
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Hari ini adalah hari terakhir untuk Kesya tinggal di London karena ia akan kembali ke Indonesia. Beberapa hari yang lalu setelah wisuda S2 nya, Kesya memantapkan hati untuk kembali ke Indonesia, tanah kelahirannya. Ia akan melanjutkan wish list yang sudah ia buat jauh-jauh hari dimana saat kembali, ia akan membangun sebuah butik pertama nya. Cita-cita Kesya sejak kecil.
"Gimana setahun lebihnya?" tanya Rey seraya mendorong koper milik Kesya dan Ello.
Kesya tersenyum tipis. Ia tau pertanyaan Rey merujuk pada perasaan hatinya, pada hubungannya dengan Devan yang ia sendiri tidak tau bagaimana jadinya sekarang.
"Emang me time itu harus" jawab Kesya seadanya.
"Lo udah kepikiran mau gimana sama hubungan lo?" tanya Rey pelan.
Kesya menoleh. "Hubungan apa lagi?"
"Lo dan Devan."
"Kesya mau fokus sama impian Kesya aja. Apalagi Ello sekarang udah mau masuk SD, jadi nggak ada waktu buat mikirin perasaan."
Plak
"Tar lo jadi perawan tua."
"Heh mulut Kak Rey ya!"
*****
Kesya dan Ello bersama dengan Rey baru saja keluar dari pesawat dan sudah disambut meriah oleh semua orang.
Keluarga Citra, keluarga Aldino, keluarga Raka, keluarga Gabriel, keluarga Dio, Steven, dan Boy sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan mereka.
Melihat sosok Boy yang berdiri di sebelah Steven, Ello segera melepaskan genggamannya dari tangan Rey lalu berlari menuju lelaki itu.
"Daddy! How r u?!" (Daddy! Bagaimana kabarmu?!) teriak Ello lalu memeluk kaki Boy dengan erat.
Boy tertawa seraya menggendong sang anak dalam pelukannya. "Daddy's fine, how about u?" (Daddy baik-baik saja, bagaimana denganmu?)
Ello mengangguk cepat. "I'm happy to be back in Indonesia." (Aku bahagia karena kembali ke Indonesia)
"Hei, Ayah disini nggak dipeluk?" celetuk Gabriel yang membuat Ello sadar dirinya belum menyapa yang lain.
Ello pun terkekeh pelan seraya meminta diturunkan dari pelukan Boy lalu mencium punggung tangan semua orang.
__ADS_1
"Udah puas kuliahnya? Nggak mau lanjut lagi, kan?" tanya Aldino yang membuat Kesya tertawa.
"Untuk sekarang Kesya mau usaha aja dulu, Pa. Kalau nanti banyak waktu luang bisa dilanjut lagi" ucap Kesya tertawa.
"Aneh, kok ada manusia yang suka belajar" gumam Dio yang mengundang gelak tawa semuanya.
"Ya sudah ini mau pulang ke rumah langsung?"
Kesya mengangguk pertanda jawaban dari pertanyaan Citra. Ia juga sudah sangat merindukan rumah itu.
"Oh iya, Kesya nanti mau ajak Ello ketemu Papi dan Kiara, udah boleh kan, Ma?"
Citra mengangguk pelan. Memang sampai saat ini, mereka belum mengajak Ello untuk bertemu Opa dan Aunty nya tersebut karena saat Ello kembali ke Indonesia, ia masih sangat kecil sehingga tidak disarankan untuk berkunjung ke makam.
"Will Ello meet with Opa now?" (Apakah Ello akan bertemu dengan Opa sekarang?)
Kesya tersenyum tipis seraya mengacak rambut sang anak. "Aren't u tired from the long journey?" (Apa kamu tidak lelah perjalanan jauh?)
Ello menggeleng cepat. Ia memang sejak dulu ingin berkunjung ke makam Franklin dan Kiara.
"Besok aja, Sayang. Hari ini Ello harus istirahat."
"Can I rest with Daddy?" (Bisakah aku beristirahat dengan Daddy?) tanya Ello yang membuat Rey mengangguk cepat.
