Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Ketar-ketir


__ADS_3

"Oh ya iyalah bener juga, gue kan dodol.. ah nggak masalah yang penting gue punya mertua yang kaya raya pastinya kehidupan gue terjamin tidak boleh capek capek untuk membangun sebuah kerajaan bisnis nanti akan bikin kalau perlu malah gue nggak usah ikut terjun ke dalam bisnis mereka tinggal di rumah saja sudah cukup hahaha...."


"Sinting!! giliran seperti ini aja ngakuin orang tua giliran sama anaknya lo ogah ogahan,  apa lo nggak mikirin itu sebenarnya kurang apa sih orangnya? ganteng pinter rajin perhatian sayang sama lo dan satu yang pasti yang disukai oleh perempuan-perempuan di luar sana pak Devano kalau itu kaya raya, anak tunggal pewaris kerajaan bisnis yang lo tahu sendiri mertua lo itu mempunyai perasaan di mana-mana bukan hanya di Indonesia saja tetapi dua luar negeri juga dan juga lo punya mertua yang sayang banget sama lo Apa kurangnya sih membuka hati lu untuk pak Devano lagu yang juga lo sama Rama sudah putus meskipun gue tahu tidak mudah bagilo dan Rama itu mengakhiri hubungan kalian yang sudah bertahun-tahun tetapi kalau memang kalian tidak berjodoh tentunya tidak bisa berkata apa-apa lagi ya sudah jalanin aja di depan mata lagi pula jodoh yang dikirimkan oleh Tuhan itu tidak jauh beda dengan ramah pak Devano itu adalah sosok laki-laki yang merupakan idaman bagi seorang perempuan."


Mendengar ceramahan dari Sintia, Karina terdiam.. memang apalagi yang ada di otaknya saat ini meskipun pernikahannya dengan Devano itu karena sendiri tidak menginginkan bahkan terpaksa melakukannya dan juga karena tidak mencintai Devano tetapi tidak salah juga ia membuka hatinya untuk Devano toh juga hubungan antara dirinya dan ramah sudah berakhir ramah ikhlas sudah memutuskan hubungannya, Jadi tidak salah lagi jika Karina saat ini harus berbalik badan harus maju untuk menatap ke depan dan apa yang dikatakan oleh Sintia itu memang benar di luar sana banyak perempuan-perempuan yang saat ini sedang menginjak Devano bukan mengincar ketampanan Devano saja tetapi dan kekayaan yang dimiliki oleh laki-laki itu yang pastinya siapa sih yang tidak tertarik dengan pewaris tunggal kekayaan Hardiansyah itu yang pastinya semua orang berebut untuk memiliki Devano dan menjadi ratu di keluarga besar Devano.


"Nah mikirkan lo, mikir kalau Pak Devano diambil perempuan lain baru tahu rasa lo makanya jadi perempuan itu udah sok-sokan semua orang tahu juga lu itu cantik dan bisa mendapatkan apapun tetapi mempunyai seorang suami yang benar-benar mencintai lo dan sayang banget sama lo itu seribu satu orang."


Karina hanya mengerucutkan bibirnya antara ia tidak bisa berkata-kata lagi jika Sintia sudah ceramah seperti ini yang jelas jika dipikir-pikir memang ucapannya Sintia itu ada benarnya tetapi bagaimana lagi jika cintanya karena masih mentok kepada Rama.


"Tau ah nanti gue pikirin, gue masuk dulu ya.. beneran nih nggak mau mampir?"


"Dasar lo ya Rin, masih dipikir-pikir ... kalau kehilangan Pak Devano baru tahu rasa, nggak lah sudah mau malam besok-besok aja gue mampir..."

__ADS_1


"Oke deh makasih besti, hati-hati di jalan."


Setelah cipika cipiki, Karina langsung saja turun dari mobil Sintia kemudian ia masih menatap mobil Cynthia sembari menggerakkan tangannya sampai mobil Sintia benar-benar hilang dari depan rumahnya.


