Tentang Kesya

Tentang Kesya
Pertemuan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Semua orang sudah berkumpul di meja makan seraya menunggu makanan yang dimasak oleh Kesya dengan bantuan Boy matang. Memang, sepertinya rumah Kesya sudah menjadi basecamp para lelaki ini ketika mereka berkumpul.


Sebenarnya, bisa saja mereka berkumpul di rumah Citra atau rumah Aldino mengingat pasti mereka akan makan banyak. Namun, tetap saja namanya juga anak muda pasti sebisa mungkin selalu menghindar dari pertanyaan "kapan nikah?"


"Ini kalau udah pada nikah, apa masih bisa ngumpul?" gumam Steven membuka suara.


"Ya masih lah, masa nggak?"


"Gue nggak bisa bayangin sih kalau kita tiba-tiba reunian bareng keluarga."


"Gue mau besanan sama lo deh, Jo" ucap Rey menepuk pelan bahu Jojo yang duduk disebelahnya.


"Lo nggak waras? Jangankan mau besanan anjir, jodohnya aja belum nemu gue" ucap Jojo yang membuat semua orang tertawa.


"Makanan datang" ucap Kesya seraya membawakan beberapa jenis makanan yang ia masak.


"Wow, emang paling the best sih bini Boy" ucap Dexter menatap makanan yang ada diatas meja.


"Ngomong-ngomong tentang bini, lo berdua kapan rencananya mau nikah? Gue harus tau duluan biar bisa atur jadwal" ucap Rey yang membuat semua orang menatap Kesya dan Boy secara bergantian.


"Makan dulu bisa nggak? Gue udah capek-capek masak tapi masakan gue dianggurin."


Memang seperti inilah Kesya, ia akan berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan ketika ada orang yang menyinggung tentang pernikahan. Bukannya Kesya tidak ingin menikah, namun rasanya ia belum siap terlebih ketika ia harus mengutamakan Ello dari apapun.


Semuanya pun mulai mempersiapkan piring makan masing-masing ketika Ello baru saja menyelesaikan doa makan untuk semua orang. Jangan mengira bahwa suasana akan tenang saat makan, tetap saja akan ada celetukan-celetukan yang mereka keluarkan untuk mencairkan suasana.


*****


"Halo?"


"Dhea hamil.."


"Anjing?! Lo becanda, Dev?!"


"Gue serius dan gue masih lemes banget pas denger langsung bahkan liat langsung hasil USG-nya.. Dhea hamil.. hamil anak gue.."

__ADS_1


Tedengar helaan nafas di seberang sana yang bisa ditebak bahwa Ziko pun terkejut mendengar berita dari Devan.


"Gue.. gue harus gimana, Zik..?"


"Lo harus tanggung jawab. Mau gimana pun, anak itu nggak bersalah dan lo nggak bisa lepas tanggung jawab ketika lo sendiri yang tanem bibit. Kenapa lo bisa lepas kontrol gini, Dev?! Sebelumnya, gue udah berkali-kali kasih peringatan kalau sampai Dhea hamil anak lo, maka udah nggak ada kesempatan lagi buat lo dan dia bisa cerai."


Devan terdiam sebentar. Ia tidak menyalahkan Ziko atas ucapan yang baru saja ia dengar karena memang itu faktanya. Ziko sudah cukup bekerja keras membantunya bahkan menasehatinya.


"Nggak munafik, tapi gue suka ketika gue selesai ngelakuin itu."


"Gila lo. Sekarang, lo balik ke apart dan ngomong langsung sama Dhea kalau lo bakal bertanggung jawab. Lo nggak bisa lari terus kaya gini, coba belajar bersikap dewasa."


"Gue bakal coba.."


"Satu lagi, belajar buat ikhlasin Kesya dan jalani pernikahan lo dengan semestinya."


*****


"Kita nggak mau jalan-jalan nih? Gue kangen banget jalan bareng" ucap Dexter ditengah-tengah makan malam bersama.


"Mau jalan kemana?"


"Jangan bilang mau ke Timezone?!" ucap Kesya setelah melihat senyum aneh Dexter.


Memang tidak heran lagi jika ketika mereka jalan bersama dengan alasan ingin mengajak Ello bermain di Timezone, bukan Ello yang heboh namun para lelaki tersebut yang akan lebih heboh lagi.


