Tentang Kesya

Tentang Kesya
Tidak Mendapat Restu


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


Ruang UGD


"Gimana keadaan Kesya, mas?"


tanya Steven lalu berdiri diikuti yang lainnya saat melihat Raka baru saja keluar dari ruang UGD


"Seperti biasa"


gumam Raka pelan bersamaan dengan para perawat yang membawa Kesya menuju ruang rawat inap


"Maksudnya gimana, Stev?"


"Kesya kecapekan dan maybe asam lambungnya naik dan itu yang bikin bekas operasinya kembali nyeri makanya dia pingsan. Kadang paling lama juga 3 hari-an di rumah sakit"


ucap Steven menjelaskan lalu mengajak semuanya menuju ruangan Kesya


Saat sampai, Devan ragu untuk ikut kedalam namun Steven meyakinkan bahwa Kesya akan memaafkannya hingga membuat sedikit menambah keberanian Devan dan dia pun ikut masuk


"Bang, bisa bicara sebentar dengan mas?"


tanya Raka saat melihat Steven dan lainnya masuk ke ruangan Kesya


"Baik, mas"


ucap Steven lalu mengikuti langkah Raka yang membawanya ke ruangan kepala rumah sakit


Ruang Kepala Rumah Sakit


"Ada apa lagi sekarang?"


"Maksud mas?"


"Berhenti menutupi kesalahan lelaki itu dan jelaskan semuanya untuk mas"


"Mas, abang nggak ngerti"


"Devan, sahabat kamu itu kan yang bikin kesehatan Kesya memburuk?"


"Mas tau dari mana?"


tanya Steven terkejut


"Beberapa bulan yang lalu saat Kesya dirawat karena pingsan dengan beling ditangannya, mata Kesya sembab pasti menangisi lelaki itu, bukan?"


tanya Raka yang membuat Steven hanya diam tanpa berani menjawab


"Jawab mas, bang"


"I-iya, mas"


"Kamu tau kan bagaimana perjuangan kita untuk menjaga gadis kecil itu dan lihat sekarang dengan mudahnya lelaki asing masuk di kehidupan nya dan membuat air mata Kesya jatuh bahkan ini sudah dua kalinya Kesya masuk rumah sakit akibat lelaki itu. Apa mereka berpacaran?"


"Nggak, mas. Kesya masih menepati janjinya"


"Sekali saja nas melihat ada lelaki yang membuat gadis kecil menangis, mas sudah bisa berpikir bahwa lelaki itu tidak pantas mendapat restu dari mas"


"Ta-tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan Devan kok, mas"


"Lalu apa? Kamu ingin menjelaskan semuanya?"


tanya Raka yang membuat Steven perlahan mengangguk pelan


"Semuanya berawal dari Amel, mas. Amel cinta sama Devan dan membenci Kesya karena beredar berita di sekolah bahwa Devan dan Kesya berpacaran. Jadi dengan cara apapun Amel mencoba memisahkan mereka sampai beberapa bulan yang lalu Kesya ngeliat Devan dan Amel berpelukan, itu pertama kalinya air mata Kesya jatuh gara-gara Devan dan sekarang air mata Kesya jatuh lagi karena Devan dan Amel ciuman di bar"

__ADS_1


ucap Steven menjelaskan semuanya


"Apa? Lalu bagaimana kamu bisa bilang bahwa itu bukan salah Devan? Jelas-jelas jika Devan memang tidak merespon si Amel itu maka gadis itu juga tidak akan sedekat itu kan dengan Devan"


"Ta-tapi mas-"


"Mas sudah bilang agar berhenti menutupi kesalahan Devan didepan mas"


"Mas-"


"Dan jangan harap mas bisa merestuinya"


Ucapan Raka membuat Steven tak berani berbuat apa-apa lagi karena Steven tau bahwa Kakak pertamanya itu tidak pernah main-main dengan ucapannya


Dengan langkah gontai Steven keluar dari ruangan Raka setelah permisi dengan pemilik ruangan bahkan ucapan Raka masih terngiang-ngiang di telinga Steven


Bahkan jika akhirnya mereka ditakdirkan untuk bersama pun, maaf mas tidak akan pernah bisa merestuinya bahkan menghadiri pernikahan mereka suatu saat nanti. Karena mas sudah katakan jika dia berani membiarkan air mata Kesya jatuh bahkan untuk kedua kalinya maka dia benar-benar tidak baik di mata mas


"Mas Raka bener-bener serem"


gumam Steven pelan


"Gimana nantinya kalo gue nyakitin cewek? Astaga nggak kebayang marahnya mas Raka apalagi brother dan bisa dijamin gue nggak akan hidup tenang"


ucap Steven bergidik ngeri membayangkan marahnya kedua Kakak nya


"Rey mah enak, nyakitin cewek dengar omelan gue dan Kesya, kalo aja ketahuan sama mas dan brother pasti kapok tuh anak"


Sepanjang jalan Steven hanya berbicara sendiri tanpa sadar dirinya sudah berada didepan ruangan Kesya.