Melihat tidak adanya lagi mobil Sintia di sana Karina segera masuk dan pastinya Pak sarden segera membukakan gerbang itu.


"Aduh gawat sekali! mengapa pak Devano sudah pulang duluan, padahal kan dia ngasih ijin nya boleh kalau aku gak terlalu malam, dan juga harus pulang lebih dulu daripada dia? Tapi kan ini juga belum malam? Atau jangan jangan Pak Devano malahan sudah pulang dari tadi? Mampoos aku!!"


Tantunan perempuan cantik itu sendiri memikirkan jawaban apa yang akan ditanyakan oleh suaminya meskipun Karina tidak perlu berdoa karena dirinya memang pergi bersama dengan sendirinya dan tidak ada laki-laki lain di sana.


Masuk ke dalam rumah dengan rasa-rasa tetapi indah harus masuk ke dalam tidak mungkin juga kalau ia takut lalu berada di depan rumah terus, yang pastinya jika nanti Devano marah maka Karina mau tidak mau harus menghadapi kemarahan dari suaminya itu.


Pelan pelan Karina menaiki tangga, sembari mulutnya komat lamit merapalkan sesuatu supaya Devano tidak marah, yang pasti nya jika Devano marah itu sangat menyeramkan, padahal mood Karina lagi bagus bagus nya setelah memanjakan diri di mall, dan setelah jalan jalan dengan Sintia.

__ADS_1


"Kamu harus tenang Karin, dan jangan panik...anggap saja kamu tidak tau jika Devano sudah pulang, atau malahan dia sudah tidur karena capek...ya semoga saja benar."


Karina meyakinkan dirinya jika semua pasti akan baik-baik saja tapi jika suaminya marah tinggal didengarkan saja lagi pula Devano meskipun waktu marah menyeramkan tetapi tidak mungkin ia akan menyakiti Karina bahkan mungkin saja kamu juga tidak akan pernah melakukannya.


Sedangkan Devano, laki-laki itu menggelengkan kepalanya ketika melihat mobil Sintia berada di depan gerbang, ya memang Devano sedari tadi sudah sampai di rumahnya dan melihat tidak adanya istrinya di rumah lalu dimana bergegas mandi kemudian ke balkon terusnya dia ingin melihat Karina pulang dengan siapa siapa tahu jika karena berbohong dan pergi dengan Rama atau Dirga atau laki-laki yang lainnya dan bukannya Devano tidak mempercayai istrinya tetapi waspada itu juga perlu, terlebih lagi pastinya istrinya itu banyak fans di luar sana yang memang karena cantik dan mempesona siapa sih yang tidak menyukai Karina hanya laki-laki bodoh yang menganggap Karina itu biasa saja.


Devano tersenyum sekaligus lega manakala ia melihat mobil Sintia, sahabat Karina yang sudah berada di depan dan itu pastinya istrinya juga sebentar lagi akan pulang ke rumah dermaga masuk ke dalam kamar dan pastinya dibangun harus pura-pura mengekspresikan wajahnya terserah mungkin supaya Karina takut dengan dirinya dan supaya Karina tidak semena-mena dengan dirinya lagi.


Tahu jika sekarang Karina sudah menaiki tangga dan akan masuk ke dalam kamarnya, Devano bersembunyi di balik pintu tentunya ia akan memberikan kejutan untuk Karina dan mengagetinya salah siapa karena sudah melanggar janji yaitu pulang tidak lebih dulu dari dirinya entah karena itu alasan maksud atau apa yang jelas di sana tidak mau menerimanya.


Ceklek...


Karina pelan-pelan membuka pintu kamarnya perempuan cantik itu tidak langsung masuk tetapi menengok sebentar dan juga mengedarkan pandangan matanya ke segala arah tentunya mencari keberadaan suaminya dan Karina juga berharap jika suaminya tidur tetapi sayang sekali tidak ada Devano di atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2