Tentang Kesya

Tentang Kesya
Teman Baru


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Ting tong ting tong


Kesya menekan bell di kamar hotel Devan hingga tak lama kemudian lelaki itu keluar dengan wajah khas bangun tidur.


"Lama" ucap Devan seraya mengerucutkan bibirnya.


Kesya terkekeh pelan. "Mandi dulu sana."


"Aaa kan mau peluk."


"Mandi atau gue pulang?!"


Tentu saja ancaman tersebut membuat nyali Devan ciut sehingga ia segera berlari ke kamar mandi. Kesya yang melihatnya pun hanya terkekeh pelan lalu berjalan menuju tempat tidur Devan untuk membersihkannya.


Saat sedang membersihkan tempat tidur, tatapan Kesya tertuju pada ponsel Devan yang tiba-tiba menyala seolah baru saja ada notifikasi yang masuk. Kesya pun perlahan mendekat ponsel tersebut.


+441223xxxx


Where are u? Don't be like this, Dev. (Di mana kamu? Jangan seperti ini, Dev.)


"Levanna?" gumam Kesya pelan.


Tak lama kemudian, ponsel Devan berdering dengan nomor yang sama sedang meneleponnya. Seolah tidak mendengar, Kesya pun berpura-pura untuk membuka tirai jendela kamar hotel Devan.


Devan baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat gadisnya sedang menikmati pemandangan diluar dengan segelas susu cokelat panas di tangannya.


"Hei" panggil Devan pelan yang membuat Kesya sedikit terkejut.


"Masih suka americano ice?" tanya Kesya.


Pertanyaan Kesya sederhana namun membuat keduanya tiba-tiba terdiam. Devan sadar bahwa sepertinya hubungan mereka benar-benar mempunyai jarak yang cukup besar sehingga hal-hal sederhana yang dulunya tanpa diberitahu pun mereka sudah tau, namun sekarang malah membuat mereka ragu untuk bertanya.


"Aku suka semuanya apalagi kalau cantiknya aku yang bikin" ucap Devan tersenyum tipis.


"Cepetan pasang baju sana nanti masuk angin. Bentar ya, gue buatin dulu."


"Ih aku not gue" gerutu Devan dengan wajah kesalnya.


Kesya tertawa. "Gue gue gue gue" ucapnya lalu berlari menjauh agar Devan tidak mengejarnya lagi.


Devan hanya tertawa melihat Kesya yang kembali seperti dulu lagi. Ah, ia bersyukur jika hubungannya masih bisa diperbaiki sekarang.


Ting.


Notifikasi pesan kembali muncul di ponsel Devan membuat sang pemilik ponsel mendekat.


+441223xxxx


Please don't walk away from me.. (Tolong jangan menjauh dariku.)


Seolah tidak ingin menanggapi, Devan memilih untuk segera memasang pakaiannya lalu menyusul gadisnya.

__ADS_1


Disinilah keduanya, sedang menikmati pemandangan di balkon kamar hotel yang sangat mewah. Pemandangan kota Seoul yang sangat indah membuat tatapan Kesya tidak berhenti menatapnya.


"Sayang?" panggil Devan yang membuat Kesya menoleh.


Devan menjulurkan tangannya memberikan ponsel miliknya kepada Kesya membuat gadis itu menatapnya heran.


"Kenapa, Kak?" tanya Kesya mengerutkan kening.


"I don't want any more secrets in our relationship." (Aku tidak ingin ada rahasia lagi dalam hubungan kita.)


Kesya hanya diam karena ia tidak tau harus melakukan apa. Memang, sejak dulu ia tak pernah melarang Devan melakukan apapun, ia benar-benar memberikan kebebasan kepada lelaki itu.


"Block siapapun orang yang perlu di block dari sini. Aku nggak mau lagi kehilangan kamu."


Kesya tersenyum tipis mendengar ucapan Devan. "Nggak ada yang perlu di block, Kak.."


"No, babe. Aku nggak mau hubungan kita makin berjarak lagi nantinya. Aku nggak mau ada rahasia lagi di hubungan kita. Ini, terserah kamu mau apain."


"Kak, kalau lo pengen gue ngelarang lo ini-itu, lo nggak akan bisa. Bukannya dari dulu gue bilang gue akan selalu kasih kebebasan buat lo."


"Aku, Sayang. Aku."


Devan masih protes dengan panggilan Kesya yang masih lo-gue.


"Iya iya, aku. Nggak perlu gini ah" ucap Kesya terkekeh pelan.


