
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘
Selamat membaca🥰😘.
*****
Ruang VVIP no.2
"Kak Rey"
panggil Kesya pelan saat Rey dan Boy baru saja sampai di ruangannya
"Iya sayang, ini kak Rey"
ucap Rey pelan lalu menggenggam erat tangan Kesya dan menciumnya
"Sakit, kak"
Tiba-tiba air mata Kesya keluar dan membasahi wajahnya membuat hati Rey benar-benar sakit
"Mana yang sakit? Mau dipanggil mas Raka?"
tanya Rey pelan
"Nggak, Kesya mau meluk kak Rey aja"
ucap Kesya pelan yang membuat Rey langsung memeluknya erat
Dan Devan yang masih mematung hanya bisa menyaksikan itu semua. Kesya dengan sikap manja yang tidak pernah Devan ketahui pun akhirnya hanya bisa diketahui hari ini
"Dev, lo pulang aja deh dulu, nanti kalo Kesya udah mau ngomong sama lo, gue kabarin"
ucap Steven menepuk bahu Devan
"Gue nggak bisa ya disini aja?"
tanya Devan pelan yang membuat Steven menghela nafas berat
"Kesya butuh waktu"
ucap Steven pelan yang membuat Devan akhirnya pulang bersama dengan Jojo setelah pamit juga kepada Kesya dan Rey namun tetap tidak mendapat jawaban apa-apa dari keduanya
"Boy, lo juga kalo mau balik gapapa, kasian lo capek habis naik pesawat nggak ada istirahat"
ucap Steven menatap Boy yang duduk di sofa
"Lo berdua juga pasti capek habis naik pesawat dan nggak ada istirahat. Jadi kita gantian aja jagain Kesya, btw gue masih boleh disini kan, Key?"
tanya Boy lalu menatap kearah Kesya yang juga menoleh kearahnya
"Kok kak Boy masih mau temenan sama Kesya? Kesya kan anak penyakitan"
lirih Kesya pelan yang membuat Boy berjalan mendekatinya
"Jangan ngomong macem-macem ah gue nggak suka dengarnya. Gue masih Boy yang lo kenal, gue akan selalu ada saat lo butuh"
ucap Boy lalu mengelus pucuk kepala Kesya
Setulus itu ya Boy perasaan lo sama Kesya.-Rey
"Makasih ya, kak"
__ADS_1
lirih Kesya dengan mata berkaca-kaca
"Cewek cantik nggak boleh banyak nangis, sayang loh air mata lo"
ucap Boy lembut yang membuat Kesya tersenyum tipis
"Mudah banget senyum ke Boy, gue yang dari tadi meluk aja nggak di senyumin"
gerutu Rey yang membuat Kesya menoleh kearahnya
"Kak Rey waras?"
tanya Kesya menahan tawa
"Gitu dong, jangan nangis mulu"
ucap Steven yang mendekati mereka
"Makasih ya, Kesya nggak tau gimana caranya balas kebaikan kak Rey, bang Stev, dan kak Boy yang peduli sama Kesya disaat Kesya mengalami hari terburuk"
"Cukup dengan lo kembali ceria, itu udah bikin kita senang"
ucap Boy membuat Rey dan Steven mengangguk setuju
"Eh bentar gue keluar dulu ya"
pamit Boy tiba-tiba
"Kak Boy mau kemana?"
tanya Kesya dengan tatapan sendu nya
"Gue mau telpon supir buat ngantar pakaian gue, kan nggak mungkin kalo gue nggak mandi ya walaupun kegantengan gue masih terpancar"
"Eits ngadi-ngadi ya lo, gue tuh wangi tau walaupun nggak mandi. Nih coba lo cium ketek gue"
ucap Boy yang mengarahkan ketiaknya pada Kesya membuat gadis itu meronta-ronta bahkan menarik-narik tangan Rey
"Lo berdua cocok banget sih. Gue nggak habis pikir gimana kalo Boy jadi satu apartemen sama gue di Seoul dan dua tahun kedepan Kesya nyusul"
"Dan pastinya lo bakal sakit kuping dengar perdebatan mereka"
timpal Rey yang membuat Boy tertawa sedangkan Kesya hanya tersenyum tipis
"Ya udah gue mau nelpon supir dulu"
ucap Boy lalu pamit keluar namun langkahnya terhenti saat Kesya berbicara
"Nggak bisa ya disini aja?"
