
Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Selamat membaca🥰😘.
*****
Saat itu, Kesya baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, ponselnya berdering menandakan sebuah notifikasi pesan yang masuk.
Kesya mengerutkan kening ketika membaca pesan yang singkat namun mengundang tanda tanya yang besar.
Raja Singa
Devan nggak baik buat lo. Tolong dengerin gue.-Dexter.
Kesya cukup mengenal Dexter setelah pertemuan tidak sengaja dan perjodohan yang dibatalkan sehingga membuat mereka sangat akrab seperti kakak adik.
Dexter bukan orang yang suka ikut campur dengan masalah orang lain. Dexter juga bukan orang yang bisa diajak serius setiap saat. Melihat pesan singkat darinya membuat Kesya bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
Lo udah dua hari nggak kabarin gue, setidaknya nanya kabar kek.-Kesya
Kesya berusaha untuk mengalihkan pembicaraan karena jika Dexter dalam mode serius, menurutnya cukup menyeramkan.
Lo nggak nanya kenapa gue tiba-tiba chat lo gitu?-Dexter.
Dan ya, bukan Dexter namanya jika harus mengalah pada topik pembicaraan.
Um, boleh nggak jangan dibahas sekarang? Gue sebenarnya lagi capek hehe.-Kesya.
Ponsel Kesya tiba-tiba berdering.
"Lo kenapa?"
Dexter langsung meneleponnya.
"Astaga, lo kalau ikut lomba cepet-cepetan keknya bakal menang."
Dexter tertawa. "Lo kenapa?"
"Harusnya gue dulu yang nanya, lo kenapa tiba-tiba chat gitu? Gue nggak pernah bahas tentang siapapun, kan?"
"Apa sih yang gue nggak tau tentang lo?" Dexter membanggakan diri.
Kesya mendengus kesal. "Cih, tolong ya kakakku yang tercinta, nggak usah terlalu pd. Gue cukup capek ngadepin yang lain."
"Makanya cerita."
__ADS_1
"LO DULUAN LAH RAVINDRA DEXTER JULIO!"
Dexter hanya bisa mengelus pelan dadanya mendengar Kesya yang berteriak.
"Gue nggak sengaja denger Devan ngomongin lo dan setelah gue tau ternyata lo berdua deket."
"Terus?"
"Udah gitu doang."
"Lo pasti tau gue mau jawaban yang mana" ucap Kesya yang membuat Dexter menghela nafas berat.
"Gue nggak mau lo tau dari orang lain. Lebih baik lo tau sendiri dari orangnya."
"Dex.."
"Key, suatu saat lo akan ngerti kenapa gue sangat amat meminta lo buat ngejauhin Devan."
"Devan brengsek ya..?"
Dexter hanya diam.
"Dia pernah main cewek ya..?"
Lagi. Dexter hanya diam.
Dexter hanya diam namun Kesya mendengar jelas bahwa seseorang diseberang sana menghela nafasnya dengan berat.
"Dex.. Gue harus gimana?"
Pertanyaan tiba-tiba Kesya membuat Dexter benar-benar merasa bersalah sekarang. Ia tak bisa melakukan apapun ketika gadis kecil yang sudah ia anggap sebagai adiknya disakiti oleh orang lain.
"How do u feel about him?"
Kesya menggeleng pelan. "I don't know.."
"Cewek mana sih yang mau digantung bertahun-tahun tanpa adanya kepastian yang jelas di suatu hubungan? Segede apapun perasaan lo, yang namanya digantung juga bakal bikin lo akhirnya capek, Key! Pemikiran tentang "apa gue nggak dianggap?" atau "apa dia cuman main-main?" itu jelas pernah hinggap di otak lo yang akhirnya bikin lo mikir "oh yaudah deh ngikut alurnya aja mau kemana, nggak tau lagi udah capek". Akhirnya, lo ada ditengah-tengah menyerah atau bertahan!"
Kesya diam karena yang semua dikatakan oleh Dexter benar-benar terjadi.
"Apa lo nggak capek dengan semua overthinking lo selama ini?"
"Capek.." ucap Kesya pelan.
