Tentang Kesya

Tentang Kesya
Steven Tau


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Semuanya pun sudah kembali ke rumah keluarga Aldino untuk mengikuti acara makan-makan bersama dalam rangka syukuran atas kelulusan Kesya. Tentu saja tanpa Franklin dan Citra seperti biasanya.


Saat sedang bersiap-siap ingin mandi, ponsel Kesya berdering menandakan sebuah notifikasi masuk. Dengan segera ia mengambil ponselnya lalu membuka sosial media.


vctrrknzz menyebut anda dalam ceritanya.


"Queen in my heart. @cloresya"


Kesya pun melihat foto yang di posting Kenzo. Ternyata itu adalah foto dirinya saat sedang tidak sadar terhadap kamera.


"Ini anak pasti ada maunya" gumam Kesya pelan.


Baru saja dia mengatakan itu, ponselnya kembali berdering menandakan sebuah panggilan masuk dari Kenzo.


"Apaan?"


"Post gih cepetan"


"Dih maksa banget"


Kenzo tertawa. "Sehari menikmati jadi King beneran" ucapnya yang membuat Kesya terkekeh.


"Yaudah tar gue post."


Dengan segera, Kesya memutuskan panggilan karena ia tau Kenzo akan memerintahkannya untuk memposting foto dan caption seperti yang ia katakan.


Kesya pun segera mencari foto-foto Kenzo selama acara tadi dan menemukan satu foto yang menurutnya sangat bagus. Dengan segera, ia mempostingnya dalam cerita instagram miliknya.


"King kong (?) @vctrrknzz"


Kesya segera masuk ke kamar mandi meninggalkan ponselnya begitu saja karena ia tau Kenzo akan menelepon nya.


Beberapa menit kemudian, Kesya yang baru saja selesai bersiap dikejutkan dengan puluhan panggilan tak terjawab dari Kenzo dan Devan membuatnya mengerutkan kening heran.


Kak Devan


Kenapa, Kak? Tadi gue mandi.-Kesya


Dengan segera Kesya keluar dari room chat beralih untuk menelepon Kenzo yang pasti sudah sangat kesal.


"Ganti anjir ah males gue ke sate Bu Kinan" ucap Kenzo saat panggilan baru saja tersambung.


Kesya tertawa seraya mulai melakukan perawatan wajah. "Dih apaan ngambek gitu."


"Ya lagian lo sih, udah bagus-bagus caption gue eh punya lo malah gitu."


"Iya-iya sabar, tar gue post. Eh, kalau lo nggak sibuk sini gih ke rumah Papa" ucap Kesya mengundang.

__ADS_1


"Lo pasti ada maunya kalau ngundang gue gini" ucap Kenzo dengan nada sedikit curiga.


Kesya tertawa. "Titip susu cokelat ya."


"Yaudah bentar, gue siap-siap dulu."


"Halah nggak usah, lagian nggak ada yang bakal naksir lo."


"Sialan."


*****


Semuanya sudah berkumpul di halaman rumah keluarga Aldino termasuk Boy dan Kenzo juga beberapa teman-teman sekelas Kesya yang juga diundang untuk menikmati pesta kecil-kecilan bersama.


Kesya yang sedang sibuk memanggang daging pun dikejutkan oleh Steven yang tiba-tiba meletakkan kaleng soda yang dingin di wajahnya.


"Heh, ngagetin aja" ucap Kesya kesal.


Steven tertawa melihatnya. "Duh adek gue makin cantik aja."


"Pasti ada maunya" ketus Kesya kesal karena ia tau jika sudah dipuji-puji maka ada yang diinginkan oleh saudaranya.


"Hei, jangan fitnah dong. Gue tuh tulus muji lo" ucap Steven tidak terima.


"Dih nggak percaya. Mau daging kan pasti?"


Tebakan Kesya benar yang membuat kakaknya terkekeh pelan.


"Anyway, gimana di Seoul?" tanya Kesya mengalihkan pembicaraan.


Kesya terkekeh karena ia mengingat Amelia yang pernah membully dirinya saat ia dikabarkan dekat dengan Devan dan sekarang ia sudah terbiasa jika ada yang membully atau bahkan melabraknya tiba-tiba.


"Lo di sini gimana kabarnya?" tanya Steven basa basi.


Kesya tersenyum tipis. "Biasa."


