
Jangan lupa untuk di VOTE ya semuanya🥰.
Selamat membaca🥰😘.
*****
Waktu terasa begitu cepat dan sekarang adalah bulan Februari yang bulan depannya kelas 12 melaksanakan ujian nasional
Setiap hari Kesya dan kedua sahabatnya semakin akrab dengan kelima most wanted, apalagi sekarang Devan dan Rey sudah berbaikan Jojo pun membuat grup chat untuk mereka ber-8
Kamar Kesya
Sore hari di Surabaya memang begitu indah apalagi ditambah langit cerah yang membuat sore Kesya semakin indah
Group Babang-Jojo, dengan adminnya yang hanya Jojo seorang
Ingat ya guys nanti malam jam 7 kumpul ditempat biasa.-Jojo
Bawel lo.-Rere
Kok kamu gitu sih sama abang?-Jojo
Mangsa yang ke berapa?-Steven
Buat gue aja.-Rey
Gue timpuk lo.-Jojo
Brisik.-Boy
Kan ngetik beb bukan voice note.-Jojo
?-Devan
Numpang lewat.-Kesya
Selalu deh kalo Devan nongol, Kesya pasti nongol juga, begitu sebaliknya.-Jojo
Ngiri?-Devan
Key, gue japri lo ya?-Dhea
Sip-Kesya
Dhea chat apa Key?-Boy
@Jojo kak jemput Dhea nanti malem.-Kesya
Sialan lo Key-Dhea
Hahaha-Kesya
Oke.-Jojo
Kalo punya cowok tuh jangan nebeng orang, Devan bisa gigit loh-Steven
Gila-Devan
Sedih deh jadi jomblo-Steven
Lo jomblo?-Kesya
Hahaha dasar JOMBLO-Rey
Sialan, emang lo punya?-Steven
Otw nih kan mau jadian sama Rere-Rey
Wtf-Steven
Hahahahaha-Jojo
Hahahaha-Rere
Hahaha-Boy
Haha-Kesya
Ha-Devan
H-Dhea
A-Rey
Gila lo pada 7 lawan 1-Steven
Entah kenapa semuanya sepakat tidak membalas chat dari Steven.
Malam pun tiba, disaat Kesya sedang bersiap-siap ia mendapat notif chat dari Devan
Manusia Bunglon
Key, gue jemput lo ya?-Devan
Yah kak Devan kalah cepat, gue udah janji sama kak Rey.-Kesya
"Rey?"
gumam Devan pelan seraya menatap layar ponselnya
Berdua doang Key?-Devan
Nggak nih. Kak Stev sama kak Boy juga lagi disini nunggu gue.-Kesya
Oh oke. Yaudah gue mau siap-siap juga.-Devan
Oke.-Kesya
Setelah selesai, Kesya pun turun kebawah karena sudah meminta izin kepada kedua orang tuanya tadi dan Asyera juga tidak sendiri dirumah
__ADS_1
Kesya pun berjalan menuju ruang tamu dimana Rey, Steven, dan Boy sedang menunggunya
"Eh bisa-bisanya baju lo berdua samaan"
ejek Rey saat melihat baju yang dikenakan Kesya sama dengan baju yang dikenakan Boy
"Dia nih ngikutin gue"
"Lah? Mana gue tau kak Boy pake baju warna navy, orang Kak Boy datang aja gue masih di atas"
"Udah lah ribut mulu, gimana kalo lo berdua jodoh? Nggak kebayang kan gimana pecahnya rumah lo berdua"
ucap Steven tertawa
"Kalo pecah ya beli rumah lagi. Kak Boy kan kaya, penerus Grandly Group"
ucap Kesya yang membuat Boy tak bisa menahan tawa
"Dasar cewek aneh"
ucap Boy lalu mengacak rambut Kesya
"Lo berdua berangkat bareng deh biar bisa akrab dan gak ribut mulu"
ucap Rey memberi saran
"Kak Boy aman nggak sih bawa mobil? Gue takut mati muda"
"Ceh, kalo Boy mah jangan ditanya itu pembalap liar"
"Sialan lo"
ketus Boy kesal
"Udah ah kapan berangkatnya woi?"
"Boy, siap-siapin telinga, otak, dan hati lo ya ngadepin Kesya"
"Gue siap lahir batin"
ucap Boy mengelus dadanya membuat Kesya menatapnya tajam
"Emang gue sebawel itu ya?"
gumam Kesya pelan
"Nggak kok cantik"
Steven pun mengelus pucuk kepala adiknya dengan penuh kasih sayang
"Cihhh najonggggg"
ketus Kesya dengan kesalnya.
*****
Didalam Mobil
"Hem"
"Udah mau lulus ya? Nggak kerasaan"
"Kenapa? Lo takut nantinya kangen sama gue?"
"Dih ogah. Eh btw, kak Boy mau lanjut kuliah dimana?"
"Seoul"
"Hah? Seriusan?"
