Tentang Kesya

Tentang Kesya
Keseharian Kesya


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Ponsel Kesya kembali berdering beberapa kali namun pemiliknya sedang sibuk memandikan baby Ello bersama dengan Nyonya Merlin sehingga ia meminta tolong kepada Boy untuk mengangkat panggilan untuknya.


"Devan?" gumam Boy pelan seraya mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Halo?"


"Boy?! Lo ngapain?! Kesya mana?!"


Terdengar suara Devan yang sedang tersulut emosi membuat Boy mengerutkan keningnya heran seraya menatap Kesya yang sibuk memandikan anak angkatnya.


"Kesya lagi sibuk, Dev" ucap Boy pelan.


"Anjing! Sibuk apaan?! Selingkuh sama lo?!"


Belum sempat Boy menjawab, Devan segera mematikan panggilan secara sepihak.


"Dia kenapa sih?" gumam Boy pelan seraya mengembalikan ponsel Kesya pada tepatnya.


Saat melihat Nyonya Merlin keluar dari kamar, Boy segera menghampiri Kesya yang sedang memasang pakaian baby Ello.


"Key, lo ada masalah sama Devan?" tanya Boy to the point.


Kesya menoleh sebentar. "Dia marah-marah ya, Kak?" tanya Kesya balik.


Boy terdiam mendengar pertanyaan Kesya. Pikirannya tiba-tiba memikirkan mengapa Devan sangat berubah sekarang? Apa yang terjadi padanya di negara orang ini?


"Anak Mommy udah ganteng" ucap Kesya seraya mencium gemas pipi baby Ello.


Setelah membersihkan semuanya, Kesya segera menggendong baby Ello dan duduk disebelah Boy.


"Dia udah sering gitu kok. Makin kesini makin bikin gue nggak nyaman" ucap Kesya pelan.


"Gue ngerasa aneh sama dia soalnya tiba-tiba banget gitu marah-marah" ucap Boy menatap Kesya.


Kesya tersenyum tipis. "Gapapa kali, kalau kata Mas Raka sih jangan terlalu menaruh harapan sama orang karena manusia bisa mengecewakan" ucap Kesya.


Boy diam. Ia tidak tau harus merespon bagaimana. Sebenarnya, ia tidak ingin ikut campur dengan hubungan Kesya dan Devan namun melihat Kesya yang kecewa akan perubahan Devan membuat hati Boy sangat sakit.


Padahal gue udah berusaha buat bikin lo bahagia, nyatanya lo disakitin sama orang lain.-Boy.


"Sini, gue mau gendong anak gue" ucap Boy tiba-tiba yang membuat Kesya segera memberikan baby Ello padanya.


"Hati-hati loh, aset negara itu gedenya tar setara sama Taehyung."


Keduanya tertawa seolah melupakan topik yang baru saja mereka bahas tadi.


"Gue bingung, Kak. Apa karena sikap gue yang bikin dia berubah?"

__ADS_1


Ah, ternyata topik tadi masih berlanjut.


"Sebelumnya lo sama dia gimana?" tanya Boy tanpa menoleh ke arah Kesya.


"Baik-baik aja malah nggak ada ribut sama sekali. Awal mulanya pas dia nggak bisa balik ke Indo sweet seventeen gue. Tiap dia nelpon kalau gue nggak angkat pasti langsung marah-marah dan nuduh gue selingkuh sana sini. Emang, gue murah banget ya..?" Kesya tertawa.


****. Lo kenapa sih Dev? Kalau gini caranya gue yang bakal maju.-Boy.


"Gue sih yakin karena faktor lingkungan. Disini kan bebas, mau lo ngapain aja terserah lo. Dia kan salah satu dari kalian yang nggak pernah coba-coba sama pergaulan bebas, mungkin karena lingkungan dia disini bebas jadi ikut-ikutan deh. Kek pakai narkoba, lo bakal kecanduan akhirnya."


Boy menatap Kesya dengan tatapan sendu. "Hati lo sakit."


Ucapan Boy membuat Kesya segera menatapnya hingga mata keduanya bertemu. "Awalnya gue lebih pilih liburan disini karena mau kasih suprise buat dia, tapi semenjak hadirnya Ello, gue udah nggak mau ambil pusing, Kak. Hubungan juga kan masih awan-awan jadi mau dia ngapain aja mau dia sama siapa aja terserah, gue udah nggak peduli."


Boy hanya diam tanpa ingin menanggapi ucapan Kesya.


