan sangat.


"Kak Jojo.. ayo gue bantu obatin luka tangan lo.." ucap Kesya perlahan seraya mengelus pelan lengan Jojo yang sudah dipenuhi dengan luka.


Luka tangan yang bisa dipastikan bahwa Jojo menampar kaca dan membuat lengannya terluka bahkan darah yang mengalir sudah cukup mengering.


"Ayo. Lo bisa cerita ke kita, Jo.."


Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya Jojo pun mau menuruti ucapan Kesya dan Boy. Mereka pun membawa Jojo ke ruang televisi dengan Kesya yang segera berlari mencari kotak P3K di apartemen tersebut. Sedangkan Boy masih duduk disebelah Jojo, menatap lelaki itu dengan tatapan sendu.


"Perjodohan?" tebak Boy tepat sasaran.


Jojo mengangguk pelan. "Nggak pernah ada sedikit pun di pikiran gue kalau akhirnya hubungan gue yang bertahun-tahun kandas.."


Boy terdiam. Ia tau bahwa Jojo masih belum selesai berbicara. "Cuman karena gue anak yatim, apa gue nggak bisa berjuang buat cewek gue..?"


"****! Nggak ada hubungannya dengan itu, Jo!"


Jojo tertawa pelan. "Om Fahri ngomong gitu.."


Flashback on

__ADS_1


Malam ini, Jojo berinisiatif untuk mengunjungi rumah Devan karena setelah sekian lama akhirnya ia kembali ke Indonesia. Orang pertama yang ia cari tentulah sahabat sekaligus sepupunya tersebut.


Jojo masuk ke rumah Devan tanpa mengetuk hingga ia mendengar obrolan Fahri dan Devan yang membuatnya sangat sakit hati.


"Satu minggu lagi kamu dan Dhea akan menikah. Tinggallah di rumah."


"Nggak. Nico milih tinggal di apartemen, Pa."


Hah?! Gue salah dengar, kan?-Jojo.


"Dev.. gue salah dengar, kan? Bukan Dhea cewek gue, kan?"


Tubuh Devan mematung ketika mendengar suara yang sangat ia kenali tersebut.


"Ngomong, Devan! Bilang ke gue kalau bukan Dhea yang gue kenal!" ucap Jojo seraya menarik kerah baju Devan.


"Jojo! Jaga sikap kamu!" ucap Fahri yang membuat Jojo terdiam.


"Om, bukannya Om Fahri juga tau kalau Dhea itu kekasih Jojo?!"


"Dhea nggak pantas sama kamu. Mau dikasih makan apa anak orang?! Relakan saja kekasihmu dengan Nico."


"Nggak pantas kenapa?! Apa karena Jojo anak yatim piatu, nggak punya orang tua, usaha sendiri buat lanjut pendidikan, karena itu Jojo nggak pantas dengan Dhea?!"


"Iya! Sadar diri, Jo. Jangan bawa anak orang yang sudah dari dulu kaya, malah hidup apa adanya dengan kamu."


Devan hanya diam mendengar Fahri menjelek-jelekkan Jojo. Ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Jojo terkekeh pelan. "Right. Karena bumi cuman buat orang-orang kaya dan egois."


Setelah mengatakan itu, Jojo pun pergi dari rumah Devan.


Flashback off.


"Anjing! Bokap Devan bener-bener anjing! Semua orang bisa berjuang, Jo! Nggak ada pengecualian buat lo yang berjuang sendiri. Lo nggak perlu denger kata-kata mereka."


"Bokap Devan emang bener, Boy. Anak orang nantinya mau gue kasih makan apa? Gue aja berjuang mati-matian buat lanjut kuliah.." ucap Jojo tertawa.


"Gila! Nggak usah didengerin. Emang dianya aja yang egois."


Kesya mematung mendengar percakapan kedua lelaki itu.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2