tanya Kesya yang membuat Rey dan Steven tersenyum tipis sedangkan Boy langsung menoleh kearahnya
"Iya-iya udah gue telpon disini aja"
Akhirnya Boy pun mengalah dan menelpon supirnya di ruangan Kesya
Setelah menelpon, Boy kembali ke sofa untuk duduk dan bermain game online. Namun tak lama kemudian Steven dan Rey tiba-tiba pamit mandi ke ruangan keluarga meninggalkan Kesya dan Boy berdua di ruangan
"Jangan lama-lama"
pinta Kesya yang membuat Rey terkekeh
"Kan ada Boy, kenapa harus takut?"
__ADS_1
"Takut kak Boy gigit"
"Heh gue nggak suka daging lo, nggak enak"
"Terus enak daging siapa?"
"Daging ayam lah, ya kali gue makan daging manusia"
ketus Boy yang membuat Kesya tertawa
"Udah ah, lo berdua tuh kapan bisa akurnya sih?"
tanya Steven yang sudah menggeleng kepala melihat Kesya dan Boy yang tidak pernah akur seperti Rey dan Kesya biasanya
"Cukup aja gue tiap hari liat Rey dan Kesya yang debat, nggak usah ditambah kalian berdua lagi"
"Kesya tuh bikin emosi mulu"
"Heh, dimana-mana yang salah itu cowok. Nggak pernah ada cewek yang salah"
"Iya-iya gue yang salah"
Lagi-lagi Boy mengalah membuat Kesya tersenyum penuh kemenangan.
*****
Setelah kepergian Steven dan Rey, Boy pun akhirnya duduk di kursi yang ada disebelah ranjang rumah sakit dimana Kesya yang meminta Boy untuk menemaninya
"Gue baru tau kalo Kesya itu manja banget"
cibir Boy yang membuat Kesya manyun
"Berarti kak Boy beruntung bisa lihat sisi gue yang cuma gue tunjukkin ke keluarga"
"Ya sih bener juga"
ucap Boy yang membuat Kesya terkekeh
"Eh btw, gimana sekarang lo berdua?"
"Berdua siapa?"
"Devan"
"Ya nggak gimana-gimana kan emang dari awalnya cuma teman cuma ya Kesya agak kecewa aja soalnya Kesya sempat naruh harapan di janji kak Devan"
"Harapan doang? Nggak perasaan nih?"
goda Boy terkekeh walaupun dalam hati dirinya sakit jika Kesya memang memiliki perasaan terhadap Devan
"Nggak ada kak Boy, serius"
"Oh ya? Kok gue nggak percaya ya?"
"Ihh kak Boy, orang serius. Kesya nggak naruh perasaan apapun sama kak Devan cuma karena kak Devan udah janji bakal sama-sama ya kurang lebih kek jaga komitmen gitu makanya Kesya sempat naruh harapan bahwa memang kedepannya kita bisa sama-sama. Tapi baru aja kak Devan janji eh malah dia sendiri yang bikin Kesya jadi kecewa"
"Jangan benci ke Devan, itu bukan sepenuhnya kesalahan Devan. Lo jangan salah paham sama gue, gue nggak ada niat untuk membela Devan cuma ya gue mikir aja kalo Devan kan orangnya baik jadi misalkan lo sama dia ditakdirkan bersama, pasti ada aja jalannya"
Setulus itu perasaan cinta Boy ke Kesya bahkan dia masih bisa memberikan Kesya nasihat padahal didalam hati Boy dia juga merasakan perih saat mengetahui bahwa gadis yang dia suka memang tidak akan bisa bersama dengannya.
*
*
__ADS_1
*