*****


Ruang VVIP no.2


"Masih belum sadar?"


tanya Steven saat baru sampai di ruangan Kesya


jawab Devan lemah


"Gue tau lo punya banyak pertanyaan sama gue"


ucap Steven pelan


"Sorry, gue bahkan nggak tau kalian keluarga"


"Gue juga minta maaf sama lo karena ini akal-akalannya gue biar bikin lo cemburu karena kita pengen tau gimana seriusnya perasaan lo ke Kesya"


"Gue serius sama dia bahkan perasaan gue nggak kek ke Dara dulu"


"Perjuangin Dev dan gue minta tolong jangan bikin air mata Kesya keluar lagi"


"Sorry"


"Harusnya lo minta maaf ke Kesya"


"Sampein maaf gue ke Rey karena gue tau Rey nggak bakal respect lagi ke gue"


"Lo ngomong apa sih, Dev?"


"Kesya pernah cerita kalo Rey yang paling overprotektif dari yang lain dan Rey yang paling jagain Kesya banget. Jadi kalo ada yang bikin Kesya nangis, Rey pasti maju duluan buat nonjok orang itu"


"Lo pernah ditonjok Rey?"


tanya Steven terkejut


"Nggak, cuma gue yakin setelah ini Rey nggak bakal respect ke gue karena bikin air mata adik kesayangannya keluar"


lirih Devan pelan

__ADS_1


"Jangan ngomong yang aneh-aneh deh. Rey cuma butuh waktu, lo kek nggak tau dia aja kan dia emosian orangnya"


"Tapi gue bener-bener minta maaf Stev buat segalanya, buat air mata berharga Kesya yang jatuh berkali-kali gara-gara gue dan buat Kesya yang sakit bahkan masuk rumah sakit"


Belum sempat Steven menjawab, tiba-tiba matanya tertuju pada Kesya yang sudah sadar di atas ranjang rumah sakit


"Kesya? Key, ada yang sakit? Bilang ke abang"


tanya Steven dengan raut wajah khawatir lalu berlari mendekati sang adik sedangkan Devan hanya mematung menatap Kesya dengan tatapan sendu nya


"Kesya? Kenapa? Mau dipanggil mas Raka?"


tanya Steven sekali lagi yang membuat Kesya menggeleng pelan


"Kesya mau ngomong sama Devan?"


tanya Steven pelan yang lagi-lagi membuat Kesya menggeleng


Ya, Devan melihat itu semua, Devan melihat penolakan Kesya padanya, penolakan yang membuat hatinya benar-benar sakit namun Devan tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa diam mematung dengan menatap Kesya dalam


"Kak Rey mana?"


tanya Kesya pelan


"Lagi keluar sama Boy"


"Kesya mau kak Rey"


lirih Kesya pelan tanpa sadar air matanya keluar membasahi wajah cantiknya


"Abang telpon bentar ya, jangan nangis lagi"


ucap Steven lembut lalu menelpon Rey


Sudah dua kali panggilan terlewatkan namun Rey masih belum mengangkatnya hingga Steven berinisiatif untuk menelpon Boy yang ia tebak sedang bersama Rey


"Halo?"


ucap Boy saat panggilan berlangsung


"Lo di atap, Boy?"


tebak Steven karena dia tau bahwa Rey akan berada di atap saat ini


"Yup, sama Rey"


"Bisa nyuruh Rey balik kesini gak? Kesya nyariin dia"


"Rey, Kesya udah sadar dan nyari lo"


terdengar suara Boy yang berbicara dengan Rey


"Lo serius Boy?"


"Steven nelpon gue"


"Ya udah balik yuk"


"Kita otw nih"


ucap Boy pada Steven


"Thanks Boy"


panggilan pun terputus.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2