Devan membuka ponselnya, wallpaper ponsel yang masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. "Tau nggak, setiap mabuk aku selalu record omongan aku" ucap Devan bercerita.


"Oh ya? Terus gimana? Apa yang diomongin waktu mabuk?"


"Kamu."


"Serius, Sayang. Mau denger?"


Devan memutar beberapa recording yang ia record saat dirinya mabuk. Dan benar saja, tidak ada satu pun hasil recording itu yang tidak menyebut nama Kesya. Akan selalu ada kalimat "mau Kesya" yang Devan ucapkan setiap ia mabuk.


"Tuh kan dibilang juga apa nggak percaya sih" ucap Devan sedikit malu.


"Kak.." panggil Kesya pelan.


"Kenapa, Sayang?"


"Hari aku belum sepenuhnya sembuh.. Kak Devan ngerti kan maksud aku?"


Aku bahkan dijauhin semuanya karena kasih kesempatan buat Kak Devan..-Kesya.


Devan mengangguk pelan. "Aku janji, Sayang.."


*****


Saat ini kedua pasangan yang baru saja berbaikan sedang bucin-bucinnya jalan-jalan bersama seraya mengantarkan Kesya ke kampus karena memang gadis itu ada keperluan.


"Maaf ya, tadi nggak sempet sewa mobil" ucap Devan merasa bersalah karena mereka harus naik transportasi umum.


"Udah, tar duitnya abis nggak bisa balik" ucap Kesya tertawa.


"Oh iya, rencana baliknya kapan? Kan nggak mungkin lama-lama disini."


"Tiga hari lagi huh."

__ADS_1


Kesya tertawa melihat raut wajah Devan yang tidak senang jika membahas kepulangannya ke Cambridge.


"Jangan cemberut gitu ah, kan bentar lagi."


"Lama tau setahun lebih" ucap Devan mengeluh.


Kesya terkekeh pelan seraya menggenggam tangan lelaki itu. "Kak, kita berjuang sama-sama ya..?"


Devan mengangguk mantap.


Tak lama kemudian, Kesya sibuk dengan ponselnya sedangkan Devan memilih untuk bersandar di bahu Kesya.


Tangan Kesya bergerak lincah diatas layar ponsel yang menyala. Ia menghabiskan waktunya untuk membuka akun pribadinya untuk sekedar melihat-lihat hingga tiba-tiba tangannya berhenti bergerak ketika melihat sebuah postingan.


stvnn_ "@b.frsco_ @reyyhoss @dxtrr"


Kesya terdiam, matanya menatap lama postingan tersebut. Ternyata itu adalah postingan di akun Instagram Steven dimana ia memposting foto dirinya, Boy, Rey, dan Dexter di bandara saat mereka mengantar Dexter.


Tangan Kesya bergerak untuk membuka komentar pada postingan tersebut.


@boyclub_ Kak Boy makin ganteng aja.


@annshy Yang jomblo yang mana, Kak?


@elldjsy Baju item masih jomblo, kan?


@sheydl Kalo nggak Boy, yang disebelahnya aja boleh, Tuhan.


Dan masih banyak lagi komentar-komentar itu.


Ah, Kesya sudah menduga bahwa ada begitu banyak komentar dari para cewek yang pasti akan modus ke Boy. Setiap semua orang yang memposting dirinya dengan Boy, pasti ada saja yang berkomentar seperti itu. Bagaimana tidak? Akun sosial media Boy seperti akun mati yang tidak ada postingan satu pun, bahkan profilnya benar-benar gelap. Lelaki itu misterius..


Mereka bahagia ya tanpa gue.-Kesya.


*****


Seoul National University


Brak


Kebiasaan lama Kesya ternyata terbawa sampai di negeri orang.


"Joesonghabnida" (Maafkan saya) ucap Kesya menunduk pelan.


Lelaki itu menatap Kesya cukup lama. "Gwaenchanh-a, neo sin-ibsaeng-iya?" (Tidak apa, apakah kau mahasiswa baru?"


Kesya mengangguk pelan.


"Mannaseo bangawoyo, jeoneun Lee Jang Jun-ibnida" (Salam kenal, aku Lee Jang Jun) ucap lelaki itu seraya menjulurkan tangannya.


"Jeoneun Kesya-ibnida." (Aku Kesya)


Itulah pertemuan pertamanya dengan Lee Jang Jun. Lelaki yang akan menjadi bagian dari cerita Kesya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2