"Kenapa lo nggak tegas aja? Minta kejelasan hubungan kalian. Kalau nggak, yaudah tinggalin. Cowok kek gitu nggak pernah bisa diandelin, Key! Kalau dia emang cinta sama lo, dia nggak akan pernah bikin lo terjebak di hubungan tanpa status!"
Damn. That's right.
__ADS_1
Lidah Kesya seketika kaku ketika mendengar ucapan Dexter yang benar-benar menusuk hatinya. Semuanya, semuanya memang fakta yang terjadi sekarang. Fakta yang sebisa mungkin ia hindarkan namun ternyata tidak bisa. Fakta akan selalu terbongkar pada akhirnya.
"Gue nggak mau ngeliat masa muda lo hancur cuman gara-gara friendzone sialan!" ucap Dexter yang membuat Kesya terkekeh pelan.
"Gue serius! Gue bakal nyari tuh batang hidungnya sampai ke ujung dunia sekali pun kalau sekali lagi dia nyakitin lo."
"Wow, ngeri.." gumam Kesya pelan.
Dexter yang mendengarnya pun tertawa. Ia tau bahwa Kesya sudah cukup mendengar ceramahnya malam ini karena ia pun tidak tahan untuk berbicara serius dengan Kesya terlalu lama.
"Oh iya, lo kapan berangkat?"
"Sebenarnya gue males sih berangkat, apalagi ada cowok yang pernah janji bakal nganter gue eh taunya malah ilang ditelan bumi" ucap Kesya sedikit menyindir.
Dexter tertawa. "Ya maaf, gue tuh sibuk sama penelitian akhir makanya nggak ada waktu kesana."
"Oh iya lupa, lo kan udah jadi mahasiswa akhir yang sangat tua."
"Sialan lo."
Kesya tertawa karena akhirnya Dexter dengan cepat beralih topik. "Tapi ini beneran, lo nggak balik ke Indo lagi?" tanya Kesya pelan.
Sebenarnya, beberapa minggu yang lalu, Dexter pernah menceritakan padanya bahwa kemungkinan besar ia tidak kembali ke Indonesia lagi dengan alasan bahwa ia tidak mempunyai waktu luang. Diketahui bahwa sekarang Dexter adalah seorang mahasiswa akhir yang harus menyibukkan diri dengan penelitian sana-sini. Pun jika ia sudah lulus kuliah langsung mewarisi perusahaan orang tuanya karena memang sejak ia dalam kandungan, perusahaan tersebut sudah diwarisi padanya.
Dexter tersenyum tipis. Ia tidak tau harus menjawab apa karena ia sendiri pun tidak tau apakah dirinya mempunyai waktu luang nantinya.
Menjadi pewaris perusahaan terbesar bukanlah suatu hal yang diimpikan oleh Dexter sejak kecil, ia tidak pernah tertarik masuk ke dunia bisnis. Selama hidupnya, ia hanya menyukai seni. Namun, Daddy nya tidak pernah setuju dengan hobi yang ingin ia kembangkan sehingga sejak kecil Dexter sudah dipaksa untuk masuk ke dunia bisnis dengan meninggalkan hobinya.
"Dex, bokap lo masih gitu ya..?" tanya Kesya pelan.
Kedekatan keduanya membuat Kesya sedikit banyak tau tentang kehidupan yang Dexter alami. Begitupun dengan Dexter yang mengetahui tentang kehidupan gadis kecilnya.
"Padahal, seni nggak salah tapi kenapa ditentang sampai segitunya? Apa emang udah nggak ada kesempatan buat lo kasih bukti ke mereka kalau dengan hobi itu lo bisa bahagia?"
Pertanyaan Kesya yang sudah berkali-kali ia lontarkan.
Dexter tersenyum tipis seraya menggeleng pelan. "Bahkan dari dalam kandungan pun hidup gue udah diatur sedemikian rupa."
Dalam hati, Kesya berdoa agar apapun hidup yang dijalani oleh Dexter bisa membuatnya bahagia.
Ternyata, ada yang lebih parah hidupnya dari pada gue.-Kesya.
*
*
*
__ADS_1