Tentang Kesya

Tentang Kesya
Ello's Father


__ADS_3

Jangan lupa untuk di VOTE dan KIRIM HADIAH ya semuanya🥰.


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Selamat membaca🥰😘.


*****


Pagi ini Kesya beranjak dari tempat tidur untuk keluar kamar membereskan rumah sekalian menyiapkan sarapan untuk semuanya. Sebenarnya, Kesya bisa saja mencarikan pekerja yang bisa membantunya membereskan rumah. Namun, karena ia memang belum aktif berkuliah, maka dari itu ia masih belum mencarikan pekerja.


Kesya membereskan sisa camilan dan gelas-gelas yang cukup berantakan di ruang keluarga tempat mereka mengobrol hingga larut malam. Lalu berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Untung saja baby Ello tidak terlalu rewel pagi ini sehingga Kesya bisa bekerja dengan leluasa. Terkadang, kalau memang baby Ello sangat rewel, untuk memasak pun Kesya bahkan tidak sempat.


"Masak apa ya pagi ini?" gumam Kesya seraya membuka kulkas yang ada dihadapannya.


Setelah memilih-milih bahan, akhirnya keputusan Kesya adalah memasak nasi goreng kimchi atau kimchi bokkeumbap dan gyeran mari atau telur dadar gulung khas Korea.


Steven dan Boy bukan orang yang pemilih dalam hal makanan terlebih ketika sudah disiapkan diatas meja, mereka akan tetap memakannya sehingga membuat Kesya cukup nyaman memasak untuk mereka. Kadang, Kesya juga akan memasak makanan kesukaan keduanya seperti Steven yang menyukai makanan Western dan Boy yang menyukai makanan Kesya. Katanya "nggak masalah mau makanan apa yang penting dimasak Kesya." Aduh, Boy sudah masuk fase bucin..


*****


Saat sedang sibuk memasak, Kesya dikejutkan dengan tangan seseorang yang tiba-tiba mengambil gyeran mari yang sudah siap disajikan.


"Astaga!" ucap Kesya dengan wajah kesalnya.


Steven pun tertawa. "Laper, Key" gumam Steven.


"Ya tapi kan nggak usah ngagetin juga. Untung nggak gue lempar pake wajan" gerutu Kesya yang membuat Steven kembali tertawa.


"Bokap Ello mana?" tanya Steven basa basi.


Kesya mendengus kesal. "Tidur di kamar. Bang Stev sama Dexter tuh nggak bisa diem, kasian tau Kak Boy sampai nggak bisa tidur gitu."


"Ya lagian lo ngapain nyuruh Dexter tidur sama gue? Yaudah kita nge-game aja sampai ketiduran."


"Terus mau disuruh tidur dimana? Masa iya sama gue?"


"Kalo gitu mah mending Boy yang sama lo. Biar dia tidurnya di kamar Boy."


Plak


"Tar dikira kumpul kebo" ketus Kesya dengan wajah kesalnya.


"Kita di Seoul, coy. Mana ada yang peduli mau lo ngapain aja. Tapi nggak usah macem-macem, awas aja lo."


"Tadi sendirinya yang nawarin. Gue sih gas aja apalagi kan bisa pura-pura menindih padahal modus pengen pegang roti" gumam Kesya tersenyum tipis.


"Otak lo, Kesya! Astaga! Ini nih pengaruh lo kelamaan temenan sama Dexter."


"Loh yakan cuman pegang, Bang" ucap Kesya tak mau kalah.


"Mau pegang sekarang?"

__ADS_1


Skakmat.


Tolong siapapun bawa Kesya pergi dari bumi ini. Ia sungguh sangat ingin menghilang sekarang. Dimana ia harus bersembunyi?


Apa gue pura-pura pingsan aja ya? Tapi gimana kalau gue nggak bisa nahan ketawa?-Kesya.


"Duh gue lupa pagi ini ada kerjaan" ucap Kesya seraya beranjak dari dapur namun Boy dengan cepat menahannya.


"Mau pergi kemana hm? Bukannya lo harus masak" ucap Boy seraya mendekatkan dirinya pada Kesya membuat gadis itu benar-benar ingin pingsan sekarang.


"K-kak.. nasinya gosong.." ucap Kesya berusaha untuk kabur.


Tangan Boy bergerak untuk mematikan kompor sehingga membuat Kesya hanya bisa pasrah terlebih ketika merasakan tubuh Boy benar-benar menghimpitnya sekarang.


"Coba gue tanya, lo mau pegang apa tadi?"


Bahkan deru nafas Boy sangat terasa di wajah Kesya. Bisa dibayangkan sedekat apa posisi mereka sekarang.


"Anjing!" teriak Dexter tiba-tiba.


Thanks, Dex. Gue hutang nyawa sama lo.-Kesya.


Kesya akhirnya bisa bernafas lega ketika Boy sedikit menjauhkan tubuhnya.