Akhirnya mereka pun segera beranjak dari bandar udara menuju rumah baru Kesya. Rumah yang berdekatan dengan rumah pribadi Boy.
Kesya dan Rey masuk ke dalam mobil Boy karena Steven, Citra, Aldino, dan Melly bersama di mobil Steven.
"Kak Rey, udah ketemu jodohnya?"
"Heh, lo ngapain aja selama ini kalau mulut lo nggak diajar?!" gerutu Rey dengan kesalnya.
Kesya tertawa. Ah, akhirnya setelah sekian lama ia bisa melihat wajah kesal Rey lagi. Ia sangat merindukan kebersamaan itu dan akhirnya Kesya bisa merasakannya lagi. Dalam hatinya, Kesya mengucap syukur karena diberikan kesempatan untuk bisa merasakan kebersamaan dengan keluarganya.
"Serius tau, masa kalah sama Bang Stev. Dia aja jauh-jauh ke Seoul eh dapetnya orang Indo" ucap Kesya tertawa.
"Nggak usah bahas ginian, males banget gue."
"Iya deh, maaf ya jomblo."
"Sialan, mentang-mentang lo udah punya laki dan anak."
Plak
"Percuma S2 kalau mulut nggak bisa dijaga" gerutu Kesya dengan kesalnya.
"Anjir serem."
__ADS_1
*****
Malam ini entah kenapa Ello tiba-tiba merengek untuk pergi menonton bioskop dan bermain di Timezone. Terlebih saat Boy baru saja berkunjung ke rumah mereka karena Kesya menawarkan Boy makan malam bersama.
"Daddy, ayo! Kita harus bermain sekarang" ucap Ello untuk kesekian kalinya.
"Ello, jangan seperti itu dengan Daddy. Lihat, Daddy sedang makan sekarang" tegur Kesya.
Bagaimana tidak? Ello sejak tadi menarik-narik ujung baju Boy bahkan saat lelaki itu baru saja hendak memakan masakan Kesya.
Boy tersenyum tipis. "Coba Daddy tanya, kenapa Ello mau banget ke Timezone malam ini?" tanya Boy dengan lembut.
"Kan kita sudah berkumpul jadi Ello mau jalan bersama Mommy dan Daddy" jawab Ello seraya menundukkan kepalanya.
Boy terkekeh pelan. "Bukan karena ingin menukar kupon Papi Yera?"
Ello skakmat. Ucapan Boy benar-benar membuatnya terdiam. Kesya yang mendengarnya pun ikut terkejut.
"Oh, jadi sudah pintar berbohong dengan Mommy?"
"I am sorry, Mom.. Ello takut jika mengatakan yang sebenarnya" ucap Ello pelan.
Karena melihat Kesya yang hendak mendekati sang anak, Boy pun memberikan isyarat agar dirinya saja yang berbicara dengan Ello.
"Can u look Daddy in the eye?" (Bisakah kau menatap mata Daddy?) tanya Boy yang membuat Ello mengangguk pelan lalu mengangkat kepalanya menatap Boy.
"Kalau Daddy meminta tolong Ello mengatakan apa yang biasanya Daddy dan Mommy ajarkan, apakah bisa?"
Ello mengangguk. "Utamakan kejujuran. Bagaimana pun itu, tidak ada yang lebih berharga dari pada kejujuran."
"Daddy dan Mommy nggak marah kalau Ello berbicara dengan jujur. Kalau memang Ello mau pergi ke Timezone karena mau menukar kupon Papi Yera, katakan saja dengan baik-baik, Daddy dan Mommy akan mengerti."
"I am sorry, Dad. Ello salah.."
"Sekarang Ello kembali ke kamar dan bersiap-siap. Daddy akan menjemput setelah selesai makan."
"What?! Really?! Daddy serius mau berjalan bersama-sama?!"
Ello menatap Boy dengan tidak percaya. Ia kira Boy dan Kesya akan memarahinya dan tidak mengizinkannya untuk ikut berjalan-jalan.
"Thank u, Daddy. Thank u, Mommy."
*
*
*
__ADS_1