Tentang Kesya

Tentang Kesya
Pendekatan


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Selamat membaca🥰😘.


*****


Taman


"Key?"


panggil Devan pelan saat dirinya baru saja bertemu Kesya yang sedang duduk di sebuah taman yang tak jauh dari restoran


"Eh-kak Devan?"


"Gue boleh duduk?"


"Ya boleh lah masa gue ngelarang, orang taman ini bukan punya gue"


ucap Kesya terkekeh lalu Devan pun duduk di sebelahnya


"Lo kenapa disini?"


"Pengen aja"


"Yang lain masih disana nungguin lo"


"Kan gue udah bilang kalo gue pulang duluan, kenapa malah ditunggu?"


"Emang lo pulang? Yang jemput lo siapa?"


tanya Devan menyelidik yang membuat Kesya terdiam tanpa berani menjawab


"Key?"


panggil Devan pelan yang membuat Kesya menoleh kearahnya


"Sorry"


"Ha? Kenapa kak Devan minta maaf? Buat apa?"


"Buat hari itu, hari dimana gue terlalu cemburuan bahkan sampai ngejelekin Rey didepan lo"


ucap Devan tanpa berani menatap kearah Kesya sedangkan Kesya hanya diam karena tidak ingin memotong penjelasan Devan


"Sorry Key, gue bener-bener nggak tau kenapa nggak bisa kontrol emosi. Lo mau nggak maafin gue?"


"Gue nggak marah sih kak cuma kesel aja kak Devan ngejelekin orang lain"


"Gue minta maaf Key"


"Udahlah jangan dibahas lagi. Topiknya udah basi"


ucap Kesya terkekeh pelan


"Aaaa Kesya gue serius"


"Hahahahaha"


"Ihh ngapain lo ketawa coba?"


"Kak Devan mirip Leon"


"Gue serius Kesya"


"Iya-iya udah gue maafin"


jawab Kesya tersenyum tipis


"Jadi gimana Key?"


"Ha? Gimana apanya?"


"Tentang pengakuan cinta gue"


"Ya maksud kak Devan gimana apanya?"


"Gimana tentang perasaan lo ke gue?"


"Kenapa nanya itu lagi? Kan udah gue bilang kak kalo gue nggak bisa mengesampingkan impian gue"


"Gimana kalo kita pendekatan dulu?"


"Emang kak Devan yakin bisa jaga komitmen sampai gue berhasil gapai mimpi gue? Nggak tergoda gitu sama cewek yang lebih dari gue diluar sana? Apalagi Kak Devan kan udah mau lulus, kuliah di luar negeri. Harvard kan kumpulannya cewek cantik"


"Dan lo? Siap nggak jaga komitmen sama gue? Yakin nggak tergoda sama cowok lain?"

__ADS_1


"Kak Devan yang idaman para cewek aja gue tolak buat membangun hubungan, jadi cowok-cowok diluar sana bisa gue urus"


"Jadi?"


"Apanya?"


"Ya hubungan kita gimana?"


"Pendekatan maksud kak Devan?"


"Lo mau nggak saling jaga komitmen sama gue? Sama-sama berjuang sampai impian kita tercapai dan gue izin ke orang tua lo buat nikahin lo"


"Woi gila ya? Mikirnya kejauhan"


"Key, gue serius dan nggak mau lama-lama pacaran kalo udah sama-sama cocok"


"Jalani aja dulu, kedepannya kita nggak tau apa. Jodoh nggak akan kemana, kan?"


"Jangan tergoda sama cowok lain yang lebih baik dari gue ya, Key"


pinta Devan lalu menatap Kesya intens


"Pipi gue panas kak"


gerutu Kesya lalu menutup wajahnya dengan tangan membuat Devan tertawa seketika


"Lo tuh ya, suka banget ganggu suasana romantis"


"Ihh gue nggak nyadar kalo si most wanted lagi romantis"


ejek Kesya yang membuat Devan tersenyum lalu mengelus pucuk kepalanya


"Thanks udah hadir dan tanpa sengaja ngebuka pintu hati gue"


ucap Devan tulus


"Kita berjuang sama-sama ya kak"


ucap Kesya lalu tersenyum tipis


"Key, bantu gue buat kontrol emosi dan rasa cemburu ya"


"Dan kak Devan juga, kalau gue ada salah tolong ditegur dan jangan dibentak. Gue akui kalo gue cewek galak tapi segalak-galaknya gue pasti akan sakit kalo dibentak, apalagi ada cowok yang ngomong kasar"


"Gue janji"


"Buat apa kak?"


