
"Tidak mungkin!!"
Dirga menggelengkan kepalanya pelan manakala ia sudah melihat amplop coklat yang baru saja dibawa dan diserahkan oleh Papah Mandala kepadanya, tentu saja dengan cepat Dirga membuka semua dan melihat secara langsung dan juga rinci apa yang ada di balik amplop itu.
Dirga pelan-pelan mengamati setiap foto yang ada di sana begitu juga dengan informasi yang ada di sana yaitu mengenai suami Karina saat ini di mana Dirga menemukan sebuah nama yang membuat ia melototkan matanya karena ia tahu betul siapa pemilik nama itu.
"Devano Hardiansyah?"
Sontak Dirga kaget dan mengeja sebuah nama yang membuat ia harus berpikir secara jernih, apakah memang benar Devano Hardiansyah itu ada lah guru matematika yang killer di sekolahnya atau Devano Hardiansyah ini adalah sosok laki-laki yang lain hanya nama dan juga marganya saja yang sama.
"Tidak mungkin!! tidak mungkin Karina sudah menikah apalagi ini dengan Devano?"
Terus saja Dirga mengoceh yang tidak jelas ia bahkan sama sekali tidak yakin dengan kenyataan yang di depannya saat ini meskipun Dirga belum mendengar langsung dari mulut Karina tetapi sebuah bukti sudah menunjukkan jika memang gadis yang dicintainya kini sudah menikah.
Papa Mandala mengerti betul bagaimana perasaan putra tunggalnya itu, langsung saja menghampiri Dirga dan menepuk pundak Dirga. Papa Mandala juga sama kecewanya dengan kedua orang tua Karina yang mana mengiyakan saja ketika keluarga dari Devano Hardiansyah itu meminta untuk menikahkan putrinya, padahal Papa Mandala masih mengingat betul tentang rencana perjodohan antara Dirga dengan Karina tetapi mengapa dari PapahnyabKarina tidak mengingat bahkan mengiyakan saja pernikahan itu.
"Seperti yang kamu lihat, Karina memang sudah menikah dengan Devano Hardiansyah, putra tunggal dari tuan Hardiansyah dan juga dia salah satu guru di sekolah kamu."
__ADS_1
Dirga terdiam, mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Papa Mandala yang mana ia masih tidak menyangka mengapa takdirnya bisa seperti ini. Dirga yang sudah berharap akan memiliki Karina dan bersemangat untuk kembali ke Indonesia dan menerima perjodohan itu untuk segera melangsungkan pernikahan dengan Karina tetapi kenyataannya tidak, Karina sudah menikah.
"Papa mengerti bagaimana perasaan kamu, tetapi inilah kenyataannya.. kamu dan Karina tidak berjodoh dan hanya ditakdirkan sebagai teman saja seperti waktu kecil yang kamu berteman baik dengan Karina."
Lagi lagi Dirga hanya mencerna ucapan dari Papah Mandala meskipun sebenarnya ia tidak rela dengan pernikahan Karina ini, terlebih lagi ia belum tahu betul bagaimana Karina bisa menikah dengan pak gurunya.
"Lalu Bagaimana ceritanya Karina bisa menikah dengan Pak Devano? sepertinya di sekolah Karina dan Pak Devano itu sama-sama cuek bahkan mereka selalu saja tidak memperdulikan, tidak seperti pasangan pada umumnya, terlebih lagi Karina yang mempunyai pacar meskipun saat ini sudah putus dengan pacarnya..."
Iya di dalam amplop coklat itu memang tidak dijelaskan bagaimana Karina dan Devano menikah hanya sebuah informasi yang sangat akurat saja jika pernikahan itu diselenggarakan di kediaman keluarga besar Karina, berikut waktu dan tempatnya dan tentu saja itu berita valid termasuk siapa sebenarnya suami Karina saat ini, tetapi mengenai mengapa keduanya menikah.. anak buah dari Papah Mandala tidak bisa menginformasikannya karena rahasia itu benar-benar sangat tertutup.