Sampai detik ini, tidak ada yang tau bahwa dirinya sudah tidak tinggal satu rumah dengan kedua orang tuanya termasuk Gabriel yang memang saat kembali ke kota langsung menginap di hotel untuk memberikan kejutan kepada Kesya karena dirinya mengira sang Adik masih tinggal bersama.


"Gue tau, Key.."


Deg.


Kesya yang sedang membalikkan daging pun terdiam namun tangannya bergetar ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Steven.


"Lo keluar dari rumah, kan?"


Kesya benar-benar tidak bisa mengontrol rasa terkejutnya sehingga penjepit yang seharusnya untuk membolak-balikkan daging terjatuh dari tangannya.


"Gue tau lo udah nggak tinggal sama nyokap dan bokap lo. Gue tau kalau lo udah nggak pernah ketemu Yera lagi semenjak lo keluar dan pertama kali lo ketemu dia di pesta Mas Raka."


"Bang.. dar—"


Steven segera memotong ucapan Kesya. "Lo tau kenapa gue diam selama ini?" tanya Steven yang membuat Kesya menggeleng pelan.


Steven menghela nafas berat. "Gue cuman mau tau sejauh mana lo tutupin semuanya dari gue. Ah, akhirnya gue nggak bisa kontrol diri gue buat nggak ngebahas ini sama lo."

__ADS_1


"Ken, bisa minta tolong panggang dagingnya?"


Steven segera meminta tolong kepada Kenzo untuk menggantikan Kesya memanggang daging karena dirinya akan membawa Kesya sedikit menjauh dari kerumunan orang.


Steven pun menarik tangan Kesya dan membawanya ke dalam rumah yang memang lumayan sepi karena semua orang sedang berkumpul di halaman rumah.


"Lo di usir, kan?"


Raut wajah Kesya berubah seketika ketika pertanyaan Steven benar-benar fakta.


"Kenapa?!"


"Sorry, Bang.." ucap Kesya pelan.


Kesya tau bahwa Steven sedang menahan diri untuk tidak emosi karena jika ia emosi, ia sendiri tidak tau kata apa yang akan keluar dari mulutnya yang akan mungkin sangat bisa menyakiti Kesya.


"Gue tanya kenapa, Kesya?!"


Kesya menunduk dengan tangan yang sudah gemetar hebat. "K-kesya dijodohin."


"****! Dan karena lo menolak perjodohan itu, lo sampai diusir dari rumah?!"


Lagi-lagi pertanyaan Steven memang benar adanya membuat Kesya hanya menunduk.


"Brengsek! Bokap lo emang brengsek! Gimana bisa dia lepas tangan sama lo yang masih kecil gini? Cewek lagi! Apa bokap lo nggak punya otak buat mikir?!"


Emosi Steven menjadi-jadi ketika ia melihat Kesya hanya menunduk sekuat tenaga menahan tangisnya dalam diam.


Dengan meruntuhkan segala keegoisannya, Steven segera merengkuh tubuh gadis yang sangat ia sayangi tersebut.


"Maaf.. maaf karena gue nggak tau ini semua.." ucap Steven seraya mencium pucuk kepala Kesya berkali-kali.


Kesya menggeleng pelan. "Nggak, Bang.. ini salah Kesya, karena Kesya cuman beban, karena Kesya anak pembangkang.."


"Nggak, lo nggak beban. Maaf.. maaf karena gue nggak bisa jagain lo dengan baik.."


"Kesya gapapa, Bang" ucap Kesya tersenyum agar Steven tidak selalu menyalahkan dirinya.


Tak lama kemudian, Steven melonggarkan pelukannya dan menatap manik mata Kesya. "Jadi, selama ini lo tinggal dimana? Kebutuhan lo gimana? Keuangan lo gimana?"


Kesya terkekeh ketika ia mendengar ada begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Steven. "Kesya punya tempat tinggal. Untuk semuanya aman, kan Kesya punya tabungan sendiri hasil job sama bang Rey terus uang yang dikasih biasanya langsung Kesya tabung jadi cukup buat biaya hidup."


"Lo tinggal dimana?!"


Kesya terdiam membuat Steven segera menggenggam tangannya dengan erat. "Seenggaknya biar gue tenang kalau tau lo punya tempat."


"Kesya ada beli rumah, Bang. Tolong, jangan cerita ke siapapun."


"Apa?!"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2