"Kasian cewek gue kedinginan"


ucap Devan terkekeh pelan


Kesya pun mengambil hoodie tersebut dan memakainya


"Gue kok malah jadi kayak tuyul yang masuk karung"


gerutu Kesya karena hoodie Devan memang sangat besar di badannya yang mungil


"Hahaha...Emang lo pernah liat tuyul masuk karung?"


"Nggak pernah sih cuma kalo liat tuyulnya sering"


"Jangan bercanda deh Key"


"Ihhh gitu aja takut"


ejek Kesya karena raut wajah Devan ketakutan


"Lo? Nggak takut punya penglihatan gitu?"


"Enggak, udah terbiasa"


"Walaupun bentuk mereka menyeramkan?"


"Kalo mereka nongol tiba-tiba sih suka bikin kaget, apalagi yang nggak berbentuk dan menyeramkan nongol pas lagi makan, idihhh jadi nggak nafsu gue"


"Semangat banget lo ceritain mereka"


"Hahaha...Seru tau, kadang gue suka ketawa ngeliat aktivitas mereka yang mirip dengan dunia kita"


"Mirip? Maksud lo?"


"Ya kek kita gini, kadang ada yang nyantai di taman, ada yang tiduran, ada yang lari-lari nggak jelas, ada yang main petak umpet, pokoknya seru deh. Kak Devan mau liat nggak?"


"Idih ogah"

__ADS_1


gerutu Devan yang membuat Kesya tertawa


"Eh Key, gue boleh nanya nggak?"


"Nanya aja kak"


"Kenapa lo tiba-tiba pamit pulang tadi? Kesal sama Rey, ya?"


"Hooh, kak Rey mah emang gitu. Kalo udah jangan katanya ya walaupun gue mengeluarkan seribu cara nggak bakal pernah dikasih izin. Kadang kak Rey lebih over dibandingkan mas Raka dan brother, tapi tetap aja gue takutnya sama mas Raka dan brother"


ucap Kesya terkekeh pelan


"Kak Devan jangan cemburu ya, gue dekat banget sama mereka gara-gara sejak kecil gue udah jadi bagian dari keluarga mereka, mana Mama Melly kan nggak punya anak cewek ya jadi deh gue dijadikan anak kesayangan mereka sampai semua anak Mama Melly jadi ngelindungin gue"


"Gue udah bisa kontrol rasa cemburu gue kok, tenang aja. Kemaren-kemaren karena gue emang nggak tau penjelasan kedekatan lo sama Rey"


"Eh kak Devan, gue kesana dulu ya"


"Kemana Key?"


tanya Devan lalu menarik tangan Kesya yang hendak pergi meninggalkannya


"Beli permen gula kapas depan minimarket"


"Dan lo mau ninggalin gue sendirian disini?"


"Ihhh nggak sendiri kok, kan ada Tante disitu yang lagi pacaran"


ucap Kesya lalu tertawa kencang saat melihat Devan bersembunyi dibelakangnya


"Come on Baby"


"Apa sih?"


ucap Kesya terkekeh pelan


"Ayo sayang cepetan"


teriak Devan yang membuat Kesya menatapnya tajam


"Dasar orang aneh"


gerutu Kesya sepanjang jalan


"Kenapa sih?"


"Kak Devan udah nggak waras ya?"


"Iya Key, gue gila gara-gara cinta lo"


"Kak Devannnnn"


teriak Kesya dengan kesalnya


"Kesya, gue sayang banget sama lo"


teriak Devan saat mereka hendak menyeberang jalan menuju minimarket


"Kak Devan aneh, dasar bayi besar"


teriak Kesya yang membuat Devan tertawa seketika.


*****


Parkiran Restoran


"Devan sama Kesya kan baliknya?"


tanya Boy saat mereka hendak kembali ke rumah masing-masing


"Yoi, lo tenang aja"


"Gue nggak enak aja soalnya dia yang sampai pergi ke rumah jemput gue"


"Nanti gue suruh Devan yang antar, palingan Devan lagi disuruh beli permen gula kapas, kan Kesya kalo kesel suka makan yang manis-manis"


"Habis dong Devan di porotin malam ini"


"Nggak jadi ke junk food bareng Boy, ke minimarket bareng Devan pun jadi"


ucap Steven yang membuat Rey dan Boy tertawa seketika.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2