Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Mengingatkan


__ADS_3

Selama pelajaran matematika semuanya terdiam karena pelajaran itu menjadi momok bagi semua orang termasuk dengan Karina yang sama sekali tidak mengerti dengan rumus-rumus yang ada di depannya itu.


Bahkan hari ini seperti di dalam sebuah terowongan hantu saja di mana teman-teman Karina semuanya pada terdiam, tidak ada yang berani menggoda Devano meskipun mulut mereka ingin sekali menggoda Devano karena ketampanan Devano tetapi melihat aura Devano yang sejak tadi pagi mengerikan membuat mereka mengurungkan niatnya dan hanya berdiam di tempatnya tanpa mengatakan sepatah kata apapun juga.


Begitu juga Karina yang saat ini sudah maju ke depan untuk menyelesaikan satu soal di mana sudah hampir lima belas menit Karina tidak bisa menyelesaikannya, jangankan tahu rumusnya caranya saja ia bahkan tidak mengerti sama sekali.


Hingga membuat Devano yang sedari tadi memperhatikan Karina menggelengkan kepalanya, Devano berpikir terbuat dari mana otak istrinya itu yang mana soal semudah itu tetapi Karina sama sekali tidak bisa dan ini merupakan satu-satunya ujian yang harus dilalui oleh Devano, di mana ia memang sudah diberitahu oleh kedua mertuanya jika Karina memang tidak pandai dalam pelajaran dan kedua mertuanya itu meminta tolong kepada Devano untuk membuat Karina pintar, ya setidaknya tidak perlu mendapatkan ranking tetapi nilai pelajaran nya lebih baik dari kemarin.. itu sudah lebih dari cukup.


"Ngerjain soal gini aja tidak bisa tetapi kalau jalan bersama dua laki-laki sekaligus kemarin aja bisa, mau jadi apa kamu Karina!! sementara kamu sudah menjadi istriku."


Devano mengucapkan itu pelan di telinga Karina, sepertinya memang istrinya itu perlu diberi pelajaran dan juga hukuman supaya jera dan tidak mempermainkan perasaan, yang mana memang Devano sudah memperingatkan kepada Karina untuk tidak berdekatan dengan laki-laki lain bahkan Devano juga meminta kepada Karina untuk memutuskan hubungannya dengan Rama, tetapi sayang sekali Karina tidak mengindahkan apapun ucapan Devano bahkan malahan dengan terang-terangan Karina menunjukkan kemesraannya dengan Rama di depan Devano.


Karina hanya menoleh ke arah belakang, sekilas ia tentunya takut jika pembicaraan ini didengar


 oleh teman-temannya yang mana statusnya yang masih menjadi pacar dari Rama tetapi ia sudah menikah dengan gurunya sendiri.


"Dan nanti sampai rumah, kamu tidak ada acara untuk main HP atau apapun, yang harus kamu lakukan adalah belajar dan belajar dan aku akan memberikan hukuman kepada kamu dengan apa yang sudah lakukan kemarin."


Ucap Devano lagi dengan berbisik di telinga Karina, dan ia sedikit mengancam istrinya.

__ADS_1


"Aku tidak takut, kamu coba saja!!"


Sepertinya Karina menantang suaminya yang mana ia tersenyum sinis menatap ke arah Devano, ya meskipun Karina sendiri ada sedikit ketakutan dengan hukuman yang akan diberikan kepada Devano dan juga ancamannya tetapi sebagai gadis yang pemberani, Karina menunjukkan jika dirinya tidak mudah untuk ditundukkan apalagi dengan ancaman yang hanya begitu saja.


"Soal seperti ini saja tidak bisa, apa emang di kelas ini tidak ada yang bisa mengerjakan soal matematika? lalu kalian mau menjadi apa jika seperti ini saja tidak bisa... ya sudah Karina berdiri di sana!!"