"Emang kenapa? Lo nggak percaya? Gue nggak ada tampang ya?"
cerocos Boy yang membuat Kesya gemas melihatnya
"Hahaha...Bukannya gitu, gue kaget aja soalnya itu kan Negara impian gue"
"Oh ya? Lo mau kuliah disana juga?"
"Yup, tepatnya di Seoul National University ngambil seni dan desain"
"Lo serius? Kita bakal satu kampus dong"
"Kak Boy pasti ngambil jurusan yang berhubungan sama bisnis kan?"
"Ya seperti yang lo tau, gue pewaris perusahaan Papa"
"Enak ya kak, masa depannya terjamin"
"Lo juga gitu kan?"
tanya Boy hati-hati membuat Kesya tersenyum gentir
"Kesya punya mimpi kuliah di Seoul aja Mami Papi nggak tau"
"Loh? Kenapa gitu Key?"
tanya Boy yang membuat Kesya menatapnya dengan tatapan teduh
"Hidup Kesya nggak kek yang dipikiran orang-orang"
jawab Kesya tersenyum lemah
Cewek aneh ini pasti nyimpan banyak beban.-Boy
"Seenggaknya lo hebat udah tetap kuat walaupun lo punya masalah hidup yang nggak pernah mau lo ceritain ke orang terdekat"
ucap Boy tulus yang membuat Kesya menatapnya dengan tatapan teduh yang sangat dibenci Boy
Tatapan teduh Kesya sangat hebat hingga bisa membuat hati Boy ikut nyeri sampai akhirnya Boy memberanikan diri untuk menggenggam tangan mungil tersebut
__ADS_1
"Makasih ya kak"
Kesya pun membalas genggaman tangan tersebut.
*****
Cafe Kata Hati
Sesampainya disana, ternyata hanya Boy dan Kesya yang baru sampai sedangkan Rey dan Steven sudah duduk manis di tempat biasa
"Eh tumben nih kok datang berdua?"
tanya Rey menahan tawa
"Apa sih?"
ketus Kesya kesal lalu duduk di kursi kosong yang ada didekat Devan hingga akhirnya Kesya berada ditengah-tengah Devan dan Boy
"Key, karena lo datang akhir jadi pesan makan deh"
"Sial mulu gue"
"Perlu gue temenin?"
ajak Devan menatap Kesya
"Nggak perlu kak. Gue bisa sendiri"
"Oh oke"
Kesya pun mulai menulis menu yang dipilih mereka lalu memanggil pelayan dan memesan
Beberapa menit kemudian, pesanan mereka sudah didepan mata dan mereka pun mulai makan sambil sesekali bercanda ria
"Nggak kerasa ya gue udah mau jadi anak kuliahan aja"
ucap Jojo saat mereka telah menyelesaikan makan
"Lah? Yakin banget lulus"
ucap Steven terkekeh
"Oh iya kuliah dimana nih kak?"
"Gue di Prancis, Key"
"Buset jauh amat"
"Yang lain gimana?"
"Devan di Amrik, Steven dan Boy di Seoul, Rey di Italia"
"Jadi? Kelima most wanted berjauhan dong"
celetuk Rere tiba-tiba
"Nanti juga kumpul pas salah satu dari kita nikah"
ucap Steven mantap
"Dih ngomong nikah-nikah, emang situ udah punya calon?"
cibir Kesya yang membuat semuanya tertawa kecuali Steven yang mendengus kesal
Tak lama kemudian, Rey dengan segala jurus rayuannya meminta Kesya memesan ice cream menemani nongki cantik mereka
"Gue mulu"
ketus Kesya dengan kesalnya
"Weekend gue ajak jalan deh"
ucap Rey yang membuat Devan dan Boy refleks menatap kearahnya
Rey pun lupa bahwa tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya dan Kesya adalah sepupu sehingga bisa menimbulkan pikiran yang tidak-tidak saat Rey mengajak Kesya jalan bersama
"Serius?"
tanya Kesya dengan wajah berbinar tanpa melihat Devan dan Boy yang masih menatap Rey seakan meminta penjelasan
"Yup, Papa juga yang bayar bukan gue"
ucap Rey nyengir
Kesya pun kembali menulis rasa ice cream pesanan semua orang di ponselnya lalu berjalan menuju kedai ice cream
Saat melihat Kesya sudah menjauh, Boy pun berdiri dengan maksud hendak mengikuti Kesya
"Lo kemana Boy?"
"Tangan Kesya cuma dua jadi nggak mungkin bawa nampan yang isinya 8 cup ice cream"
jawab Boy datar lalu berjalan mengikuti Kesya
"Devan-Devan, lo kek nggak pernah pacaran aja sampe nggak peka. Malahan Boy yang nggak pernah pacaran bisa peka"
ucap Jojo memukul Devan
"Lo kek nggak tau aja Jo, cinta kan bisa bikin orang jadi bodoh"
ucap Rey tiba-tiba hingga membuat Jojo tak bisa menahan tawa
"Sialan lo berdua"
ketus Devan dengan kesal.
*
*
__ADS_1
*