Tentang Kesya

Tentang Kesya
Memulai Kembali


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Kesya masuk ke dalam apartemen seolah tidak terjadi apa-apa. Ia kembali menjadi orang yang hidup dengan topeng yang sangat tebal. Ia akan bersikap biasa saja dan akan selalu menyebar senyum manisnya.


"Hei, how r u, Son?" (Hei, apa kabarmu, Nak?)


Kesya berlari kecil memeluk sang anak yang sedang bermain bersama Boy. Pertanyaan Kesya membuat semua mata tertuju padanya. Semua orang bingung mengapa Kesya bertanya kabar Ello padahal baru sekitar dua jam yang lalu ia masih melihat anaknya tersebut.


Boy yang mengerti bahwa ada sesuatu yang tidak beres pun langsung mendekati Kesya. "How about u? What's wrong with u?" (Bagaimana denganmu? Ada apa denganmu?) bisik Boy pelan agar anak mereka tidak mendengar dan bertanya-tanya.


Kesya tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. "Gue nggak kenapa-kenapa, Kak. Emangnya gue kenapa?" tanya Kesya balik.


Bukan Boy namanya kalau tidak melihat jelas perubahan itu.


"Setiap ada masalah lo selalu cari Ello dan peluk anak lo."


Seolah enggan menjawab, hanya helaan nafas Kesya yang terdengar membuat Boy tidak mau bertanya lebih lanjut terlebih masih banyak orang di apartemen.


*****


Malam ini semua orang sedang makan bersama di sebuah restoran ternama karena bukan tanpa alasan, jika mereka memilih makan di rumah otomatis apartemen Steven dan Kesya tidak bisa menampung semua orang sehingga mereka memilih untuk makan di luar lagi.


Seperti biasanya Ello akan duduk di tengah-tengah Boy dan Kesya karena setiap makan bersama Boy, ia ingin selalu disuapi oleh Daddy nya dengan alasan ingin seperti Hawila yang masih bayi.


"Semuanya, Kesya mau ngomong sesuatu" ucap Kesya pelan yang membuat aktivitas semua orang terhenti karena fokus mereka langsung beralih pada Kesya.


Sebelum kembali membuka suara, Kesya menghela nafas berat karena ini adalah keputusan nekad yang ia buat.


"Ada sesuatu yang terjadi?" Raka yang tidak sabaran seolah meminta sang adik untuk segera melanjutkan ucapannya.


"Kesya mau lanjut kuliah—"


"Oalah kirain apaan, gue udah panik duluan" ucap Rey dengan wajah emosinya.


"Di London.."


"What?!" (Apa?!)


"Loh? Kenapa, Nak?!

__ADS_1


"Ada apa kok tiba-tiba sekali?"


Semua orang benar-benar terkejut mendengar ucapan Kesya karena sungguh itu terlalu tiba-tiba bahkan semua orang pun tidak pernah menyangka bahwa Kesya akan memilih London sebagai negara tempatnya melanjutkan pendidikan.


"Kenapa hei? Tumben banget lo milih London?! Bukannya negara impian lo cuman Seoul?" tanya Rey berturut-turut.


Kesya tersenyum tipis. "Universitas terbaik ada di London" ucapnya.


Ucapan Kesya membuat Boy menggeleng pelan. Boy sadar bukan itu alasan utama Kesya untuk melanjutkan pendidikan ke London.


Lo nggak pernah gini, bukannya lo pernah bilang kalau cari kampus itu jangan cari kampus terbaik tapi cari negara terbaik.-Boy


Tindakan Kesya pun menjadi tanda tanya besar bagi Boy selama ini. Ia harus mencari tau apa yang terjadi pada saat Kesya berjalan-jalan bersama Devan hingga membuat gadis itu tiba-tiba ingin menjauh dari seluruh keluarga.


*****


Incheon Korea Airport


Semua orang sudah berkumpul di bandar udara untuk mengantar kepergian seluruh keluarga Kesya yang akan kembali ke Indonesia.


Sejak malam itu, Ello tidak mau menjauh dari Boy bahkan ia memilih untuk tidur bersama lelaki itu karena mendengar Daddy nya akan kembali ke Indonesia.


"Dad, why don't u want to live with me?" (Dad, kenapa kamu tidak tinggal bersama ku?)


Boy terkekeh pelan. "What if Daddy goes bankrupt? Daddy can't buy toys anymore." (Bagaimana jika Daddy bangkrut? Daddy tidak bisa mainan anak lagi.)