Tidak tanggung-tanggung, Karina yang tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh Devano langsung saja diminta untuk berdiri di depan tentunya Devano juga akan melakukan itu terhadap teman-teman karina yang mana tidak memperhatikan dan tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan.


"Dan untuk kalian semua, jangan mencontohkan seperti Karina di mana Karina yang selalu tidak memperhatikan setiap pelajaran, maka ia tidak bisa mengerjakan soal segampang ini!!"


Awas aja kamu om nanti malam tidur di luar dan jangan harap aku akan membukaka pintu kamar untuk Om.


Apa? Mau mengancam aku?? Tidak bisa Karin...


2 jam pelajaran matematika Karina hanya berdiri di depan dan itu membuat ia mengumpat kesal ke arah Devano. Ia sangat kesal dengan tingkah suaminya itu yang menjadi guru yang baik padahal sebenarnya Karina hanya tidak bisa mengerjakan soal dan tidak melakukan hal-hal yang lainnya.


"Karina... bawa buku-buku ini ke ruang saya dan nanti kamu kerjakan soal-soal ini di sana sebagai ganti kamu yang tidak bisa mengerjakan soal di depan."


Tentu saja Karina tidak menjawab, gadis cantik itu tidak juga menganggukkan kepalangnya ... hanya menatap ke arah Devano dengan tatapan mata yang sangat tajam.

__ADS_1


Karina hanya melihat ke arah Devano yang saat ini sudah keluar dari kelasnya di mana kedua pasang mata mereka saling bertemu tentu saja dengan Devano yang tersenyum manis kepada Karina karena ada sesuatu yang dipikirkan oleh Devano bahkan Devano sudah mempunyai rencana rencana bagaimana menaklukkan istri bawelnya itu.


"Rin.. minum dulu pasti kamu harus..."


Dengan cepat Dirga memberikan botol minuman yang ada di tasnya, ya Dirga memang selalu membawa minuman itu untuk jaga-jaga saja dan ia tahu jika Karina saat ini harus bahkan kecapean karena berdiri di depan kelas selama 2 jam pelajaran.


"Terima kasih.."


Dengan cepat Karina mengambil botol minuman, karena ia memang sudah terbiasa melakukan itu dengan Dirga sendiri kecil jadi tidak menaruh curiga sama sekali meskipun ia tahu bentuk perhatian Dirga saat ini yang tidak biasa padanya.


"Sama-sama, apa mau aku pijitin kakinya?"


Karina menggeleng, meskipun ia sejak kecil sudah bersama dengan Dirga bahkan Dirga juga sudah terbiasa memijat kakinya ketika keseleo ataupun pegal namun saat ini keadaannya berbeda ia dan juga sudah dewasa bahkan Dirga sudah menyatakan cintanya padanya jadi karena mau tidak mau harus menahan dirinya untuk bersikap biasa saja dengan juga seperti dulu saat mereka masih kecil.


"Kenapa? bukannya kita dulu sering melakukannya, aku selalu pijat kaki dan tanganmu ketika kamu pegal pegal begitu juga dengan kamu."


Sepertinya Dirga mulai mengingatkan tentang kejadian di masa lalu di mana keduanya terlihat semakin akrab dan itu membuat Karina lagi lagi menggelengkan kepalanya pelan, karena keadaannya tidak memungkinkan dirinya dan Dirga harus seperti dulu lagi.


"Tidak perlu, nanti capeknya akan hilang sendiri.. sudah sini bukumu nanti aku di marahin sama Pak Devan jika telat membawa ke ruangannya."

__ADS_1


Karina dengan segera mengambil buku-buku temannya yang memang tadi Devano meminta untuk semua mengerjakan soal matematika dan dikumpulkan dan tentu saja untuk Karina sendiri nanti mengerjakan di ruangan Devano.


Semuanya sudah terkumpul hingga Karina mau tidak mau segera keluar dari kelas dan menuju ruangan Devano, dimana ia hanya sendirian dan tidak ditemani oleh temannya.


__ADS_2