"Gue lupa, gue belum kirim pap Ello" ucap Kesya lalu berlari kecil mengambil ponselnya.


Boy menatap Kesya yang berlari lalu menatap baby Ello secara bergantian. Dalam hatinya, ia sangat ingin jika kehadiran Ello bisa membuat Kesya semakin bahagia.


"Nak, tolong temani Mommy mu biar dia bahagia ya" ucap Boy tersenyum tipis.


Kak..-Kesya


Kesya mendengar jelas ucapan Boy kepada Ello sehingga membuat tubuhnya tiba-tiba mematung, bahkan lidahnya sangat kaku.


Setelah kembali menyadarkan diri, Kesya mendudukkan dirinya disebelah Boy.


Big Family of Yohanes Ayin


Kesya mengirimkan foto.


GILA CAKEP BANGET ANAK GUE.-Rey.


Halo baby Ello. Putih banget, Key.-Gabriel.


Aduh cucu Mami tampan sekali. Sehat-sehat ya, Nak.-Citra.


Mau lagi pap Ello.-Asyera.


Ayo, Sayang. Cepat ke Indonesia.-Raka.


Kesya tersenyum senang ketika melihat respon keluarganya yang sangat welcome pada baby Ello.


"Kak, liat nih pada excited" ucap Kesya seraya memperlihatkan layar ponselnya pada Boy.


"Mereka pada mau dipanggil apa?" tanya Boy.


"Oh iya, bentar."


Kesya kembali mengetik sesuatu di ponselnya.


Oke sekarang pembagian nama. Yang mau dipanggil ayah siapa?-Kesya.


Ayah itu kan cocok buat yang suka ngasih wejangan atau nasehat jadi Mas Raka sama Kak Gab aja.-Dio.

__ADS_1


Pokoknya gue harus dipanggil Papi.-Rey.


Kak Rey, Papi itu harus banyak duit.-Kesya.


Tenang, Papa masih punya banyak saham.-Rey.


Gila. Oke, lanjut yang mau dipanggil Papa siapa?-Kesya.


[In reply to Kesya]


Astaga anak gue.-Steven


Gue!!.-Steven


Ikutan.-Dio.


Eh bentar, ihhh pas dong 2 ayah 2 papa 2 papi. Tar Yera jadi papi muda ya.-Kesya.


Daddy nggak masuk?-Steven.


Ssttt, itu khusus buat Kim Tetet tercinta.-Kesya.


*****


Malam ini, Kesya sedang memasak makan malam untuk dirinya dan Boy karena Boy memang sudah tinggal bersama di rumah Nyonya Emeli. Boy tidak ingin meninggalkan Kesya sendirian, jadi ia akan tinggal disana bersama Kesya walaupun harus tidur di sofa, karena Nyonya Emeli hanya punya satu kamar tidur.


Saat sedang sibuk di dapur, tiba-tiba Kesya mendengar suara tangisan baby Ello membuat segera mencuci tangan namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara Boy.


"Sebentar, Sayang"


Ada senyum yang mengembang ketika Kesya melihat Boy yang cepat tanggap saat mendengar baby Ello menangis, membuatnya bersyukur dengan kehadiran Boy bisa mengurangkan rasa lelahnya.


Kesya kembali melanjutkan sesi memasaknya agar masakannya segera matang. Tak lama kemudian, ia mendengar suara langkah kaki Boy mendekat.


"Dia lapar, Kak?" tanya Kesya yang membuat Boy mengangguk.


"Anyway, Kak Boy mau dipanggil apa?" tanya Kesya pelan namun tidak berbalik sehingga Boy tidak bisa melihat wajahnya yang sudah memerah hanya karena menanyakan hal itu.


Boy terdiam sebentar. "Uncle atau Om aja lah" ucap Boy tersenyum tipis.


Ia tidak ingin melewati batas, apalagi berharap dipanggil Daddy oleh baby Ello.


Kesya menoleh. "Oke Om Boy" ucap Kesya tertawa.


"Sialan."


"Heh, nggak boleh ngomong aneh-aneh depan Ello."


Dengan segera Kesya mengingatkan Boy yang membuat lelaki itu langsung memukul bibirnya.


"Maaf ya, Sayang" ucap Boy seraya mencium pipi baby Ello yang sedang minum ASI.


Kesya hanya tertawa karena setiap Boy kelepasan berbicara, ia akan dengan refleks memukul bibirnya karena bibirnya cukup bocor. Boy sih, tidak memakai no drop no bocor-bocor.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2