"Timezone?! I want to go there!" (Timezone?! Aku mau kesana!) ucap Ello bersemangat ketika mendengar kata Timezone.


"Lo nggak capek, Key? Ngurus para bocil yang menolak tua nih" gumam Jojo seraya memakan makanannya.


Mendengar hal itu, Dexter pun berdiri menatap Jojo dengan tatapan kesalnya. "Heh, lo kalau mau ngaca noh banyak banget cermin disini. Kaga sadar diri banget anjir, lo yang lebih heboh bahkan pernah hampir rebutan mobil sama Ello."


Tentu saja ucapan Dexter membuat semua orang tertawa seraya kembali mengingat kejadian yang lalu dimana Jojo dan Ello pernah rebutan mobil di Timezone.


Ting.


Ponsel Jojo berdering menandakan sebuah notifikasi pesan masuk sehingga membuat tawa semua orang terhenti.


Raut wajah terkejut tak bisa Jojo sembunyikan seolah ia tak pernah menyangka bahwa akan mendapatkan pesan tersebut dari seseorang.


"Dhea?" tebak Steven tepat sasaran.


Dherea

__ADS_1


Dherea mengirimkan lokasi.


Aku tunggu kamu sampai kamu datang.-Dhea.


Seolah tidak ingin membalas pesan tersebut, Jojo kembali meletakkan ponselnya diatas meja lalu menatap yang lainnya.


"Yaudah ini kita jadi kan ke Timezone?" tanya Jojo tertawa canggung ketika semua tatapan orang tertuju padanya.


Kesya yang melihat itu pun mau tidak mau ikut campur dan membuka suara. "Kak, lo bisa skip kok jalan-jalan hari ini. Maaf kalau ikut campur tapi gue yakin masih ada yang perlu lo bahas sama Dhea tentang hubungan kalian."


Ucapan Kesya membuat semua orang mengangguk setuju karena mereka pun menyadari bahwa Jojo seolah sengaja untuk menghindar dari semuanya.


"Kesya bener, sadar nggak sadar lo tuh lagi berusaha terlihat baik-baik aja dan ngehindar padahal masalah lo belum kelar."


"Yup, gue juga yakin kalau lo masih ada yang perlu diomongin berdua."


Jojo terdiam karena ucapan semua orang memang benar adanya. Selama ini, ia seolah ingin lari dari semua masalah dan bersikap biasa saja padahal jauh dalam lubuk hatinya bahwa ia merasa sakit yang amat dalam.


"Gue.. izin skip ya hari ini" ucap Jojo yang membuat semua orang mengangguk.


Tindakan Jojo sudah benar karena ingin memberikan kesempatan untuk dirinya dan Dhea agar berbicara berdua tentang hubungan mereka yang sudah kandas di tengah jalan.


*****


Jojo mengendarai mobilnya dengan santai karena entah kenapa rasanya semakin dekat dengan tempat tujuan, dirinya semakin takut. Takut jika tidak bisa mengendalikan diri dan takut jika harus kembali menyakiti gadisnya. Ralat, gadis yang sudah menjadi istri orang.


Tak lama kemudian, mobil pun terhenti tepat di sebuah cafe kecil yang Jojo sendiri tau mengapa Dhea mengajak mereka bertemu disini. Tempat ini adalah tempat pertama kali Jojo mengajaknya untuk menjalin hubungan.


Ketika masuk ke dalam cafe, Jojo sedikit dibuat takjub karena sudah bertahun-tahun cafe tersebut tidak ada yang berubah. Hanya hubungannya yang berubah sekarang.


"Jojo.." panggil Dhea ketika ia melihat sosok yang sangat ia rindukan berdiri tepat dihadapannya.


Jojo menduduki kursi yang ada di depan Dhea dan menatap perempuan itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kamu udah nggak pakai kalung itu.." ucap Dhea pelan membuat Jojo refleks meraba lehernya yang memang sudah lama kosong tanpa kalung kesayangannya.


Jojo hanya berdehem pelan menjawab ucapan Dhea. "Mau ngomong apa? Kesini udah izin sama Devan?"


Dhea menggeleng pelan. "A-aku hamil.."


Deg.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2