Dan beruntung sekali Papanya Karina yang menceritakan semuanya dari awal hingga Karina dan Devano menikah, hingga saat ini Papa Mandala menceritakan tentang pernikahan dadakan antara Karina dengan Devano.
Dirga mengumpat kesal, tangannya juga terkepal manakala ia sudah mendapatkan cerita tentang bagaimana Karina menikah dengan Devano yang memang benar-benar tidak terduga bahkan Dirga berpikir jika Devano lah yang menginginkan semua ini, Devano sengaja menjebak Karina supaya bisa menikah dengan dirinya, karena tidak mungkin ada kebetulan yang benar-benar begitu kebetulan sekali.
Dan jangan-jangan Pak Devano lah yang meminta Karina untuk putus dengan Rama, benar-benar licik laki-laki itu demi mendapatkan Karina segala macam cara dilakukannya.
"Aku tidak terima Pah, aku akan menghancurkan rumah tangga mereka..."
__ADS_1
Tanpa banyak nerkata lagi, Dirga yang tersulut emosi langsung saja meninggalkan kedua orang tuanya laki-laki itu dengan cepat menyambar kunci mobilnya kemudian keluar dari rumah.
Entahlah apa yang dipikirkan Dirga kali ini, Yang penting saat ini pikirannya kacau. Ia yang sudah berbunga-bunga yang sudah mempersiapkan acara lamaran malam ini dan berniat untuk menikahi Karina secepatnya, tetapi malah mendapatkan informasi yang membuat dirinya terpukul, terlebih lagi tentang pernikahan Karina yang menurut Dirga itu disengaja.
Laki-laki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tentunya malam ini ia akan pergi ke rumah Karina dan meminta penjelasan secara langsung dan juga meminta Karina untuk berpisah dari Devano, bukan apa-apa karena Dirga tahu jika Karina itu tidak mencintai Devano , Karina juga merasa tertekan hidup dengan Devano tidak seperti waktu Karina bersama Rama, yang Dirga juga bisa melihat cinta yang tulus dari Rama untuk Karina meskipun sebenarnya hati Dirga juga sakit waktu itu.
Mungkin bagi Dirga juga tidak masalah jika karena menikah dengan laki-laki yang dicintai dan mencintainya walaupun ia juga merasa sakit dan juga patah hati tetapi kali ini Karina menikah dengan orang yang tidak mencintainya bahkan jelas dengan terang-terangan laki-laki itu sudah menipunya membuat Karina mau menikah dengan laki-laki itu, yang jelas Dirga sebagai teman baik Karina dan laki-laki yang mencintai Karina tidak terima, ia akan membuat perhitungan dengan Devano mengenai masalah ini dan memiliki rencana untuk melepaskan Karina.
Lima belas menit kemudian mobil yang dikemudikan oleh Dirga sudah berada di kediaman keluarga Karina tentu saja untuk saat ini yang ia temui adalah Karina dan meminta penjelasan dari gadis cantik itu.
Dengan sopan Dirga keluar dari mobilnya kemudian menyapa Pak satpam dan mengatakan jika ia ingin bertemu dengan Karina, sebenarnya tidak sulit bagi Dirga untuk masuk ke dalam rumah Karina, karena Pak satpam itu masih mengenali sosok Dirga yang mungkin belasan tahun tidak pernah dijumpainya lagi.
"Sayang sekali Mas Dirga, Mbak Karina sudah tidak tinggal di sini lagi."
Ucapan satpam yang saat ini sudah berada di depan Dirga dan menjawab apa yang tadi ditanyakan oleh Dirga mengenai Karina tentu saja saat ini Dirga melongo, ia lupa kalau Karina sudah menikah dan pastinya sudah tidak tinggal lagi di rumahnya.
"Tidak tinggal di sini berarti karina?"
__ADS_1
"Ya Mbak Karina ikut dengan suaminya, Mas Devano. Setelah menikah langsung di boyong Mas Devano untuk ke rumahnya."
Sialan!! laki-laki itu sudah merebut Karina dan saat ini memaksa Karina untuk tinggal bersama dengan dia, aku tahu pasti Karina tidak nyaman berada di sana, terlebih lagi dia yang tidak begitu mengenal keluarga dari Devano.