Boy hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Ello.


Kesya dan Steven akhirnya mengantar kepergian semuanya.


*****


Hari ini, Steven akhirnya mengantar kepergian Kesya dan Ello. Gadis itu benar-benar bertekad untuk pergi ke luar negeri ke tempat dimana orang lain tidak mengenalnya. Dengan dukungan dan semua orang, akhirnya Kesya pun menetapkan pilihannya pada Royal College of Art, London.


"Goodbye.." (Selamat tinggal.)


@cloresya "🤍🤍"


Kesya memposting pemandangan langit dari pesawat di snapgram nya yang langsung mengundang begitu banyak balasan komentar dari semua orang.


Banyak yang mengira bahwa Kesya akan kembali ke Indonesia bahkan sebagian besar teman sekelasnya saat SMA dulu sudah merencanakan untuk reunian bersama.


Kesya hanya membaca pesan satu per satu dan berusaha untuk membalas semuanya namun jarinya terhenti bergerak ketika ia melihat akun @kiranaaa yang ternyata juga mengirimkan balasan komentar pada postingan Kesya.


@kiranaaa Kak Kesya.. how do u feel..? (Kak Kesya. Bagaimana perasaan mu?)

__ADS_1


Seolah enggan membalas pesan Kirana, Kesya pun segera mematikan ponselnya dan pura-pura fokus membaca majalah karena Ello sudah tertidur dengan nyenyak.


*****


Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang, Kesya menginjakkan kakinya pada negara orang tersebut. Negara yang akan menjadi tempatnya selama kurang lebih dua tahun kedepan. Negara yang akan menjadi saksi bisu untuk seorang gadis kecil yang bertekad untuk hidup sendiri dan jauh dari keluarganya.


"Mommy, the scenery is so beautiful" (Mommy, pemandangannya sangat indah.) ucap Ello bersemangat ketika pemandangan malam kota London sedang menjamu mereka yang baru saja menempuh perjalanan panjang.


Kesya terkekeh pelan. "Do u want to be carried by Mommy?" (Apakah kamu ingin digendong oleh Mommy?)


Ello menggeleng pelan lalu membantu Kesya untuk mendorong koper miliknya. "Don't worry, I can do it myself, Mom." (Jangan khawatir. Aku bisa melakukannya sendiri, Mom.)


Keduanya pun sama-sama berjalan dengan mendorong koper menuju ke taksi online yang sudah dipesan oleh Kesya. Taksi tersebut melaju membawa mereka ke apartemen yang sudah disewakan Kesya untuk dua tahun kedepan.


Kepindahan Kesya ke negara orang ini benar-benar dilakukan sendiri. Dari awal mencari apartemen yang dekat dengan kampus, mencari sekolah terbaik agar bisa menyekolahkan Ello, mencari tempat yang bersih dan nyaman untuk menjadi tempat tinggal, dan sebagainya. Kesya benar-benar melakukan semuanya sendiri.


"Memulai semuanya kembali.." gumam Kesya pelan seraya menatap pemandangan malam.


*****


London, 23:38 waktu setempat


Ello berkali-kali menelepon seseorang namun tidak ada satu pun jawaban dari panggilan tersebut hingga membuatnya kesal.


"Where's Daddy?!" (Dimana Daddy?!)


"Hei, Ello menelepon Daddy?!" Kesya yang baru saja memindahkan barang-barang mereka pun terkejut mendengar ucapan sang anak.


Ello mengangguk pelan. "Why?" (Kenapa?)


"Sayang, di Indonesia baru aja pagi dan sejak kapan Daddy bisa bangun pagi? Mungkin masih tidur dan Ello sekarang ayo tidur."


"Why did it happen?" (Kenapa ini terjadi?)


Kesya terkekeh pelan seraya duduk disebelah sang anak. "Indonesia dan London itu negara yang berbeda jadi waktu juga berbeda. Kalau disini pukul 11 malam, disana pukul 6 pagi."


"Huh, Daddy will wake up when I'm sleeping.." (Huh, Daddy akan bangun ketika aku tidur.)


Kesya tersenyum tipis. "Ayo tidur dulu, nanti kalau Ello bangun pasti Daddy akan mengangkat panggilan."


Akhirnya, Ello pun mulai menidurkan dirinya disebelah Kesya. Untung saja gadis itu menyewa apartemen yang sudah lengkap dengan isinya sehingga memudahkannya untuk tinggal di tempat tersebut tanpa membeli furniture lain.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2