"Aduh gue tuh nggak terbiasa liat ginian pagi-pagi. Gue biasanya bangun tidur ngeliat rumah kosong, eh sekarang ngeliat nih bucin berdua nempel mulu" ucap Dexter heboh.


Steven yang sudah terbiasa pun hanya bisa menggeleng pelan. "Si anjir nih suka godain Kesya mulu, mana anaknya tiap digodain pengen meledak" ucap Steven yang membuat Boy tertawa.


"She is cute."


Bukan hanya Steven, Dexter pun segera pergi dari dapur agar tidak keracunan keuwuan keduanya di pagi hari.


*****


Sore hari pun tiba dimana Kesya akan berjalan-jalan bersama baby Ello menikmati sore hari di taman terdekat yang sayangnya hanya mereka berdua saja. Dexter tiba-tiba pamit keluar karena ada urusan, sedangkan Boy juga sudah pergi sejak setelah sarapan pagi karena ingin bertemu dengan klien Om Heru. Steven? Lelaki itu jangan ditanya, kalau pun ia ada, ia jarang mau diajak untuk berjalan santai ke taman. Alasannya? Malas.


"Anak Mommy ganteng banget" ucap Kesya seraya mengelus pipi gembul baby Ello.


Kesya mendorong kereta anaknya dan berhenti di sebuah bangku yang memang disediakan di taman. Duduk menikmati langit sore seraya menatap anak-anak kecil yang baru saja pulang dari sekolah.


"Sayang, Daddy Ello nanti siapa ya?" gumam Kesya pelan seraya menggendong baby Ello ke dalam pelukannya.


Mungkin pikirannya terlalu jauh, namun beberapa kali Kesya cukup sering memikirkan siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak. Siapapun orangnya, Kesya hanya berharap ia bisa menerima baby Ello dengan baik.


"Kita berdoa aja ya, Nak. Semoga siapapun nanti yang akan jadi Daddy Ello, dia bisa terima Ello. Kalau dia nggak mau terima Ello, tenang aja Mommy juga nggak mau terima dia" ucap Kesya seraya terkekeh pelan.


Halo halo halo


Tiba-tiba alarm ponsel Kesya berbunyi.


"Astaga! Sore ini kan Ello ada jadwal periksa rutin" ucap Kesya panik ketika baru sadar bahwa hari ini ia ada jadwal.


Tak butuh waktu lama untuk Kesya memesan taksi online yang akan mengantarkannya ke rumah sakit.

__ADS_1


Ello memang tidak mempunyai penyakit khusus atau penyakit yang serius namun karena saran dari Raka, maka Ello akan diperiksa setiap sebulan sekali dengan dokter yang direkomendasikan untuk Kesya.


*****


Kak Boy


Kesya sedikit terkejut ketika melihat nama Boy terpampang jelas di layar ponselnya sehingga membuat dirinya harus mengangkat telepon dari singa tersebut.


"Ke rumah sakit sama siapa?"


"Taksi online, Kak. Udah gapapa ini juga udah mau pulang kok."


"Kan gue udah bilang biar gue yang anterin."


"Maaf. Tadi sedikit panik, ingetnya pas alarm bunyi makanya langsung pesen taksi."


"Lima menit lagi gue sampai."


Tut tut tut.


Seolah tau bahwa Kesya akan menolak, sebelum itu Boy segera memutuskan panggilan.


"Uncle nya galak banget ya, Sayang" ucap Kesya seraya menatap baby Ello yang juga sedang menatapnya.


Memang, Kesya dan baby Ello baru saja keluar dari ruangan dokter saat panggilan masuk dari Boy.


"Excuse me?" (Permisi)panggil seseorang yang membuat Kesya menoleh.


"Ya?" (Ya?)


"Are u the mother of this baby?" (Apakah kamu ibu dari bayi ini?) tanya lelaki itu seraya menatap baby Ello yang sedang anteng di kereta.


Kesya mengangguk pelan.


"Wow amazing, u look young. What's his name?" (Wow luar biasa, kamu terlihat muda. Siapa namanya?)


"Excello, u can call her Ello." (Excello, kamu bisa memanggilnya Ello.)


"He looks so handsome. What is ur name?" (Dia terlihat sangat tampan. Siapa nama mu?)


Belum sempat Kesya menjawab, tiba-tiba pinggangnya dirangkul oleh seseorang.


"Kak?!" ucap Kesya terkejut.


"Hei, babe. Sorry for making u wait so long" (Hei, Sayang. Maaf telah membuatmu menunggu begitu lama.) ucap Boy seraya mencium pucuk kepala Kesya membuat gadis itu menatapnya heran.


"Who's this?" (Siapa ini?)


"Alex. Are u the father of this baby?" (Alex. Apakah kamu ayah dari bayi ini?)


"Yup." (Ya.)


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2